Kisah mengenai seorang pengacara terkenal yang selalu memenangkan kasusnya… Semakin sukses, ia menjadi pengacara yang semakin licik, Hingga suatu saat Tuhan melakukan sesuatu terhadap hidupnya.. Sebuah kecelakaan menimpa putrinya…. putri kesayangannya… → Continue
Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles
Satu langkah maju, tiga langkah mundur..
Jantung yang berdegup kencang, tangan yang berkeringat dingin…
Padahal pintu itu jaraknya hanya beberapa meter, pintu yang sering didatangi dan dilaluinya setiap hari, jarak yang seharusnya tidak membuat tubuhnya lelah dan kakinya berat.
Tapi hari ini, beberapa langkah itu terasa sangat berat dan….ya, sedikit menakutkan.
Bagaimanapun , dibalik pintu itu berdiam seorang raja, rajanya!!
Dan hari ini dia tidak datang untuk memujinya atau membawakan persembahan ataupun menceritakan berita baik…tapi hari ini dia datang untuk mengacungkan jari tangannya dan menunjuk sang raja…
Untuk menghakimi kesalahan raja..rajanya sendiri!!
Bagaimana kalau raja marah dan membunuh dirinya? Ini bukan pertama kalinya dia mendengar dan melihat raja membunuh seseorang.
Bagaimana jika raja memutuskan kalau dia pembohong kurang ajar dan memenjarakannya?
Bahkan sekalipun dia menceritakan kesalahan raja yang didengarnya kemarin malam, siapa yang akan percaya? Raja yang membawa masa keemasan bagi bangsanya atau dia, pelayan raja? Siapa yang akan dipercaya rakyat? Tanpa perlu dipikir pun dia tau jawabnya, karena kalau dia sendiri dihadapkan pada pilihan yang sama,dia akan memilih untuk lebih percaya kepada perkataan raja daripada perkataannya sendiri.
Dan itulah yang membuat kakinya berat, bukan karena ketakutan, tapi kesedihan dan…kekecewaan.
Raja yang dihormatinya…raja yang dikaguminya..
Bertahun-tahun dia mendengar cerita kepahlawanan raja, bahkan menyaksikan beberapa di antaranya. Dia mengetahui setiap titik naik turun dalam kehidupan sang raja..
Kesedihan,keberanian,perang,konflik,dan bahkan cerita cinta sang raja.
Seperti semua rakyat bangsanya, dia sepakat tidak ada raja lain yang lebih pantas untuk menjadi raja selain raja di balik pintu yang akan didatanginya.
Dan karena itu, berita yang diterimanya tadi malam terasa sangat menyakitkan, pengkhianatan yang luar biasa. Bagaimana mungkin sang raja,rajanya!! ,sanggup melakukan hal itu?
Bagaimana mungkin seorang pemimpin luar biasa sanggup melakukan hal seperti itu? Perbuatan berdosa yang hanya dilakukan orang yang tak ber-Tuhan?
Masih pantaskah rajanya menjadi seorang pemimpin?
Dan kekecewaan memberatkan kakinya…tapi tugas menggerakkan kakinya..dan dia melangkah maju dan membuka pintu….
“Engkaulah orang itu”………….Daud terkejut
“Aku sudah berdosa kepada Tuhan”……….Nathan terkejut!!
Beban berat terangkat dari pundaknya…dan bola besi yang memberatkan hatinya terlepas…
Rajanya tidak mengkhianati dirinya…
Nathan menyadari kalau rajanya hanyalah seorang manusia biasa yang bisa berbuat salah, Berapapun banyaknya lagu kepahlawanan yang ditulis rakyatnya untuk Daud, Daud tetaplah manusia biasa.
Kenyataan yang terpampang di depan matanya..Daud yang mengakui dosanya dan menangis meminta ampun menyadarkan Nathan akan kemanusiaan Daud.
Tapi, berapa kalipun Nathan melihat kemegahan Daud saat kembali dari perang, dia tidak pernah melihat kemegahan seorang raja melebihi kemegahan yang dilihatnya saat ini…kemegahan seorang raja yang berlutut dan menangis mengakui kesalahannya.
Berbuat salah adalah hal manusiawi..tapi mengakui kesalahan,meminta ampun dan bertobat adalah kualitas surgawi yang hanya dimiliki orang – orang yang bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.
