Oky Arfianto – From a Totally Looser Became More Than a Winner

7

Category : Youth Inspirator

“Kasih sayang, kasih setia dan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus lebih besar dari semua kebejatan, kejahatan dan kebodohan dari seorang Oky Arfianto.”

Itulah sebuah kalimat yang menurut Kak Oky merangkum seluruh perjalanan hidupnya hingga saat ini. Oky Arfianto lahir di Magelang, 19 Februari 1977. Kehidupannya sebelum lahir baru adalah tipikal kehidupan anak muda jaman sekarang yang broken home, sering ke diskotik-diskotik, terlibat narkoba, pergaulan bebas, pornografi, suka melawan orang tua, suka bohong, rajin mencontek, sombong, dan yang paling parah bahkan Kak Oky pernah menjadi penyembah setan. (Kisah hidup selengkapnya bisa dibaca di buku/ebook True Story and Testimony-nya FOS Community)

From a Totally Looser Became More Than a Winner

Saat Tuhan sudah menentukan seseorang untuk diberikan kasih karunia keselamatan maka praktis seluruh hal yang dialami orang tersebut adalah hal-hal yang benar-benar di luar kemampuan, pemikiran, serta rencana manusia. Dari seseorang yang “totally looser” Tuhan ubahkan jadi pemenang bahkan lebih dari pemenang. Hal itulah yang dialami oleh Kak Oky Arfianto, secara luar biasa Tuhan menyediakan segala kondisi, situasi dan orang-orang untuk menggiringnya kepada pertobatan.

di-rayon-1g

Dimulai dari “dipaksa” terlibat Persekutuan Doa di kampus, karena statusnya waktu itu adalah mahasiswa baru jadi terpaksa Kak Oky mengikutinya. DI situlah Kak Oky bertemu dengan kakak rohani yang setia melayaninya. Walaupun saat itu Kak Oky termasuk “domba” yang bandel karena lari terus saat akan dilayani.

Kemudian Tuhan ijinkan Kak Oky “dipaksa” lagi terlibat dengan komunitas Youth di gereja ketika papa mamanya menjadi pekerja di sebuah gereja yang baru dirintis. Pelayanan youth pertama di gereja tersebut otomatis menjadikan seluruh anak pengerja sebagai bagian dari “peserta”. Di sinilah Kak Oky dipaksa terjun ke dunia yang waktu itu asing sama sekali baginya, yaitu dunia pelayanan.

Hampir bersamaan, setelah proses “pemaksaan” tersebut, datang undangan persekutuan doa pemuda di kompleks seberang rumah… “Nah kalo yang ini enggak dipaksa sih, kebetulan waktu itu PD-nya diadakan di rumah salah satu model video klip band papan atas yang sering muncul di tv. Karena penasaran, iseng-iseng ikut datang.” Cerita Kak Oky. Tapi justru dari “iseng-iseng” itulah Kak Oky malah  “ditangkep” Tuhan. → Continue

Kacamata 3D – Melihat Dari Sudut Yang Berbeda

1

Category : Lifestyle

Kalau sebelumnya FOS sudah me-review buku dan musik. Maka sekarang giliran FOS me-review Blog! Yup! Blog yang punya nilai-nilai Kristiani pastinya!^^ Dan Blog Kristen pertama yang akan kita review adalah blognya Kak Fery Gfresh. Kalo yang sering baca majalah Gfresh pasti tahu donk sama yang namanya Kak Fery Ferdiansyah?! Nah, ternyata selain kesibukannya sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Gfresh, Kak Fery juga aktif posting di blog-nya loh! Dan Kak Ferry enggak hanya punya satu blog aja. Blog-blognya antara lain ada GOKIL-DAD (Blognya Kak Ferry seputar putri kecilnya yang lucu), JESUS-BLITZ (blog seputar Yesus), dan KACAMATA 3D! Ini dia nih blognya Kak Ferry yang akan kita review! ^^

blog_kferry

Ada apa aja sih di Kacamata 3D? Rupanya di blognya Kak Fery yang ini, Kak Fery banyak posting mengenai resensi film-film terbaru. Tapi bukan hanya sekedar resensi yang biasa aja loh. Resensi filmnya Kak Ferry pasti selalu mengaitkan alur cerita film dengan nilai-nilai Firman Tuhan! Jadi selain bisa tahu mengenai film-film terbaru yang ada di bioskop, kita juga bisa tahu film-film mana aja yang memiliki nilai-nilai rohani yang bisa kita pelajari. Selain itu di blog KACAMATA 3D juga banyak artikel-artikel Kristiani yang seru, kocak, dan ringan untuk anak-anak muda, dan enggak hanya itu aja Kak Fery juga kadang meng-upload hasil kreativitisnya loh di sini.. Contohnya aja waktu Kak Fery dan Kru Gfresh bikin parodi lagu Umbrella-nya Rihanna jadi Rihanna-Rohani, kocak abis deh Guys! U must see the video clip!

