
Masa Natal adalah masa dimana dunia berada dalam keadaan yang sangat damai karena sepertinya semua orang menjadi lebih ramah kepada sesamanya. Sepertinya kebanyakan orang Kristen berubah menjadi orang Samaria yang baik hati di minggu-minggu bulan Desember. Sesudah bulan Desember sepertinya hati yang berapi-api menyambut kelahiran Yesus dan kepedulian terhadap sesama itu menghilang perlahan-lahan.
Tuhan selalu bekerja dengan cara yang misterius lewat berbagai situasi dan lewat orang-orang yang paling tidak diharapkan untuk mengingatkan umatNYA bahwa orang Samaria tidak hanya muncul di bulan Desember dan beralih kewarganegaraan selama bulan Januari sampai November. Paling tidak itulah yang saya alami ketika Tuhan mengajar saya mengenai kepedulian terhadap sesama bukan di malam Natal melainkan di suatu hari di bulan Agustus.
Waktu itu saya dan pasangan saya pergi ke MacDonald, begitu sampai di pintu masuk ternyata ada seorang anak yang berjualan koran sore duduk berjongkok di dekat pintu menawarkan koran ke orang-orang yang masuk. Hujan tadi sore tampaknya sempat mengenai koran-korannya karena koran-korannya tampak lembab jadi tentu saja tidak banyak orang yang membeli. Karena kasihan kami beli satu lembar koran dari anak itu. Di dalam MacDonald kami membeli kentang dan Coca Cola untuk 2 orang. Hati ini rasanya tidak tenang karena memikirkan anak tadi yang mungkin belum makan dari tadi sementara kami sendiri membeli kentang hanya untuk mengisi waktu. Akhirnya kentang tadi kami berikan ke anak itu 1 porsi dan porsi sisanya kami makan berdua. Di sinilah Tuhan membuka kelasnya dan memanggil kami untuk belajar dari anak penjual koran tadi. → Continue



