FEC 3 – Short Movie Competition

Category : Eventgelism, inFOStainment

Bagi kamu yang memiliki minat dan bakat dalam dunia film, jangan sia-siakan kesempatan berikut ini! Komunitas FOS mengadakan kompetisi Short Movie tim/ komunitas/grup dengan tema: “Simple is Powerful”, dan video-video yang terpilih akan ditayangkan secara perdana di acara “Friendship and Equipping Camp and Community Conference” (FEC3)

Syarat dan ketentuan:

a) Kirim via e-mail ke: komunitasfos@hotmail.com

Dengan subject: SMFEC3[spasi]2012[spasi](nama komunitas/tim/grup)

Contoh: SMFEC3 2012 Komunitas FOS

b) Durasi video 5-10 menit|

c) Video bernilai rohani dan tidak mengandung SARA

d) Video diterima paling lambat 25 APRIL 2012

e) Video yang telah dikirim akan menjadi hak milik FOS dan akan masuk dalam koleksi FOS

f) Jumlah anggota tim yang berpartisipasi tidak dibatasi

1 pemenang lomba Short Movie berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 500,000. Video yang terpilih juga akan ditayangkan secara perdana pada event “Friendship and Equipping Camp and Community Conference”. Ayo Guys tunggu apa lagi? Buruan ikutan yah!^^

With Arms Wide Open – Eps 4 (Last Episode!)

1

Category : Communities Highlight, Eventgelism, inFOStainment

(Sebelumnya maaf yah karena Eps ke-3 With Arms Wide Open tidak dapat di-post :)

Tiga hari yang menakjubkan, tibalah hari keempat, hari terakhir camp ini. Dimulai dengan saat teduh pukul 05:30 di aula dengan worship leader Sdri.Rice dan pemimpin saat teduh Sdr.Yoseph. Dengan yel-yel “apa kabar semua? Luar biasa, funtastic, yes,  yes, yes!!” para sahabat FEC 2010 diajak untuk membuka mata dan meninggalkan rasa kantuk. Sambil bernyanyi “Yesus Pokok” yang di-remix, muda-mudi ini mengikuti gerakan worship leader melawan hawa yang sangat dingin. Puji-pujian terdengar syahdu dari aula, mencerminkan kesungguhan para sahabat FEC 2010 yang mengucap syukur pada Tuhan Yesus Kristus untuk segala kebaikan dan penyertaan-Nya :). Selanjutnya, Sdr.Yoseph mengisi saat teduh ini dengan tema Be Salt and Light. (Nats: Filipi 2:15, Efesus 4:16, Kolose 1:17). Mempersiapkan para Laskar Kristus untuk menjadi anak-anak muda Kristen yang menjadi teladan dan  menyatakan kasih Kristus di tengah dunia, serta memperlengkapi para sahabat FEC 2010 untuk menjadi teladan di tengah dunia dan menjadi saksi yang hidup bagi kemuliaan nama-Nya.

[imagebrowser id=8]

Selesai mandi (tetap dengan air yang amat sangat banget banget dingin) semuanya menikmati sarapan di ruang makan. Pemandangan yang menakjubkan terjadi setelah para peserta, panitia, bahkan pembicara, mengenakan pakaian yang mencerminkan Indonesia!!! Kompak banget ^^. Ada yang pakai batik, ada yang pakai seragam putih dan abu-abu SMA, ada yang pakai baju pegawai negeri dengan bendera yang menghiasi kantong baju, ada yang pakai baju adat seperti baju daerah Jawa (dengan blangkon), ada yang pakai sarung (Si Pitung :D) bahkan ada pula yang pakai kebaya, lengkap dengan kain batik! Yang paling mengagumkan, Kak Ferry pakai seragam putih-merah, topi merah, sepatu dan ransel, laksana Si Bolang (Si Bocah Petualang) yang siap untuk upacara bendera :D. Wow, bener-bener kompak! Dengan kostum yang beraneka ragam, mulailah sesi FEC’s Got Talent. Peserta yang kreatif dan antusias ini sudah menyiapkan pertunjukan mereka sejak malam pertama camp ini! Terdapat tujuh kelompok dengan talent yang berbeda-beda. Ada yang drama musikal, ada yang drama dengan adegan dan dialog yang mengocok perut, ada yang drama dengan adegan yang menyentuh hati, kreatif banget!^^. Setelah menimbang, merenung, dan rapat antar panitia, diputuskanlah pemenangnyaaaa (jreng jreng) kelompok empat! Mereka adalah David, Carolina, Pudji, Gloria, Devia, El Soni, dan Satria. Semua kelompok menampilkan talent yang sangat menarik. Mereka semua adalah pemenang ^^.

Setelah talent show, para peserta mengikuti game outdoor di lapangan parkir yang sudah dihiasi oleh bendera Indonesia (masih dengan pakaian bertema Indonesia). Game ini simple kok. Pertama, mereka harus bergandengan tangan dan melewati sarung yang digilir ke belakang tanpa terputus dan tanpa bantuan orang lain. Kemudian, anggota tim yang ada di belakang barisan berlari sambil mengenakan sarung untuk mengambil nomor puzzle ayat Alkitab yang ada di dalam mangkuk berisi tepung terigu dengan mulutnya. Demikian seterusnya sampai nomor puzzle itu ketemu. Setelah itu, masing-masing tim harus menyusun puzzle ayat Alkitab. Setelah selesai, mereka harus menuju paralon yang sudah dilubangi (banyak lubang :D) dan mengisinya dengan air. Ett, gak segampang itu loh. Tiga orang dari tim harus memakai satu sarung dan berlari mengambil air dari baskom dengan kemasan air minum gelasan yang sudah dilubangi :D. Sisa dari anggota tim, harus memegang erat paralon yang berlubang yang harus diisi air (hihihi). Pemenangnya adalah kelompok tigaaa! Selamat yaa buat Erlando, Didi, Ribka, Daniel, Bayu, Cindy, Maria, dan Francisca ^^.

[imagebrowser id=9]

Usai basah-basahan dan berlumur tepung, tiba saatnya untuk makan siang. Ini makan siang terakhir bersama sahabat-sahabat FEC 2010 di ruang makan Pondok Pemuda. Setelah makan siang yang mengenyangkan, tibalah closing ceremony: Mission I’m Possible…With Jesus! (Care is Carrying). Kak’Ferry (yang masih berpakaian ala anak SD) membagikan mengenai Leadership is Influence (1 Samuel 9:1-10). Terdapat lima level pemimpin, yakni posisi, hubungan, hasil, membangun hidup orang lain (1 Samuel 22:1-2), dan Person hood development (2 Samuel 23:8-17).Kak’Ferry juga membagikan mengenai Fatherhood Leadership (1 Korintus 4:14-16). Sesi ini merupakan sesi terakhir dari Friendship Evangelism Camp, merupakan ujung tombak acara dimana diadakan suatu komitmen bersama baik peserta, pembicara, dan seluruh panitia yang terlibat didalamnya untuk tertaman dalam komunitas dan menjalankan metode friendship evangelism dalam kehidupan sehari-hari. Ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya anak-anak Tuhan hidup dalam komunitas, memiliki komunitas, tertanam dan dibentuk serta menjadi dampak dalam komunitas. Para peserta diharapkan nantinya dapat  membentuk suatu komunitas baru atau bergabung dalam suatu komunitas, sehingga friendship evangelism yang memiliki salah satu tujuan untuk memaksimalkan dan memperlengkapi anak-anak Tuhan dalam pertumbuhan iman, karakter dan visi hidup lewat persahabatan dapat terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Para panitia FEC 2010 maju ke depan untuk bersama berdoa dan didoakan oleh Kak’Ferry. Setelah itu, peserta yang merasa terpanggil dan rindu untuk didoakan juga maju kedepan. Rasanya amazing! Sukacita, pemulihan, semangat yang berlipat, sangat terasa bukan hanya di sekitar aula, namun juga dalam diri sahabat FEC 2010.

