<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FOS Community &#187; Simply Articles</title>
	<atom:link href="http://fos-community.com/category/simply-articles/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fos-community.com</link>
	<description>Simple but Powerful - Stand in Unity not in Uniform</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pria Simpanan dan Preman</title>
		<link>http://fos-community.com/pria-simpanan-dan-preman</link>
		<comments>http://fos-community.com/pria-simpanan-dan-preman#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 12:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Hmmm&#8230;.hari masih gelap, tapi sepertinya sebentar lagi pagi Aku terjaga dari tidurku, bangun dan duduk di ranjangku Di sebelahku sesosok tubuh perempuan terbaring lelap Seandainya aku bisa mengatakan kalau dia istriku, tapi sayangnya bukan Seandainya aku juga bisa mengatakan kalau aku mencintainya, tapi juga tidak Bagiku dia majikanku, dan baginya aku hanyalah mainan favoritnya..saat ini&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/man-and-woman.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1457" title="man and woman" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/man-and-woman.jpg" alt="" width="270" height="203" /></a>Hmmm&#8230;.hari masih gelap, tapi sepertinya sebentar lagi pagi<br />
Aku terjaga dari tidurku, bangun dan duduk di ranjangku<br />
Di sebelahku sesosok tubuh perempuan terbaring lelap<br />
Seandainya aku bisa mengatakan kalau dia istriku, tapi sayangnya bukan<br />
Seandainya aku juga bisa mengatakan kalau aku mencintainya, tapi juga tidak<br />
Bagiku dia majikanku, dan baginya aku hanyalah mainan favoritnya..saat ini&#8230;<br />
Ah&#8230;waktunya bangun dan pergi ke kamarku sebelum pelayan lain memergokiku</p>
<p>Sambil berjalan, aku teringat masa lalu<br />
Kalau dipikir-pikir, nasib ini sungguh aneh<br />
Dibuang keluarga dan menjadi pelayan di rumah ini<br />
Majikanku memperlakukanku cukup baik, tapi istrinya bahkan lebih “ baik ” lagi<br />
Dia sendiri yang datang dan menawarkanku tempat di ranjangnya</p>
<p>Untuk sesaat aku bimbang, bukankah itu dosa ?<br />
Tapi, kenapa tidak ? Aku masih muda dan tubuhku menginginkannya<br />
Tapi bukankah itu menyakiti Tuhan ?<br />
Tuhan ? Tuhan yang diam saja ketika keluargaku membuangku ?<br />
Tapi bukankah Tuhan akan menjadikan semuanya baik ?<br />
Baik di mananya ? Aku hanya pelayan di rumah ini&#8230;tapi seandainya nyonya menyukaiku, kehidupanku akan lebih baik dan aku bisa memuaskan masa mudaku.<br />
Tunggulah Tuhan dan Dia akan&#8230;<br />
Tidak, aku tidak mau menunggu. Aku lelah menunggu mimpi tak jelas, lebih baik aku mengambil apa yang ada di depan mataku saat ini.</p>
<p>Kehidupan ini tidak jelek..<br />
Tuan sering pergi untuk kerja sampai berhari – hari dan tidak pernah curiga<br />
Nyonya menyukaiku dan aku bisa hidup nyaman<br />
Mungkin ini bukan hidup yang kuimpikan, tapi tidak jelek..</p>
<p>***********</p>
<p>Bayaran bulan ini tidak terlalu banyak, mungkin para pedagang itu harus diingatkan lagi karena jasa siapa mereka bisa berdagang dengan aman tanpa takut dirampok. Sedikit uang tanda terimakasih karena sudah menjaga barang dagangan mereka harusnya tidak seberapa. Mungkin para pedagang kikir itu harus belajar apa arti kata tidak aman sebelum mereka mau berterimakasih.</p>
<p>Hahh&#8230;menjadi preman kecil di kota kecil&#8230;betapa jauh dirinya terbuang.<br />
Dulu hidupnya tidak seperti ini&#8230;dulu dia wakil direktur perusahaan besar.</p>
<p>Dulu hidupnya bagaikan anak bangsawan, tapi sekarang dia terbuang di kota kecil berdebu ini, menjaga barang dagangan para pedagang yang tak tahu terimakasih itu.<br />
