Ada yang masih ingat bagaimana rasanya ketika pertama kali bertemu Yesus? Saya dari kecil ikut sekolah minggu dan bayangan pertama tentang Yesus yang saya kenal adalah boneka bayi di palungan. Jenggot palsu yang dibikin pake pensil dan kain yang dililit-lilit. Dan tentu saja anak-anak perempuan yang pake rok berenda sambil membawa tongkat bintang. Entah kenapa dari kecil sepertinya saya sudah ditakdirkan untuk memerankan Yusuf, kalo enggak salah 3x dari SD sampe SMP. Bayangan pertama tentang Yesus bagi seorang anak seperti saya tidak terlalu mengesankan, saya lebih tertarik dengan Simson atau Daud soalnya kalo guru sekolah minggu cerita, ceritanya jadi seru kaya film action. Tapi Yesus selalu muncul sebagai bayi di palungan di kandang domba dan seringkali cuma muncul setahun sekali di malam Natal. Paling enggak saya cuma inget cerita Yesus di hari Natal doang karena itu yang dipentasin.
Tentu saja enggak semua punya kesan yang sama dengan saya mengenai kesan pertama bersama Yesus. Bagi sebagian orang mungkin Yesus adalah Allah asing yang disembah suku lain dengan kebiasaan-kebiasaan aneh seperti naro bayi di palungan,nyari telor di halaman dan pake kalung salib.
Mungkin bagi sebagian orang Yesus adalah gambar di ruang tamu yang sudah turun temurun bersama keluarga. Nama Yesus bukanlah nama yang aneh karena setiap orang yang dilahirkan di keluarganya otomatis menjadi Kristen. Bagi mereka, Yesus adalah bagian dari tradisi yang menyertai merekasejak lahir. Lahir dibaptis, menikah di gereja dan dikuburkan di pemakaman Kristen. → Continue



