<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FOS Community &#187; FOSters Creativity</title>
	<atom:link href="http://fos-community.com/category/fosters-creativity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fos-community.com</link>
	<description>Simple but Powerful - Stand in Unity not in Uniform</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>CERPEN &#8211; Adakah Langit Seindah Ini Besok</title>
		<link>http://fos-community.com/cerpen-adakah-langit-seindah-ini-besok</link>
		<comments>http://fos-community.com/cerpen-adakah-langit-seindah-ini-besok#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 12:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[Aku memandang langit. Rasa syukur dan damai tak terucapkan muncul ketika aku bisa merasakan panas matahari menghangatkan tubuhku&#8230; atau saat melihat langit malam dengan bulan, bintang-bintang, dan awannya yang menggantung indah di tengah langit biru&#8230; Sering aku menyesal, kalau aku sedang malas bangun pagi saat liburan. Tak bisa rasakan cahaya matahari yang begiiiitu indah. Aah&#8230;kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/sky.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1454" title="sky" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/sky-1024x488.jpg" alt="" width="574" height="274" /></a></p>
<p>Aku memandang langit. Rasa syukur dan damai tak terucapkan muncul ketika aku bisa merasakan panas matahari menghangatkan tubuhku&#8230; atau saat melihat langit malam dengan bulan, bintang-bintang, dan awannya yang menggantung indah di tengah langit biru&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sering aku menyesal, kalau aku sedang malas bangun pagi saat liburan. Tak bisa rasakan cahaya matahari yang begiiiitu indah. Aah&#8230;kalau saja aku bangun lebih pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau tak libur, sama sekali aku tak dapat menikmati cahanya yang lembut itu.. Aku hanya bisa memandang langit dan awannya yang mengapung dengan indah, dikombinasikan dengan cahaya matahari pagi, dari atas motorku..ah&#8230;indah sekali. Siapakah yang membuat ini semua?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sore hari tiba&#8230; biasanya aku tak bisa merasakan indahnya matahari. Aku sibuk dengan teman-temanku di kampus. Aku sibuk mencari cara untuk mencuri pandang orang yang kusuka. Aku sibuk dengan tugas dan kegiatan kampus yang semuanya di lakukan di dalam gedung!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku ingin. Ingiiiin sekali menghabiskan waktuku dengan menikmati mentari sore hingga ia terbenam kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Langit malam, langit malam, dimanakah aku bisa melihat langit malam yang indah? Di rumahku, langit malamnya indaaah sekali..</p>
<p style="text-align: justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Panas!”</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh, kulit gw nanti gosong!”</p>
<p style="text-align: justify;">Ucapan-ucapan seperti itu kadang membuatku gatal! Huh, tak bersyukurkah mereka? Lihat! Matahari itu bersinar untuk siapa?</p>
<p style="text-align: justify;">Uh&#8230;tak bersyukurkah!</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara langit malam? Ah..aku ragu ada banyak orang yang masih mau menikmatinya. Orang-orang sibuk <em>hangout</em> maupun mengurung diri di kamar mereka, sibuk dengan alat elektronik di dalam rumah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku..aku sangat senang jika punya kesempatan melihat langit yang seindah itu&#8230;<br />
Aku selalu bertanya dalam hati, ‘besok masih adakah langit seindah ini?’</p>
<p style="text-align: justify;">Bagiku&#8230;langit dan segala penghiasnya adalah harta yang begiiitu berharga. Tak ternilai. Karena itu, jika langit hari ini abu-abu, aku cemas. Aku cemas harta itu telah dirampas. Dirampas oleh awan abu-abu. Oleh karbondioksida. Oleh lampu-lampu pencakar langit. Oleh <em>billboard</em> ratusan bahkan ribuan <em>watt </em>dipinggir jalan. Oleh efek rumah kaca. Oleh polusi-polusi yang tak terkira lagi jumlahnya. Direnggut oleh keegoisan manusia. Oleh ambisi-ambisi manusia&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"> Oh, bisakah ku lihat kembali langit yang indah  besok?</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan, Kaulah pembuat langit itu. Maukah Kau tunjukkan lagi pada mereka langit yang begitu indah hingga mereka menyadarinya? Hingga mereka mengucap syukur karenanya? Hingga mereka memandang-Mu dengan takjub dan penuh rasa syukur?</p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KK</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/cerpen-adakah-langit-seindah-ini-besok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CERPEN &#124; Esok Aku Akan Pergi Jauh</title>
