Our Summa Testimonia

3

Category : inFOStainment, Lifestyle

“Tak peduli seberapa hebat kesaksian orang lain tentang Tuhan, kesaksian terbesar tetap adalah pengalaman pribadi kita bersama Dia – sesederhana apapun itu.”

Enggak terasa yah bulan Maret sebentar lagi akan berakhir. Dan dengan berakhirnya bulan Maret, berakhir pula tema FOS bulan ini  – Summa Testimonia, yang artinya kesaksian terbesar. Tapi bukan berarti semangat dari Summa Testimonia itu sendiri harus pudar. Karena yang namanya pengalaman pribadi bersama Tuhan Yesus harus terus kita rasakan dan alami di sepanjang hidup kita loh. Nah, untuk mengakhiri bulan Summa Testimonia ini, ada sesuatu yang FOS Community ingin bagikan. Yup it’s Our Own Summa Testimonia! Kumpulan kesaksian terbesar kami dalam bentuk sebuah buku.

Kenapa sih kok kita bisa kepikiran untuk membuat sebuah buku yang isinya kumpulan kesaksian-kesaksian pribadi? Apa karena ada penerbit yang mau menerbitkan? Hohohooo gak tuh, sampe saat ini belum ada kerjasama dengan pihak penerbit :D *tapi gak nolak loh kalo ada penerbit yang mau menerbitkan^^.  Kalo bukan karena ada yang mau menerbitkan trus kenapa dunk? Apa karena kita semua narsis en iseng aja pengen bikin buku? Huaaaa enggak-enggak! Bahkan ada beberapa diantara kami yang tadinya  malu banget kalo kisah hidupnya dibuat jadi sebuah buku yang bisa dibaca banyak orang. Dan beneran deh kita enggak bikin proyek buku ini cuman buat sekedar iseng aja. Jadi apa donk? Hmm.. Mungkin hanya ada satu kata untuk menjelaskannya : KERINDUAN. Yup ini adalah kerinduan Tuhan yang ditaruh di hati kami. Terinspirasi dari film independen berjudul Freedom Writers. Akhirnya kami juga ingin membuat sebuah tulisan yang kalaupun enggak dibaca sama orang lain setidaknya kami membuat sesuatu untuk diri kami sendiri. Karena dalam pembuatannya pun, masing-masing dari kami mendapatkan banyak hal. Saat kami menuliskan kata per kata yang dirangkai untuk menceritakan bagaimana Tuhan berkarya dalam hidup kami masing-masing, kami merasa jauh lebih dekat lagi kepada-Nya. Kami merasa ternyata sudah begitu banyak kebaikan yang Ia sampaikan melalui setiap segmen hidup kami. Kami jadi lebih mengerti bahwa penyertaan-Nya itu nyata, kami pun menjadikan tulisan kami sebagai suatu komitmen yang akan terus mengingatkan kami akan kasih-Nya di sepanjang perjalanan hidup kami. Dan suatu motivasi yang akan terus membuat kami bangkit dan bertahan hingga perjalanan terakhir kami. Dan enggak hanya itu aja, melalui buku biografi ini pun kami jadi bisa lebih mengenal masing-masing pribadi dari sahabat-sahabat kami, mengerti mengapa sahabat kami bisa memiliki temperamen seperti itu atau karakter seperti ini. Dengan begitu bukan hanya kita bisa saling mengerti aja tapi kita pun bisa saling membantu perubahan karakter masing-masing menjadi lebih baik dan menuju sempurna seperti Kristus.

Dalam pembuatan project FOS kali ini sebenernya juga gak berlangsung mulus. Dalam kehidupan berkomunitas, ada aja hal kecil yang bisa bikin kesalahpahaman diantara kita. Ada juga kesaksian yang gak bisa kami masukkan karena pertentangan dari orang tua. Tapi Puji Tuhan, akhirnya proyek kali ini terselesaikan juga. Dan itu jelas-jelas bukan karena kekuatan kami. Tapi semua karena kasih karunia yang Tuhan Yesus berikan.

Dan akhirnya, jika saat ini kami ingin membagikan Summa Testimonia kami, enggak lain karena kami berharap bahwa tulisan kami dapat memberkati semua orang yang membacanya. Selain itu, semoga buku ini dapat memotivasi semua anak muda untuk mulai menuliskan kisah pribadinya bersama Sang Juruselamat. Yup yup!! Tuliskanlah kesaksian hidup kalian dan lihat apa yang akan kalian dapat! Pastinya kalian semua juga bisa… Karena kesaksian terbesar adalah pengalaman pribadi kita bersama Dia.

So here it is..

FOS Community Proudly Present

Our Summa Testimonia

TRUE STORY AND TESTIMONY

image-buku

pdf

Seperti Memilih Potongan Rambut

Category : Asides

Beberapa waktu yang lalu saya berada pada dilema antara memotong rambut saya atau tidak. Masalahnya saya gak gitu cocok kalo potong rambut pendek apalagi pake ditipisin segala. Tapi, kalo saya gak potong rambut panas banget >,< secara udara kota Bekasi tercinta gersangnya minta ampuuun..
Fiuuuh.. tapi akhirnya saya memilih memotong rambut saya :D Karena buat saya kenyamanan berada di atas segalanya. Mo cocok gak cocok yang penting nyaman!!

Hmm.. Dalam hidup kita gak pernah lepas dari pilihan-pilihan mo pilihan-pilihan sederhana-kayak milih potong rambut ato gak sampe pilihan-pilihan yang kelihatannya sulit-kayak milih untuk melakukan kehendak Tuhan atau enggak.

Tapi Guys, cuma mau ngingetin aja, pastikan dalam setiap pilihan hidup kita, kita gak cuman memilih apa yang cocok aja menurut kita tapi harus yang berkenan di hadapan Tuhan, karena itu berada di atas segalanya! Jadi mau pilih ngelakuin yang mana? Ngelakuin hal yang cocok sama pilihan kita tapi gak berkenan di hadapan Tuhan apa lebih baik ngelakuin hal yang gak cocok sama pilihan kita tapi berkenan di hadapan Tuhan?? It’s all up 2 U Guys^^

Filipi 1:9-10

Dan inilah doaku, semoga kasihmu semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.

Lunniey

Next Stop

2

Category : Simply Articles

Siapa yang pernah denger kata-kata:

“Next stop, Bunderan Senayan. Check your belongings and step carefully.”?

Kamu-kamu yang tinggal di Jakarta pasti pernah denger kata-kata di atas tadi, ‘coz kata-kata itu ngetop banget di telinga para pengguna angkutan yang juga paling ngetop di Jakarta: Busway!

Waktu saya bikin tulisan ini, agak bingung juga yah, kok bisa ya Tuhan pake busway buat ingetin saya bikin artikel rohani. Terus kenapa juga harus busway, kenapa nggak kisah perjalanan bangsa Israel aja atau kisah peperangan Daud dan Goliat, dan semacamnya gitu, kenapa harus busway?

“Tuhan…, Tuhan nggak lagi bikin promosi busway kan?” Haha, ya nggak lah. Tuhan emang kreatif.

Busway mengingatkan saya tentang banyak hal yang Tuhan lakukan bagi hidup anak-anakNya. Naik busway kalo kita mau lihat secara rohani, rasanya seperti berpetualang mengikuti rencana Tuhan. Kok bisa?

Ehmmm. Minggu lalu di acara FOS Community Fellowship di Puncak tepatnya tanggal 7-9 Maret 2009, ada satu sesi yang saya bawakan tentang “percepatan” next-stopyang akan dialami anak-anak Tuhan menjelang kedatanganNya. Di situ Tuhan bicara jelas banget sama kami semua bahwa anak-anak Tuhan akan ditarik keluar dari zona nyaman masing-masing. Mereka yang menetapkan hatinya untuk mengikuti Tuhan akan mengalami yang namanya “terobosan” dalam iman. Terobosan apa? Melalui masalah-masalah itu, kita akan naik kelas ke level iman yang lebih tinggi dalam arti akan ada banyak banget hal yang Tuhan singkapkan dan beritahukan bagi kita, lebih dari itu setiap batasan yang menghalangi kita untuk memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan akan dipatahkan. Contohnya kita bisa mengalami Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang tadinya kita bilang sebagai hal yang sekuler, nggak ada hubungannya sama rohani, nggak nyambung sama alkitab, ternyata akan Tuhan pakai supaya mata kita bisa melihat Tuhan “di luar hari Minggu.”