So, kesimpulannya, blognya Kak Fery Gfresh ini cocok banget buat dibaca anak-anak muda. Walaupun isinya seputar hal-hal yang ringan, tapi tetep di dalamnya terdapat nilai-nilai rohani yang bisa kita dapatkan. Dari blog ini kita belajar melihat sesuatu dengan kacamata 3D. Menurut Kak Fery hidup ini seperti film 3d yang hanya akan keliatan hidup kalo pake kacamata 3d. Kadang kita melihatnya tanpa kacamata tersebut sehingga hasilnya puyeng! Cobain aja nonton film 3d tanpa kacamata 3d! Hehe. Kacamata itu adalah kacamata Firman Tuhan.

Sebenarnya kalo kita mau peka, kita bisa belajar banyak kok dari hal-hal sekitar kita. Karena banyak hal-hal yang mungkin kelihatan enggak rohani, tapi ternyata kalo kita lihat dari sudut yang berbeda malah banyak mengingatkan kita mengenai Firman Tuhan. Karena dimanapun kita berada dan apapun yang kita lakukan nilai-nilai Firman Tuhan adalah nilai-nilai yang harus kita pegang untuk menentukan sesuatu itu layak untuk masuk ke pikiran kita atau enggak. Well, that’s it for now.. Kalo penasaran kaya apa blognya liat aja langsung di http://kacamata3d.blogspot.com dan buat Kak Fery, update terus yah blognya^^.

Siapa Aku Dalam Komunitasku?

1

Category : Simply Articles

1147438_question_mark_iconAda yang bilang kalo hal yang paling sulit dalam melakukan sesuatu adalah ketika kita baru mau memulai hal itu. Bener enggak sich? Kalo dipikir-pikir hal itu ada benernya juga, misalnya dalam kehidupan gua, sulit banget untuk melakukan perubahan. Ketika gua mau komit ikut Tuhan, rasanya berat banget untuk ninggalin kebiasaan-kebiasaan yang dulu sering gua lakukan. Contohnya, kalo pagi-pagi gua suka nunda waktu buat bangun en berangkat kuliah sampe pernah ketinggalan kereta 5 kali dalam seminggu, sekarang gua harus berusaha bangun pagi nyediain waktu buat sate en doa pagi. Trus juga, gua yang suka boongin ortu bilang kalo kuliah mpe malam padahal kuliah hari itu cuma 3 sks en sisanya gua pke buat ketemuan ma doi (he3x, cuit-cuit), rasanya jadi tambah bersalah aja kalo skarang gua harus boong lagi, lagi en lagi. Mank sich, gua sendiri belum bener-bener bisa buat perubahan yang gua ingini itu jadi nyata, tapi gua trus belajar untuk melakukan perubahan itu. Pada awalnya mungkin sulit, tapi nantinya toh kita akan terbiasa. Kan ada pepatah mengatakan “pertama, kita membentuk kebiasaan-kebiasaan, setelah itu, kebiasaan-kebiasaaan yang akan membentuk kita”. Dalam kehidupan FOSters sendiri gimana? Apakah kita termasuk dalam orang-orang yang berpikiran seperti ini atau kita punya pemikiran sendiri?

Tidak hanya dalam kehidupan pribadi, begitu juga dalam memulai suatu komunitas, bukan merupakan hal yang mudah dilakukan. Kenapa? Karena didalam suatu komunitas itu terdiri dari berbagai macam karakter, visi, dan pandangan yang berbeda-beda.  Terkadang dalam suatu komunitas ada aja kesalahpahaman yang terjadi, merasa enggak pernah dipeduliin dari komunitas itu, enggak ikut dilibatkan, enggak berguna sampe merasa bukan bagian dari suatu komunitas. Ada juga yang memiliki tujuan yang berbeda, benar salah yang relatif menurut pandangan kita sbagai manusia, atau perlakuan yang diterima dari anggota lain yang tidak seperti yang kita harapkan membuat kita tidak menikmati kebersamaan dalam komunitas tersebut. Untuk menyatukan smua perbedaan itu harus ada suatu ikatan yang kuat antar masing-masing anggotanya, seperti kita yang tadinya bersifat individualis harus berusaha mengenal, berbagi, memiliki pengertian satu terhadap yang lain, ada kepedulian (enggak cuek-cuek aja), menghargai, ada rasa empati, kebersamaan, dan masih banyak lagi… dan semua itu enggak akan berarti kalo enggak ada kasih Kristus yang bekerja.

