Cari Domba atau Curi Domba ??

Category : Simply Articles

bdf45de2Pastinya banyak yang udah pernah denger kisah mengenai domba yang hilang, dimana sang gembala memiliki 100 ekor domba, bilamana ada satu yang hilang, sang gembala akan berusaha mencari yang satu itu dan saat menemukannya dia akan menggendong dan meletakannya di atas pundaknya dengan sangat gembira.

Cerita di atas pastinya sudah sangat sering kita dengar, baca dan menjadi tema ibadah. Kalau seandainya cerita di atas agak direvisi mungkin akan jadi begini critanya :

Suatu hari, seorang gembala yang memiliki 100 ekor domba sedang memasukan domba-dombanya ke dalam kandang setelah dibawa seharian untuk digembalakan di padang rumput yang segar. Dengan senang dan sembari sesekali meniup serulingnya dia menghitung satu per satu domba-dombanya. Satu hingga sepuluh, sepuluh hingga lima puluh, lima puluh hingga sembilan puluh. Kagetlah sang gembala ketika didapati kalau ternyata dombanya hilang satu, hanya tinggal 99 ekor. Panik dan sangat cemas seketika langsung melanda perasaan sang gembala. Gundah gulana dan bingung, itulah yang ada di pikiran sang gembala. Dia mengingat-ingat dimana terakhir dia menggembalakan dombanya, dicarinya di padang rumput tempat dia menggembalakan, tidak juga ketemu.

Dia menyisir sepanjang jalan, takutnya dombanya mungkin tertinggal, tetapi tetap tidak ketemu. Setelah beberapa lama hampir putus asa karena mencari dombanya. Dan tiba-tiba dia melihat kandang lain yang jauh lebih bagus dan nyaman dari kandangnya. Dia melihat gembala lain yang juga sedang memasukan dombanya. Dan karena merasa melihat domba kesayangannya, hanya merasa saja, tanpa bertanya dan tanpa permisi dengan gembala yang lain itu, dia diam-diam mengambil domba yang menurutnya adalah punya dia, menggendongnya dan bersukacita karena dia telah menemukan dombanya.

Padahal, tidak beberapa jauh dari kandang itu, ada suara rintihan diselingi dengan ringkikan seekor domba yang sedang terluka dan berada di pinggir jurang yang sedang terlilit sebuah tanaman berduri yang menyakitinya, hampir mati !!!

Sebelum melanjutkannya lagi, yah ijinkan saya minta maaf yah, karena telah membuat revisi sendiri cerita itu. Cerita itu sungguh hanya karangan saya dan imajinasi saya, kalau ada pihak-pihak yang tersinggung di dalamnya saya mohon maaf….hehehehhe…

Dan yang saya maksudkan dengan gembala bukanlah Yesus sang gembala agung kita, karena takkan mungkin Dia berbuat sedemikian. Itu adalah gembala-gembala atau mungkin yang mengaku dirinya adalah gembala-gembala yang terkada lupa bahwa ada sebuah teladan yang ditinggalkan oleh Gembala Agung kita yaitu Tuhan Yesus. Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada yang tersinggung nih. Tulus, dari dalam hati.

Mungkin cerita di atas agak nyeleneh dan sangat melenceng dari cerita sesungguhnya. Latar belakang, tokoh, alur cerita bahkan tema ceritanya mirip, yang berbeda adalah akhir dan pesan yang disampaikan. Satu-satunya alasan mengapa aku tertari untuk sedikit menggubah cerita di atas adalah keprihatinan saat melihat banyaknya kejadia-kejadian seperti cerita di atas dalam Kekristenan masa kini. Tujuan utama untuk selamatkan jiwa, untuk cari domba, untuk menyelamatkan bahkan menggendong domba, telah berubah.

Satu-satunya pertanyaan di dalam hati saya mengenai gereja adalah, mengapa dengan gereja yang begitu banyak dan majemuk, tetapi anak-anak Tuhan tetap menjadi minoritas di Indonesia ini. Dalam arti mengapa dengan gereja yang demikian banyak dan majemuk masih belum dapat melaksanakan amanat agungnya secara penuh, targetnya adalah seluruh dunia. Justru yang terlihat adalah adanya perpecahan antara greja-greja, bahkan di dalam gerejanya sendiri.

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Matius 8:20

Sahabatku memberikan jawaban atas ayat ini begini :

“Gimana Anak Manusia bisa meletakan kepala-Nya, kan tubuhnya aja blum menjadi satu.”