		<link>http://fos-community.com/cerpen-esok-aku-akan-pergi-jauh</link>
		<comments>http://fos-community.com/cerpen-esok-aku-akan-pergi-jauh#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 05:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1405</guid>
		<description><![CDATA[  Tuhan… Beberapa hari ini aku benciiii banget sama hidup aku!!! Di sekolah temen- temen tuh nyebelin semua… sikapnya pada egois… Silsa juga nyebelin, sahabat dari aku SMP, tapi cuma karena masalah kecil, bisa-bisanya dia gak negor aku selama seminggu! Di rumah juga sama nyebelinnya! Barusan aku berantem sama adikku si Rivan, tu anak nyebelin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/267808_209192219125567_175917615786361_608849_7267252_n.jpg" alt="" width="403" height="302" /></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tuhan…<br />
Beberapa hari ini aku benciiii banget sama hidup aku!!!<br />
Di sekolah temen- temen tuh nyebelin semua… sikapnya pada egois… Silsa juga nyebelin, sahabat dari aku SMP, tapi cuma karena masalah kecil, bisa-bisanya dia gak negor aku selama seminggu!<br />
Di rumah juga sama nyebelinnya! Barusan aku berantem sama adikku si Rivan, tu anak nyebelin banget sih, setiap hari pasti aja ada kerjaan dia buat ngerusak hidup aku… mama yang udah tau kalo Rivan yang salah, malah marahin aku yang katanya gak bersikap dewasa… aku sebel banget sama mama, udah tiap hari jarang di rumah, sekalinya di rumah pasti ngomelin aku…<br />
Coba papa masih ada pasti mama gak akan sering marah- marah kaya gitu… aku kangen papa…Selain papa udah gak ada lagi yang sayang sama aku di dunia ini…<br />
Aku pengen pergi kaya papa…<br />
Pergi jauh dan gak akan pernah kembali…<br />
Aku benci hidup ini…<br />
Maafin aku ya Tuhan.. Keputusanku sudah bulat..</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>Arin menutup buku hariannya &#8211; <em>yang selalu ia tulis dalam bentuk surat untuk Tuhan &#8211; </em>dengan tangisan yang tak henti. Rasa rindunya kepada papanya yang meninggal 2 tahun lalu membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya juga. <em>“Udah gak ada yang peduli sama hidup aku, aku juga udah cape ngejalanin hidup yang kaya gini.”</em> Pikiran Arin melayang, matanya pun tertuju pada sebuah <em>cutter</em> di meja belajarnya. Ia ingin segera meninggalkan dunia yang menurutnya tidak bersahabat dengannya. <em>“Kalo aku mati sekarang, pasti semua orang yang gak peduli sama aku bakal menyesal karena telah memperlakukan aku dengan tidak baik… tapi…..”</em> Sejenak ia berpikir ulang mengenai keputusannya untuk bunuh diri<em>,</em> <em>“Hmmm, besok aja deh aku bunuh dirinya aku mau hidup satu hari lagi aja buat bikin kesan yang tak terlupakan buat orang- orang di sekitar aku. Supaya mereka tambah ngerasa bersalah karena kepergian aku… Ya, besok aku mau pergi jauh dan gak akan pernah kembali…”</em> Dan malam itu Arin pun menetapkan bahwa besok pada pukul 11 malam ia baru akan melaksanakan rencananya. Lalu iapun tertidur menunggu hari terakhirnya tiba sebelum ia benar- benar akan pergi jauh, masih 24 jam lagi waktu tersisa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pagi Hari, Pukul 06:15</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Pagi Mah.. pagi Van…!” Arin begitu ceria menyambut hari yang rencananya merupakan hari terakhirnya di dunia. “Tumben kamu Rin, kok kayanya kamu ceria banget hari ini?” Tanya mamanya dengan nada heran, karena sudah lama putrinya ini tidak pernah seceria itu. “<em>kesambet</em> kali mah…” Arin hanya tersenyum mendengar komentar Rivan adiknya, dalam pikirannya, <em>“Van lo bakal jadi orang yang paling ngerasa bersalah hari ini karena kepergian gue liat aja entar…”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pukul 07:00, di Sekolah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dan pagi itu, keceriaan Arin masih terus berlangsung hingga ia tiba di sekolah. “Pagi Monty… ” dengan senyuman hangat di pagi hari, Arin menyapa teman sekelasnya yang baru saja tiba. “Pa… pagi Rin.” Monty menjawab sapaan Arin dengan rasa kaget campur heran, Karena walau dari kelas satu sampai kelas dua ini Monty selalu sekelas dengan Arin, tidak pernah sekalipun Arin menyapanya. Dan keanehan itu tidak saja dirasakan oleh Monty seorang, hampir seluruh siswa kelas 2-2 SMA Bakti Bangsa Mulia, merasa bahwa hari ini kepribadian Arin berubah, menjadi pribadi yang lebih menyenangkan. Tidak seperti Arin yang biasanya, yang selalu mengeluh, mudah marah, dan jutek. Hari ini Arin begitu ramah, selalu tersenyum, baik, pokoknya benar- benar berbeda!.