Kali ini, yang akan dibahas bukan bagaimana kita membentuk suatu komunitas yang baik, tetapi bagaimana kita sebagai individu dapat berperan dengan baik dalam suatu komunitas. Pernah enggak kita berpikir siapakah kita dalam komunitas yang kita miliki? apa sich yang dah kita brikan, bukan cuma buat komunitas ini, tapi juga buat Tuhan? Atau apa kita sudah ambil bagian untuk pelayanan dalam komunitas ini? Mungkin sudah banyak yang berperan, mungkin ada yang memiliki panggilan tapi blum dilakukan atau ada yang hanya diam menunggu adanya instruksi dari yang lebih berwenang? (polisi kali ye!). Tapi, satu hal yang pasti, jangan pernah berpikir dalam suatu komunitas harus dibedakan antara pemimpin dan pengikut. Percayalah, bahwa kita semua dalam komunitas ini adalah seorang pemimpin, karena kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan untuk merubah dunia ini lewat persahabatan dan pembentukan karakter. So, kalo diantara kita ada yang dah telanjur berpikir bahwa dalam komunitas ini kita cuma pengikut aja, ubahlah cara pandang kamu!!! Why? Karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Percaya enggak? Ketika kamu berpikir bahwa kamu adalah seorang penakut, pendiam, tidak bisa melakukan apa-apa, otomatis kamu akan tersugesti dan melakukan apa yang seperti kamu pikirkan. Dan selamanya kamu akan menjadi apa yang kamu pikirkan….  enggak mau kan sperti itu, trus harus gimana donk???  Ubah cara berpikir kamu…!!!

Merubah apa yang kita pikirkan termasuk dalam merubah konsep yang ada pada diri kita. Sering kali kita merasa enggak percaya diri, enggak memiliki kemampuan apa-apa bahkan sampe merasa enggak berharga. Kenapa bisa seperti itu?? karena konsep diri yang ada pada diri yang ada pada diri kita sangat jauh berbeda dengan apa yang kita harapkan. Apa sich konsep diri itu? konsep diri itu bagaimana cara kita menilai diri kita, misalnya seorang cwe cantik yang kita bayangin adalah yang imut, hidungnya mancung, putih, rambut panjang, mukanya charming or enggak bosen dilihat, ya pokokna kayak boneka barbie dech, atau seorang dikatakan pintar apabila dia jago ngomongnya, IP nya cum laude, atau bisa beragumentasi dengan baik sampe dosen pun kalah kalo lagi adu debat , tapi mungkin  standar cantik en pintar itu belum atau enggak ada di kita, makanya kita jadi minder en merasa enggak berharga. Dari rasa enggak percaya diri itu, akhirnya terbawa dalam pergaulan dan komunitas, kita jadi orang yang tertutup, pendiam enggak mau berosialisasi, en bisa aja dari rasa enggak percaya diri, kita merasa nyaman kalo cuma jadi pengikut doank…!! duh,,, sayang banget deh kalo begitu!!!!

Jadi bagaimana kita bisa berperan dalam komunitas bergantung pada apa yang kita pikirkan. Berpikirlah kalo kita semua adalah pemimpin, maka kita akan mulai dapat memberikan kontribusi bagi komunitas ini, juga buat pekerjaan Tuhan, baik dalam hal perubahan pribadi maupun dalam komunitas, mungkin kita yang tadinya tidak mau menyampaikan ide karena takut, malu ataupun merasa ide-idenya biasa aja menjadi berani untuk mengungkapkannya. Atau yang tadinya kita merasa enggak memiliki kemampuan untuk menulis buletin, jadi termotivasi dan mencoba untuk ikut menulis. Juga yang enggak biasa buat berbicara didepan umum jadi bisa melakukannya. Intinya, jangan pernah lupa kalo kita berharga dimata Tuhan. Ia memberi potensi dan kuasa yang yang tidak terbatas buat kita, asalkan kita percaya kepadaNya. Kalo kita enggak percaya pada kemampuan kita, berarti kita masih meragukan anugrah yang Tuhan beri untuk kita. Jadi jangan batasi potensi dan kuasa yang tlah diberikanNya dengan rasa takut, enggak percaya diri dan malu sehingga kita menjadi orang yang biasa-biasa aja. tetapi ubahlah cara berpikir kita dan jadilah orang yang luar biasa, yang berbeda dari dunia dan berani nyatakan kehendakNya dalam hidup kita dan dalam komunitas yang kita miliki. Percaya bahwa segala sesuatu yang akan kita hadapi blum tentu sesulit yang kita pikirkan karena kita punya Allah yang turut bekerja. Jadi jangan membuat rumit situasi apapun dengan pikiran-pikiran yang negatif, tetapi ubahlah jadi hal positif dan membangun. Just keep it simple….

Memang benar sulit untuk berubah, tapi bisa atau tidak kita berubah bergantung pada kemauan dan pikiran yang mengawalinya. Awalnya memang perubahan akan membawa kita pada kondisi  rasa sakit atau keadaan yang tidak nyaman. Tapi smua kembali pada pilihan kita, apakah kita mau trus hidup seperti ulat atau kita mau mengalami metamorfosis yang pada akhirnya berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik….