Saya nggak bilang kalo kita nggak perlu baca alkitab lagi ‘coz Tuhan juga berbicara melalui hal-hal di sekitar kita. No, kita harus tetep baca alkitab. Itu penting! Tapi saya mau bilang bahwa hal-hal rohani akan semakin banyak kita temukan di keseharian kita. No more border between “rohani” and “sekuler”. Bukan karena hal-hal rohani itu “tercemar” oleh hal-hal sekuler, tapi karena saat kita naik kelas dan menemukan hati Allah, kita diberikan mata yang baru, hati yang baru, paradigma atau cara pandang yang baru sehingga kita melihat bahwa Tuhan ingin kita memandang bahwa dunia kita adalah milik Tuhan, semuanya. Hari Senin sampai Minggu, itu semua punya Tuhan. Kuliah kita, sekolah kita, kerjaan kita di kantor, tempat kita maen futsal, warnet tempat kita chatting, pe-er kita, buku pelajaran akuntansi, perjalanan kita ke mall, metro mini, kopaja, itu semua punya Tuhan. Termasuk busway… Haha, jangan pernah berpikir kalo Tuhan itu cuma ada di gereja, nggak ada di mall, jangan pernah berpikir kalo kita naek angkot yang ugal-ugalan dan kebut-kebutan, kuasa Tuhan nggak ikutan bekerja menyelamatkan kita dari “kuasa” si sopir angkot yang membawa penumpangnya tanpa berpikir kalo mereka itu deg-degan. Jangan pernah berpikir kalo Tuhan nggak tau apa yang kita browse dari internet, karena Tuhan ‘kan “nggak pernah main ke warnet”. Waduh, kasian amat Tuhan ya, Cuma boleh ada di gereja en persekutuan. No, God is Present. Everywhere, everytime.

Okeh, balik lagi ke busway. Jadi tau ‘kan kenapa Tuhan pakai busway buat kasih ilustrasi ke kita? Yup, itu tandanya kita sedang mengalami perubahan paradigma, mulai ada tanda-tanda terobosan yang kita alami dalam cara berpikir kita. Haha…

Busway, adalah salah satu jenis transportasi yang cukup aman buat ukuran kota Jakarta. Saat angkot-angkot pada kebut-kebutan, saat naik bus kota udah banyak copet, saat naik motor di jalan raya udah nggak aman lagi, saat bawa mobil kemana-mana takut diserempet dan dibaret, kebanyakan orang akan memilih untuk naik busway. Busway adalah salah satu bukti bahwa pemerintah kita masih memperhatikan keselamatan warganya dalam hal transportasi. Busway nggak berjalan di sembarang tempat, tapi punya jalur sendiri yang disediakan secara khusus oleh pemerintah. Busway nggak boleh berhenti di sembarang tempat, nggak bisa naik turun penumpang di tengah jalan, tapi busway punya tempat-tempat perhentian yang disediakan khusus dan busway harus mengantarkan setiap orang di dalamnya untuk sampai di tempat yang aman itu sehingga naik dan turunnya penumpang berlangsung aman. Busway nggak cuma sekedar aman, tapi juga mengajar para penumpang di dalamnya buat disiplin. No smoking, no food, no drinks, no ngamen, no minta-minta, no jualan di atas busway, no nyopet dan no nodong. Orang-orang yang biasanya saya liat di angkot-angkot ibukota lainnya sangat nggak memperhatikan kesopanan dan kenyamanan orang-orang di sekitarnya dengan ngerokok sembarangan atau buang ludah sembarangan, di busway mau nggak mau harus jadi orang yang disiplin, nggak jorok, dan memperhatikan keamanan dan kenyamanan setiap orang di dalamnya.

Ambil keputusan buat naik busway, bagi saya adalah seperti mengambil keputusan untuk ikut Tuhan. Saya yang hidup di tengah “bahaya dan kejamnya” dunia dengan hidup sesuka hati saya, setelah hidup di dalam Tuhan, saya belajar untuk melangkah pasti dalam koridor-koridor yang Tuhan sediakan untuk saya bisa berjalan dengan lebih aman. Naik busway, saya nggak bisa seenaknya turun di tengah jalan, harus di halte yang disediakan. Sama, ikut Tuhan juga saya nggak bisa sembarangan keluar dari komitmen saya sembarangan, harus sampai tempat tujuan. Turun di tengah jalan dengan melompat keluar itu terlalu berbahaya. Cuma di next stop yang Tuhan tentukan saya boleh melangkah, artinya ada saat dimana Tuhan ijinkan kita diuji dan kita harus melangkah menghadapi tantangan itu, mengalami pencobaan dari iblis, dan seolah Tuhan menarik kehadiranNya dari kita, tapi Dia tetap ada buat kita, jangan coba-coba mencari pencobaan dari diri kita sendiri, berbahaya. Harga yang harus saya bayar dalam Tuhan pastinya lebih mahal daripada saat saya harus berjalan sesuka hati saya, tapi saya aman.

Dalam Tuhan, saya nggak perlu lagi ikut-ikutan dunia “kejar setoran”, seperti kata pepatah yang dunia bilang “jaman ini jaman edan, nggak ikutan edan berarti nggak makan.” Bagi saya, jaman ini adalah jaman Elia, jaman di mana kuasa dan hadirat Tuhan dinyatakan dan kita dilingkupi oleh kuasa itu, sekeras apapun dunia menekan, kita tetap aman. Jaman ini adalah jaman Daud, jaman di mana Tuhan memulihkan pondok puji-pujian dalam hati setiap anak-anakNya. Jaman ini adalah jaman Musa, di mana Tuhan membangun lagi ruang maha kudus dalam diri anak-anak Tuhan, menjadi tempat pertemuan yang indah dengan Tuhan. Jadi kita nggak perlu ikutan “kejar setoran”.

Walaupun angkot-angkot yang lain harus sikut-sikutan untuk dapet penumpang, tapi busway cukup mengikuti jalur yang ada, mengikuti koridor yang ada, membawa penumpang dengan aman, dan penumpanglah yang antri cari busway, bukan busway yang cari penumpang. Saya yakin, saat kita ikut Tuhan, akan banyak orang yang “antri” untuk mencari kita, karena kita berbeda dengan dunia, karena kita bisa buat orang lain memperoleh keamanan bagi jiwanya dengan keselamatan yang Tuhan berikan. Berkat akan “antri” mencari kita saat kita tetap berjalan dalam jalurNya. Wait and see!

Dalam suatu perjalanan busway, entah berapa banyak orang keluar masuk, dan nggak setiap orang kenal dengan sopir buswaynya. Tapi kenal atau nggak, si sopir busway tetap membawa mereka sampai ke tujuan masing-masing dengan selamat. Berapa banyak orang keluar masuk dalam hidupmu? Banyak banget kali ya, baik yang akhirnya jadi teman kita, sahabat kita, pacar, atau ada juga yang sekedar “numpang sebentar” lalu turun lagi. Kenal nggak kenal, kita harus tetap memberkati hidup mereka dan membawa mereka menemukan arah hidup mereka. Jika itu menjadi tugas kita, antarkanlah mereka ke tempat yang aman. Itulah tugas kita sebagai pemberita Injil. Bisa nggak kita jadi busway? Yaitu saat orang-orang yang tadinya hidup berantakan, setelah mereka bergaul dengan kita, mereka jadi orang-orang yang mulai hidup tertib, memperhatikan keadaan satu sama lain, bisa nggak kita bawa dampak bagi hidup orang-orang ini? Suatu saat mereka akan bilang “waktu saya “naik angkot lain”,  saya merasa nggak aman, banyak copet, saya jorok, buang ludah sembarangan, dsb, tapi setelah saya naik busway, saya nggak bisa lagi lakukan kebiasaan-kebiasaan itu.” Artinya mereka akan ngerasain dengan bergaul dengan anak-anak Tuhan, hidupnya berubah dan terberkati.