Dan semuanya karena mertuanya sendiri, direktur perusahaannya, cemburu pada kesuksesannya di perusahaan itu.<br />
Hahh&#8230;padahal mertuanya yang tidak sanggup memimpin, tapi dia yang dipecat dan berakhir di sini.<br />
Tapi&#8230;ini juga tidak jelek, setidaknya dia berhasil membalas dendam&#8230;</p>
<p>Senyum tersungging di bibirnya, ketika dia teringat lagi ketika pisaunya menembus tubuh mertuanya yang bodoh dan tidak kompeten itu.<br />
Ya..tahun lalu mertuanya datang ke kota ini mencarinya&#8230;<br />
Masih banyak pegawai di perusahaan itu yang menginginkan pergantian pemimpin yang lebih kompeten. Dan mertuanya datang ke sini untuk menyingkirkannya, untuk memastikan tidak ada saingan yang akan berebut kepemimpinan dengannya.<br />
Hahh&#8230;tapi dia lebih cepat dari mertuanya yang lamban itu.<br />
Ketika mertuanya masuk ke toilet dan para pengawalnya berjaga di luar, itulah saat belatinya membayar semua dendamnya.</p>
<p>Harusnya tidak dia lakukan itu, bukan itu yang Tuhan inginkan<br />
Tapi dendam yang terbayar itu terasa manis<br />
Walaupun kosong&#8230;.perusahaannya kosong&#8230;semua pegawainya tercerai berai karena konflik internal yang berkepanjangan. Sebagian dari pegawai mendukungnya tapi sebagian menolaknya karena dia membunuh mertuanya sendiri. Dan sekarang perusahaan itu kosong&#8230;<br />
Dan dia tetap terjebak di kota kecil ini.</p>
<p>Tapi, ini juga tidak jelek&#8230;<br />
Setidaknya dia “ direktur ” dari sebuah jasa keamanan<br />
Mungkin ini bukan profesi impian<br />
Tapi, ini juga tidak jelek&#8230;</p>
<p>***********</p>
<p>Bagaimana kalau seandainya Yusuf ternyata memilih untuk menerima rayuan istri Potifar ?<br />
Bagaimana kalau seandainya Yusuf lebih memilih untuk memuaskan masa mudanya ?<br />
Bagaimana kalau seandainya, daripada menunggu Tuhan mewujudkan mimpinya, Yusuf memilih untuk mengambil jalan yang mudah ?</p>
<p>Bagaimana kalau seandainya Daud memutuskan bahwa dendamnya pada Saul lebih penting dari apa yang Tuhan inginkan ?<br />
Seandainya Daud lebih memilih untuk main hakim sendiri daripada menyerahkan perkaranya pada Yang Adil ?<br />
Seandainya daripada menunggu waktunya Tuhan, Daud berusaha untuk menjadi raja dengan caranya sendiri ?</p>
<p>Seandainya kita memilih untuk meyerah dan membiarkan diri kita terbawa arus ?<br />
Seandainya kita memilih untuk bertindak sendiri daripada menunggu Tuhan ?<br />
Seandainya kita memilih untuk membuang mimpi-mimpi kita dan mencukupkan diri dengan hidup yang mengikuti dunia ini ?</p>
<p>Yusuf sang perdana menteri&#8230;.dan yusuf pria simpanan<br />
Daud sang raja&#8230;.dan daud yang preman<br />
Seandainya Yusuf bertahan sedikit lagi&#8230;seandainya Daud percaya sedikit lagi&#8230;.<br />
Dan&#8230;..Puji Tuhan&#8230;.mereka memang bertahan, mereka memang percaya, mereka menunggu dan Tuhan bertindak, dan mimpi mereka terwujud, dan Alkitab menjadi lebih berwarna dengan kisah hidup mereka.</p>
<p>Sedikit lagi&#8230;.bertahan lagi&#8230;.percaya lagi&#8230;.<br />
Bangun lagi&#8230;merangkak lagi&#8230;berjalan lagi&#8230;.<br />
Sedikit lagi&#8230;.Yesus ada di depan&#8230;.dan tanganNYA terbuka.</p>
<p><em>PS : mungkin ada yang heran kenapa Daud perannya di sini jadi preman ? Well&#8230;ini pendapat pribadi sih, tapi kalau baca 1 Samuel 25 soal Daud dan Nabal, rasanya kok Daud macem preman yang jaga keamanan kambing domba Nabal terus minta uang terimakasih.</em><br />