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pada saat jam istirahat…</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Arin yang sedang menuju kantin berpapasan dengan Silsa, Arin pun tersenyum ke arah Silsa… Arin berpikir tidak ada salahnya tersenyum untuk yang terakhir kalinya kepada seseorang yang pernah menjadi sahabat terbaiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sesaat setelah Arin tiba di kantin, “Rin, maafin gue yah…” tiba- tiba Silsa menghampiri Arin yang sedang duduk di kantin sambil mengulurkan tangannya tanda permohonan maaf, “Eh… i… iya… gue juga minta maaf Sil, gue juga salah…” Arin reflek menjawab sambil menerima uluran tangan Silsa. “Rin, sorry ya gue gak negor lo, abisnya gue pikir lo masih marah sama gue…” “Loh gue pikir lo yang masih marah sama gue selama ini, makanya gue juga diem aja.” Dan tanpa terasa percakapan mereka terus berlanjut menjadi percakapan yang biasa mereka lakukan sebelum mereka terlibat perang dingin kemarin, hingga bel tanda istirahat berakhir pun berbunyi. “Rin gue ke kelas dulu yah! Eh iya, besok lo ke rumah gue ya! Nyokap gue ultah Rin.” Silsa menyudahi percakapan mereka, sambil bergegas menuju kelasnya, “i… iya Sil..” Arin menjawab dengan ragu, karena dalam pikirannya hari esok itu tidak akan ada…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pukul 14:00 di rumah – 9 jam lagi menuju perjalanan jauh Arin.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dugh…!</em> sebuah lemparan kaos mengenai kepala Arin, kaos berwarna ungu itu masih terbungkus rapih di plastik, “Apa- apaan sich lo Van!” Teriak Arin kepada Rivan adiknya yang paling menyebalkan itu, “kaos buat lo tuh! Tadi ada produk minuman promosi di sekolah gue, terus gue menang lombanya, eh dapatnya malah kaos warna ungu, buat lo aja deh, lo khan suka warna ungu.” Sesaat Arin terdiam, ia tidak pernah menyangka kalau ternyata adiknya itu tahu warna kesukaannya, adiknya yang sikapnya paling menyebalkan sedunia ternyata punya perhatian juga untuknya “Thanks.” Jawab Arin singkat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pukul 19:00 – 4 jam lagi menuju perjalanan jauh Arin.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Mah,arin sayang mama…” tiba- tiba Arin mengucapkan kata- kata spontan tersebut saat menyambut mamanya yang baru pulang kerja, pikirnya ini mungkin kata- kata terakhir yang ingin ia ucapkan untuk mamanya. Sejenak mamanya terdiam, lalu memeluk Arin, “Iya, mama juga sayang Arin, maafin mama ya kalau akhir- akhir ini mama sibuk di kantor, mama jadi jarang deh merhatiin kamu sama Rivan.” Arin berusaha menahan air matanya sambil berkata “Iya, gak apa- apa kok mah..” Dan setelah kejadian singkat itu Arin segera masuk ke kamarnya dan menutup pintu,</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pukul 22:00 – 1 jam lagi menuju perjalanan jauh Arin.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Arin kembali memperhatikan <em>cutter</em> yang tergeletak di meja belajarnya, Arin kembali mengingat betapa kemarin malam tekadnya sudah sangat bulat untuk pergi dari dunia ini, ia lalu membuka kembali buku hariannya dan mulai menulis…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tuhan Yesus&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hari ini seharusnya hari terakhir aku di dunia.<br />
Kemarin, aku begitu membenci kehidupan aku. aku marah sama orang- orang di sekeliling aku, karena aku ngerasa kalo mereka semua egois.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tapi hari ini,<br />
Dengan cara-Mu Engkau menunjukkan, bahwa selama ini bukan mereka yang egois, tapi aku…<br />
Aku yang selalu merasa nasib aku paling menderita sedunia…<br />
Aku yang selalu berharap orang- orang mau mengerti perasaan aku…<br />
Aku yang selalu bersikap gak dewasa…</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan sikap akulah yang sebenernya salah, tapi aku terus- menerus menganggap  sikap orang lain yang harusnya berubah… Dan hari ini aku melihat dunia dari sudut pandang yang lain, saat aku berubah ternyata kehidupan aku sama sekali gak buruk, malah hidup aku tuh indah banget… Dan hari ini aku sadar, kalo aku gak mau pergi jauh.. aku mau tetap disini…<br />