[imagebrowser id=10]

Sukacita yang masih terasa, bertambah saat pembagian hadiah dan ucapan terima kasih kepada para pembicara dan pelayan mimbar ^^. Terima kasih kepada Kak’Ferry, Bang Sigit, Ko’Min, untuk pelayanan dan persahabatan yang indah dalam Tuhan :). Untuk Sdri.Phebe sebagai fotografer yang rela bolak-balik buat foto-foto :D. Juga Sdr.Lim Hansen dan Sdr.Samuel untuk pelayanan yang luar biasa dalam Yesus Kristus :). Untuk Sdr.Hothlas dengan design-nya yang wow! Terima kasih untuk para juara outward bound yang semangatnya bener-bener menakjubkan, Daniel, Ronald, Ricky, Rey, Jojo, Ribka Christine. Untuk peserta terekspresif yakni Maria, best custom yang sangat bertema Indonesia, yakni Rey. Peserta terantusias, siapa lagi kalau bukan Bena dan Rizky (horeee, semuanya dapet kenang-kenangan :D). Untuk panitia yang sehati, sepikir, setujuan untuk kemuliaan Yesus ^^. Juga untuk semua peserta yang sangat bersemangat, yang menyenangkan, yang luar biasaaa! Thx guys, untuk persahabatan yang manis dalam Tuhan :). Enam puluh sembilan orang bersekutu dalam indahnya kasih Tuhan ^^.

Sesi selanjutnya, fotooooooooooo!!!!! :D Ada yang foto dengan pembicara, ada yang semuanya ikutan (peserta, panitia, pembicara), ada yang panitia aja, ada yang berdua, foto, foto, dan foto :D. Nah, saatnya berangkaaaaat!! Sebelum meninggalkan Puncak, mampir dulu buat beli oleh-oleh :D. Wow, pengalaman yang tidak terlupakan! Persahabatan dan persekutuan yang manis dalam Yesus ^^.

See you guys, at Friendship Evangelism Camp 2011!! :).

[imagebrowser id=11]

Camp ini boleh selesai, tapi komitmen yang kita buat, harus tetap kita jaga sampai akhir. Empat hari boleh berlalu, tapi sukacita, semangat, harus tetap penuh dalam kehidupan kita. Ini saatnya, berdiri dan berjuang bagi generasi ini. Ini saatnya, untuk mengaplikasikan yang telah kita peroleh dalam camp ini. Jangan tunggu lagi, ini saatnya! Untuk menjadi pelaku Injil, untuk menjadi garam dan terang bagi kemuliaan Yesus. With Arms Wide Open ‘dengan tangan yang terbuka lebar’ dengan meneladani kasih Tuhan, dengan tangan terbuka, bukan hanya menjangkau, tetapi juga menerima orang-orang, sahabat dan bahkan orang yang mungkin kita anggap tidak layak, dengan kasih yang kapasitasnya lebih besar. Ayooo guys, Ini saatnya untuk friendship evangelism!

Kak’Ferry: Acara ini sedang menanamkan benih “revival” untuk kegerakan yang akan datang. Cool!!! God bless FOSCom!

Ko’Minmin: Udah lama kaga liat anak muda yg sungguh2 nyari Tuhan…semoga apinya ga padem tapi nyebar kemane2.Amin.

Eva: BRAVO…!!! Semangat truz ya Laskar Kristus, taon depan salah 1 peserta yg jadi pembicaranya, AYEEE…!!!

Yosua Eric: FEC 2010: Atmosper’a luar biasa.. Kuasa Tuhan tercurah!! Semoga event ini bisa trus ada tiap tahun..!! Bravo FOS COM, keep blessing this generation. God bless you all!! \m/(^.^)\m/

Friska: Very very amazing. Semoga tahun depan ada lagi ye.

Maria: FEC 2010, mau lagi dund!! Hehehe

Ditulis oleh ENS_FOS Community


With Arms Wide Open – Eps 2

4

Category : Communities Highlight, Eventgelism, inFOStainment

Minggu, 15 Agustus 2010

Hello.. Selamat datang di hari ke-2 FEC. Ayo bangun..bangun.. ! Kita sapa Bapa kita yuk. Ayuk..ayuk..sebelumnya, apa kabarnya pagi ini sobat?? Katakan luar biasa, fantastik dan yess.. Sambil melompat setinggi-tingginya yah. Hehehe..

[imagebrowser id=5]

Saat Teduh : Kecil Bukan Berarti Tidak Penting:
Ada 2 cerita yang dibagikan Ko Min2 pagi ini ;

1. Seorang Kristen, kepala keluarga yang hidup takut akan Tuhan. Ia memiliki 3 orang anak, yang pada suatu hari nanti salah seorang anaknya ini akan menjadi orang besar yang memperkenalkan Kristus kepada dunia. Mau tau ceritanya?? Mari kita panggil Bapak ini dengan sebutan Papa Ten Boom. Papa Ten Boom hidup pada zaman Hitler, pasukan Nazi dan pembantaian orang-orang Yahudi. Papa Ten Boom lain dari kebanyakan orang-orang Kristen lainnya. Di saat orang-orang sekelilinginya menutup mata, tunduk, pasrah bahkan mungkin menyetujui tindakan pembantaian orang-orang Yahudi. Papa Ten Boom malah berani mengambil resiko untuk menolong, menyembunyikan bahkan memelihara orang-orang Yahudi di dalam rumahnya. Setiap kali ada pemeriksaan orang-orang Yahudi dari rumah ke rumah, Papa Ten Boom selalu berhasil menyembunyikan orang-orang Yahudi itu. Sampai suatu ketika pasukan Nazi dapat mencium kehadiran orang-orang Yahudi di rumahnya, sehingga Papa Ten Boom dan seluruh keluarganya dimasukkan ke dalam penjara. Yang namanya penjara pasti gak enak banget, penyiksaan dan penderitaan itu yang paling dikenal. Bertahun-tahun sampai Papa Ten Boom dan satu persatu anggota keluarganya mati dalam penjara, hanya 1 anak yang berhasil kabur dan selamat. Nama anak ini adalah Corrie Ten Boom. Bukan persungutan, kekecewaan sama Tuhan atau kejamnya dunia yang ia tunjukan. Tapi setelah melewati masa-masa di penjara,  ia bangkit menjadi penolong dengan membuat tempat pemulihan untuk orang-orang yang berhasil lolos dari camp konsentrasi, menampung para pengkhianat Belanda yang bekerjasama dengan Jerman dan menjadi pembicara ke seluruh dunia.