Hmmm…

Ini pelajaran yang paling saya dapet tentang naik busway. Tentang next stop. Dalam hidup kita, Tuhan pakai semua hal yang membuat kita aman untuk membawa kita semakin dekat dengan tujuan kita. Makanya selalu ada ibadah minggu, retreat, KKR, kamp pemulihan, dan sebagainya. Seperti FOS Community Fellowship kemarin, kita semua mengalami pemulihan, mengalami banyak hal baru di dalam Tuhan, mengalami persahabatan, mengalami keutuhan sebuah keluarga di dalam Tuhan, mengalami indahnya hadirat Tuhan. Di sana kita ditarik keluar dari hiruk-pikuk dunia yang berbahaya, ditarik keluar untuk dipulihkan dan mengalami perjalanan ke “tempat yang aman”. Tetapi segera kita akan mendengar suara “Next stop, reality. Check your faith and step carefully.”

Setelah retreat, KKR, atau apapun bentuknya, Tuhan ingin kita menghadapi hidup kita sehari-hari. Sebaik apapun si sopir busway, dia nggak ingin ada penumpang tinggal di busway dan ikutan muter-muter rute busway dari pagi sampe malem. Si sopir busway berharap si penumpang punya suatu tujuan, dan ia tahu bahwa ia akan sampai di suatu tempat untuk melakukan pekerjaannya di tempat tujuan itu. Yup, Tuhan juga nggak ingin anak-anakNya nggak menghadapi realita hidup dan selalu ingin kenyamanan retreat. Banyak anak-anak Tuhan berpikir kalo setelah retreat, on fire-nya akan cukup untuk berbulan-bulan atau bertahun-tahun ke depan. Bahkan ada seorang artis di tv di sebuah acara kuliner hari senin, makan nggak berdoa dulu, pas diingetin sama pacarnya untuk berdoa dulu, dia malah bilang “kan hari minggu kemaren udah ke gereja”, no guys, nggak pernah Tuhan bilang ibadah minggu cukup buat seminggu. Nggak ada aturannya kalo udah retreat kamis-jumat-sabtu, terus minggunya nggak ke gereja lagi. Nggak pernah bisa deh kita dewasa dalam iman dan punya bekal yang cukup untuk melangkah ke realita kalo kita cuma sesekali mencari Dia. Tapi sebenarnya kita harus tetap mencari Dia setiap hari, jangankan seminggu atau sebulan setelah Fellowship di puncak kemarin, walaupun baru sehari setelahnya, kita harus cari Dia lagi, bangun pagi, saat teduh, baca alkitab, pergi sekolah atau kuliah atau kerja, menghadapi masalah lagi, menghadapi semua tantangan yang terjadi. Kesusahan sehari, cukuplah untuk sehari. Kemenangan sehari, cukuplah juga untuk sehari. Kemenangan hari ini, bukan berarti kemenangan esok hari. Kegagalan kemarin juga belum tentu kegagalan hari ini. Selalu ada next stop di mana kita berhadapan dengan sesuatu, dan pastinya kita akan melanjutkan lagi perjalanan kita. Halte yang satu, belum tentu sama dengan halte yang lain. Perjalanan yang satu belum tentu seperti perjalanan yang lain, tetapi kita terus maju dan membuat progress dalam hidup kita. Kalo kita gagal menghadapi masalah kemarin, mungkin saja hari ini adalah kesempatan kita untuk berhasil. Jangan pernah memutuskan untuk berhenti di tengah jalan, jangan pernah menyerah untuk melanjutkan perjalananmu. Maju terus dalam Tuhan.

So FOSTERS, after FOS Community Fellowship: “Perhentian selanjutnya, realita kehidupanmu. Periksa bekal imanmu, dan melangkahlah hati-hati.”

Written by:

Yoseph K. Tandian

Youth Minister, Counselor, Writer

FOS COMMUNITY

Artikel ini diikutsertakan dalam Writing Competition CIBFest 2009

It’s so JUICY! – Joshua Unlimited Community

9

Category : Communities Highlight

FOS Community tiap bulannya bakal ngasih profil komunitas-komunitas Kristen yang seru. Nah untuk profil komunitas bulan ini yang udah diliput sama FOS adalah profil komunitas JUICY! Simak yuk liputan komunitas yang dibuat oleh Sist Evi salah satu anggota FOS yang juga anggota komunitas JUICY loh ^^


35Aii aii, kita mau kenalan nii dengan satu komunitas yang nama’a JUICY. Bagaimanakah bentuk dan rasanya? Yuu sama-sama kita cicip, Cilluk baa :D

Nama komunitas kami JUICY, Akromini dari Joshua’s Unlimited Community, yang artinya komunitas Joshua yang gak terbatas. Siapapun yang punya kerinduan untuk sama-sama mengenal Tuhan en melayani, boleh ikutan sama kita kok. En kita bener-bener berharap komunitas ini tetap ada sampai generasi-generasi selanjutnya, pokoknya tak terbatas lah, Hehe.. JUICY  diresmikan (bahasa kerennya dihajatin) Sabtu, 14 Juni 2008.

1_280426123mKita-kita udah saling kenal sejak lama. Beberapa dari kami bahkan udah saling mengenal saat kami masih Sekolah Minggu. Nama JUICY sendiri baru ada sekitar 9 bulan nii, tadinya sih namanya pemuda-remaja GKAI Cibubur, kenapa? Karena kami sama-sama beribadah en melayani di Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Cibubur. Aku (Evi) pertama kali ikut kegiatan remaja saat aku kelas 2 SMP, tung itung itung, berarti dah sekitar lima tahun ikut pemuda-remaja ^^ Kadang kita ibadah pemuda-remaja di gereja, kadang di rumah jemaat. Begitu banyak asam garam (tsaah) yang kami lalui dalam persahabatan en pelayanan J selain itu kami juga banyak makan gula jawa, biar tambah manis, hahai..

Oiya, nama komunitas kami bukan asal pilih nama yang keren, tapi ada ceritanya Lowh, jadi begini, sebagian besar dari kami adalah guru-guru Sekolah Minggu. Pada sekitar bulan Mei, kami mendengar kabar bahwa adik kami, Joshua Rumohorbo, seorang anak Sekolah Minggu sakit kanker. Dengan segenap hati kami bersama Hamba Tuhan lainnya, berdoa dan berpuasa bagi kesembuhan adik kami, namun Bapa di Sorga berkehendak lain. Pada Selasa, 27 Mei 2008, adik kami yang tercinta menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu besar rasa kehilangan kami. Ya, begitu sakit rasanya. Lalu ayah dari Joshua menyediakan tempat ibadah bagi kami di rumahnya, dan meminta agar kami dapat mengenang Joshua. Saat itulah kami berembuk untuk mencari sebuah nama untuk mengenang Joshua. Teman kami, Niki, mengusulkan nama JUICY (Joshua’s Unlimited Community). Setelah pemungutan suara, nama itulah yang menjadi nama komunitas kami.

Oiya kami juga punya visi dan misi, yaitu SMS (Satu Menangkan Satu). Kenapa harus satu? Kenapa gak sejuta? Well guys, kami belajar untuk setia pada perkara yang kecil untuk hal yang lebih besar, walaupun kenyataannya susah sekali untuk memenangkan (bahkan satu sekalipun) . Yap, kami rindu sekali memenangkan seseorang yang Tuhan taruh dalam hati kami. Yang dimenangkan, memenangkan satu lagi, terus begitu seperti rantai. Kalo lebih dari satu? Waah, Haleluya!! JUICY bernaung di bawah otoritas GKAI, begitu pula untuk dasar biblikal dalam komunitas kami. Ayatnya dari Matius 28:19-20.

n840729535_1155625_9857Kalau ditanya tentang jumlah anggota, kita bingung juga ya, hehe.. Karena eh karena, pemuda remaja itu kan dari yang SMP sampai yang kerja. Ada rencana pemuda dan remaja bisa dipisah, tapi karena terbatasnya tempat, pelayan, dan kurang terkondisinya keadaan, rencana itu di-cancel duyu (Lho, kok jadi curhat sii? hoho..) Yang saat ini aktif dalam kegiatan JUICY ada sekitar 23 orang. Cowonya itu lowh, limited bgt, sekitar 5 orang. Huhuhu T_T oiya, komunitas ini di ketuai oleh Hanna Veronica, di bantu oleh sekretaris yang cantik, Evi, serta bendahara yang hemat, Rebecca :D

Tempat biasanya kita kumpul di GKAI Cibubur lah pastinya! Hehe.. Rumah Bapak.Rumohorbo (Ayah dari Joshua), rumah Kak Melly (koordinator Sekolah Minggu), kadang juga nonton DVD en ngerujak di rumah Evi xD oiya, tak lupa warung Pop Ice di belakang gereja. Haha..

4Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan? Wuuua, buuanyak banget!! Retreat, seminar guru-guru sekolah minggu, ikut KKR, ngadain seminar Love, sex and dating, Natal, nginep di gereja buat acara tahun baruan, berenang (terkunci bersama di kamar mandi kolam renang. hahaha) Bnyaak bgt yg kita lakuin bareng :) Udah  2 tahun nii pemuda remaja jadi panitia natal umum juga sekolah minggu, malah tahun 2008, kami jadi panitia natal umum, sekolah minggu, juga pemuda remaja-gabungan Cibubur-Cimanggis di panti asuhan Bersinar. Cape sii, tapi bener dah, menyenangkan banget :D hohoho.. Untuk Proker tahun nii, kami  bikin mading, acara refreshing akhir bulan (nuntun pilm, main basket), setiap minggu ada latihan gitar, keyboard juga ada. Rencananya kita juga mau bikin natal pemuda-remaja gabungan (doakan yaa ^^) untuk dana, setiap minggu ada gerakan seribu (seribu/orang untuk kas), celengan juga ada lowh, chahahaha.. Juga dari persembahan :) karena sebagian besar dari kami adalah guru-guru SM, maka kegiatan kami juga gak lepas dari Proker SM. Selain natal SM, Paskah nanti, kami ibadah padang di Puncak, en bulan Juli, da Bible Camp lowh. Oiya, sekitar Juli/Juni JUICY juga bikin retreat :)

Nah ini wawancara singkat FOS untuk JUICY….

1. Pernah gak sih dalam komunitas ada perselisihan? trus gimana menanganinya?

Pernah dong! (kok bangga gitu sii jawab’a? haha..) Biasanya kita selesaikan secara kekeluargaan, musyawarah lah. Kalau tak selesai, yang bermasalah kita penjara! Haha, enggak Laa. Kalo tak selesai, Gembala yang turun tangan :D

Kita semua di kumpulin (yang bermasalah, maupun yang tak bermasalah xD) di omongin bareng-bareng, berdoa (nangis-nangisan dah, hahai) terus saling maafin satu sama lain. Guys, kadang masalah tak selalu langsung selesai, ada juga yang saat itu belum siap untuk memaafkan walaupun kita dah nangis-nangis pula, hhe..

Bang Moan (Gembala GKAI Cibubur) biasa’a bilang : Masalah ini udah selesai, selesai berati gak boleh bahas-bahas lagi kesalahan (atau keegoisan) di masa lalu, gitcyu..

2. Teyus, hal-hal paling seru apa yang pernah dilakuin bareng-bareng sesama anggota komunitas?

Elisabeth :Banyak bgt!! Tapi yang paling seru menurut gua, waktu kita nginep di gereja  dalam rangka tahun baruan. Sharing akhir taun, ngisi testimonia buat tiap orang, mam roti bakar, main UNO, hhe..  Tidur di lantai gereja ditemani kerlap-kerlip lampu pohon natal, Suasananya itu lowh, enak bgt!!”

Rani : “Yang paling berkesan waktu kita retreat!! Huwaaa, mau lagi!!”

Hanna : “Waktu kita retreat, tahun baruan, en waktu kita natalan di panti asuhan Bersinar, hehe.”.

Evi : “Stiap kegiatan yang kita lakuin bersama, gua suka, gua nikmatin bgt! Hehe.. Makan bareng,  masak bareng, pop ice bareng, bobo sama yg cewe2 bareng, untung pacar gak bereng-bareng, hhe.. Tapi yang paling gua nikmati adalah bertumbuh bersama kalian :) mengenal Yesus, en berjuang bersama :) Ayuu kita semangat buat Proker tahun nii!! Chehehehe..”

3. Karena ini bulan Summa Testimonia, ada ide gak sih gimana caranya biar semua orang bisa ngasih kesaksian2 mengenai Yesus dalam hidup kalian?

Rindu : “Dengan kita bersaksi terlebih dahulu, kita bisa jadi contoh lah.”

Rani : “Betul itu!! (langsung nyambung gitu Ran –”) jadi teladan dulu, en gua pengen bgt bisa jadi kakak rohani, jadi pendengar yang baik, yang tidak di buat-buat.”

Elisabeth : “Yap, jadi contoh, garam dan terang. Jadi motivator orang lain untuk ikutan bersaksi mengenai Tuhan Yesus.

Evi : Waaah, wise sekali teman-teman kuh, terharu aku. Hahaha..”

4. Next question. Gimana perasaan kalian bisa gabung di JUICY?

Mereka menjawab : “Senaang!!”

(Okeh, kayanya itu pertanyaan yang sia-sia untuk diajukan melihat mata kalian yang berbinar-binar –”)

5. Kalian kan juga punya teman ataupun sahabat, baik di kampus, sekolah, atau di alam manapun kalian berada. Terus, apa bedanya sama anak-anak di JUICY?

Patricia : “Beda lah! Emang sih gua punya temen-temen baik di sekolah, tapi JUICY adalah tempat gua bertumbuh, lebih mengenal Tuhan. Beda dengan temen-temen sekolah.”

Rani : “Ehem, sebenernya kebanyakan temen-temen di SMA gua tuh munafik. JUICY lebih asik, pengertian, lebih enak di ajak cerita.”

Hanna : “Kebanyakan temen-temen kuliah gua, ngomongnya sembarangan, gak di saring dulu. Berbeda dengan JUICY. Ciiiye..”

Evi : “Dari sejuta tahun cahaya yang lalu, gua emang bertumbuh di lingkungan gereja. Gaul sama anak-anak yang gak kenal Yesus, mang beda rasanya. Lebih manis gaul sama yang mengenal Yesus :)”

Elisabeth : “Kalo sama temen-temen baik di SMA ataupun di tempat kerja, gua jarang cerita-cerita tentang kehidupan pribadi gua. Gua lebih suka sharing sama kalian.”

6. Gimana dengan pemecahan masalah di JUICY? Dah okay, atau masih ada yang perlu diperbaiki?

Elisabeth : “Masih ada aja yang belum terbuka. Oiya, masalah yang gak semua harus tau jangan sampe menyebar dong. Hehe..”

Rani : “Kadang terbukanya cuma setengah. Kalo terbuka setengah, ya masalahnya juga cuma selesai setengah.”

6. Terakhir, harapan Bang Moan selaku Gembala GKAI Cibubur?

Bang Moan: “JUICY menjadi orang-orang yang dewasa rohani.”

(ciiiap bang!! ^^)

Joshua’s Unlimited Community

Hanna, Rebecca, Mia, Niki, Elisabeth, Rani, Jesika, Ucok, Fero, Ricca, Maulina, Evi, Ester, Joshua, Bayu, Veka, Bang Cakra, Rindu, Patricia, Yuli, Anita, Putri, etc. Gak mustahil, kamu yang selanjutnya!! :)

Dear: JUICY yang penuh semangat,

Thx God banget gua bisa jadi bagian dari kalian. Bisa bertumbuh dan saling menguatkan. Juga saling meledek en tertawa yang jelek bgt!! (kadang gua mikir, nii komunitas rohani atau grup lawak ya?)

Gak ada yang kebetulan, ya kan?

Gak kebetulan juga gua di jampi-jampi Hanna karna laporan pertanggungjawaban yang telat, haha. Ato rindu yang tenggelem pas berenang :D

Gak selalu guys, kita dalam lingkungan yang nyaman. Kesel, marah, ngerasa useless, banyak gesekan (dan cubitan) itu karena hubungan kita yang dekat.

Yang kita pegang dan percaya, Tuhan Yesus punya rencana, Dia belum selesai dengan kita :)

Thx for all,

love you all,

Gb :)

Bersukacita Senantiasa?