Dan Nathan melayani Daud seumur hidupnya
Dan Daud mempercayai Nathan sampai hari tuanya.
( diambil dari 2 Samuel 12 )
Cerita di atas tentu saja hanya rekaan dan dramatisasi dari kejadian sebenarnya. Kita tak akan pernah tahu bagaimana perasaan nabi Nathan saat mendatangi Daud. Yang kita tahu hanya Nathan cukup bijaksana dan peka untuk tidak mempermalukan Daud dengan menuduhnya langsung tapi memakai cerita pendahuluan.
Alkitab tidak banyak membahas bagaimana hubungan Nathan dengan Daud, apakah mereka bersahabat atau tidak.
Yang kita tahu, Nathan cukup mengenal Daud dan kehidupannya karena Nathan adalah orang yang menulis riwayat hidup Daud,dan juga anaknya Salomo, di Alkitab. ( 1Taw 29:29 , 2 Taw 9:29 )
Dan kita tahu bahwa Daud terus mempercayai Nathan bahkan sampai hari tuanya. Ketika Nathan datang membawa kabar mengenai pengkhianatan anak Daud sendiri, Adonia, Daud mempercayai dan tidak meragukan perkataan Nathan. Sekalipun yang dibicarakan Nathan adalah anaknya sendiri ( 1 Raja-raja 1:23-27).
Seandainya Daud punya Facebook, Nathan pasti termasuk salah seorang BFF – nya.
Kenapa ? Karena “ seorang kawan memukul dengan maksud baik ….“ ( Amsal 27 : 6 )
Jadi…jangan ragu untuk “pukul memukul“… ^^
PS : Kalo ada yang ga tau artinya BFF apa karena jarang pegang fesbuk ( saya salah satunya, punya fesbuk cuman ikut-ikutan), BFF itu singkatan dari Best Friend Forever
Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community
Category : Simply Articles
Tidak ada yang instan di hidup ini, semua butuh proses, Setuju?
Aahh…..ngga juga kok, buktinya ada mie instan, bubur instan, kopi instan, de el el. Brarti ada yang instan donk ?
Guys, aku punya pengalaman nih sama yang namanya mie instan. Siapa sih yang ngga pernah makan mie instan ?? aku yakin walaupun jarang tapi pasti pernah donk.
Jadi begini ceritanya, pada siang hari tiba-tiba aku merasa laper banget, ternyata begitu aku ke meja makan ngga ada satupun lauk yang tersedia. Yang ada cuma kecap doank, pengen bikin mie instan, tapi males banget harus nyalain kompor, panasin air, terus nungguin sampai mienya mateng, udah gitu ditambah rasa kantuk yang tak tertahankan juga lagi.
Dan akhirnya karena rasa laper, ditambah rasa ngantuk dan ditambah lagi ekstra males, mie instan itu langsung deh aku makan tanpa dimasak. Caranya adalah remes-remes itu mie, tuang bumbunya di dalamnya trus di makan deh, nyam..nyam..nyam.. (persis cara makan Anak Mas deh…), yah lumayan lah buat ganjel perut dan lagian aku juga suka asin-asin gimana gitu.
Setelah makan mie instan tanpa dimasak terlebih dahulu, malamnya badanku panas dingin, meriang, dan lidah masih mati rasa karena rasa asin luar biasa dari bumbu mienya. Besoknya, yah aku harus merelakan hariku dengan hanya terbaring lemah di atas tempat tidur deh, dan itu semua cuma gara-gara males bikin mie! Waduh.
Perhatiin deh, walaupun ada yang namanya mie instan, bubur instan dan makanan instan lainnya, tetap saja butuh proses untuk membuatnya. Kalopun kita mengambil jalan cepat, ngga mau repot, yah jadinya kayak aku tadi langsung panas dingin, resiko tanggung sendiri.
Ada proses untuk segala sesuatu. Saat kita meminta sama Tuhan untuk menjadi orang yang sabar, Dia memberikan orang-orang yang ngeselin di sisi kita. Saat kita meminta kepintaran, Dia memberikan soal-soal ribet dan guru/dosen-dosen killer. Saat kita meminta keluarga harmonis, justru yang kita dapatkan adalah papa dan mama yang semakin sering berantem. Saat kita meminta pasangan hidup, justru Dia kasih waktu yang kadang cukup lama untuk kita men-jomblo dulu. Ada apa sih sebenarnya Tuhan, apa Engkau ngga dengar secara jelas permintaan aku yah, atau permintaan aku kelewatan dan terlalu muluk-muluk, atau jangan-jangan Engkau salah jawab doa kali… ahhh Tuhan, gimana sih..