2. Seorang laki-laki bernama brother Andrew bersama truk yang dikendarainya, setia membawakan alkitab ke daerah yang belum terjangkau injil. Lebih tepatnya sih menyelundupkan alkitab yang tiap kali bertambah satu demi satu, sampai memenuhi truknya. Anehnya alkitab yang dibagi-bagikan secara gratis itu gak pernah ketahuan ketika dicek di daerah perbatasan.

So, apa kesimpulan dari 2 cerita diatas sobat?

Matius 25:21
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatan mu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”


Setia dalam perkara yang kecil, apapun yang dipercayakan kepada kita lakukanlah dengan setia. Hal kecil yang kita lakukan dengan setia bisa menjadi hal yang besar suatu hari nanti. Hal kecil yang kita lakukan mungkin memang kecil buat kita, tapi berdampak besar untuk orang lain. Jika Papa Ten Boom tidak setia memperkenalkan Tuhan mulai dari masa kanak-kanak, mungkinkah Corrie Ten Boom bisa menjadi orang yang luar biasa dalam memperkenalkan Tuhan kepada dunia? Jika brother Andrew tidak setia menyelundupkan alkitab, mungkinkah penduduk yang tidak terjangkau dengan injil itu dapat mengenal Tuhan? Pikirkanlah hal-hal baik apa yang dapat kamu lakukan, meskipun kecil lakukanlah dengan setia.

Setelah menerima makanan rohani, sarapan jasmani yuk! Met makan ^^

Ibadah Minggu : With Arms Wide Open

Galatia 4:12-14

“Aku minta kepadamu, saudara2, jadilah sama seperti aku, sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik daripada mu. Kamu tau, bahwa aku pertama kali telah memberitakan injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri”

Hai guys, satu hal yang perlu kita sadari bahwa Tuhan selalu menerima kita apa adanya. Mungkin kita sering merasa gak layak datang sama Tuhan. Kita liat hidup kita, kita liat dosa-dosa yang telah kita perbuat. Tuhan selalu menyambutmu, guys. Sejak awal tanganNya selalu terbuka lebar untukmu. Tembok-tembok yang menghalangimu untuk datang pada Yesus, Yesus bilang “Sudah selesai”. Maka Tuhan juga mau kalo kamu dapat menerima diri kamu sepenuhnya. Diri kamu sangat berharga dan orang di sekelilingmu juga sangat berharga. So..mari belajar untuk menerima, untuk menyambut mereka dengan tanganmu yang terbuka lebar tanpa persyaratan seperti apa yang telah Yesus lakukan untuk kita. Sambutlah mereka seperti kamu telah menyambut Yesus masuk dalam kehidupanmu.

[imagebrowser id=6]

Talk Show : Cool Facts About Bible

Ngobrol-ngobrol seru yuk bareng kakak-kakak kita yang mantap, ada Kak Ferry, Bang Sigit dan Ko Min2. Juga ada moderator kita yang acik Tian dan Erwin. Ciappp..ciap, hehe..

1. Injil adalah kabar baik. Bagaimana orang lain bisa menilai kebenaran ini?

Dengan membacanya, menghidupinya dan mengimaninya.

2. Dari tema talk show kita : Cool Facts About Bible, dimana letak cool-nya?

Pertama menyadari bahwa alkitab itu nyata, peristiwa2 yang terjadi merupakan sejarah yang dapat dibuktikan. Kedua isi alkitab di-ilhamkan oleh Allah (2 Tim3:16) yang memiliki manfaat dan kuasa jika kita hidup di dalamnya. Ketiga isinya jujur dan ekspresif. Memiliki rasa humor, contoh Kisah Para Rasul 20:1-12.

3. Bagaimana cara kita membuat orang lain tertarik untuk membaca alkitab?

Gak hanya menawarkan, dengan membujuk melalui kata2 tetapi buktikan dengan hidup mu. Orang lain akan lebih tertarik dan lebih percaya saat mereka melihat kebenaran alkitab yang kamu hidupi.

4. Mengapa gambaran Tuhan dalam kitab perjanjian lama berbeda dengan Tuhan di dalam perjanjian baru? Dalam perjanjian lama Tuhan digambarkan sebagai Tuhan yang kejam, pencemburu, pembalas dsbnya. Tetapi gambaran Tuhan di dlm perjanjian baru adalah Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan. Mengapa gambaran Tuhan-nya tidak konsisten? Perlu diketahui bukan Tuhannya yang berubah tetapi umatnya.

5. Mengapa isi alkitab kadang saling bertentangan? Bukan saling bertentangan tetapi saling melengkapi dan meneguhkan, maka pada saat kita membaca alkitab, yang harus kita lakukan adalah :
- Observasi
- Investigasi
- Aplikasi

6. Apa maksud kalimat di dalam Roma 8:37 yang mengatakan “bahwa kita orang-orang yang lebih dari pemenang” maksudnya adalah di dalam diri kita sudah ada pribadi yang menang. Iman kita kepada Yesus memberikan kita identitas pemenang. Untuk menjadi pribadi yang lebih dari pemenang artinya kita dapat menaklukan diri kita sendiri dengan membuang bagian-bagian diri kita yang tidak perlu dipertahankan.

7. Tuhan punya rancangan yang terbaik untuk setiap orang. Bagaimana kehidupan setelah kematian bagi orang-orang yang belum mengenal injil, bagi mereka yang tinggal di pedalaman, daerah yang sama sekali belum terjangkau injil?

Ulangan 29:29

“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini”.

Tuhan bilang disana jangan memusingkan apa yang diluar kemampuanmu tetapi apa yang bisa kamu lakukan sekarang lakukanlah dengan baik. Jangan bertanya bagaimana dengan mereka Tuhan, tetapi bertanyalah kepada dirimu sendiri apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka. Lalu lakukanlah.

8. Bagaimana tips-tips membaca alkitab yang asik?
- memulai dari bacaan yang ringan, seperti buku bacaan rohani, yang isinya sudah dilumatkan sehingga bisa langsung dicerna.
- berdoa terlebih dahulu, minta pimpinan Roh Kudus supaya gak ngatuk dan gak salah menangkap pesan yang disampaikan
- mengubah cara pandang kita mengenai alkitab, belajar untuk mencintai, dari yang tidak suka menjadi suka
- temukan cara kreatif mu untuk membacanya

Oce deh sekian yah Talk Show kita,  yang ngebahas cool-nya alkitab. Seru banget yah. Ayo kita ambil komitmen untuk baca alkitab setiap hari!