Category : Asides

Tau gak sih kalo BT itu menular? Yup! Beneran loh.. beberapa waktu yang lalu sahabat saya sedang mengalami sindrom BT, dan akhirnya ngebuat saya juga jadi tiba-tiba BT teruuuuus. Alhasil saya pun sukses menularkan sindrom BT saya kepada sahabat saya yang lain. Dan mungkin begitu selanjutnya…

Dan yang paling menyedihkan, setelah saya berhasil membuat orang lain juga ikutan BT, akhirnya saya gak cuma ngerasa BT aja tapi sekaligus feeling guilty! Duh.. Rasanya jadi sedih banget deh God..

Karena saya gak mau perasaan saya berlarut-larut curhatlah saya sama Sang Pemberi Kelegaan Sejati, siapa lagi kalo bukan Papi JC.. Dan saat itu Tuhan mengingatkan saya sama ayat 1 Tes 5:16 Bersukacitalah senantiasa!. Dengan penekanan pada kata senantiasa! Ugh.. kena banget deh.. Tuhan ngingetin saya kalo Dia mau kalo kita senantiasa bersukacita. Senantiasa artinya kapanpun dan apapun yang terjadi! Mo kitanya ada kesulitan ekonomi kek, mo ada yang lagi BT disekitar kita kek, mo ada situasi yang gak menyenangkan kek, pokoknya kita harus senantiasa bersukacita! Karena damai sejahtera yang Ia berikan itu tetap!

Dan nyatanya bersukacita itu sama seperti mengampuni.. Itu semua adalah sebuah keputusan bukan tergantung keadaan :) So, choose to be rejoice evermore ^^

Lunniey

The Diary of FOS Community

Category : Eventgelism, inFOStainment, Simply Articles

1161001_vintage_calendar_2

FOS COMMUNITY FELLOWSHIP

Villa Pemandangan Cipanas, Puncak

7-9 Maret 2009

Dapatkah hidup seseorang diubahkan dalam 3 hari? Nice question isn’t it?

Yup, kami yakin bisa. Perubahan yang dialami anak-anak Tuhan bukanlah perubahan yang outside-in atau perubahan yang dari luarnya dulu baru ke dalam. Perubahan hidup seperti itu adalah perubahan yang amat dipaksakan. Peubahan anak-anak Tuhan adalah perubahan hidup inside-out, yaitu perubahan hidup dari dalam yang terpancar keluar.

Selama 3 hari 2 malam berdiam di hadirat Tuhan dan merasakan tertanam dalam sebuah komunitas dalam pergaulan yang benar, dipastikan banyak banget pemulihan terjadi bagi seseorang. Nggak percaya? Daud bilang di Mazmur 84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Kenapa Daud bisa bilang kalo satu hari di pelataran rumah Tuhan itu lebih baik daripada seribu hari di tempat lain? Karena satu hari dalam Tuhan bisa mengubah hidup kita dan membuat kita mengalami suatu pengalaman yang luar biasa banget dibandingkan dengan seribu hari di tempat lain yang mungkin aja nggak berdampak apa-apa buat hidup kita.

Itu hal yang kami (Footsteps Followers) rasain selama 3 hari 2 malam di Puncak. Fellowship kemarin dimulai dari perencanaan 3 bulan lalu, tepatnya pas hari Ultah FOS Community 31 Desember 2008. Saat itu kita-kita kepingin banget adain sebuah acara Fellowship, dan keinginan itu Tuhan tanamkan kuat banget di hati kami. Sementara kami juga ngerjain project buku FOS Community “True Story and Testimony”, Tuhan gerakin hati anak-anakNya untuk bikin Fellowship ini. Hem..hemmm… kalo mau pada tau nih, kita nggak punya modal uang sepeserpun pas mau bikin acara ini, bahkan sehari sebelum berangkat, dana masih kurang sekitar 1,3 juta. Tapi kami ingin taat pada apa yang Tuhan gerakin di hati kami. Suatu berkat yang luar biasa banget saat kami tau semua Tuhan cukupkan bahkan surplus untuk dananya. Salut deh buat Tuhan yang menyediakan segalanya.

Yang ikut di acara Fellowship ini ada 18 orang totalnya, setiap kita ngerasain banget apa arti berdiam dalam hadirat Tuhan, ngerasain arti persahabatan yang asyik banget dan membangun, ngerasain dibentuk secara powerful sama Firman Tuhan, bahkan kita juga ngerasain suasana keluarga yang akrab dengan masak bareng, karena semua makanan di sana kita masak sendiri, terus ngerasain juga gimana rasanya subuh-subuh ditarikin selimutnya dan ditiupin kakinya (hiiiih, dingggiiiiiinnn abisssss…) supaya bangun buat saat teduh, ngerasain juga jalan-jalan ke kebun raya Cibodas dan kebaktian minggu di padang rumput yang sejuk, hoooaaaahhh, ih, pada kepingin ya? Hehehe…

Seperti apa yang jadi motto FOS “Simple But Powerful”, kami coba menjadi anak-anak Tuhan yang se-simple mungkin dalam hal kerendahan hati, menerima satu sama lain apa adanya, memperlakukan setiap sahabat kami sebagai saudara yang kami kasihi, mengerti hati Allah dengan cara yang simple, dsb. Tapi Tuhan nyatakan, melalui hati kami yang sederhana, Dia buat banyak hal yang Powerful atas hidup kami. Bener-bener deh melalui acara Fellowship ini kami belajar tentang “as simple as I can, as powerful as God can”, so dengan begitu, masa muda kita jadi luar biasa.

Sebagai sebuah Friendship Evangelism Community atau komunitas yang memberitakan Injil melalui persahabatan, FOS hadir untuk jadi sahabat di setiap waktu bagi anak-anak Tuhan yang membutuhkan kehadiran seseorang yang mau menyediakan telinganya untuk mendengar, pundaknya untuk tempat sahabatnya menangis, hatinya untuk berbelas kasihan, waktunya untuk menemani, bahkan juga hidupnya untuk berbagi. Kami investasikan hidup kami untuk menjadi sahabat-sahabat yang menaruh kasih di setiap waktu. Pertama komunitas kami lahir di hati Bapa, kami diberikan Persahabatan sebagai karunia untuk penginjilan, tapi melalui Fellowship ini, Tuhan membawa kami lebih dalam lagi menjadi sebuah keluarga.

1161156_candlePada sesi Candle Night atau malam lilin, Kak Oky Arfianto, bapa rohani kami membawa sebuah renungan tentang “Family Love”. Kak oky bilang: “Dalam sebuah keluarga biasanya kita punya banyak foto-foto tentang perjalanan hidup anggota keluarga dari kecil sampe dewasa. Ada foto kelahiran, ada foto-foto ultah, ada foto-foto tentang wisuda, ada foto-foto tentang anggota keluarga yang married, banyak deh. Nah, dalam keluarga rohani ini, kita juga harus memiliki “foto-foto” perjalanan rohani setiap kita dari kecil sampai nanti kita semua menjadi dewasa. Sebuah keluarga selalu ada bersama dalam melewati setiap masa, baik dalam keadaan susah, maupun senang. Dan biasanya setiap anggota keluarga tau kisahnya masing-masing satu sama lain. Setiap hal yang terjadi dalam keluarga rohani ini, akan tercatat dalam “album foto” perjalanan rohani kita.” Wuiiihhh. So sweet banget ya…

Selain itu, kami juga menikmati saat-saat nangis Bombay bareng di Candle Night, saat kami semua merenungkan bahwa dalam sebuah keluarga kami harus menerima apa adanya keadaan setiap anggota keluarga, artinya ada penerimaan yang utuh, bukan karena prestasi atau jasa seseorang, tapi karena kita adalah keluarga. Terus harus ada penghargaan satu sama lain, kita harus menghargai dengan tulus apapun yang sahabat-sahabat atau keluarga rohani kita lakukan, kita juga harus memulai lebih dulu untuk mengampuni, sampai kita semua memiliki hati dan pikiran Kristus. Dan untuk bisa melakukan itu semua pada keluarga rohani kita atau pada orang lain, terlebih dahulu kita masing-masing harus mengalami pemulihan, menerima dan mengampuni diri sendiri, dan menghargai diri sendiri apa adanya.