Mendung Kelabu Dan Cerahnya Biru

Category : FOSters Creativity

sky-clouds-3waxPagi ini aku berjalan menyusuri sebuah taman di pinggir jalan, tanpa tujuan, tanpa arah kemana kakiku kan melangkah, hanya ingin larut dalam kesendirian dan menyepi. Saat kutatap langit biru, aku melihat langit begitu indah. Dihiasi sekumpulan awan putih dan di sela-selanya tampak sinar mentari yang menerobos awan itu, membuat langit terlihat semakin mempesona. Angin yang perlahan berhembus hingga sebagian dahan pohon seakan melambai memberikan salam padaku, sesaat aku terkesima. Hidup ini disertai dengan hal-hal yang indah, tapi kenapa hatiku hampa. Langit yang cerah biru tak seperti hatiku yang mendung kelabu, damainya dunia tak sama dalam hatiku, kenapa aku tak bisa menikmati kepuasan hati seperti ketika aku melihat langit pagi ini? Kubiarkan hatiku perlahan-lahan menjadi beku, kususuri jalan perlahan dengan segala gejolak dihati. Aku tak tahu lagi kemana harus kucurahkan isi hati, tertekan dalam keadaan yang membuatku tak berdaya, aku tak tahu harus bagaimana. Aku kecewa karena hidupku, betapa besar harapanku yang aku pinta padaNya, tapi dia seakan diam membisu, ketika hatiku hancur dan membutuhkan kasihNya, aku tak merasakan kehadiranNya. Aku merasa ditinggalkan, merasa sendiri, dan merasa sepi. Kadang aku tak kuat untuk menghadapi tekanan hidup ini, kenapa masalah harus selalu datang bertubi-tubi, buat aku semakin merasa tak berdaya. Dan ketika aku jadi tak berdaya, aku seakan bosan menerima kebenaran KasihNya.

Sudahlah, ingin kusudahi amarah ini, tapi sejujurnya, aku benar-benar sakit hati, luka yang digoreskan oleh perlakuan orang-orang yang merasa dirinya paling benar,yang suka menyalahkan orang lain atas kesalahan yang belum tentu dilakukan, yang memandang seseorang dengan sebelah mata, bahkan menganggap hina dan tak pernah pantas. Aku terluka dengan orang yang tidak menghargai perjuangan hidupku, yang menilai diriku seperti seonggok sampah, tidak berarti bahkan menyusahkan. Aku marah, bahkan pada diriku sendiri. Lalu ku pertanyakan “Apakah aku memang tak berarti seperti yang mereka katakan padaku?” tidak. Tentu saja tidak! Pikirku dalam hati. Bukankah Tuhan menyatakan bahwa aku berharga seperti biji mataNya. Bahkan Ia rela korbankan anakNya yang tunggal, Yesus Kristus untuk mati di kayu salib sebagai ganti atas dosaku??

Aku kembali berpikir, seakan logika dan perasaan beradu peran dalam diriku. Keduanya masih tak bisa sejalan. Kupejamkan mata, kukatakan pada diriku “aku berarti, semua yang kuhadapi hanya masalah hati. Aku memang enggak mengerti rencanaNya saat ini, aku difitnah, aku dihina dan orang-orang menganggap aku tak berarti, tapi saat ini yang kubutuhkan adalah percaya pada hatiNya, ya, I trust You, Lord, jangan biarkan masalah yang kuhadapi membuat aku meragukan kasihMu”

Kemudian seakan terlintas dalam benakku, jawaban atas kasih Kristus yang begitu nyata, yang harusnya bisa kuteladani dalam hidupku. Apa yang kualami saat ini tidak sebanding dengan apa yang sudah Yesus alami dalam karya penyelamatan hidupku. Ya, aku teringat dan membayangkan, ketika Ia ditangkap, difitnah atas perbuatan yang tidak dilakukanNya, makian dan cercaan tak cukup, Ia dihina, diludahi dan diolok-olok. Bahkan disiksa, dicambuk dan didera sampai mati di kayu salib. Ia korbankan diriNya, tanpa perlawanan, tanpa amarah, tanpa rasa sakit hati bahkan saat itupun hatiNya mengampuni. Aku berusaha memahami apa yang Ia rasakan, pasti betapa sakit dan hancur hati Yesus saat itu, betapa tidak, Ia datang tuk mengajarkan dan memberikan kasih yang sejati, tapi bukannya ucapan terima kasih yang didapat, yang ada segala siksaan, baik hati maupun fisik, yang Ia terima. Betapa sulit kumengerti, Ia tetap memilih untuk mengasihi. Sungguh luar biasa kasih yang diberikan buatku, buat kita semua. Aku membayangkan berada dalam posisiNya, pasti aku ga akan pernah sanggup, karena sedikit masalah yang kuhadapi saja sudah bisa membuatku terluka, marah dan kecewa padaNya. Dalam hati kuberseru “Tuhan aku malu, aku sempat marah dan kecewa padaMu atas masalah yang kuhadapi…ternyata apa yang kualami sudah Kau alami lebih dahulu, bahkan lebih, dan terlebih besar sakit yang Kau alami… ampuni aku Tuhan, jadikan aku tuk dapat meneladani kasihMu”

Ya, kini aku baru mengerti, kasih yang Ia ajarkan lewat masalah yang boleh ada dalam hidupku. Harusnya aku mengasihi bukan karena orang lain terlebih dahulu mengasihi aku. Tapi aku harus tetap memberikan kasih, bahkan kepada orang yang tidak mengasihi aku, membenci dan meremehkan aku. Begitupula bagaimana harus menyikapi suatu masalah, bukan dengan amarah, kekecewaan dan sakit hati tapi dengan pengampunan dan penyerahan diri, yaitu percaya kepada rencanaNya.