Seberapa dari kita pernah bilang seperti itu sama Tuhan, mempertanyakan eksistensi Tuhan, dan meragukan cara kerja Tuhan.
Aku terlalu yakin bahwa Tuhanku adalah yang paling the best deh, ngga akan pernah salah jawab doa kita. Tuhan bukan cuma mau kita jadi sabar, tapi Dia mau melihat kita melewati proses menjadi sabar. Tuhan bisa memberi kita kepintaran seperti Salomo dan Daniel, tapi Dia lebih mau melihat proses kita menjadi belajar dengan mengandalkan Dia selalu. Tuhan bisa aja buat mukjizat di keluarga kita, tiba-tiba papa dan mama kita menandatangani perjanjian damai seumur hidup, tetapi Dia lebih tertarik untuk menjadikanmu juru damai di dalam keluargamu. Dan Tuhan sangat mungkin memberikan pasangan yang sepadan, seimbang, cantik/ganteng, yah pokoknya yang perfect -lah langsung di hadapan kita, tapi Dia lebih suka membuat kita memastikan bahwa kita melibatkan Dia dalam proses memilih pasangan hidup. Segala sesuatu ada prosesnya, segala sesuatu butuh proses, dan sebuah proses menghasilkan sesuatu. That’s the Point.
So guys, latih diri kita untuk melakukan sebuah proses, biasakan diri kita untuk menikmati sebuah proses, dan buatlah setiap proses di hidup kita menghasilkan sesuatu yang berharga. Karena hidup terdiri dari serangkaian proses yang harus kita jalani, dan melalui proses itulah kita semakin menyadari dan menghargai bahwa kita hidup.
“Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut KehendakNya.”
1 Yohanes 5:14
By KSW_FOS Community
Category : FOSters Creativity, inFOStainment
coba lihat!
ada apa di balik pintu?
mungkin hal yang sangat menyenangkan
atau juga yang menakutkan
dalam tiap bagian, pastikan kamu melaluinya tanpa penyesalan
jangan paksa membuka pintu yang bukan milikmu
bukankah setiap manusia memiliki pintu masing-masing?
dan jangan memaksa untuk mengintip pintu yang bukan pintumu
karena dengan demikian kamu menjadi si sok tahu, dan percayalah, kamu akan iri dengan apa yang kamu intip
buka matamu lebar
bersiap untuk kejutan!!
siapkan tangan untuk tanggung jawab baru yang akan dipercayakan padamu
siapkan kaki untuk rute yang akan kamu jalani
siapkan air mata yang akan tumpah pada bantalmu
siapkan senyum untuk bunga-bunga merah jambu yang akan merekah pada harimu
siapkan saja!
karena kamu tak pernah tahu apa yang akan terjadi
jangan ingat apa yang sudah diambil darimu
namun tetap syukuri apa yang tersisa bagimu
dan nantikan yang akan disiapkan untukmu
karena bila kamu terus mengingat yang sudah tak ada, yang sudah diambil, maka perjalanan hidupmu adalah perjalanan yang menakutkan, karena pada akhirnya semua yang ada padamu akan tiada
tapi akan menjadi berbeda bila kamu tetap bersyukur dengan apa yang masih tersisa dan yang akan disiapkan bagimu
pada ujung hari, kamu akan tersenyum walau telah kehilangan banyak hal
karena kamu akhirnya akan menemui Dia yang mempunyai segalanya dalam hidupmu
dan walaupun semua sudah tiada, ingatlah, kamu masih memiliki Yesus!
ada apa di balik pintu?
menyenangkan atau menakutkan
adalah hal yang harus kamu lalui
percaya saja!
pintu yang disiapkan-Nya adalah masa depan yang membawamu pada kemenangan
Ditulis Oleh ENS_FOS Community
Beberapa hari yang lalu, aku dapat tugas khusus dari papa yaitu membereskan gudang rumah, karena kecium bau bangkai dari gudang. What, beresin gudang, apa ngga ada special force yang lain sih, aduhhh….