Bener juga yah, kita sebagai tubuh Kristus, bukannya mengutamakan kesatuan tubuh Kristus, tetapi sibuk “memperindah” gereja/komunitas kita masing-masing. Bukannya menghargai perbedaan yang ada, tetapi sibuk menyamakan bahkan mempersalahkan perbedaan yang ada. Inikah yang kita sebut dengan kesatuan tubuh Kristus.

Tujuannya adalah selamatkan jiwa, tapi bukan dari jurang ataupun semak belukar, melainkan dari “kandang” lain, dari gembala lain. Waduh… bahaya banget, inikah yang namanya cari jiwa, bukannya lebih tepat di sebut curi jiwa ? Padahal sadarkah kita, saat kita sudah putus asa cari domba yang tersesat, yang akhirnya membuat kita ngelirik ke gembala dan kandang lain, dan merasa memiliki domba itu, akhirnya menggendong domba itu menuju ke kandang kita. Justru sebenarnya saat itulah domba yang benar-benar kita cari, yang benar-benar membutuhkan kita, benar-benar sedang terluka dan sedikit lagi akan jatuh ke jurang. Domba itu yang membutuhkan. Dan tanpa sadar fokus kita telah berubah, bukan lagi kepada domba yang memerlukan kita, tetapi lebih kepada untuk memenuhi jumlah tertentu, “biar genap”.

Guys, Tuhan kita adalah Tuhan yang universal. Tuhan terlalu besar untuk bisa dibatasi dengan gereja tertentu, dibatasi oleh denominasi tertentu, dibatasi oleh cara-cara tertentu, dibatasi dengan hamba Tuhan atau pendeta tertentu, bahkan dibatasi dengan mengatasnamakan interdenominasi. Tuhan telalu besar untuk semua itu, dan betapa piciknya kita kalau kita menggangap dan mengadakan pembatasan-pembatasan itu.

Saya sangat like this dengan statement dari sahabat saya yang bilang begini “Saya perlu tekankan kepada gereja-gereja dan persekutuan tertentu yang “mencari jemaat” ke komunitas rohkris sekolah-sekolah. Jangan jadikan anak-anak muda ini sebagai komoditas cuci otak kalian. Cara kalian mulai melenceng dari etika pelayanan! Membuat mereka pulang malam, bertengkar dengan ortu, pengajaran yang aneh-aneh, bagi saya itu bukan bayar harga atau radikal. Ayo bangkit adik-adikku, berdiri teguh dalam pengajaran yang benar!”

Hai para gembala-gembala, ingat bahwa cari domba bukanlah curi domba. Cari domba yang memang benar-benar sangat membutuhkan, cari domba yang sedang berada di pinggir jurang, bukannya di “kandang” sebelah. Dan perlu diingat bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan milik sebuah gereja, milik sebuah komunitas atau sebuah denominasi. Dan ngga ada yang namanya gereja yang lebih “nyata” Tuhannya, gereja yang lebih “kudus” dan pernyataan lain. Semua gereja adalah tubuh Kristus, walaupun berbeda-beda, semuanya adalah penting dan harus menjadi satu rangkaian tubuh, supaya Anak manusia dapat meletakan kepalaNya.

Like This :

“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” — demikianlah firman TUHAN. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya.

Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.

Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.  (Yeremia 23:1- 4)

By : KSW

This is an Emergency

1

Category : inFOStainment

Ada sebuah lagu yang dulu pernah saya dengar di radio, judul lagunya Tears of the Saints, dinyanyikan oleh grup band Kristen asal Amerika – Leeland. Dari awal mula liriknya, lagu ini telah membuat saya terdiam dan meneteskan air mata. Beberapa hari yang lalu saya enggak sengaja menemukan lagu ini lagi di Youtube. Dan mendengarkan lagu ini kembali membuat saya meneteskan air mata sama seperti saya pertama kali mendengarnya.

FOSters, saya percaya Tuhan berbicara melalui banyak hal melalui hidup kita, Ia berbicara melalui Firman Tuhan yang kita baca, Ia berbicara melalui khotbah yang kita dengar, Ia juga bisa berbicara melalui teman-teman kita, buku yang kita baca, bahkan sebuah lagu yang kita dengar. Dan saat mendengar lagu ini – Tears of the Saint dari Leeland. Saya tahu Roh Kudus sedang menyentuh hati saya dengan cara yang paling lembut.