Ampuni aku ya Tuhan untuk niatku yang kemarin :) </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pukul 23:00 – perjalanan jauh Arin DIBATALKAN…</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>“</em><em>Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-</em><em>pencobaan biasa</em><em>, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.</em><em>”</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>1 Korintus </em><em>10:13</em></strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong><em></em><em>Ditulis Oleh <a href="http://lunniey.tumblr.com">LNY</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a><br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/cerpen-esok-aku-akan-pergi-jauh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan&#8230;</title>
		<link>http://fos-community.com/kenangan</link>
		<comments>http://fos-community.com/kenangan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 12:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[Jika kenangan adalah debu yang menempel pada sepatu, aku akan mengebaskannya, mencelupkannya dalam air, membuang sepatunya! Namun kenangan seperti tato, lekat! Sangat menyakitkan melepasnya. Mungkin bisa, namun berbekas… Hampir setiap malam Je mengingatnya. Pagi datang dan Je duduk bersandar, mengingat mimpinya. Ayah datang membawa es krim coklat kesukaan Je. Mereka berpelukan, Ayah mengecup keningnya, membelai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/07/kenangan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1392" title="kenangan" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/07/kenangan-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jika kenangan adalah debu yang  menempel pada sepatu, aku akan  mengebaskannya, mencelupkannya dalam air,  membuang sepatunya! Namun  kenangan seperti tato, lekat! Sangat  menyakitkan melepasnya. Mungkin  bisa, namun berbekas… </em></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir  setiap malam  Je mengingatnya. Pagi datang dan Je duduk bersandar,  mengingat  mimpinya. Ayah datang membawa es krim coklat kesukaan Je.  Mereka  berpelukan, Ayah mengecup keningnya, membelai rambutnya. Je  melihat vas  bunga yang pecah dikaki Ibu. Ayah membentak, Ibu menangis,  Je  menangis. Ayah membanting pintu, sejak itu Je tidak lagi melihat Ayah   muncul di pintu. Semua gambar itu datang dalam malam-malam Je, dan Je   membenci malam-malamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja Je punya banyak  kenangan  yang menyenangkan, yang indah bagi perempuan. Namun jika  seluruh  kenangan baiknya harus hilang, asalkan kenangan yang muncul  dalam  malam-malamnya ikut hilang, Je rela, rela bahkan jika Je tidak  lagi  punya kenangan…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku bersandar  pada pohon masa,  membiarkan kenangan gugur dan menimbunku. Jika kenangan  adalah es yang  lumer dan menetes pada jariku, mudah saja  membersihkannya… Namun  kenangan seperti rama-rama yang melekat pada  cahaya, demikian perempuan  dengan kenangannya, sulit lepas, bergantung,  mengingat, teringat. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap  kali Je melihat es krim  coklat, Je teringat Ayah. Setiap kali Je  melihat pintu, Je membenci  Ayah. Hal-hal manis yang dahulu, kini  menjadi pahit. Je hidup dalam  kenangan, tidak ada hari ini atau hari  depan…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Waktu, mengapa kau membenciku? Kau jadi sahabat yang baik bagi banyak orang, tapi kenapa tidak untukku? </em></p>
<p style="text-align: justify;">Malam tiba, kenangan mengalir dari mata Je, menggenang pada bantalnya…</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Epilog:   Lima, sepuluh, dua puluh tahun lagi, apa yang akan kita kenang? Yang   sekarang kita lakukan, katakan, kerjakan, adalah kenangan untuk hari   depan. Doa orang benar besar kuasanya bukan? Maka hari lalu yang   menyakitkan bukannya tak mungkin untuk kita kenang dengan senyuman…   Lagipula, Yesus sanggup memulihkan hati yang hancur. Nanti, saat hendak   menutup mata, dengan senyuman kita akan mengenang hari-hari bersama   Yesus. Jadi, ini saat yang sangat baik  untuk membuat kenangan bersama   Yesus, bukan?</strong></em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com" target="_blank">ENS</a>_<a href="http://fos-community.com" target="_blank">FOS Community</a><br />