<em> Memang sih kalo preman pasar, dia sendiri yang ganggu kemanan, dia sendiri yang minta uang keamanan. Sementara Daud emang beneran ngejaga kambing domba dari rampok&#8230;jadi ga preman – preman amat lah (&gt;,&lt;)&#8217;</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://www.warungbakmi.com">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/pria-simpanan-dan-preman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lumpuh Total</title>
		<link>http://fos-community.com/lumpuh-total</link>
		<comments>http://fos-community.com/lumpuh-total#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1478</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada seorang mapan yang memang sudah sukses dalam hidupnya mengeluhkan sakit di punggungnya.  Sakit itu sering kambuh dan sekalinya sakit bisa membuat dirinya tidak dapat melakukan apa-apa. Ketika berobat ke dokter, sang pria tersebut mendapat nasihat supaya harus beristirahat  2 hari untuk memulihkan punggungnya.  Saran dokter itu dituruti, ia mengambil cuti sehari untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/lumpuh.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1479" title="lumpuh" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/lumpuh-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a>Suatu ketika ada seorang mapan yang memang sudah sukses dalam hidupnya mengeluhkan sakit di punggungnya.  Sakit itu sering kambuh dan sekalinya sakit bisa membuat dirinya tidak dapat melakukan apa-apa. Ketika berobat ke dokter, sang pria tersebut mendapat nasihat supaya harus beristirahat  2 hari untuk memulihkan punggungnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Saran dokter itu dituruti, ia mengambil cuti sehari untuk dapat beristirahat, tidur seharian tepat seperti yang dokter itu anjurkan. Dirasa masih sakit punggungnya, ia mengambil cuti lagi sehari karena dipikirnya toh masih sakit ini, biarlah beristirahat sejenak badannya. Dirasanya masih sakit, ia mengambil cuti lagi sehari hingga tidak terasa sudah seminggu penuh dia cuti dan tidur seharian.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa nikmat untuk beristirahat daripada harus bekerja keras, akhirnya ia putuskan untuk keluar dari pekerjaannya dengan alasan sakit dipunggungnya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu berlalu, sebulan berlalu, bahkan setahun berlalu, sang pria hanya mengeluhkan sakit di punggungnya sembari rebahan di tempat tidurnya. Tanpa ia sadari bahwa sebenarnya sakit punggungnya sudah hilang sejak ia beristirahat pada hari kedua.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah setahun tiga bulan hanya rebahan di tempat tidur dan tidak melakukan apapun, tiba-tiba ia merasa sakit sekali, bukan hanya di punggungnya, tetapi di sekujur tubuhnya, dan saat ia mencoba menggerakan tangan dan kakinya, yang ada adalah sakit yang lebih lagi, saat mencoba untuk bangkit, yang ada adalah rasa sakit yang tidak kalah hebatnya. Frusatasi sembari menahan sakit, ia menelepon dokter yang dahulu pernah memberikan nasihat mengenai punggungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika dokter datang, dan tau bahwa sudah setahun tiga bulan si pria ini hanya tidur di tempat tidurnya saja kerjaannya, maka sembari menggelengkan kepala dan sedikit sedih ia berkata kepada pria ini, “ Pak, kan saya bilang hanya istirahat 2 hari saja, kenapa jadi setahun begini. Dan tahukah bapak bahwa tubuh bapak saat ini jauh lebih lemah daripada saat saya suruh bapak untuk beristirahat. Saat ini, dengan berat hati saya katakan bahwa bapak mengalami gejala KELUMPUHAN TOTAL…”</p>