Topical session : Living in Community

Dibawakan oleh : Bang Sigit

Kolose 2:7

“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur” dan 2 korintus 3:2-3 “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia”


Ciri-ciri komunitas yang sehat :
1. Adanya pemuridan
2. Dapat berbagi hidup, terbuka dan saling menguatkan
3. Adanya Evangelism, penginjilan artinya dapat bermultiplikasi

Session 2 : Simple But Powerful Integrity

Dibawakan oleh Bang Sigit

Apa yang bisa bikin kita Simple but Powerful Integrity :

Dengan menyadari bahwa hidupmu adalah ibadahmu. Ingat guys, seperti pepatah jawa bilang dan yang udah kita kenal secara umum juga. Jadi setiap apapun yang kita kerjakan, kerjakanlah karena kita cinta Tuhan. Sadarilah bahwa hidupmu harus dipersembahan kepada Tuhan. Guys, kalau kita hidup sampe dengan saat ini semua itu karena Tuhan. Ambil komitmen selama saya hidup, saya hidup bagi Tuhan. Hati saya tetap menyembah-Nya dan mata saya tetap memandang-Nya. Dan tidak ada yang dapat memisahkan diri kita dari kasih-Nya.

Roma 12:1

“Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”

Efesus 3:17

” Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”

Oce deh, Room Sharing yuk!! Sampe ketemu besok lagi yak…tidur yuk..tidur…Gbu Guys.

[imagebrowser id=7]

Ditulis Oleh RCA_FOS Community

With Arms Wide Open – Eps. 1

3

Category : Communities Highlight, Eventgelism, inFOStainment

Sabtu pagi, 14 Agustus 2010, beberapa muda-mudi berkumpul di Grogol, Depok, Pondok Kopi, dan UKI, dengan tas yang besar-besar. Sebagian di antaranya mengobrol dengan seru, beberapa yang lain canggung. Wajar, karena toh ada yang baru mengenal satu sama lain. Pukul 09:00, bus berangkat menuju Pondok Pemuda, Cibodas, membawa mudi-mudi dengan tas yang besar-besar. Beberapa di antaranya bertanya-tanya, seperti apakah Friendship Evangelism Camp 2010, itu?

Inilah, Friendship Evangelism Camp 2010! Camp kedua ini (yang pertama tahun 2009) adalah sebuah camp rohani untuk memperlengkapi para pemuda, pelajar, mahasiswa, youth counselor, pengerja kaum youth gereja, pengurus persekutuan-persekutuan kaum muda sekolah, kampus, dll, dalam hal pemberitaan injil. Kerinduan dalam camp ini agar anak-anak Tuhan dapat menjadi pemberita Injil yang efektif dengan cara-cara yang simple namun powerful dalam dunia anak muda yang penuh dengan dinamika dan tantangan.

[imagebrowser id=2]

Nah, ini dia tema FEC 2010, With Arms Wide Open atau dalam bahasa Indonesia sehari hari ‘dengan tangan yang terbuka lebar’ yang diambil dari Galatia 4:12-14. Ini menunjukkan kasih yang Kristus berikan bagi kita dalam pengorbanan-Nya dengan tangan yang terbuka lebar, menyambut dan menerima kita orang berdosa di atas kayu salib. Demikian ditujukan bagi kita untuk dapat meneladani kasih Tuhan, dengan tangan terbuka, bukan hanya menjangkau, tetapi juga menerima orang-orang, sahabat dan bahkan orang yang mungkin kita anggap tidak layak, dengan kasih yang kapasitasnya lebih besar. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang salah satunya adalah dengan menjadi garam dan terang bagi kehidupan mereka.

Kembali pada para muda-mudi bertas besar :D. Setelah perjalanan yang berkelok menuju Puncak, para sahabat FEC 2010 akhirnya tiba pada pukul 11:00. Berkumpul di ruang makan, panitia FEC 2010 berbaju merah memperkenalkan diri. Mulai dari ketua, sampai dokumentasi. Sambil makan jagung rebus dan dilanjutkan makan siang, peserta dan panitia riuh mengobrol dan bergurau. Pukul 12:30 pembagian kamar, name tag dan buku acara. Lalu, mulailah sesi pertama :D.

Tapiii, sebelum masuk dalam Opening Session, kita kenalan dulu yuu dengan para pelayan FEC 2010. Tim musik terdiri dari Sdr.Erwin (drummer), Sdr.Kristian (basis), Sdr.Lim Hansen (keyboardis), Sdr.Henri (gitaris), Sdr.Samuel (drummer) dan Sdr.Yoseph (yang kadang basis, dan kadang gitaris) juga Sdr.Andreas (yang juga sebagai drummer). Cowo-cowo ini walaupun punya talenta yang amazing, tapi mereka tetap rendah hati loh :D (xie xie yeah, guys). Worship leader oleh Sdr.Yoseph, Sdr.Andreas, Sdr.Kristian, Sdr.Hothlas, Sdri.Rice, Sdri.Evi, Sdri.Nikki, Sdri. Silvi dan singer oleh Sdri.Yunita, Sdri.Sisca, dan Sdri.Nikki dan Sdr.Andreas (cayooo, guys!). Belum lengkap rasanya kalau belum memperkenalkan pengurus LCD (hihi). Taraaaa, ini dia Sdr.Hothlas Sitanggang!! Design-nya yang simple but powerful, memberkati banget! Apalagi dengan video-nya yang touchy (mauliate godang ^^). FEC kali ini, sahabat-sahabat dilayani oleh tiga pembicara yang powerful. Yang pertama adalah Ps.Ferry Felani, S.Th. yang akrab disapa dengan Kak’Ferry atau Ko’Ferry. Kak’Ferry melayani sebagai Gembala di City Gate Apostolic Community Church. Khotbah Kak Ferry bersemangat banget! Inspiring! Pribadi Kak Ferry juga asyik, ramah, menyenangkan :). Selanjutnya Ps.Sigit P. Wibisono, S.Th., M.M. yang dekat disapa dengan Bang Sigit. Perawakan boleh besar, tapi pribadinya asyik, ramah, rendah hati pula. Khotbah yang ‘greget’ dan touchy bikin sahabat-sahabat FEC merinding :D. Bang Sigit melayani di POUK Halim. Pembicara selanjutnya adalah Sdr.Minmin yang akrab disapa Ko’Minmin. Ko’Min ini penulis G-Fresh Magazine yang datang langsung dari Bandung :). Tulisannya yang touchy dan inspiring bisa kita baca di blognya dengan merk warungbakmi.blogspot.com. Ko’Min juga setia menulis untuk web dan facebook FOS Community. Selain ramah dan menyenangkan, Ko’Min juga asyik buat sharing loh.