</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/kenangan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Rama-Rama</title>
		<link>http://fos-community.com/seperti-rama-rama</link>
		<comments>http://fos-community.com/seperti-rama-rama#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 12:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[Seperti rama-rama yang melekat pada cahaya: perempuan dengan kenangannya Sulit lepas, bergantung, mengingat, teringat Seperti Krakatau dengan laut: perempuan dengan airmatanya Satu, tak terlepas, mengalir kian deras Seperti pelangi di langit jingga: perempuan dengan tawanya Menyejukkan, indah, memesona Seperti angin sore yang tak tentu datang: perempuan dengan pikirnya Sulit dipahami, rumit dimengerti Rasa dan pikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/03/hands-with-butterfly.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1341" title="hands-with-butterfly" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/03/hands-with-butterfly-201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Seperti rama-rama yang melekat pada cahaya: perempuan dengan kenangannya<br />
Sulit lepas, bergantung, mengingat, teringat</p>
<p>Seperti Krakatau dengan laut: perempuan dengan airmatanya<br />
Satu, tak terlepas, mengalir kian deras</p>
<p>Seperti pelangi di langit jingga: perempuan dengan tawanya<br />
Menyejukkan, indah, memesona</p>
<p>Seperti angin sore yang tak tentu datang: perempuan dengan pikirnya<br />
Sulit dipahami, rumit dimengerti</p>
<p>Rasa dan pikir<br />
menggelitik saat hendak  tidur, merayap dalam mimpi, meresahkan saat pagi</p>
<p>Di tengah tak terhitung rasa, tak terselami logika<br />
sungai duka dan suka mengalir kian deras<br />
pohon kenang dan harap gugur dan merekah, layu dan berbuah<br />
segala yang tak mampu tertuang dalam kata<br />
dengan jujur, perempuan  merasakan, mengalami bahwa:</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Engkau mencintaiku lebih dari Rama mencintai Sinta, lebih dari Romeo berkorban bagi Juliet”</em></strong><br />
<strong><em>“Aku  mencintai-Mu dengan seluruh perasaan di hatiku, logika dalam pikirku,  dan Kau mencintaiku lebih dari segala rasa dan logika yang pernah ada.”</em></strong></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Ditulis Oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com" target="_blank">EN</a>S_<a href="http://fos-community.com" target="_blank">FOS Community</a><br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/seperti-rama-rama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Duduk di Pinggir Jendela</title>
		<link>http://fos-community.com/tuhan-duduk-di-pinggir-jendela</link>
		<comments>http://fos-community.com/tuhan-duduk-di-pinggir-jendela#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 18:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1323</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan duduk di pinggir jendela, bersamaku. Kami menghitung tetes hujan yang turun rapi dari langit. Merasakan hembus angin, menertawakan rambut kami yang berantakan. Tuhan duduk di pinggir jendela, bersamaku. Kami bersenandung kecil, senandung yang kami karang sendiri. Ia menghembuskan napas ke jendela yang basah, kemudian menulis namaku dengan jari-Nya. Aku menghembuskan napas ke jendela yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/02/heart-on-window.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1324" title="heart-on-window" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/02/heart-on-window-300x226.jpg" alt="" width="240" height="181" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Tuhan duduk di pinggir jendela, bersamaku. Kami menghitung tetes hujan yang turun rapi dari langit. Merasakan hembus angin, menertawakan rambut kami yang berantakan.</p>
<p>Tuhan duduk di pinggir jendela, bersamaku. Kami bersenandung kecil, senandung yang kami karang sendiri. Ia menghembuskan napas ke jendela yang basah, kemudian menulis namaku dengan jari-Nya. </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Aku menghembuskan napas ke jendela yang basah, kemudian menulis nama-Nya dengan jariku. Kami menggambar satu hati, dekat di nama kami.</p>
<p>Tuhan duduk di pinggir jendela, bersamaku. Ia menceritakan kisah-kisah lucu. </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Kami tertawa, sementara di luar hujun turun dengan rapi.</p>