Thanks God, Kau ajarkanku satu hal yang dulu tak kupahami dalam hidupku. Aku percaya itu semua bukan karena kekuatanku. Tapi anugerahMulah yang membuatku mengerti dan memahami kasihMu. Pagi ini, kutatap lagi langit biru, kurasakan hangatnya sinar mentari pagi menyentuh tubuhku, kuhirup segarnya udara pagi dalam-dalam, rasakan kembali kasihNya didalam hidupku. Aku bersyukur karena kasihNya tak pernah berhenti buatku. Kini, mendung kelabu dihati terganti dengan cerahnya biru, sama seperti langit yang kutatap pagi ini…?

Inspired from the true story of my life….

_vi_

Raphael Community – Youth and Teens GPdi Immanuel

2

Category : Communities Highlight

Setelah kemaren kita udah kenalan sama komunitas JUICY, sekarang kita pengen kenalan dengan sebuah komunitas yang berada di daerah pinggiran Kalimalang A.K.A Pondok Kelapa. Komunitas ini adalah Raphael.

raphaelEh arti nama Raphael apa sich???

Wah kalo diliat dari namanya kaya nama seseorang, iya menurut sebuah sumber berita dari internet, nama Raphael adalah nama seorang malaikat yang berarti penyembuh / kesembuhan. Sebuah nama yang cukup berat disandang bagi sebuah komunitas anak muda, tetapi pasti ada rencana Tuhan bagi komunitas ini. Balik lagi ke namanya, Raphael adalah kepanjangan dari Remaja Pentakosta Immanuel, tetapi karna sudah ada beberapa remaja yang naik kelas ke pemuda karna umurnya yang bertambah tua, maka nama Pantekosta diganti dengan Pemuda. Jadi Raphael adalah Remaja-Pemuda Immanuel, atau bahasa kerennya Youths and Teens of Immanuel.

Kapan sich komunitas ini terbentuk?

Awalnya komunitas ini berasal dari persekutuan sekolah minggu, hingga akhirnya berlanjut sampai saat ini. Namun  kerinduaan bersama untuk bertumbuh disebuah komunitas ada disekitar tahun 2007, sesaat sebelum natal. “Tapi jikalau ditanya tanggal pastinya kamipun lupa, yang jelas saat rapat dirumah salah satu teman kami”

Ceritain dung gimana komunitas ini bisa terbentuk

Cikal bakal komunitas ini berasal dari anak-anak sekolah minggu di GPdI Immanuel, tetapi karna umur yang sudah gak bisa dibilang anak sekolah minggu dan gak mau dibilang sekolah minggu lagi, maka ada 2 orang anak muda (sekarang pernah muda) yang memperjuangkan untuk mengadakan ibadah pemuda, awalnya hanya 5 orang. Beberapa bulan berikutnya bertambah menjadi sekitar 10an orang, hingga sekitar 40an orang. Tetapi mungkin karna ada seleksi alam yang sangat ketat maka yang bertahan hanya 6 orang. (wah yang bertahan ini hebat banget). Apa yang dulu kami pikirkan terjadi, ke-2 perintis ini akhirnya harus cabut dari ibadah pemuda, yang 1 menikah dan kini tinggal di sumatera utara, dan satu lagi hanya bisa membatu komunitas ini melalui doa. Pasang surut jumlah kuatitas terus berganti, masalah yang dihadapi di komunitas ini juga terasa tidak pernah berhenti, namun semakin kami mengalami itu semakin kami merasakan indahnya penyertaan Tuhan dalam komunitas ini. Thaks God and Thank for Bang ferry and bang Yehuda who builder this Community.

Apa nich visi-misinya?

Visi

Menumbuhkan benih pemulihan bagi sekitar kami, sebelum kami memulihkan gereja dan bangsa kami dengan teladan hidup

Misi

Menguatkan setiap yang lemah, mengangkat setiap yang jatuh, membebat hati yang terluka melalui komsel, friendship counseling, bloger (artikel), dan fellowship.

The Crew Of Community

  1. Samuel
  2. Maria Margareth
  3. Dita maryosi
  4. Mei yanti
  5. Indri Lencha Novelyn
  6. Maxi Lakes
  7. Marlindo
  8. Daniel “jabrik”
  9. Jonathan
  10. Ganda
  11. Devi V
  12. Irene
  13. Fitri
  14. Elis
  15. Eli
  16. Rexi
  17. Posman
  18. Mia
  19. Sherly
  20. Minar
  21. Januar
  22. Kak Jelita
  23. Kak Merry

Dimana nich Base Camp-nya?

kalo tempat kumpul kita itu biasa,,,,di Holy Ground. Hehehe, yach di gerejalah. Kalo kagak bisa disana kita kumpul dirumah Maxi or Lencha…

Apa aja sich yang dilakukan sama Raphael?

biasanya anak Tuhan ngapain yach????,,,hehehehe. Kita biasanya ada PA setiap sabtu and adain games buat Fellowship antar kita-kita, tahun baru bareng-bareng….dan untuk pelayanan keluar kami lagi bergumul dulu,,,

Kalo boleh tau apa yach yang melandasi komunitas ini??