Candle night yang manis dalam hadirat Tuhan itu ditutup dengan doa “Tuhan, pertemukan kami dengan mereka di luar sana yang ingin memiliki keluarga rohani seperti apa yang telah kami rasakan, kami rindu jadi “seseorang” yang Tuhan pakai untuk hidup mereka. “

Banyak banget hal yang kami pelajari, lakukan, dan alami langsung tentang Tuhan, persahabatan rohani, hidup yang mengalami percepatan-percepatan atau akselerasi iman dalam Tuhan, tentang arti kasih sebuah keluarga, dan masih banyak lagi di acara Fellowship kemarin. Sungguh, apapun yang Tuhan ingin kita lakukan, kalo kita taat melakukannya, pastinya kita akan dapet paket berkat banyaaaak banget, dan itu untuk kebaikan kita juga kok.

Di acara terakhir pas penutupan dan udah mo pulang, kita bikin komitmen bareng untuk tetap menguatkan dan meneguhkan hati di dalam Tuhan. Firman Tuhan diambil dari kitab Yosua pasal 1 tentang penyertaan Tuhan yang akan selalu tetap bagi anak-anakNya, bahkan Ia berjanji akan melakukan hal-hal yang dahsyat melalui hidup kita. Pas selesai closing ceremony, eh ternyata ada surprise party kecil yang udah disiapin untuk tiga orang sahabat kami yang berulang tahun, yaitu Maxi (8 Maret), Yaia dan Mauren (11 Maret). Semuanya terasa begitu indah dan menguatkan saat ada kebersamaan di dalam Tuhan. Apalagi suasana yang hangat di tengah dinginnya udara puncak itu semakin bertambah hangat dengan kehadiran Tuhan di antara kami, suatu momen yang nggak akan kami lupakan.

Guys, perjalanan kita masih sangat panjang, yakinlah apa yang Tuhan buat di fellowship kemarin akan selalu menjadi kekuatan bagi kita ke depan. Masalah dan tantangan menanti, tetapi selama ada Tuhan yang menyertai dan sahabat-sahabat yang selalu menginvestasikan imannya dalam kehidupan setiap kita, maka kita akan selalu kuat.

Tetaplah simple, dalam Allah kita yang Powerful… Jadilah teladan dan sahabat yang memberkati.

God bless you all guys…

Liputan FCF – Family Love in Friendship Community

Category : Eventgelism, inFOStainment

Kehadiran lebih dari sekedar kenangan,

Karena kehadiran lebih daripada sekedar berada di sana !!

Kalimat di atas sungguh-sungguh sangat terasa pada FCF (FOS Community Fellowship), dan untuk menceritakan kembali hal-hal yang terjadi di sana adalah sesuatu yang sangat dahsyat dan hebat…

Yuph, FCF alias Fos Community Fellowship timbul dari sebuah kerinduan. Lagi-lagi dari sebuah kerinduan, dimana kita sebagai komunitas ingin bukan hanya sekadar tau siapa aja yang ada di dalamnya, tetapi ingin mengenal lebih lagi dan juga menjadi satu keluarga, That’s right, Family Love adalah tema yang diangkat di fellowship ini.

Dari sebuah kerinduan kepada sebuah tindakan, akhirnya jadilah kita berangkat ke Puncak. Yuph dengan segelintir sahabat-sahabat yang mem-planning-kan ini, plus sedikit problem dengan Faith, berangkatlah kita.

Sahabat-sahabat yang ikutan ternyata banyak juga lho.. Dan yang bikin amazing ternyata yang tadinya  gak kepikiran bakal ikut ternyata ikut juga! Wow.. Praise God banget!

Yang ikutan FCF yaitu ada Evi, Maxi, Oceph, Andreas, Tian, Yunita, Ami, Nikki, Rebbeca, Mauren, Yaiya, Ria, Ricky (Oceph’s brother), Rice, Silvi, Rizal dan Ayli yang trus K’Okky plus K’Aning dan anaknya Jimie.

And the story begin….

Keberangkatan

Puncak... We are Coming!!!!!
Puncak… We are Coming!!!!!

Kita jalan pake mobilnya Hankam. Haha.. Lumayan lah kuat nanjak Puncak. Ada 2 titik  buat kita ngumpul, yang pertama di pondok kopi jam 7 pagi dan yang kedua di UKI Cawang jam 8. Wah ternyata antusias dari sahabat-sahabat besar banget, pada on- time lho, walaupun ada juga sih yang masih agak ngaret-ngaret gitu.. Tapi akhirnya kita berangkat juga..


Day 1 at Puncak

Puji Tuhan jalanan nggak begitu macet dan jadi kita sampe Puncak jam 10-an gitu deh. Setelah sampe kita masih sempet istirahat dulu sejenak, yah tekcupin alias milih-milih kamar dan nyobain kamarlah. Lumayan ngelurusin badan dulu.. Dan kata pertama yang terucap begitu masuk rumah adalah…..Wwwoooowwwww……..

Opening ceremony kita mulai jam 14.00, dengan jeng Evhi sebagai WL… in this moment kita ice breaking sebentar, sembari menggerakkan badan dan mempersiapkan hati untuk kita dibawa lebih dekat lagi kedalam hadirat Tuhan. Di opening kita shout untuk JC, Praise untuk JC, Fly untuk JC dan dance untuk JC pokoknya semua untuk JC deh (JC = Jesus Christ), ‘n that’s really amazing. Hari Ini Kurasa Bahagia di medley dengan Kukasihi kau dengan kasih Tuhan, dan Ku Kan Terbang menjadi ungkapan hati kita melalui pujian.

But sebelum mulai opening ternyata ada hal yang dilakukan spontanitas walaupun di dalam grup-grup, entah tiba-tiba Tian, Ocep dan Andreas kunci pintu kamar n mulai praise and worship, trus ternyata terdengar sampai luar dan ada yang ketok-ketok tetapi nggak dibukain gitu deh dan ternyata Evhi, Ria dan Maxi juga start to praise n worship di tempat yang laen, dan sahabat-sahabat yang lain ikutan juga praise ‘n worship in group dan di dalam grup masing-masing kita doa tuk fellowship ini. Yang terlintas cuma satu yaitu mendeklarasikan kalo tempat ini adalah kepunyaan Tuhan, dan kita rindu dalam hadirat Tuhan, jadi nggak ada celah untuk iblis mengacaukannya… dan Tuhan tutup bungkus tempat itu selama 3 hari itu, the power of pray…

Setelah itu kita makan siang dulu dan dilanjutkan dengan sesi 1 yang dibawain sama Tian dengan tema Arti Sahabat. Kita sembah Tuhan lagi, kita masuk lebih dalam hadiratNya lagi dan mengejar hadirMu adalah kerinduan kami ya Tuhan. More deeper…more deeper….more deeper…. Seorang sahabat menaruh kasihnya setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran, arti sahabat yang menjadi ungkapan hati dan hikmat dari seorang Salomo, namun lebih dari sekadar itu, kalaupun kita memiliki berbagai macam definisi atau arti dari sahabat, ataupun belum sama sekali bisa mengartikan sahabat itu bagaimana, akan sangat indah kalo kita terlebih dahulu menjadi seorang sahabat yang berarti bagi sahabat kita.

Break…mandi…bersih-bersih…dandan…plus camilan sehat bergizi….

Lanjut ke sesinya Oceph. Kalo tadi kita ngebahas tentang friendship, nah sekarang kita ngebahas tentang evangelism-nya. Pioneering and the Spirit breakthrough, Perintisan dan Penerobosan. Tentang bagaimana Tuhan membentuk anak-anaknya untuk menjadi seorang perintis dan memiliki semangat pendobrak. Yang pastinya Tuhan pengen kita nggak jadi anak-anak aja, tetapi Dia mau kita menjadi dewasa. Pioneer yang dimaksud adalah pion, yang merintis, mempelopori dan pembuka jalan. Seorang perintis adalah seorang yang mau maju terlebih dahulu untuk memulai sesuatu hal yang dahsyat. Dan kita sebagai anak-anak Tuhan, harus jadi seperti ikan di air asin, walaupun berada di lingkungan yang asin tetapi tidak menjadi asin, artinya tidak menjadi seperti lingkungan di sekitarnya. Saat kita diperintahkan sesuatu oleh Tuhan, saat kita dengar suara Tuhan yang bagian kita hanya patuh, taat dan percaya. Dan saat kita melakukan sesuatu yang menjadi suara Tuhan bukan berarti nggak ada masalah, dan pada saat kita menjalankan apa yang jadi kerinduan Tuhan semakin ada masalah bukan berarti kita salah dengar suara Tuhan. So, have a Spirit in pioneering and the Spirit of breakthrough

Ini dia nih buku FOS Community - True Story and Testimony yang akhirnya cetak juga!! p.s:;iat gambar bukunya aja ya, abaikan model yang memperagakannya secara aneh ^^
Ini dia nih buku FOS Community – True Story and Testimony yang akhirnya cetak juga!! p.s:liat gambar bukunya aja ya, abaikan model yang memperagakannya secara aneh ^^

Sehabis itu inilah saatnya untuk launching biografi kita, sebuah buku untuk suatu generasi yang dimulai dengan simplicity. Share dari Andreas, Tian dan Oceph, dan beberapa sahabat-sahabat yang ikut menulis membuat kita semua menjadi bagian dari buku itu. Dan sambil menikmati cemilan kentang goreng, kita share satu sama lain mengenai banyak hal sampai larut malam… sampe akhirnya semua masuk kamar masing-masing dan tinggalah 4 orang yang masih tetap share dan akhirnya tertidur juga deh di ruang tamu….zzzzzzzzzz……..