<p>Tuhan duduk di pinggir jendela, bersamaku. Dalam diam, tangan kami saling menggenggam.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com">ENS</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/tuhan-duduk-di-pinggir-jendela/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seikat Pelangi</title>
		<link>http://fos-community.com/seikat-pelangi</link>
		<comments>http://fos-community.com/seikat-pelangi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 14:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1305</guid>
		<description><![CDATA[Pelangi sedang turun ke bumi. Dikirim langsung oleh Pujaan Hati. Sang perempuan duduk dengan gembira, menggenggam seikat pelangi. Lalu Pujaan Hati bernyanyi dan sang perempuan mendengar sambil tersenyum-senyum. Ini nyanyian-Nya: Seikat pelangi, untukmu berbagai warna merah muda, sebagai perona pipimu Aku akan membuatmu selalu tertawa, membuat pipimu merah merona ini warna istimewa, tanda cinta kuning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Pelangi sedang turun ke bumi. Dikirim langsung oleh Pujaan Hati. Sang perempuan duduk dengan gembira, menggenggam seikat pelangi. Lalu Pujaan Hati bernyanyi dan sang perempuan mendengar sambil tersenyum-senyum.</p>
<p style="text-align: center;">Ini nyanyian-Nya:</p>
<p style="text-align: center;">Seikat pelangi, untukmu berbagai warna</p>
<p style="text-align: center;">merah muda, sebagai perona pipimu</p>
<p style="text-align: center;">Aku akan membuatmu selalu tertawa, membuat pipimu merah merona<br />
ini warna istimewa, tanda cinta</p>
<p style="text-align: center;">kuning cerah, masa depanmu<br />
hanya bersama-Ku<br />
ini janji, Aku tidak bohong</p>
<p style="text-align: center;">hijau muda, hari-hari sejuk kita berdua<br />
Aku tidak akan lupa atau meninggalkanmu<br />
bahkan saat kau lupa pada-Ku, aku tetap menunggu</p>
<p style="text-align: center;">biru, kesukaanmu<br />
tentang penghiburan, saat kau merasa kelam</p>
<p style="text-align: center;">Aku merangkainya dengan daun jingga dan batang keemasan<br />
warna yang cocok untuk matamu yang akan melihat banyak hal menakjubkan</p>
<p style="text-align: center;">ini seikat pelangi, namun tidak akan pernah cukup mewakili cinta-Ku</p>
<p style="text-align: center;">ini seluruh cinta-Ku, Ku nyatakan dalam detak jantungmu</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/01/seikat-pelangi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1307" title="seikat pelangi" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/01/seikat-pelangi.jpg" alt="" width="560" height="478" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com">ENS</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/seikat-pelangi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PUISI &#8211; Karena Nyata</title>
		<link>http://fos-community.com/karena-nyata</link>
		<comments>http://fos-community.com/karena-nyata#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 13:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin mengekspresikan rasa dengan kata Mereka bilang hanya orang yang sedang jatuh cinta bisa menjadi pujangga Aku rasa, aku memang jatuh cinta.. Bukan, bukan baru-baru ini.. Tapi semenjak aku tahu Dia selalu tersenyum untukku Semenjak aku tahu diam-diam Dia memperhatikanku Semenjak aku tahu bahwa Dia benar-benar menganggapku berharga Padahal, dulu.. Aku suka menggoreskan kata-kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/11/letter-writing.jpg"><img class="size-medium wp-image-1266 aligncenter" title="letter-writing" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/11/letter-writing-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Aku ingin mengekspresikan rasa dengan kata<br />
Mereka bilang hanya orang yang sedang jatuh cinta bisa menjadi pujangga</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Aku rasa, aku memang jatuh cinta..<br />
Bukan, bukan baru-baru ini..<br />
Tapi semenjak aku tahu Dia selalu tersenyum untukku<br />
Semenjak aku tahu diam-diam Dia memperhatikanku<br />
Semenjak aku tahu bahwa Dia benar-benar menganggapku berharga</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Padahal, dulu..<br />
Aku suka menggoreskan kata-kata muram untuk-Nya<br />
Mungkin sebagian hatiku hanya ingin menunjukkan kecewa karena tanya</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Tapi..<br />
Itu sudah lama berlalu^^<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Mereka bilang jatuh cinta membuat kita kehilangan logika<br />
Namun karena nyata,<br />
Rasa ini membuatku dapat mencinta dengan logika.<br />