Lirik lagunya sendiri menceritakan tentang banyaknya jiwa-jiwa yang hilang dan yang belum diselamatkan hingga membuat para orang-orang kudus meneteskan air mata. Kadang kita enggak terlalu banyak berpikir tentang orang-orang di luar sana yang belum pernah mengenal Yesus, kadang kita berpikir untuk ngurusin hidup kita sendiri yang sering jatuh bangun dalam dosa aja udah sulit, apalagi mau memberitakan keselamatan ke orang lain? Ribet ah! Tapi satu baris kalimat di lagu ini membuat saya terhenyak – This is an Emergency..

Guys, ini bukan waktunya lagi kita santai-santai dan mikirin hidup kita sendiri aja, berapa banyak kabar kematian di Indonesia setiap hari? Dan di antara orang-orang yang meninggal tersebut berapa banyak yang belum pernah mendengar tentang Yesus? Berapa banyak anak-anak muda yang kehilangan pengharapan dan enggak tahu harus kemana? Dan mereka pun belum pernah mendengar pengharapan di dalam Yesus! Kenapa? Karena enggak ada yang memberitakannya kepada mereka..

This is an Emergency.. Ini keadaan yang gawat..

Bapa ingin kita merasakan hati-Nya.. Kerinduan-Nya melihat anak-anak-Nya yang terhilang kembali pulang. Guys, maukah kita mengajak mereka yang terhilang datang kembali kepada Tuhan?

There are tears from the saints

For the lost and unsaved

We’re crying for them come back home

We’re crying for them come back home

And all your children will stretch out their hands

And pick up the crippled man

Father, we will lead them home

Father, we will lead them home


Jam Pasir Kehidupan

1

Category : Simply Articles

sand-glass_3

Di kamarku terdapat sebuah jam pasir, pemberian dari sahabatku pada saat natal tahun lalu. Tadinya jam itu hanya bermakna pemberian dari sahabatku, yang harus aku jaga dan rawat. Hingga malam ini, aku mendapatkan makna yang mendalam dari jam pasir itu.
Selama ini aku belum pernah mengukur berapa menit jam pasir itu akan jalan. Menaburkan pasir demi pasir melalui celah kecil itu hingga habis. Yah aku pikir buat apa melakukan hal tersebut, kurang kerjaan aja, toh itu juga cuma pajangan doank kan.

Lalu aku membayangkan seandainya waktu hidupku seperti jam pasir itu, yang sama sekali aku tak sadari berapa banyak waktu yang diperlukan dan bahkan tersisa di dalam hidup ini. Butir demi butir pasir kehidupan itu telah meluncur ke bawah, menandakan bahwa ada sebuah waktu yang telah terpakai, telah habis. Sampai pada suatu saat pasir tersebut habis, dan akhirnya kita bilang “ULANG” ke Tuhan, karena waktu itu begitu kita sia-siakan.

Mungkin kalo yang dimaksud adalah jam pasir yang ada di kamarku, bisa kali yah dibolak-balik, bisa jadi penuh lagi pasir itu dengan kita membaliknya. Mau ampe bosen bolak-balik tuh jam pasir juga ga ada yang ngelarang.

Tapi gimana dengan jam pasir hidup kita, bisakah kita bolak-balik, bisakah kita “paksa” Tuhan mengulang kehidupan kita, atau mengembalikan masa lalu kita. Aku sih percaya Tuhan bertahta di atas segalanya bahkan waktu, tapi Tuhan engga mau, karena kekekalan hanya ada di 2 tempat, yaitu surga dan neraka, hidup kekal dan kematian kekal.

Dengan keteraturan mengenai waktu dan ke-engga-mauan Tuhan untuk membolak-balik waktu, ajah kita sering tidak menghargai waktu kita, gimana kalo kita tinggal di dunia yang tidak ada batasan waktunya. Wah semakin tidak menghargai waktu kita.

Coba kita renungkan bareng yuks, seandainya kita terbangun dengan jam pasir pajangan dihadapan kita, yang ternyata sudah habis pasirnya ke bawah semuanya, mungkin kita akan cuek dan bahkan tidur lagi.

Tetapi jika yang habis adalah jam pasir kehidupan kita, apakah yang akan kalian sesali ??

