“Kasih sayang, kasih setia dan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus lebih besar dari semua kebejatan, kejahatan dan kebodohan dari seorang Oky Arfianto.”
Itulah sebuah kalimat yang menurut Kak Oky merangkum seluruh perjalanan hidupnya hingga saat ini. Oky Arfianto lahir di Magelang, 19 Februari 1977. Kehidupannya sebelum lahir baru adalah tipikal kehidupan anak muda jaman sekarang yang broken home, sering ke diskotik-diskotik, terlibat narkoba, pergaulan bebas, pornografi, suka melawan orang tua, suka bohong, rajin mencontek, sombong, dan yang paling parah bahkan Kak Oky pernah menjadi penyembah setan. (Kisah hidup selengkapnya bisa dibaca di buku/ebook True Story and Testimony-nya FOS Community)
From a Totally Looser Became More Than a Winner
Saat Tuhan sudah menentukan seseorang untuk diberikan kasih karunia keselamatan maka praktis seluruh hal yang dialami orang tersebut adalah hal-hal yang benar-benar di luar kemampuan, pemikiran, serta rencana manusia. Dari seseorang yang “totally looser” Tuhan ubahkan jadi pemenang bahkan lebih dari pemenang. Hal itulah yang dialami oleh Kak Oky Arfianto, secara luar biasa Tuhan menyediakan segala kondisi, situasi dan orang-orang untuk menggiringnya kepada pertobatan.

Dimulai dari “dipaksa” terlibat Persekutuan Doa di kampus, karena statusnya waktu itu adalah mahasiswa baru jadi terpaksa Kak Oky mengikutinya. DI situlah Kak Oky bertemu dengan kakak rohani yang setia melayaninya. Walaupun saat itu Kak Oky termasuk “domba” yang bandel karena lari terus saat akan dilayani.
Kemudian Tuhan ijinkan Kak Oky “dipaksa” lagi terlibat dengan komunitas Youth di gereja ketika papa mamanya menjadi pekerja di sebuah gereja yang baru dirintis. Pelayanan youth pertama di gereja tersebut otomatis menjadikan seluruh anak pengerja sebagai bagian dari “peserta”. Di sinilah Kak Oky dipaksa terjun ke dunia yang waktu itu asing sama sekali baginya, yaitu dunia pelayanan.
Hampir bersamaan, setelah proses “pemaksaan” tersebut, datang undangan persekutuan doa pemuda di kompleks seberang rumah… “Nah kalo yang ini enggak dipaksa sih, kebetulan waktu itu PD-nya diadakan di rumah salah satu model video klip band papan atas yang sering muncul di tv. Karena penasaran, iseng-iseng ikut datang.” Cerita Kak Oky. Tapi justru dari “iseng-iseng” itulah Kak Oky malah “ditangkep” Tuhan. → Continue

Pagi ini aku berjalan menyusuri sebuah taman di pinggir jalan, tanpa tujuan, tanpa arah kemana kakiku kan melangkah, hanya ingin larut dalam kesendirian dan menyepi. Saat kutatap langit biru, aku melihat langit begitu indah. Dihiasi sekumpulan awan putih dan di sela-selanya tampak sinar mentari yang menerobos awan itu, membuat langit terlihat semakin mempesona. Angin yang perlahan berhembus hingga sebagian dahan pohon seakan melambai memberikan salam padaku, sesaat aku terkesima. Hidup ini disertai dengan hal-hal yang indah, tapi kenapa hatiku hampa. Langit yang cerah biru tak seperti hatiku yang mendung kelabu, damainya dunia tak sama dalam hatiku, kenapa aku tak bisa menikmati kepuasan hati seperti ketika aku melihat langit pagi ini? Kubiarkan hatiku perlahan-lahan menjadi beku, kususuri jalan perlahan dengan segala gejolak dihati. Aku tak tahu lagi kemana harus kucurahkan isi hati, tertekan dalam keadaan yang membuatku tak berdaya, aku tak tahu harus bagaimana. Aku kecewa karena hidupku, betapa besar harapanku yang aku pinta padaNya, tapi dia seakan diam membisu, ketika hatiku hancur dan membutuhkan kasihNya, aku tak merasakan kehadiranNya. Aku merasa ditinggalkan, merasa sendiri, dan merasa sepi. Kadang aku tak kuat untuk menghadapi tekanan hidup ini, kenapa masalah harus selalu datang bertubi-tubi, buat aku semakin merasa tak berdaya. Dan ketika aku jadi tak berdaya, aku seakan bosan menerima kebenaran KasihNya.
Eh arti nama Raphael apa sich???

Maybe ada beberapa yang bingung dengan judul tulisan ini.. Yup.. pastilah coz apa maksudnya coba “Marley and Me”. Marley and Me hanyalah judul dari film yang dibintangi si ganteng Owen Wilson and Jennifer Aniston. Sebenernya Marley itu adalah nama seekor anjing lucu di film tersebut. Dirawat sejak bayi oleh sepasang suami istri John and Jenny (Owen & Jennifer). Dalam kehidupan keluarga itu, mereka selalu dapat masalah karena si Marley ini. Marley seekor anjing yang lucu, tapi hiperaktifnya kebangetan. Apa aja dirusakin seperti bantal, perabotan dapur, pipis di karpet, ampe udah dimasukin ke tempat pelatihan khusus anjing, si Marley tetep saja merepotkan dan dikeluarkan dari tempat pelatihan itu.