Mendefinisikan air mata tanpa terluka</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Dan pada akhirnya<br />
Dapat menyentuhku untuk melakukan hal yang sederhana,<br />
Mengekspresikan rasa dengan kata..<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><em>*For  the One Whom I loved, it’s been a long time since the last day I wrote  gloomy words for You right? ^^ Thanks for Your patient…</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://foscom.wordpress.com/author/lunniey">LNY</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/karena-nyata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PUISI &#8211; Sore Ini Dengan Kau</title>
		<link>http://fos-community.com/puisi-sore-ini-dengan-kau</link>
		<comments>http://fos-community.com/puisi-sore-ini-dengan-kau#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 12:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[sore ini, dengan Kau yang di sampingku hembusan angin kembali mengacak rambutku aroma tanah yang basah karena gerimis menyelinap dalam hidungku aku merasa sejuk dan nyaman ini masa yang menenangkan sore ini, dengan Kau yang merangkulku mataku menyeruak awan putih yang tipis langit keemasan dengan matahari yang malu-malu bersembunyi sinar yang lembut membuat rona pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/09/Spring.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1211" title="Spring" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/09/Spring.jpg" alt="" width="299" height="235" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>sore ini, dengan Kau yang di sampingku<br />
hembusan angin kembali mengacak rambutku<br />
aroma tanah yang basah karena gerimis menyelinap dalam hidungku<br />
aku merasa sejuk dan nyaman<br />
ini masa yang menenangkan</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>sore ini, dengan Kau yang merangkulku<br />
mataku menyeruak awan putih yang tipis<br />
langit keemasan dengan matahari yang malu-malu bersembunyi<br />
sinar yang lembut membuat rona pada pipiku<br />
ini waktu yang melegakan</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>sore ini, kemboja merah muda mekar di pekarangan<br />
daun yang hijau tua mengisi batang yang coklat dan kuat<br />
Kau memetik satu kamboja dan menyelipkannya di rambutku<br />
ini saat  yang menyenangkan</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>nanti, bila aku tidak dapat menemukan sore dengan angin yang mengacak rambutku<br />
atau sore dengan matahari yang malu-malu<br />
aku akan mengingat, bahwa sore yang sejuk itu ada<br />
nanti, bila kamboja merah muda sudah layu<br />
bahkan daun hijau tua tidak lagi melilit batang kecoklatan<br />
aku akan mengingat, warna kesayangan di sore yang tak terlupakan</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>nanti, nanti&#8230;<br />
bila sore yang teduh sudah tidak ada<br />
maukah Kau tetap bersama-Ku?<br />
kalau-kalau seperti tidak ada lagi yang menyukakanku<br />
maukah Kau tetap erat menggenggam dan merangkulku?<br />
seperti ini, dengan atau tanpa sore hari<br />
dengan Kau, itu lebih dari cukup untukku</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Ditulis oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com" target="_blank">ENS</a>_<a href="http://fos-community.com" target="_blank">FOS Community</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/puisi-sore-ini-dengan-kau/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Pintu</title>
		<link>http://fos-community.com/di-balik-pintu</link>
		<comments>http://fos-community.com/di-balik-pintu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 01:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[coba lihat! ada apa di balik pintu? mungkin hal yang sangat menyenangkan atau juga yang menakutkan dalam tiap bagian, pastikan kamu melaluinya tanpa penyesalan jangan paksa membuka pintu yang bukan milikmu bukankah setiap manusia memiliki pintu masing-masing? dan jangan memaksa untuk mengintip pintu yang bukan pintumu karena dengan demikian kamu menjadi si sok tahu, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/open-door.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1137" title="open door" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/08/open-door-300x234.jpg" alt="" width="300" height="234" /></a></p>
<p style="text-align: center;">coba lihat!<br />
ada apa di balik pintu?<br />
mungkin hal yang sangat menyenangkan<br />
atau juga yang menakutkan<br />
dalam tiap bagian, pastikan kamu melaluinya tanpa penyesalan</p>