By: K.S.W

Zoom@FOSters – Henri Harianja

2

Category : Zoom@Fosters

Setelah sebelumnya di Zoom@FOSters kita berkenalan dengan Yoseph K. Tandian alias Oceph. Nah sekarang kita berkenalan nih sama salah satu FOSters yang juga menjadi pendiri awal FOS Community. Bahkan awalnya FOS Community terbentuk dari persahabatan kedua orang ini Oceph dan Henri.. Ohya kebetulan juga tanggal 9-9-9 kemarin Henri baru aja ultah looh… Oke deh kita langsung simak aja yuk tulisan dari Henri yang ngomongin tentang Masa Muda *maklum baru tambah tua soalnya^^

***

n659183963_1496515_3697461Halo bro sist yang lagi baca, apakah anda termasuk anak muda? Jiwa muda? Kalau jawabannya Ya, selamat karena anda berada pada masa terbaik dalam hidup. Kalau jawabannya TIdak, apakah nama anda Slamet? Kalau jawabannya Ya, slamet, oii slamet, kan anda biasa dipanggil Slamet XD. Apakah anda sudah mengenal Tuhan Yesus, mengakuiNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Kalau jawabannya Ya, SELAMAT karena anda benar-benar SELAMAT. Kalau jawabannya Tidak, cari dan kenali Dia karena ada hal terbesar yang sanggup Dia berikan, Keselamatan. Yup, that’s the greatest gift ever.

Omong-omong tentang masa muda, anak muda biasanya suka melakukan hal-hal yang “gila”, artinya hal yang ngga biasa. Anak muda mampu melakukan hal seperti itu lantaran banyak “energy” yang tersimpan dan kalau waktu dan tempatnya tepat, energy tersebut meledak dan memberikan dampak yang ruarrr biasa, setuju? So, marilah kita berbangga karena kita tergolong anak muda yang punya potensi besar yang siap meledak.

Masa muda gini, enaknya ngapain yah? Terdengar beribu jawaban dari pikiran kita masing-masing. Stop egoisme sampai disini. Terlalu banyak anak muda yang mencari kesenangannya sendiri and tau-tau dah tua, nasihatin cucu “cu..uhuk uhuk..kamu masih muda bgini bgono dst..”.

Apa sih yang harusnya dilakukan semasa muda?

Pertama, anak muda, artinya muda dan belum matang. Tuntutlah ilmu sedalam-dalamnya dan jangan malas. Seorang muda perlu diisi dengan ilmu sama seperti seorang prajurit yang akan perang perlu memahami teknik berperang. Belajar adalah proses berkesinambungan yang tak pernah berhenti. Sumber ilmu, darimana? Jawaban umum adalah buku, dan bahan-bahan lainnya. Tapi yang perlu diingat, orang tua di sekitar kita, itulah sumber ilmu yang malah sering dihindari. Berapa banyak anak muda yang ngga mau kumpul ato ngobrol dengan orang tua? Mari kita belajar peka dan semakin berhikmat.

Lebih jauh lagi, persiapkan masa depan adalah tugas wajib seorang muda. Jangan jadi tipikal orang yang “mengalir”. Mari kita berani bermimpi, letakkan di kaki Tuhan semua mimpi-mimpi itu, buat perencanaan yang baik dan kejar impian itu. Ada kalanya salah satu impian ngga tercapai, kalau kita sudah berserah dan letakkan di kaki Tuhan dijamin kita ngga jadi down.

Kedua, anak muda, artinya anak. Seorang anak perlu dibimbing oleh orang tuanya. Di setiap sisi kehidupan seorang anak muda, perlu hadir sosok pembimbing. Entah itu hal rohani maupun tidak, seorang pembimbing tentunya akan membimbing (bukan mengatur) agar seorang muda dipastikan melakukan yang terbaik. So, pastikan kamu punya pembimbing dan selalu ingat pembimbing agung kita, Roh Kudus.

Ketiga, anak muda, artinya mudah. Kita pasti setuju klo dibilang anak muda adalah orang yang labil. Yup, seorang muda mudah untuk bgini dan bgitu, misal mudah marah karena hal kecil. Mari kita belajar menguasai diri. Amsal 16:32 bilang “orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

And when time comes, you’ll do great. Mari minta tuntunan Roh Kudus untuk jadi seorang muda yang powerfull and “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Biodata Singkat :

Nama : Henri Harianja

TTL : Jakarta, 9 September 1985

Sekolah / Kuliah / Kerja : SMAN 12 Jakarta/ Ilmu Komputer IPB angk.2004 / mitrais

Email / FB / YM / blog: henry.harianja@gmail.com / facebook.com/henrihnr / bigger_owe@yahoo.com / henrihnr.wordpress.com

Hobi : Baca, Nulis, Denger & Main Musik, Programming, Bcanda, Tidur, Nonton

Ayat Fav : 1 Alkitab, semua cerita di alkitab menarik sih, ada jaman purba, kerajaan ampe Kau adalah sahabat-Ku jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.(Yoh 15:14)

Tujuan Hidup : Melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati my beloved Father, doing my best minute to minute.