Yach alkitab atuh…. : )

Yesaya 41:6, “Yang seorang berkata kepada yang lain dan berkata kepada temannya : ‘kuatkanlah hatimu’”

1 Timotius 4:12, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Makasih yach kita udah boleh kenal sama kalian….dan semoga komunitas ini boleh tetap semakin maju didalam Tuhan dan jadi berkat bagi sekitarnya….

GBU Raphael

Harga Sebuah Keajaiban

Category : Lifestyle

miracle

Berapa harga sebuah keajaiban?

Satu dolar sebelas sen ditambah keyakinan,

Kamu percaya?

Itu benar-banar terjadi lho dan sebuah buku kembali menceritakan kembali hal itu. Inilah cerita itu :

Sally berusia 8 tahun saat mendengar ayah dan ibunya mencemaskan keadaan georgi, adik Sally. Georgi sakit parah dan untuk dapat menyembuhkannya hanya melalui operasi. Dan itu sangat membutuhkan biaya yang sangat mahal. Dan mereka tidak mempunyai uang untuk hal ini.

Sally mendengar ayahnya berbisik, ” Hanya sebuah keajaiban yang bisa menyelamatkan Georgi”. Dan setelah mendengar hal itu sally segera menuju kamarnya dan mengambil celengan kesayangannya lalu memecahkannya. Dia menghitung sampai 3 kali.

Jumlahnya harus benar-benar tepat, pikirnya.

Dengan uang itu, Sally menuju toko obat terdekat, dan berusaha mendapatkan perhatian sang apoteker. Ia menunggu apoteker dengan sabar, tetapi perhatian sang apoteker ga bisa ia dapatkan juga. Akhirnya Sally mengambil koin

dan melemparkannya ke kaca etalase, dan berhasil.

” Apa yang kamu perlukan ?? ” Dengan nada jengkel sang apoteker bertanya pada Sally

“Saya ingin meminta pertolongan anda, Adik saya sakit !!!” Dengan nada yang sama

” Saya ingin membeli keajaiban, kata ayah hanya keajaiban yang dapat menyelamatkan georgi.” Pinta Sally.

” Maaf dik, kami tidak menjual keajaiban. Saya tidak bisa menolongmu” Jelas apoteker tersebut dengan nada sedikit melembut.

” Saya akan membayarnya berapapun harganya, saya punya uang kok !!!” Pinta Sally

Seorang pria yang berpakaian rapi yang memperhatikan Sally dan apoteker tersebut dari tadi bertanya kepada Sally, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu?”

” Saya tidak tahu.” Jawab Sally.  Air mata mulai menetes dari pipinya.

“Saya hanya tau georgi sakit parah dan kata ibu harus dioperasi. Ayah dan ibu tidak mempunyai uang, tapi saya punya.”

“Berapa uang yang kamu punya?”  Tanya pria itu

” Satu Dolar sebelas sen” Jawab Sally dengan semangat

” Wah, tepat sekali dik. Satu dolar sebelas sen, itulah harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu.”

Sang pria mengambil uang tersebut kemudian memegang tangan Sally dengan lembut sambil berkata, “Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu kepadanya dan orang tuamu”.

Pria itu adalah Dokter Carlton Amstrong, seorang dokter bedah terkenal.

Yuph, yang terjadi berikutnya adalah dokter itu berhasil mengoperasi Georgi dan Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat, Sally dan kedua orang tuanya sangat bersukacita. Dan andaikan kita bertemu Sally dan bertanya kepadanya berapa harga sebuah keajaiban, pastinya Sally dengan mantab akan berkata ” Satu dolar sebelas sen, ditambah keyakinan.”

Sudah pernah dengar cerita ini?

Klo aku sendiri sudah, tetapi walaupun sudah sering dengar kisah ini, saat membaca kembali cerita ini hatiku kembali tersentuh, begitu polosnya dan lugunya seorang Sally yang sangat percaya pada sebuah keajaiban bahkan bersedia berkorban demi mendapatkan hal itu. Sungguh Luar biasa. Iman seorang anak berusia 8 tahun.

bk_harga

Sobat, cerita diatas hanya salah satu dari ke-36 kisah yang ada di buku ini. Buku dengan judul Harga sebuah keajaiban, menceritakan potret-potret kehidupan yang membuat hati kita nyesss banget. Dikompilasi oleh Eddy Nugroho, kisah-kisah ini sungguh dapat menjadi sebuah motivasi bagi diri kita.

Selain kisah Sally, masih banyak kisah-kisah yang lain, seperti kisah Bunda Theresa yang mengajak kita untuk menjadikan seseorang berarti, lalu cerita ukiran 3 kera pada kuil Toshugu-jepang, lalu kisah ditemukannya pulau Australia yang dalam bahasa Maluku Ose Tra Lia berarti “saya sudah melihat”, dan masih banyak lagi.

Banyak pengetahuan dan bahkan kekaguman dari buku ini, yang mengangkat banyak kisah, yang bahkan seringkali kita menganggapnya hal biasa tetapi ternyata memiliki makna yang luar biasa.