<p style="text-align: center;">jangan paksa membuka pintu yang bukan milikmu<br />
bukankah setiap manusia memiliki pintu masing-masing?<br />
dan jangan memaksa untuk mengintip pintu yang bukan pintumu<br />
karena dengan demikian kamu menjadi si sok tahu, dan percayalah, kamu akan iri dengan apa yang kamu intip</p>
<p style="text-align: center;">buka matamu lebar<br />
bersiap untuk kejutan!!<br />
siapkan tangan untuk tanggung jawab baru yang akan dipercayakan padamu<br />
siapkan kaki untuk rute yang akan kamu jalani<br />
siapkan air mata yang akan tumpah pada bantalmu<br />
siapkan senyum untuk bunga-bunga merah jambu yang akan merekah pada harimu<br />
siapkan saja!<br />
karena kamu tak pernah tahu apa yang akan terjadi</p>
<p style="text-align: center;">jangan ingat apa yang sudah diambil darimu<br />
namun tetap syukuri apa yang tersisa bagimu<br />
dan nantikan yang akan disiapkan untukmu<br />
karena  bila kamu terus mengingat yang sudah tak ada, yang sudah diambil, maka  perjalanan hidupmu adalah perjalanan yang menakutkan, karena pada  akhirnya semua yang ada padamu akan tiada<br />
tapi akan menjadi berbeda bila kamu tetap bersyukur dengan apa yang masih tersisa dan yang akan disiapkan bagimu<br />
pada ujung hari, kamu akan tersenyum walau telah kehilangan banyak hal<br />
karena kamu akhirnya akan menemui Dia yang mempunyai segalanya dalam hidupmu<br />
dan walaupun semua sudah tiada, ingatlah, kamu masih memiliki Yesus!</p>
<p style="text-align: center;">ada apa di balik pintu?<br />
menyenangkan atau menakutkan<br />
adalah hal yang harus kamu lalui<br />
percaya saja!<br />
pintu yang disiapkan-Nya adalah masa depan yang membawamu pada kemenangan</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Ditulis Oleh ENS_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/di-balik-pintu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta-Ku Padamu</title>
		<link>http://fos-community.com/cintaku-padamu</link>
		<comments>http://fos-community.com/cintaku-padamu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 05:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[puisi kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Cinta-Ku padamu hembusan angin yang meniup-niup keningmu dari kelelahan hari, menyusuri hati dan menyejukkanmu akan mimpi Cinta-Ku padamu lengkungan warna yang menempel pada biru langit dan jatuh pada senyummu juga lekat di hatimu yang merah jambu Cinta-Ku padamu cemerlang bintang yang menyelinap jendela mengisi pancar matamu Cinta-Ku padamu matahari pagi yang setia bahkan ketika kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/05/hearts_in_the_sky_for_web.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1014" title="hearts_in_the_sky_for_web" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2010/05/hearts_in_the_sky_for_web-300x200.jpg" alt="" width="240" height="160" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Cinta-Ku  padamu hembusan angin yang meniup-niup keningmu dari kelelahan hari,</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>menyusuri  hati dan menyejukkanmu akan mimpi</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Cinta-Ku  padamu lengkungan warna yang menempel pada biru langit dan jatuh pada  senyummu juga lekat di hatimu yang merah jambu</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Cinta-Ku  padamu cemerlang bintang yang menyelinap jendela mengisi pancar matamu</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Cinta-Ku  padamu matahari pagi yang setia bahkan ketika kau mendua dan mengaburkan  janji untuk selamanya</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Ketika kau  tak juga mengerti mengapa Kulakukan dan bertanya apa yang harus kaulakukan,  rasakan saja cinta-Ku yang sederhana dalam  makna nyata yang selalu ada,</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>dan berbahagialah…  bersama-Ku</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Cinta-Ku  padamu</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>adalah matiku,</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>yang Ku-nyatakan  dalam debaran jantungmu.</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: right;"><em>Ditulis oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com" target="_blank">ENS</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></em><strong><em><br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/cintaku-padamu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