Yah, bagiku tugas rumah yang pualing berat yah itu, beresin gudang. Membayangkannya aja udah membuat malas dan cape. Ruangannya kecil sih, yah dulunya adalah kamar tidur untuk pembantu, tapi berhubung sudah tidak menggunakan pembantu lagi jadi dialihfungsikan untuk menjadi gudang. Berantakannya minta ampun deh, mana berdebu, banyak tumpukan-tumpukan nggak jelas, dan pastinya pengap dan berbau menyengat.
Dengan ogah-ogahan, aku bersiap untuk beresin gudang. Terbayang bahwa bakalan seharian dan yang pasti badan pasti lelah bukan main, yah agak sedikit menggerutu juga sih. Tapi ternyata, gudang sudah seperempat bersih, dan ternyata papa sudah menemukan bangkai tikusnya semalaman, jadinya aku hanya tinggal membersihkan sisa-sisanya dan yang ¾ lagi. Tapi yah tetep aja itu gudang masih berantakan.
Aku bingung mau mulai dari mana, mau ngapain dulu. Akhirnya sejenak aku berpikir, dan akhirnya aku mulai keluarkan semua kardus-kardus dan barang-barang mulai dari yang kecil sampai gede. Lumayan banyak dan menguras keringat juga sih. Dan setelah gudang sudah kosong, mulai terlihat awal dimana aku bisa membereskan gudang. Sebenarnya ruangan itu cukup bagus dan layak untuk ditinggali, hanya saja karena banyak barang-barang bekas dan berdebu menjadikan kesan ruangan itu sangat jorok.
Aku mulai dengan menyapu debu dan kotoran, membersihkan sarang laba-laba yang menempel, lalu mengepel lantainya dan sedikit menyiram dengan karbol. Aku beristirahat sejenak sembari menunggu lantai kering, dan ternyata ruangan itu menjadi bersih dan indah lagi setelah di sapu dan di pel, dan wangi lagi. Tapi tugasku belum selesai, masih ada setumpuk barang yang harus dipilah-pilah untuk dibuang, dan kembali memasukan barang yang masih bisa disimpan dengan rapi. Akhirnya tanpa terasa selesailah tugas itu, dan aku cukup puas dengan hasil kerjaku, ditambah dapat pujian juga dari papa. Ternyata membersihkan gudang tidak serumit, selelah dan semalas yang ada dipikiranku.
You know guys, hidup kita seperti ruangan yang yang harus selalu dibersihkan secara berkala. Ruangan yang awalnya bersih, kinclong, dan harum, tiba-tiba menjadi dekil, kotor dan sangat penuh dengan berbagai hal-hal yang memenuhi hidup kita. Sampai suatu titik kita merasa bahwa hidup kita sedemikian rumit, sedemikian kotor, sedemikian berbau, dan kita sangat malas untuk membersihkannya. Masalah demi masalah, kenangan demi kenangan, hal baik maupun buruk, dan juga berbagai-bagai persoalan memenuhi hidup kita seperti barang-barang yang menumpuk di gudang itu. Hingga suatu saat dengan frustasi kita bilang “ STOP !!!”
C’mon guys, klo gudang aja yang sedemikian kotor dan jorok bisa menjadi bersih dan wangi lagi setelah dibersihkan, apalagi kehidupan dan hati kita. Serumit apapun, sekotor apapun, bahkan se-ngga-layak apapun kehidupan kita di mata kita, kita tetap berharga di mataNya. Kita perlu juga berbenah dan merapikan “ruangan” kehidupan kita. Jangan langsung pusing dan menyerah dulu mendengar kata “bersih-bersih”.
Masalah yang menumpuk dan keadaan yang begitu susah memang membuat kita langsung menyerah untuk “bersih-bersih”, jadi keluarkan dulu sedikit demi sedikit “barang-barang” yang menumpuk itu, sampai ruangan itu terlihat dasarnya dan terlihat titik dimana kita bisa memulai. Kenapa doa dan saat teduh atau perenungan begitu sangat penting, karena bagiku dengan perenungan, saat teduh dan doa yang sangat sederhana sekalipun, aku bisa menemukan titik dimana aku bisa mulai melakukan “bersih-bersih” di hidup dan hatiku. Itulah awalnya guys. Kebanyakan kita berfikir tidak mungkin dan cenderung putus asa karena jarang dari kita yang berusaha menemukan titik awal untuk memulai, sudah putus asa melihat banyaknya masalah di hidup ini, sudah terlanjur melihat hidup yang hancur, yang tidak mungkin “dibersihkan” lagi. Believe me, it’s not true, Selalu ada awal untuk segala sesuatu, dan Tuhan akan selalu menolong kamu untuk menemukan titik awal itu.