[imagebrowser id=3]

Nah. inilah opening session yang dilayani oleh Sdr.Andreas Chrismanto sebagai worship leader. Persekutuan yang indah dalam Tuhan, sangat terasa saat para sahabat FEC 2010 menyanyikan pujian “Tiba Saatnya, (medley dengan Sungguh Kau) How Great is Our God, Yesus Kekasih Jiwaku (medley dengan Sayang-sayang, Disayang Tuhan) dan Manis Kau dengar”. Dengan tema Welcome to FEC 2010 ini, Sdr.Yoseph membagikan sedikit penjelasan mengenai Friendship Evangelism dan pandangan Alkitab mengenai Friendship Evangelism, sehingga semua muda-mudi yang ada di aula dapat lebih memahami tentang arti persahabatan, arti penginjilan dan hubungan antara persahabatan dengan penginjilan, serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, para peserta, panitia, dan pembicara, huru-hara mengisi tabel yang ada di buku acara untuk tukeran No.Handphone dan alamat email. Suasana yang akrab dan sukacita, terasa kental di antara muda-mudi yang sangat bersemangat ini.

Selanjutnya adalah KKR dengan tema Unity in Jesus’s Love yang dilayani oleh Sdr.Yoseph sebagai worship leader juga Sdri Yunita dan Sdri.Sisca sebagai singers.  Sesi ini diisi dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan untuk merasakan hadirat dan kebesaran-Nya, merasakan semangat yang baru untuk menyembah-Nya. Pujian yang dinyanyikan antara lain “Mengejar Hadir-Mu, One Way, Hidup Tanpa-Mu, Bersyukurlah, Amazing, Erat dengan Hati-Mu”. Kemudian dilanjutkan dengan Firman Tuhan yang dilayani oleh Bang Sigit. Bang Sigit dengan kemeja yang rapi, terlihat sangat mencekam dengan ekspresinya yang tidak dapat ditebak. Dan voila, ternyata ketegangan yang dibuat Bang Sigit cuma bercanda :D. Selanjutnya Bang Sigit mengisi sesi ini dengan khotbah yang sangat membangun diselingi dengan kata-kata dan kisah yang sangat menghibur (Nats: 2 Timotius 3:1-5, 1 Korintus 15:33, Yohanes 8:1-11). Sesi ini mengarahkan para sahabat FEC 2010 untuk dapat bersama-sama menyatukan hati sebagai satu keluarga dalam Allah. Menyadari bahwa Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang sangat mengasihi anak-anak kesayangan-Nya. Merefleksikan kehidupan yang dijalani, bahwa Yesus sanggup memulihkan tiap sahabat dan Yesus pula yang menjadikan kita semua sebagai bagian dalam keluarga-Nya. Bang Sigit menutup sesi ini dengan mendoakan para sahabat FEC yang rindu dipulihkan dan memulai hubungan yang baru bersama Tuhan J. Urapan Roh Kudus terasa dashyat di tengah para sahabat FEC 2010.

[imagebrowser id=4]

Setelah snack time yang lezat dan mandi dengan air yang amat sangat banget banget dingin, mulailah sesi selanjutnya yakni Topical Session: Global Care-Youth Mission. Dengan para pelayan Sdr.Kristian sebagai worship leader dan Kak’Ferry Felani sebagai pembicara. Kak Ferry yang bersemangat dengan bahasa yang lugas (serta selipan lagu-lagu dunia yang sangat menghibur) mentransfer semangat yang besar pula pada para sahabat FEC. Sesi ini mengangkat dan menjelaskan mengenai  isu-isu global dalam penginjilan anak muda yang terjadi pada generasi kaum muda serta berbagai permasalahan yang terdapat di dalamnya (Nats: Roma 10:13-15, 2 Korintus 4:3-5,6-8, 1 Korintus 13:11). Dilengkapi dengan berbagai macam contoh realitas hidup yang terjadi hingga menyadarkan ketanggapan para sahabat FEC 2010 atas global issues yang terjadi. Ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai isu-isu global yang terjadi dalam penginjilan anak-anak muda dewasa ini, sehingga sebagai anak-anak muda Kristen, diharapkan dapat memberikan respon atau reaksi yang tepat dalam menghadapi isu-isu global tersebut.

Setelah makan malam yang mantap yang telah disuguhkan oleh tim konsumsi, saatnya untuk game di aula!!!^^. Permainannya seru dan asyik banget! Bikin hati gembira :D. Game ini terdiri dari tujuh tim. Babak pertama yaitu permainan melilit tissue. Tim yang terdiri dari enam sampai delapan orang, membuat lingkaran yang menghadap ke luar. Setelah itu, mereka harus melilit segulung tissue dari pinggang ke bawah dengan rapi, tanpa sobek dan dengan cepat. Walau agak sulit memutuskan, akhirnya dengan apresiasi yang meriah, pemenang babak ini adalah kelompok dua, yang terdiri dari Frisca, Rio, Eva, Oscar, Veronica, Jojo, Ricky, dan Silvia. Horeeeee :D. Babak kedua yakni membuat pakaian dengan koran. Tanpa lem dan gunting, para peserta berkreativitas membuat model pria dan wanita dengan koran. Hanya dalam waktu beberapa menit, peserta yang kreatif dan bersemangat ini, mampu membuat fashion show yang heboh dan menyenangkan. Setelah berbagai tragedi (koran yang copot, dsb) Kak Ferry Felani dengan bijak memutuskan bahwa kelompok enam yang keluar sebagai pemenang. Kelompok enam ini adalah Rey, Kim, Ade Chandra, Novianty, Rizky, Leny Liu, Gisella, dan Ricko Girsang. Selamat yoo, guys!! ^^.

Setelah seru-seruan, saatnya untuk sharing di kamar masing-masing dan beristirahat. Hayooo, panitia briefing dan doa ucapan syukur dulu yaa di aula! Kini tidur dan menantikan hari esok yang ceriaaaa! ^^.

[imagebrowser id=1]

Liputan Hari Pertama FEC 2010 Oleh ENS_FOS Community

Di Balik Pintu

Category : FOSters Creativity, inFOStainment

coba lihat!
ada apa di balik pintu?
mungkin hal yang sangat menyenangkan
atau juga yang menakutkan
dalam tiap bagian, pastikan kamu melaluinya tanpa penyesalan

jangan paksa membuka pintu yang bukan milikmu
bukankah setiap manusia memiliki pintu masing-masing?
dan jangan memaksa untuk mengintip pintu yang bukan pintumu
karena dengan demikian kamu menjadi si sok tahu, dan percayalah, kamu akan iri dengan apa yang kamu intip

buka matamu lebar
bersiap untuk kejutan!!
siapkan tangan untuk tanggung jawab baru yang akan dipercayakan padamu
siapkan kaki untuk rute yang akan kamu jalani
siapkan air mata yang akan tumpah pada bantalmu
siapkan senyum untuk bunga-bunga merah jambu yang akan merekah pada harimu
siapkan saja!
karena kamu tak pernah tahu apa yang akan terjadi

jangan ingat apa yang sudah diambil darimu
namun tetap syukuri apa yang tersisa bagimu
dan nantikan yang akan disiapkan untukmu
karena bila kamu terus mengingat yang sudah tak ada, yang sudah diambil, maka perjalanan hidupmu adalah perjalanan yang menakutkan, karena pada akhirnya semua yang ada padamu akan tiada
tapi akan menjadi berbeda bila kamu tetap bersyukur dengan apa yang masih tersisa dan yang akan disiapkan bagimu
pada ujung hari, kamu akan tersenyum walau telah kehilangan banyak hal
karena kamu akhirnya akan menemui Dia yang mempunyai segalanya dalam hidupmu
dan walaupun semua sudah tiada, ingatlah, kamu masih memiliki Yesus!

ada apa di balik pintu?
menyenangkan atau menakutkan
adalah hal yang harus kamu lalui
percaya saja!
pintu yang disiapkan-Nya adalah masa depan yang membawamu pada kemenangan

Ditulis Oleh ENS_FOS Community

Makan Malam Biasa dengan Sajian yang Tidak Biasa!