Penasaran??

Hehehehehhe…. silahkan cari, beli atau mungkin pinjam dan baca.

Temukan banyak keajaiban yang ternyata tidak jauh dari kehidupan kita, karena hidup sendiri adalah sebuah keajaiban.

Selamat mempercayai !!!!

Changing Hearts

Category : Asides, Simply Articles

Mazmur 106:32-33 “Mereka menggusarkan Dia dekat mata air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya.”

Guys, ada pengajaran yang penting di sini yang kita harus baik-baik dengarkan:

Pertama, kalo kita bersungut-sungut entah sama Tuhan atau sama diri sendiri, jangan pikir cuma diri sendiri yang kena, orang lain juga pasti kena celaka. Terutama yang paling deket sama kita..

Kedua.. Kepahitan hati membuat kita teledor dengan kata-kata, teledor dengan keputusan, akhirnya kita malah enggak terima janji Tuhan….

So guys, see your hearts and change if you have to…

Marley and Me

Category : Simply Articles

marley-and-meMaybe ada beberapa yang bingung dengan judul tulisan ini.. Yup.. pastilah coz apa maksudnya coba “Marley and Me”. Marley and Me hanyalah judul dari film yang dibintangi si ganteng Owen Wilson and Jennifer Aniston. Sebenernya Marley itu adalah nama seekor anjing lucu di film tersebut. Dirawat sejak bayi oleh sepasang suami istri John and Jenny (Owen & Jennifer). Dalam kehidupan keluarga itu, mereka selalu dapat masalah karena si Marley ini. Marley seekor anjing yang lucu, tapi hiperaktifnya kebangetan. Apa aja dirusakin seperti bantal, perabotan dapur, pipis di karpet, ampe udah dimasukin ke tempat pelatihan khusus anjing, si Marley tetep saja merepotkan dan dikeluarkan dari tempat pelatihan itu.

Ketika sepasang suami istri itu masih memilki  satu anak, mereka masih bisa meng-handle semuanya.. Yah bisa dibilang masih sabarlah memelihara anjing yang lucu tapi bandel seperti Marley. Dengan berjalannya waktu, John and Jenny punya anak kedua. Haduuuhhh jelas-jelas jenny suka marah and bertengkar sama suaminya karena Marley selalu bikin semua kacau. Gangguin anak merekalah yang lagi tidur dll. Intinya tuh si Marley ngeselin banget dah. Sempet si Marley itu mau di keluarin aja dari rumah and enggak usah lagi tinggal di rumah itu. Sampai pada akhirnya anak ketika mereka lahir, tetep aja Marley nakal, heboh, rusuh dll. Tapi tanpa sadar kehadiran Marley udah memberi banyak warna dalam kehidupan kelurga John and Jenny. Walaupun Marley seperti itu, tapi Marley teteplah seekor anjing yang baik.. Marley selalu nemenin anak-anaknya John, Marley selalu nemenin maen ampe nemenin tidur. Marley juga bisa menghibur ketika Jenny sedih. Yup kemana-mana Marley juga selalu dibawa. Singkat cerita pada suatu hari Marley tidak kelihatan seperti biasanya. Marley kebanyakan diam, diam, dan diam. Marley keluar rumah hujan-hujanan and di cari-cari ama John and Jenny ternyata Marley tidak ada. Hohoho… Marley dimana yaa… Beberapa lama kemudian akhirnya Marley ditemukan di bawah pohon. John langsung membawanya ke dokter hewan and Marley harus di-opname. Karena Marley sakit yang cukup serius di bagian perutnya. Kata dokter kalo Marley sakit lagi, Marley harus di operasi dengan resiko yang tinggi tentunya.

Happy… coz Marley besoknya sudah bisa pulang. Di rumah dia maen-maen and lari-lari ama anak-anaknya John. Beberapa hari kemudian, ternyata Marley sakit lagi. Houh… keluarga John sudah tau konsekuensinya apa yang akan terjadi pada Marley. Sebelum Marley dibawa ke dokter, istri and anak-anaknya John menangis and kasih Marley boneka buat dibawa ke dokter. Di rumah sakit, Marley sudah terbaring lemah. Marley enggak bisa lagi heboh, lari-lari, ganggu sana ganggu sini. Marley hanya bisa tidur, diam, menahan sakit. John setia menemani Marley di rumah sakit dan John selalu kasi boneka yang dikasi anaknya John untuk dipeluk sama Marley. Operasinya enggak bisa menolong Marley. Finally Marley harus pergi untuk selamanya.Ternyata kehadiran Marley membuat keluarga John bahagia and kepergian Marley membuat keluarga John juga sedih.