Mimpi Terbesar : suatu saat, gw akan menjadi seorang technology expert. I’ll bring my mom to via dolorosa :D.

Makna Persahabatan : mewarnai setiap sisi kehidupan, memberi rasa.

About me these days : setahun merantau di Bali, menikmati jadi jemaat GBI Rock Kuta.

What Others said about Henri…. → Continue

Surat Pembaca : Keluhan Untuk Rumah Sakit

Category : Pojok Tukang Bakmi

envelopeKepada redaksi, saya adalah seorang pasien yang menderita sakit parah dan datang berobat ke rumah sakit X di kota Y. Ternyata saya menemukan banyak hal yang membuat saya jadi malas datang lagi ke rumah sakit. Surat pembaca ini saya buat bukan untuk menjelekkan nama rumah sakit tapi dengan harapan rumah sakit X bisa menjadi lebih baik dan lebih banyak pasien yang datang dan disembuhkan.

Ketika saya pertama kali datang ke rumah sakit X, saya cukup senang karena saya disambut dengan baik. Perawat dan suster menyalami saya bahkan memberikan saya suvenir. Seorang administrator yang sopan menanyakan nama dan alamat saya dan mencatatnya di komputer. Beberapa di antara mereka menyempatkan diri mengobrol sedikit dengan saya. Tapi kegembiraan saya itu tidak berlangsung lama karena semua sambutan itu hanya di pintu masuk saja, sesudah itu saya dibiarkan sendiri di pojok aula. Bahkan ketika saya kembali lagi ke rumah sakit minggu depannya untuk pemeriksaan rutin, dokter dan perawat sibuk menyambut pasien lain yang baru masuk tapi hanya memandang sekilas kepada saya. Mungkin saya memang terlalu manja, tapi sejujurnya saya mengharapkan sambutan itu tidak hanya di pintu masuk dan hanya pada kunjungan pertama. Bagaimanapun, saya sakit parah dan saya membutuhkan seorang perawat atau dokter yang menemani saya dan mengatakan kalau saya akan baik-baik saja, saya akan menerima obat, penyakit saya akan dihilangkan dan tubuh saya dipulihkan. Saya takut akan penyakit saya, saya takut akan kematian dan yang saya butuhkan bukanlah senyum manis, sekotak suvenir dan kartu anggota rumah sakit. Yang saya butuhkan adalah seorang perawat yang akan menemani dan menenangkan saya dan meyakinkan saya bahwa saya akan disembuhkan. → Continue

Evangelism Minded

Category : Simply Articles

evangelism mindedHai FOSters! Enggak terasa yah udah bulan September nih.. Dan di bulan September Sukacita ini FOS akan ngebahas tentang Evangelism Minded! Eh, apaan tuh Evangelism Minded??

Pernah denger enggak istilah seseorang yang Health Minded? Health Minded itu artinya seseorang yang gaya hidupnya peduli terhadap kesehatan. Jadi kalo misalnya orang itu memilih makanan pasti memilih makanan yang baik untuk kesehatan, kalo beraktivitas sebisa mungkin aktivitasnya juga berorientasi untuk kesehatan.

Nah berarti orang-orang yang Evangelism Minded adalah orang-orang yang gaya hidupnya peduli terhadap Penginjilan donk??? Yup! Bener banget tuh! Bulan ini kita mau bahas secara khusus mengenai penginjilan sebagai gaya hidup! Waaa beberapa diantara kalian mungkin langsung males bacanya yah.. Alergi ah alergi denger penginjilan. Kayanya enggak cocok banget sih kata ‘anak muda’ sama kata ‘penginjilan’ daripada ngomongin Evangelism Minded, mendingan ngomongin Facebook Minded atau Twitter Minded deeh.. Hehehe..

Wuitss… Jangan males dulu donk.. Kalian harus tau dulu kenapa yang namanya punya gaya hidup yang peduli terhadap penginjilan itu penting. Karena setelah kalian tahu pentingnya penginjilan baru deh kalian bisa memutuskan. → Continue