2

Category : inFOStainment, Simply Articles

Malam itu bukanlah malam yang biasa. Makan malam yang sungguh sangat istimewa. Bukan karena di tempat istimewa, dengan harga istimewa atau dengan kekasih yang istimewa. Hanya sebuah tempat makan murah, ala kadarnya, dengan harga yang ringan di kantong, di pinggir jalan, dengan sebutan khas  “nasi pus-pus”.

Yang membuat istimewa bukanlah nasinya, bukan juga pus-pus (walaupun banyak kucing di situ.. hehehe…) bukan juga lauk pauknya, sambelnya atau minumannya. Tapi karena di malam itu, di tempat itu, Tuhan mengijinkan aku merasakan sesuatu dan melakukan sesuatu.

Makan malam yang biasa ini menjadi tidak biasa saat datang seorang pemuda dengan perawakan yang tidak biasa. Di tangannya memegang sebuah kantong bekas bungkus permen yang di dalamnya ternyata ada beberapa uang logam. Sesaat kemudian dia sudah duduk di hadapanku, siap memesan makanan dan minuman, dengan segenggam uang logam di tangannya, yang terlebih dahulu dihitungnya. Dengan sedikit malu ia memesan sebuah nasi dengan sambal di dalamnya, dengan lauk sebuah gorengan dan air putih dingin. Hanya itu? Yah, hanya itu, dan dia makan dengan sangat lahap.

Kulihat dia menghabiskan sisa nasi dan bakwan terakhir di piringnya. Dan kembali mengeluarkan “dompetnya” kembali menghitung logam demi logam, dan kembali memesan. Sebuah nasi dengan sebuah gorengan, menu yang sama dengan harga yang sama. Dan ia kembali makan.

Aku tahu ini malam yang tidak biasa, karena sebelum duduk makan, ia berkata kepadaku,

“ Bang, Makan..”

“Oh, abangnya di belakang..” Jawabku. Mungkin dia pikir aku yang berjualan.

Dan saat logam demi logam ia keluarkan, jantungku berdegup kencang, What should I do?

Aku mengacuhkan degupan jantungku,

“Ahh, hal biasa !!!” kataku dalam hati.

Tapi saat kulihat dia mengeluarkan logam dan menghitungnya untuk kedua kalinya, aku tidak tahan lagi. Bahkan sempat kudengar orang yang makan di sebelahku berkata “Kasihan”.

Saat kudengar kata “kasihan” kedua kalinya, aku semakin tidak tahan. Aku kumpulkan segenap tenaga dan kasih untuk berdiri, mengambilkan sepotong telur dadar, kutempatkan pada piring pemuda itu, kuambil sebuah nasi lagi dan sebuah bihun goreng untuknya.

“Makan aja, gw yang bayar. Santai aja bro.” sebuah senyum kulemparkan kepadanya.

Entah darimana kekuatan dan keberanian itu datang, tiba-tiba aku sudah berada di samping pemuda tadi, dan ngobrol dengan dirinya. Dan kutahu bahwa dia ngamen di angkutan umum untuk membantu ibunya di rumah. Dia tidak dapat merasakan bangku kuliah, bahkan bangku sekolah. Dan ternyata DIA BERUMUR SAMA DENGANKU !!!

Setelah selesai makan, kutawari lagi dia, ternyata dia sudah kenyang dan terpikir olehku untuk membawakan dia makanan untuk bisa dimakan dia dan ibunya di rumah. Setelah itu dia pamit dan mengucapkan terima kasih.

Dengan tersenyum ada sebuah kalimat melintas di dalam hatiku, “Kasih lebih dari sekedar kasihan.” Dan Tuhan mengajarkan langsung hari ini, sebuah malam yang luar biasa, makan malam yang istimewa.

“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” 1 Yohanes 3:18

Tapi sayangnya ada sebuah kalimat yang lupa aku ucapkan kepadanya, yang membuatku menyesal hingga saat ini.

Seandainya aku mengucapkan kata itu. Seandainya aku menatap dia penuh yakin dan berkata mengenai ini saat itu. Dan Seandainya aku berkata, “ Yesus mengasihimu.” Mungkin pemuda itu akan memiliki kesempatan untuk tau, bahwa Yesus mengasihi dirinya, sama seperti Yesus mengasihiku.

Aku harap dia bisa mendengar itu lain kali, baik melalui diriku maupun melalui orang lain.

“Yesus mengasihimu Dani !!!”

Ditulis oleh KSW

P-E-R-S-A-H-A-B-A-T-A-N

5

Category : inFOStainment

P- Pengaruhi orang-orang di sekitar kita terus menerus dengan kasih Allah sampai menghasilkan perubahan hidup, sebaliknya begitu juga, kita harus mau dipengaruhi oleh nilai-nilai yang baik dari orang-orang di sekitar kita supaya kita juga mengalami perubahan hidup itu.

E- Extra-mile, “jika sahabatmu memintamu berjalan bersamanya sejauh satu kilometer, berjalanlah bersamanya sejauh dua kilometer…” Jika sahabatmu memintamu memberikan waktumu untuknya, berikan juga hati dan telingamu untuk mendengarkannya. Ini salah satu prinsip yang membuat sebuah hubungan menjadi sangat bermakna, sebuah hubungan yang berkorban, melakukan sesuatu yang “lebih” dari apa yang kebanyakan orang lakukan.

R- Rencana Tuhan harus tergenapi sempurna bagi orang-orang yang kita kasihi. Kalau ada kerinduan yang sebesar ini bagi sahabat kita, tindakan yang bisa kita lakukan adalah mendampingi sahabat kita dengan konsisten sampai rencana Tuhan digenapi dalam hidupnya. Tanyakan kabarnya di saat-saat ia menghadapi kesulitan, tawarkan bantuan bagi dia, doakan lewat telepon atau beri waktu untuk mengunjungi sahabat kita, karena adakalanya sahabat kita kelelahan menghadapi masalahnya sendiri.

S- Sukacita akan selalu ada dalam hubungan yang sifatnya saling membangun. Walaupun kadang ada masalah di antara kamu dan sahabatmu, tapi semua itu pasti menghasilkan sukacita pada akhirnya dan bukan perpecahan. Tujuan dari adanya masalah dalam sebuah hubungan adalah untuk mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menghadapi orang-orang yang kita kasihi dalam jangka waktu panjang. Sukacita selalu membuat sebuah hubungan menjadi hidup dan bersemangat.