Nah kalau sudah menemukan titik awal, jangan berhenti sampai di situ aja. Masih ada setumpuk barang yang harus kamu pilih untuk dibuang atau tetap disimpan. Dalam memilih ini dibutuhkan ketegasan, apa yang harus dibuang dan apa yang harus disimpan. Jangan mencoba menyimpan kembali semua “barang” itu, karena hasilnya akan sama saja. Membuang seluruh “barang” itu juga bukanlah sebuah kebijaksanaan. Karena ada saatnya masalah itu harus diselesaikan, bukan dilupakan. Ada saatnya masalah itu tetap Tuhan ijinkan untuk disimpan untuk membentuk karakter kita, dan ada saatnya masalah itu harus kita buang jauh-jauh.
Guys, membersihkan gudang bukan perkara sederhana dan gampangan, apalagi kalo “bersih-bersih” di hidup dan hati kita, ada proses yang cukup panjang di dalamnya, dan dibutuhkan kesetiaan untuk melakukan semuanya itu. Satu hal yang mau aku ingatkan, bahwa saat Tuhan ingin kita bersihkan “ruangan” di hidup dan hati kita, Dia tidak tinggal diam, ada kalanya Dia mulai membersihkan ¼ bagian untuk menunjukan kepada kita bahwa ada harapan di depan sana, ada kalanya Dia menunjukan dimana titik awal untuk memulai, ada kalanya Dia berada di samping kita untuk memotivasi kita atau bahkan turut serta mengangkat semua barang-barang itu, dan ada kalanya seakan-akan kita bekerja sendiri tanpa bantuan siapapun. Tapi percaya, bahwa di dalam semuanya itu Tuhan turut bekerja kok, dan saat pekerjaan yang cukup berat dan melelahkan itu telah selesai, Dia akan berkata “ Bagus anakKu, kamu telah melakukan apa yang Kukehendaki. Telah tersedia mahkota kehidupan untuk kamu.”
Mantabbb… so never give up, stand firm in God, karena pekerjaan dan pelayanan kamu di dalam Tuhan tidak akan sia-sia.
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, dalam persekutuanmu dengan Tuhan Jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 korintus 15:58
Be Blessed…
By KSW_FOS Community
Category : Communities Highlight, Eventgelism
Dear sahabat-sahabat, rekan-rekan terkasih dalam Tuhan Yesus…
Sebuah kesempatan yang begitu berharga bagi saya pribadi untuk dapat terlibat langsung dalam memahami, menjangkau, dan membangun generasi muda kita. Pada kesempatan ini, ijinkanlah saya untuk membagikan segenap kerinduan yang Tuhan tanamkan dalam hati saya dan sahabat-sahabat tentang bagaimana menjadi seorang yang berdampak bagi generasi ini.
Anak-anak muda, adalah sebuah generasi yang begitu banyak kelebihan, namun begitu banyak juga kekurangan. Generasi muda adalah generasi yang “menerima warisan” dari generasi di atasnya. Baik atau buruk warisan yang telah diberikan kepada mereka, akan berdampak pada hidup mereka hari-hari ini.
Generasi muda kita memiliki banyak kelebihan, diantaranya adanya kesempatan yang luas terbentang bagi mereka untuk menentukan respon yang tepat terhadap bagaimana mereka menjalani hidupnya ke depan, juga bagaimana mereka menentukan arah kehidupan mereka, memutuskan di tangan siapa mereka akan berada, menjadi anak-anak panah di tangan pahlawan, atau menjadi senjata di tangan perusak. Seringkali, apa yang diwariskan pada mereka mengajarkan begitu banyak hal yang akan menentukan pilihan mereka.
Dunia hari-hari ini memberikan warisan yang sangat berdampak bagi kaum muda. Mengapa dampaknya besar? Karena dunia sedang “membangun hubungan” dengan kaum muda kita. Seberapa besar sebuah hubungan dibangun, sebesar itulah juga hal-hal yang terdapat dalam diri seseorang bisa diwariskan ke dalam diri orang lainnya. Dunia membangun hubungan lebih cepat dan lebih giat dengan anak muda kita, sebab itu, pengaruh dunia begitu cepat mempengaruhi anak-anak muda.