Jadilah petang…jadilah pagi…itulah hari pertama…

Second day…

Hari yang baru….awal yang baru……

Dan perubahan karakter dimulai pada pagi hari !!!

Tau ngga, ternyata enggak mudah buat bangun pagi di tengah suasana yang dingin banget. Ada yang masih ngulet-ngulet lah, ada yang tidur lagi, ada yang langsung ngambil selimut karena saking kedinginan, de el el. Tapi ada juga lho yang udah bangun dari pagi, mantab!!

Sa-Te hari ini dibawain sama Maxi, tentang bersyukur kepada God atas apapun. Ternyata semakin kita merasa kehilangan, semakin besar rasa syukur kita kepada God dan semakin kita memperjuangkan sesuatu semakin sesuatu itu jadi berharga. Tapi jangan sampai kita kehilangan sesuatu dahulu sebelum kita mensyukuri hal itu.

Setelah Sa-Te, kita mandi-mandi, dan sarapan, pastinya masak dulu dunks….

sebelum berangkat ke Taman Cibodas wajib foto2 dulu!! Tapi kok Tian bengong gitu yah mu pergi? Mikirin apa siyh?
sebelum berangkat ke Taman Cibodas wajib foto2 dulu!! Tapi kok Tian bengong gitu yah mu pergi? Mikirin apa siyh?

Hari ini ada something special lagi niy, ternyata kita ibadah minggunya di Taman Cibodas, kebaktian padanglah istilah kerennya. Setelah ganteng-ganteng dan cantik-cantik semua, kita naek deh ke Taman Cibodas, dengan naek angkot dan sedikit jalan akhirnya kita menemukan tempat yang cozy buat ibadah itu…. lagi-lagi Tuhanlah yang menyediakan semuanya itu.

Praise n worship yang deep banget, setelah itu kita sama-sama denger Firman Tuhan tentang Mazmur 23, mengenai Mazmur Daud dan pengalamannya bersama dengan God yang semakin dekat. Menjadi seorang pribadi yang ingin selalu berada dekat Tuhan, seperti domba yang mengenal gembalanya, demikianlah kita mengenal Bapa lebih lagi. Suatu kedekatan yang takkan terpisahkan bahkan oleh serigala sekalipun. Dan yang menjadi kesenangan kita adalah diam di dalam rumah Tuhan sepanjang hidup kita.

dari wajah-wajahnya yang sumringah bisa ditebak donk kalo ini foto tim yang menangin game. sayang tim yang kalah gak mau difoto sih dengan muka cemong2.. tapi tenang aja di video ada kok!!^^
dari wajah-wajahnya yang sumringah bisa ditebak donk kalo ini foto tim yang menangin game. sayang tim yang kalah gak mau difoto sih dengan muka cemong2.. tapi tenang aja di video ada kok!!^^

Suasana yang dingin membuat  kita pengen gerak-gerakin badan niy. Yah nge-games donk pastinya…. wow…ngegame-lah kita, maen tepung-tepungan, gundu-gunduan, trus sebelumnya buat yel-yel yang kocak gitu deh, dan akhrinya dapetlah coklat untuk para pemenang dan bagi yang kalah mukanya cemang-cemong tepung tuh…..hahahahha………lucu dan asyik lho….

Balik ke villa dengan cuaca yang lagi ujan, untung naik angkot, tapi tetep ajah ada yang kena ujan, yang gantung di pintu angkot paling sengsara, karena kedinginan plus kena ujan dan harus keramas pula.

Mandi, dan masak time… kali ini kita bli tape tapi belum di goreng, nah untuk makan siang kita bikin deh nasi uduk plus telur plus nugged gitu deh…mmmm…nyam..nyam..nyam….

Kita yang tadinya belum nyatu semua, belum terlalu nge-feel, masih agak kaku, bener-bener disentuh banget sama Tuhan di hari kedua ini. Hati kita yang tadinya keras, mungkin masih kepikir sama keadaan di rumah, pikiran yang masih tertinggal di Jakarta, bahkan ada yang hampir menyesal ikutan fellowship, tapi itu semua betul-betul  diubahkan Tuhan. Kita merasa menjadi satu keluarga. Canda tawa di dalam Tuhan, puji dan sembah Dia. Kesatuan hati sebagai seorang sahabat dan keluarga bener-bener Tuhan kasih di hati kita. Bener-bener nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, that’s really amazing…. Tuhan tau yang ku mau…

mantap juga nih ucok yang satu ini bawa sesi sharing..
mantap juga nih ucok yang satu ini bawa sesi sharing..

Dan saat masuk ke sesi berikutnya, ada suatu atmosfir yang beda banget. Ada suatu spirit yang menyala-nyala, yang membuat kita semua semakin all out, semakin blow up dalam hadirat Tuhan. Masuklah kita ke sesi sharing, dimana Andreas cerita mengenai pergaulan yang Ia jalani dulu, tentang pergaulan di luar sana, dan tentang pergaulan yang terindah yang pernah dirasakannya. Dan kamipun juga merasakan hal yang sama.

Dan Puji Tuhan, hari itu Tuhan juga menibakan K’Okky beserta keluarga  di vila dengan selamat, walaupun sempat terjebak macet. Dan kami sangat bersyukur untuk malam teromantis dimana kami bisa melihat dan merasakan kehangatan kasih persahabatan di tengah dinginnya malam dan diterangi dengan cahaya kecil dari lilin.

Hati mulai terbuka, dan pemulihanpun mulai terjadi, isak tangis meliputi seluruh ruangan, tangis penyesalan dan tangis kegembiraan, itulah yang kami rasakan…. rasanya kami tidak ingin malam ini cepat berlalu, kami tidak ingin kebersamaan ini hilang ditelan waktu. Dan aku percaya di tengah kami saling berpelukan satu sama lain, Tuhan juga sedang memeluk kami semua.

Sesi terakhir dibawakan oleh Ria, yang tadinya sempet gak mau ikut FCF kali ini. Tapi ternyata God emang baik banget melalui pengalaman Ria, akhirnya Sist kita itu malah bisa membawakan sesi mengenai Persahabatan yang Mengubah Karakter langsung dari pengalaman pribadinya. Di dalam komunitas FOS yang kita inginkan memang kita bisa menjadi sahabat yang saling mengubah karakter satu sama lain menjadi karakter yang jauh lebih baik.

Last day in Puncak…

Kebersamaan kemarin malam masih sangat terasa di hati. Semangat-semangat yang tadinya padam mulai menyala kembali, dan hati yang teluka telah Tuhan balut, dan sesungguhnya kami tidak ingin pulang dan meninggalkan tempat ini. Kami ingin fellowship seminggu lagi, kalau bisa selamanya !!!