A- Arahkan hubungan itu kepada hal-hal yang semakin besar. Ada tanggung jawab yang semakin besar dalam setiap hubungan, maka itu kapasitas kita dalam menghadapi orang-orang di sekitar kita juga harus semakin besar. Kedekatan kita harus semakin terjaga, komunikasi ditingkatkan, buat project-project yang melatih tanggung jawab kita untuk memelihara suatu hubungan, misalkan setiap minggu minimal tanyakan kabar satu kali, doakan minimal satu orang sahabat setiap hari, mengunjungi minimal satu orang sahabat sebulan sekali, lalu tingkatkan kapasitasmu dalam membangun hubungan itu.

H- Hargai waktumu bersama orang-orang yang kamu kasihi. Jangan tenggelam ke dalam suatu kesibukan yang berlebihan sehingga merusak hubunganmu dengan orangtua, pacar, sahabat, apalagi Tuhan. Relasi lebih penting daripada kesibukan semata. Relasi yang dekat itu sifatnya mengisi, sedangkan kesibukan itu sifatnya mengambil, contohnya relasi dengan Tuhan itu lebih penting daripada sibuk pelayanan.

A- Ampuni, doakan, dan motivasi orang-orang yang kita kasihi ketika mereka berbuat suatu kesalahan. “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yohanes 3:17). Perkataan ini berlaku juga buat kita sebagai anak-anak Tuhan. Gimana kita bisa membawa pertobatan buat orang-orang di sekitar kita kalo perkataan kita isinya adalah kata-kata penghakiman? Bahasa kita adalah bahasa kasih, yang di dalamnya ada pengampunan dan penerimaan yang tulus bagi sesama kita.

B- Bagikan hidupmu dan buka hatimu. Saat Tuhan mengutus sahabatmu untuk menolongmu ketika mengalami kesulitan, jangan menutup diri. Memang dalam beberapa hal, apa yang kita alami mungkin aja terasa memalukan. Atau kita merasa walaupun kita ceritakan masalah kita ke siapapun, tetep aja nggak bisa bantu. Cobalah dulu untuk membuka hati bagi mereka, sahabat-sahabat rohani dan orang-orang yang terdekat dengan kita seperti orangtua seringkali menjadi alat Tuhan yang efektif untuk menyampaikan isi hati-Nya di saat kita menghadapi suatu masalah dan tidak bisa mendengar suara-Nya dengan jelas. Keterbukaan yang tepat selalu menjadi awal dari sebuah pemulihan.

A- Akui kesalahan dan berani meminta maaf duluan saat hubunganmu dengan sahabatmu sedang diwarnai konflik. Kita belajar untuk mengampuni, itu nggak mudah. Sebaliknya, meminta maaf duluan juga pasti nggak mudah. Nah, saat kita mengerti kalo orang lain aja punya kekurangan, kita juga harus berani mengakui kekurangan kita dan meminta maaf. Dengan kita mengakui kelemahan kita duluan, kita sedang membangun kekuatan yang akan mengatasi kelemahan-kelemahan itu. Orang yang kuat justru adalah orang yang menyadari kelemahannya, karena dengan begitu kita mengerti di sisi lemah apa kita harus memperbaiki diri, sehingga kita memiliki karakter dan kepribadian yang semakin memberkati baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang yang kita kasihi.

T- Tuhan hadir dalam setiap hubungan yang kita bangun di dalam Dia. Kalo persahabatan kita mempunyai visi untuk kepentingan Allah, pasti Dia juga yang menjaga persahabatan kita itu. Kalo pacaran dibangun dalam Tuhan, Tuhan juga yang menjaga hubungan itu. Tentukan dasar setiap hubungan yang kamu bangun, di atas apa kamu membangunnya, akan sekuat itulah nanti hubungan itu.

A- Alami pengalaman-pengalaman yang baru. Jadilah kreatif dalam hubunganmu, Belajarlah dengan giat untuk membangun suatu hubungan sama giatnya dengan saat kamu belajar untuk ujian Fisika atau Akuntansi. Sebuah hubungan yang diuji dengan waktu bisa saja mengalami kebosanan atau titik jenuh. Inilah musuh utama sebuah hubungan: titik jenuh. Sebab itu mintalah hikmat dari Tuhan supaya kamu bisa menjadi lebih kreatif dalam membangun hubungan.

N- Nyatakan kepada dunia apa yang telah kamu alami dari hubungan persahabatanmu itu. Biarlah dunia diberkati oleh kesaksian atas persahabatan yang dialami oleh anak-anak Tuhan. Buktikan bahwa kita memiliki Tuhan Yesus yang adalah sahabat sejati, yang memiliki kasih terbesar sebagai Seorang Sahabat (Yoh 15:13). Saat kita, anak-anak Tuhan, membangun sebuah hubungan, itu akan menjadi gambaran bagaimana Allah membangun hubungan dengan kita manusia. Sebab itu miliki nilai-nilai yang Tuhan Yesus tunjukkan sebagai Sahabat: Pengorbanan, Kasih, Penerimaan, Kemurahan Hati, Ketegasan yang membangun, Kesetiaan, Memiliki Visi yang jelas, dan banyak hal lainnya yang akan kita temukan jika kita mengenal Dia.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

8

Category : inFOStainment

Shalom FOSters.. Di penghujung tahun ini kami ingin menyampaikan sebuah klarifikasi dan permohonan maaf. Di bulan May tahun 2009 kami pernah membuat sebuah artikel kesaksian yang berjudul Dewa Klasik Alexander – Ketika Kasih Karunia Menjadi Lebih Berharga. Ternyata kami mengetahui bahwa sahabat kami Dewa Klasik telah menarik kesaksiannya seperti yang dikutip pada blog Julita Manik – A Sorry Letter from Dewa Klasik

******

From: DEwa Klasik
Date: Fri, 13 Nov 2009 06:43:20

Saya ingin mengklarifikasi email yang beredar mengenai kesaksian saya. Ada banyak hal yang tidak benar. Dan itu bukan kesalahan siapa pun. Tapi kesalahan saya sendiri. Dengan ini saya sangat menyesal atas kesalahan yang telah saya buat dan saya bertobat dari kesalahan yang telah saya lakukan. Saya tau, hal ini akan mengecewakan banyak orang yang mengenal saya. Saya hanya bisa mengatakan maaf dan berikan saya kesempatan untuk memulai hidup baru untuk memperbaiki kesalahan yang saya buat. Saya minta maaf buat pihak yang merasa dirugikan atas kesaksian saya tersebut.

Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi. Saya menyadari dengan kata maaf tidak cukup karena ada harga yang harus saya bayar dengan kesalahan yang sudah saya lakukan. Sekarang saya menanggung konsukensi dari apa yang telah saya buat. Namun saya bersyukur karena Tuhan masih memberikan kasih karunia kepada saya untuk memperbaiki semua ini. Saat ini saya ada dalam pengawasan dan mentoring oleh seorang hamba Tuhan. Saya berharap saya bisa bangkit kembali dan memulai kembali dari nol pelayanan yang telah saya tinggalkan untuk kurun waktu tertentu.

with love,

Dewa Klasik Alexander

******

Kami pun telah menarik kesaksian tersebut dari website dan notes Facebook FOS Community. Mungkin banyak yang merasa kecewa dengan hal ini tapi buat kami ini adalah sebuah pelajaran supaya kita bisa melihat jauh ke dalam lubuk hati kita masing-masing. Apakah kita benar-benar mengenal Tuhan Yesus secara pribadi atau kita hanya menggantungkan iman kita kepada kesaksian orang lain. Saat kita memiliki fokus hanya kepada Yesus, iman kita tidak akan mudah berguncang, berapa banyak pun pemimpin rohani yang jatuh kita akan tetap berdiri teguh karena kita mengenal Yesus dan selalu menjadikan Dia satu-satunya sumber pengharapan.

Dan untuk sahabat kami, Dewa Klasik. Bukan kali pertama seseorang mengecewakan sesamanya dan Tuhan. Bahkan di Alkitab terdapat banyak tokoh-tokoh yang terjatuh dalam dosa dan kesalahannya tetap dituliskan. Namun kisah hidup mereka tidak berhenti ketika mereka jatuh, mereka tidak lari dari konsekuensi dan menyerah, mereka bangkit dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang jauh luar biasa sehingga orang-orang dapat berkata “Dulu ia adalah seorang pezinah/penakut/pembunuh tapi kini ia membuktikan bahwa ia bertobat dengan sungguh-sungguh dan mengerjakan hal-hal yang luar biasa bagi kemuliaan Tuhan.”

Karena itulah kami akan  mendukung Dewa untuk tetap kuat menanggung konsekuensi dari kesalahannya dan menaruh pengharapan sebagai sahabat bahwa ia akan bangkit serta menunjukkan kesungguhan dari pertobatannya dan suatu saat mengerjakan hal-hal yang lebih dahsyat bagi kemuliaan nama Tuhan.

Untuk semua pembaca setia artikel-artikel dari FOS Community, kami dari tim redaksi memohon maaf atas artikel tersebut dan ke depannya kami akan berusaha untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam membuat sebuah artikel kesaksian.

Buat semua FOSters, semoga klarifikasi ini tidak akan membuat semangat natal kita memudar :)

Jesus Loves U all..

FOS Community

This is an Emergency

1

Category : inFOStainment

Ada sebuah lagu yang dulu pernah saya dengar di radio, judul lagunya Tears of the Saints, dinyanyikan oleh grup band Kristen asal Amerika – Leeland. Dari awal mula liriknya, lagu ini telah membuat saya terdiam dan meneteskan air mata. Beberapa hari yang lalu saya enggak sengaja menemukan lagu ini lagi di Youtube. Dan mendengarkan lagu ini kembali membuat saya meneteskan air mata sama seperti saya pertama kali mendengarnya.

FOSters, saya percaya Tuhan berbicara melalui banyak hal melalui hidup kita, Ia berbicara melalui Firman Tuhan yang kita baca, Ia berbicara melalui khotbah yang kita dengar, Ia juga bisa berbicara melalui teman-teman kita, buku yang kita baca, bahkan sebuah lagu yang kita dengar. Dan saat mendengar lagu ini – Tears of the Saint dari Leeland. Saya tahu Roh Kudus sedang menyentuh hati saya dengan cara yang paling lembut.

Lirik lagunya sendiri menceritakan tentang banyaknya jiwa-jiwa yang hilang dan yang belum diselamatkan hingga membuat para orang-orang kudus meneteskan air mata. Kadang kita enggak terlalu banyak berpikir tentang orang-orang di luar sana yang belum pernah mengenal Yesus, kadang kita berpikir untuk ngurusin hidup kita sendiri yang sering jatuh bangun dalam dosa aja udah sulit, apalagi mau memberitakan keselamatan ke orang lain? Ribet ah! Tapi satu baris kalimat di lagu ini membuat saya terhenyak – This is an Emergency..

Guys, ini bukan waktunya lagi kita santai-santai dan mikirin hidup kita sendiri aja, berapa banyak kabar kematian di Indonesia setiap hari? Dan di antara orang-orang yang meninggal tersebut berapa banyak yang belum pernah mendengar tentang Yesus? Berapa banyak anak-anak muda yang kehilangan pengharapan dan enggak tahu harus kemana? Dan mereka pun belum pernah mendengar pengharapan di dalam Yesus! Kenapa? Karena enggak ada yang memberitakannya kepada mereka..

This is an Emergency.. Ini keadaan yang gawat..

Bapa ingin kita merasakan hati-Nya.. Kerinduan-Nya melihat anak-anak-Nya yang terhilang kembali pulang. Guys, maukah kita mengajak mereka yang terhilang datang kembali kepada Tuhan?

There are tears from the saints

For the lost and unsaved

We’re crying for them come back home

We’re crying for them come back home

And all your children will stretch out their hands

And pick up the crippled man

Father, we will lead them home

Father, we will lead them home


Cerita Tentang “Stand Up for Jesus”

2

Category : inFOStainment

stand up for jesus

stand up for jesus

Ini adalah kisah yang terjadi di USC. Disana ada seorang profesor filosofi yang mengaku ateis.

Tujuan utamanya selama kelas semester adalah berusaha membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada.

Para mahasiswanya selalu takut untuk berargumentasi dengan dia karena logikanya yang sangat masuk akal. Telah 20 tahun berselang ia mengajar kelasnya dan tidak seorang pun berani menentangnya.

Beberapa mahasiswa memang pernah mencoba, tapi tidak seorangpun berhasil karena reputasinya. Di akhir setiap semester, pada hari terakhir, dia selalu berkata dihadapan 300 orang mahasiswanya, “Bila ada yang masih percaya pada Yesus, silahkan berdiri!” Selama dua puluh tahun, tidak seorang pun yang berani berdiri.

Mahasiswanya sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor tersebut selanjutnya. Ia akan berkata, “Siapapun yang percaya pada Tuhan adalah seorang yang tolol. Bila Tuhan memang ada, Ia mampu memberhentikan kapur ini jatuh mengenai lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, dan memang Ia tidak dapat melakukannya.”

Dan setiap tahun, profesor tersebut menjatuhkan kapur ke lantai dan kapur itu pecah menjadi ratusan potongan. Semua mahasiswanya tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dan menyaksikannya. Kebanyakan mahasiswanya terlalu takut untuk berdiri.

Beberapa tahun kemudian seorang mahasiswa muda mendaftarkan diri Pada kelas profesor tsb. Ia adalah seorang Kristen dan sudah mendengar cerita tentang bakal profesornya. Ia wajib mengikuti kelas profesor tersebut dan dia merasa gentar menghadapinya. Untuk 3 bulan semesternya, ia berdoa setiap pagi supaya ia dimampukan untuk berdiri, apapun yang akan dikatakan profesor dan yang dipikirkan oleh rekan-rekannya. Tidak ada yang dapat melemahkan imannya, ia hanya berharap. → Continue