Aku menangis saat nonton film itu. Kalo diceritakan emang semuanya biasa and cerita yang biasa. Tetapi berbeda ketika menontonnya langsung.Aku langsung berpikir, kenapa kebanyakan kita baru sadar saat seseorang itu sangat kita sayangi dan berharga waktu seseorang tersebut sudah pergi jauh dari kita. Saat kita jauh dari orang tua kita, kita baru sadar ortu kita sangat kita sayangi and merasa kehilangan, saat pisah dengan teman atau sahabat, kita baru sadar ternyata kita sangat mengasihi dia. Aku berharap, jangan sampai kita mau jauh dari Tuhan, ketika jauh kita baru menyadari betapa Tuhan adalah segalanya bagi kita. Sampai kapanpun rencana Tuhan selalu terbaik buat kita. Walaupun kadang mungkin kita berat menerima apapun keputusan and kehendak Tuhan dalam hidup kita yang rasanya pahit seperti nelan empedu, selama-lamanya karya Tuhan teteplah karya yang terbaik buat hidup kita.

Begitu juga terhadap sesama kita. Saat ada yang membuat kau kecewa, terpukul, tertekan, apakah kau masih mau mengampuni, menerima and mengasihi seseorang itu ? pertanyaan yang berat dan berat juga untuk dilakukan, tapi bukan berarti tidak bisa untuk tidak dilakukan. Jangan tunggu seseorang itu sudah pergi jauh, kita baru sadar ternyata seseorang itu sangat berarti buat kita. Dalam satu hari, waktu yang kau berikan paling banyak berapa jam sih buat papa, mama and semua temen-temen serta sahabatmu?? Paling 1-4 jam kan paling lama dalam sehari. Iya kalo ketemu, kalo enggak?? Gunakanlah waktu sebaik-baiknya, selagi masih ada waktu. Kita enggak pernah tau, kapan kita atau orang yang kita sayangi pergi jauh.

God Bless,

Ria Sinaga

Setelah Yesus Disalibkan.. Then..

Category : Asides

Saat paling mantap pas bangun tidur tuh adalah saat kita tahu ada yang perhatian sama kita, saat ada yang rindu sama kita, saat ada yang mengasihi kita, saat ada yang menanti kita, dan saat kita tahu bahwa ada yang bersedia mati buat kita!! Wooow… Amazing banget yah…

Nah kalo kemaren adalah hari dimana Yesus disalibkan untuk dosa-dosa kita.. Sekarang adalah hari dimana kita bisa menyalibkan kedagingan dan hawa nafsu kita…

“Barangsiapa menjadi  milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Galatia 5:24

Where We Would Be?

Category : Simply Articles

Pernahkah kita berpikir bahwa kadang kita terlalu banyak berkorban untuk pelayanan? Mungkin kadang kita terlalu banyak berkorban waktu, tenaga, dan mungkin materi untuk pelayanan atau untuk gereja?

Ada cerita di sebuah gereja. Seseorang yang dulunya memimpin tim tamborin gereja itu tiba-tiba memutuskan keluar dari pelayanan bahkan keluar dari gereja tersebut. Karena apa? Karena dia tidak terpilih lagi menjadi ketua tim tamborin. Karena dia merasa telah banyak ‘berkorban’ untuk perkembangan tim tamborin di gereja tersebut. Bahkan saat ia memutuskan untuk keluar, ia mengambil kembali semua alat-alat tamborin baru yang pernah ia beli dengan uangnya.

Ada lagi sebuah cerita tentang sebuah keluarga yang menjalankan perpuluhan dengan taat dan telah banyak melakukan donasi ke gereja. Tapi ternyata kondisi perekonomian keluarga itu tidak berkembang. Dan keluarga tersebut kembali menyalahkan Tuhan. Mereka merasa telah ‘berkorban’ banyak tapi Tuhan tidak memberikan janjinya..

Jadi pernahkah kalian berpikir kalian telah banyak ‘berkorban’ untuk Tuhan? Dalam bentuk apapun.. Waktu, tenaga, materi? Dan kalian berharap bahwa Tuhan membalas semua ‘pengorbanan’ kalian secara setimpal?

Jika kalian pernah berpikir seperti itu .. Pikiran kalian SALAH .. Karena sesungguhnya enggak akan pernah ada sesuatu yang terlalu besar yang kita lakukan untuk Tuhan yang pantas untuk disebut sebagai PENGORBANAN. Kalian boleh menyebut apapun yang kalian lakukan untuk Tuhan sebagai bentuk cinta kasih, ucapan syukur atau apapun juga. Tapi tak ada satu pun yang pantas disebut sebagai pengorbanan.

Karena sudahkah kalian sadar, jika Yesus yang adalah Tuhan tidak datang ke dunia dan tidak menebus dosa kita dengan cara mati di kayu salib, Apa yang harusnya kita terima? Dimana harusnya kita berada kelak?

Renungkanlah…

Untuk setiap hal yang kita lakukan bagi Dia

Masihkah kita sebut itu sebagai pengorbanan?

Jika Dia tidak mati bagi kita….

Dimanakah seharusnya kita berada kelak….

wherewewouldbe

It’s nonsense to talk about sacrifice when you see Jesus dying for you on the cross.
There’s no sacrifice, think of where we would be without Jesus?
In the gutter..
If Jesus Christ be God and died for me then no sacrifice can be too big for me to make for Him..

Where we would be?

-Brother Andrew