Kita melihat bagaimana perusahaan-perusahaan, televisi, dan media begitu gencar menjangkau keberadaan anak-anak muda di generasi ini. Mereka melakukan riset, turun tangan langsung, mengembangkan cara-cara yang super-attractive dan sangat menarik untuk menjamah bagian terdalam dari generasi ini. Ratusan juta rupiah dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan itu dapat menjejalkan produknya ke dalam kehidupan konsumsi kaum muda, dan mereka tidak segan-segan mengubah cara-cara lama, serta membangun hubungan yang tidak kaku dengan generasi kita.
Generasi ini membutuhkan seorang bapa… generasi ini membutuhkan gembala… generasi ini membutuhkan sahabat… generasi ini membutuhkan orang-orang yang membangun hubungan dengan mereka, dan mewariskan hal-hal yang baik serta mendampingi mereka sebagai modal menjalani hidup bertahun-tahun ke depan.
Banyak di antara kita menghakimi gaya hidup generasi ini, tanpa menabur apa yang perlu untuk membantu mereka dan menjelaskan kepada mereka bagaimana untuk menjalani hidup dengan baik, padahal:
“Anak-anak muda kita akan selalu kekurangan modal untuk menjalani hidup jika tidak ada yang mewariskannya bagi mereka melalui hubungan-hubungan yang mereka alami dalam masa muda mereka”
Kebanyakan di antara kita tidak menyadari, bahwa kita memiliki banyak hal yang dibutuhkan oleh generasi ini. Kita memiliki skill untuk diajarkan pada mereka. Kita memiliki kelebihan dana yang seringkali dipakai untuk pergi dengan rekan bisnis ke tempat hiburan. Kita memiliki sarana-sarana komunikasi, kita memiliki media, yang bahkan tidak pernah kita gunakan untuk membantu generasi ini. Kalau kita memiliki begitu banyak kelebihan dalam hal ini, mengapa kita tidak bergabung dan terlibat untuk menjangkau generasi muda kita? Setidaknya, berikanlah hati untuk menerima mereka, mendengarkan mereka, sedikit waktu untuk sekadar ada bersama mereka.
Friendship Evangelism Camp 2010 “With Arms Wide Open”, inilah yang menjadi perwujudan kerinduan kami untuk generasi ini. Inilah segenap talenta, dana, dan kesempatan yang kami miliki untuk menjangkau generasi kami, dan kami mengajak segenap rekan-rekan untuk bergabung, membangun hubungan dengan generasi ini, mewariskan seseuatu bagi mereka. Melalui Friendship Evangelism, kita akan menyaksikan dan mengalami bagaimana generasi kita dimenangkan melalui hubungan, dan digembalakan melalui hubungan.
Kami mengucap syukur untuk anak-anak muda yang berani, yang tidak kenal lelah, dan berjuang tanpa pamrih untuk membuat camp ini bisa berlangsung. Para panitia FEC 2010, kehadiran kalian dan kerja keras kalian sungguh tidak pernah sia-sia. Kami bersyukur untuk kehadiran para advisor kami Kak Oky dan Kak Aning Arfianto, Kak Ferry Felani, Bang Sigit P. Wibisono, dan Pak Jonathan Hutagalung untuk warisannya yang sangat berharga bagi generasi ini, yaitu kebenaran dan teladan yang telah kalian buktikan bagi kami di hadapan Tuhan. Kami beryukur untuk setiap dana yang ditaburkan oleh para donatur kami yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, kami pastikan dengan janji di hadapan Gembala Agung yang kami layani bahwa apa yang telah ditabur akan mencapai maksud yang maksimal, bertumbuh, dan bermultiplikasi menjadi buah-buah pelayanan yang sangat manis di generasi ini bagi Tuhan.
Terakhir dan terpenting, kami bersyukur untuk setiap hati yang Tuhan gerakkan ikut serta dalam camp ini. Kami tidak sekadar mencari peserta camp, kami mencari anak-anak muda yang akan terlibat dalam gerakan-gerakan yang Tuhan rancangkan bagi generasi ini. Kami berharap melalui Friendship Evangelism Camp kedua ini, akan muncul lebih banyak lagi anak-anak muda yang dimenangkan dan memenangkan. Segala puji bagi Yesus Kristus, Tuhan dan pemilik.
YKT_FOS Community