Tapi, biar bagaimanapun kita harus tetap kembali ke dunia kita masing-masing, dunia nyata yang terkadang penuh penderitaan, penuh luka dan penuh kekecewaan. Sebuah keadaan yang sangat dingin akan kasih sayang, dingin akan sebuah kehangatan keluarga dan dingin akan sebuah persahabatan. Tetapi untuk itulah kita ada di dunia ini, untuk menghangatkan sebuah kasih sayang , menghangatkan sebuah keluarga dan menghangatkan sebuah persahabatan. Dan saat ini dengan hati yang bulat dan kuat kami bersemangat untuk menjalani kehidupan itu, kembali kepada rutinitas tetapi tidak menjadi lelah. Karena kami tidak berjuang sendiri, kami memiliki sahabat, saudara dan sebuah keluarga kedua yang akan selalu ada buat kami. Dan inilah yang kami rindukan, kalian juga menjadi keluarga bersama kami.

God, thanks for the beautiful friendship in our Life...You’re the best...
God, thanks for the beautiful friendship in our Life…You’re the best…

FCF mungkin berakhir pada hari ketiga, tetapi persahabatan kami baru diperbaharui dan baru dimulai…. Dan Tuhan belum selesai berencana dalam hidup kami, dalam persahabatan kami, dalam komunitas ini dan dalam impian kami…

p.s mau liat komen2 peserta FCF? Di sini nih

Cool Comments on FCF 7-9 Maret 2009

2

Category : inFOStainment

Ini dia nih komentar dari beberapa FOSters yang ikut FCF tanggal 7-9 Maret 2009 lalu…

“Wuaa, gua bersukacita banget kalo FCF boleh berjalan dengan baik karena Tuhan Yesus yang rruar biasa!:D Gua banyak belajar tentang pengendalian diri , ketaatan, kebersamaan, kesehatian, dan pengorbanan. Rasa-rasanya sebagai koordinator en pemegang duit, gua yang dapet berkat paling banyak! Chahaha xD Thanks for all Guys, semangatz!!^^ Luph U all and God Bless..”

-Evi, ketua koordinator acara

“Luar biasa.. Sungguh Tuhan benar2 berkarya dengan dahyat dan canggih.. Dia menjamah kita satu per satu menjadi sahabat, keluarga yang menguatkan..
Thanks Lord
GBU”

-Andreas


“Senang.. Gembira.. Bahagia.. Cihuy bangetlah.. okeh sekali.. Ruar biasa!”

-Nikki

“Seru banget.. mengajarkan tentang arti persahabatan, trus ngajarin gua juga buat belajar masak hehee.. secara gua ‘n Ria yang jadi kokinya dengan komandannya Ocep..Emm kayanya itu aja dech. Yang jelas gua cukup terberkati dengan fellowship kemarin’n gua tunggu fellowship selanjutnya.JLU.”

-Yaya

“Waktu FCF aku ngerasain jamahan Tuhan yang luar biasa. Akhirnya aku sadar kalo aku punya sobat2 yang luar biasa yang dikirim Tuhan untukku. Merci. JBU.”

-Rebbeca


“Wah banget! Karena di acara kemaren gua dipulihkan kembali dan gua bisa mengenal orang2 yang baru tapi gua ngerasa udah kenal lama banget. Gua bener2 ngerasain pentingnya persahabatan di sana ‘n gua merasa ada penerimaan buat gua..Kalo bisa FCFnya diadain lagi donk..”

-Silvi

“Kesannya luar biasa banget Rice mendapatkan banyak hal yang gak pernah Rice bayangkan, gak pernah Rice minta, tapi sesuatu yang aku rasa sangat aku inginkan ‘n itu semua Tuhan kasih. Hebat banget Tuhan Yesus, yang gak pernah kita minta aja Tuhan kasih, apalagi yang kita minta ‘n gumuli dalam doa pasti Tuhan kasih yang the best banget dech..
Sukacita banget kumpul sama anak2 Tuhan yang dahsyat untuk mencari hatinya Tuhan, untuk deket sama Tuhan. Aku diberkati banget dari setiap pujian, firman Tuhan, renungan, sharing, bahkan gamesnya ^_^ Yah terang aja kelompok aku kan juara 1 ‘n kita daper coklat. Mm..mamamialezatos..Sangat2 berkesan banget deh ‘n setiap waktu yang kita habiskan bersama itu sangat2 berharga kerasa banget kebersamaannya, kekeluargaannya, persahabatannya.. Di FCF “Lo dapet apa yang lo mau” (hehe nyontek iklan) but gak cuma itu tapi “Lo dapet apa yang Tuhan Yesus mau”

-Rice

“Kesan buat FCF apa ya..Bagi gua FCF kemaren dahsyat!Kenapa bisa dahsyat, coz Tuhan sendiri yang mengijinkan FCF terjadi, ‘n momen seperti itu jarang terjadi..Jadi apa yang udah di dapet pas FCF harus disyukuri banget ‘n apa yang kita dapet juga kita bagi ke orang2 yang lum pernah merasakannya.. Gua thank God punya sahabat seperti kalian.. Keep on fire guys! Ditunggu project selanjutnya..haha..GB..”

-Yunita

“Menyentuh hati, di sana gua bisa dapat apa yang sebelumnya belum gua dapet, seperti kebersamaan, persaudaraan, pertemanan, kasih, pengetahuan tentang kebenaran firman Tuhan, perubahan sikap dan lainnya. Dan semuanya itu indah di dalam Tuhan. selebihnya Keep on Fire and God Bless you all..Love u all ^_*”

-Ricky

1 kata aja.. Dahsyat….!!

-Mauren


Semangat!!! Semangat!!!

Category : Asides

Ada suatu saat dimana saya merasa  lelah menjalani hidup ini dengan sejumlah permasalahannya. Saya merasa terjatuh dan tak berdaya, saya malas untuk bangkit kembali. Tapi di saat itulah ada satu Pribadi yang meneriakkan secara konstan kata-kata: “Semangat!! Semangat!!” di dalam jiwa saya. Yup.. Pribadi itu adalah Allah saya. Dialah pemberi semangat sejati dalam hidup saya.

Apapun permasalahan yang kita alami saat ini, jangan pernah berhenti untuk bersemangat! Pandang Dia.. Dan dengar Ia meneriakkan kata “Semangat!! Semangat!!”

-Lunniey-

“Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.”

Yesaya 40:28-29

Charlie Hall – Penyanyi CCM Dengan Vokal ala Britpop

Category : Lifestyle

charlie-hallKalo kamu suka musik dengan vokal British accent macemnya band-band Britpop kayak Blur, Suede, Travis, atau Morrisey. Mungkin kamu harus coba denger lagu-lagu CCM ala Charlie Hall yang walaupun bukan beraliran Britpop tapi vokalnya emang Britpop abis. Coba aja dengerin lagu You are God atau Walk the World-nya Charlie Hall yang ada di album Passion: God of this City yang juga ada di album terbarunya Charlie Hall, The Bright Sadness.

Penyanyi dengan jenggot panjang yang mencirikan penampilan eksentriknya ini memang memberikan warna yang berbeda ke dalam musik CCMnya Passion. Musik yang diusung oleh Charlie Hall cenderung beraliran alternatif, dan lirik yang diciptakannya pun mempunyai nuansa yang berbeda. Simak deh lirik dalam lagu My Brightness, Mystery, atau Hookers and Robbers di album The Bright Sadness.

Kalau diperhatikan Charlie Hall cenderung menggunakan kata-kata yang jarang digunakan oleh worship leaders seperti Chris Tomlin atau Matt Redman. Dia mengambil kata-kata yang ‘dark’ tapi justru dibuat menjadi lirik yang memberkati. Salah satu lirik yang unik juga ada di track Scenes yang juga diambil dari album The Bright Sadness. Lihat deh gimana dia menggunakan kata short memory yang memang menggambarkan otak kita yang suka lupa sama Tuhan tapi Tuhan sih enggak pernah lupa tuh sama kita makanya Dia sebenarnya selalu mengingatkan kita tentang Dia di setiap pemandangan.

As I lay me down to sleep
As I walk on city streets
As I laugh with friends and feast
It lifts my mind to You

Deep inside the beggar’s eyes
As for sweet love I fight
On the radio at night
It lifts my mind to You

I see You in every scene
I bet You are thinking about me
I have such a short memory
So You’ll keep reminding me of You

Dalam segi musik dan penciptaan lirik, Charlie Hall mungkin berbeda dengan pemimpin pujian lain di Passion Movement. Tetapi karya-karyanya tetap memberkati dan patut untuk didengarkan. So, enggak ada salahnya kan memasukkan lagu-lagu dari Charlie Hall ke dalam playlist musik kamu.