<p style="text-align: justify;" align="center">….</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Guys,</em> tahukan bahwa istirahat itu memang penting, tetapi istirahat yang berkepanjangan itu berbahaya, dapat melumpuhkan, dapat membuat mandul, dapat membuat malas, dan dapat menghilangkan potensi diri kita. Bukan saja mengenai badan yang capek lho, tetapi tanpa kita sadari, kita juga sering merasa lelah dengan semua yang Tuhan anugrahkan kepada kita, contohnya talenta. Seringnya dan padatnya pelayanan membuat kita mengeluhkan kepada Tuhan bahwa kita lelah, butuh istirahat sesekali, butuh waktu luang terbebas dari pelayanan, butuh waktu sendiri, dan butuh bla..bla..bla.. lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehari istirahat, dua hari istirahat, tanpa kita sadari akhirnya kita “<em>resig</em>n” dari pelayanan kita, dan memilih melayani nafsu dan egoisme kita sendiri. Kita berhenti menjadi WL untuk Tuhan, berhenti bermain musik di greja, berhenti menulis hal-hal yang memberkati, berhenti datang ke rumah Tuhan, berhenti bersaat teduh, berhenti berdoa, dan hanya sibuk mengejar apa yang menjadi daya tarik dunia. <em>Well</em>, isitrahat nampanknya di salahartikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua orang pasti punya alasan untuk beristirahat dari apapun, tetapi jarang sekali orang yang mau kembali dari “istirahatnya” itu untuk kembali beraktifitas, kembali menjadi berkat dan kembali melayani. <em>Why</em>? karena istirahat itu nyaman guys, karena istirahat itu nggak perlu melakukan apapun, karena istirahat itu <em>ueeenakk tenan…</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>But excessive rest is dangereous, why ?? </em> Karena saat kita terlena dengan istirahat kita yang berlebihan bisa-bisa kita menjadi LUMPUH….. Lumpuh badan kita, lumpuh semangat kita, lumpuh potensi kita, Lumpuh jiwa kita, Lumpuh talenta kita, Lumpuh hati kita, dan bahkan lumpuh rohani kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalo sudah LUMPUH semuanya, berbahaya… karena kita hanya akan meratapi kelumpuhan kita dan berharap untuk cepat-cepat <em>Rest in peace….</em> Ngeri sobb…</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sebelum kelumpuhan total menghinggapi kita, yuk kita bangunkan diri kita dari istirahat yang merusak, bangunkan jiwa kita, bangunkan semangat untuk pulih dari dalam diri kita, kembali latih dan lakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita, kembali aktif ke dalam pelayanan dan persekutuan, dan minta Tuhan untuk membangkitkan kerohanian kita yang sudah keburu loyo.</p>
<p style="text-align: justify;">Nggak ada salahnya di awal tahun 2012 ini kita jadikan sebagai titik awal dari semangat yang baru untuk tidak lagi “membenarkan” istirahat yang berkepanjangan apalagi istirahat untuk ikut Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari bangkit dan kembali bersinar, menyinari hati-hati yang hampir lumpuh karena kegelapan…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>NB: penulis juga sedang berusaha bangkit dari “istirahat yang berkepanjangan” loh.. hehehe…</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/lumpuh-total/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengharapan Natal &#8211; Hopeful not Hopeless</title>
		<link>http://fos-community.com/pengharapan-natal-hopeful-not-hopeless</link>
		<comments>http://fos-community.com/pengharapan-natal-hopeful-not-hopeless#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 13:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[artikel natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1437</guid>
		<description><![CDATA[Ada salah satu tradisi unik di luar negeri saat natal, yaitu menggantungkan beberapa buah kaus kaki warna-warni di dekat tungku perapian, tujuan utamanya adalah saat keesokan harinya di dalam kaus kaki itu ada hadiah atau kejutan lainnya dari sinterklas. Unik juga, yah, kalo dipikir, butuh segede apa tuh kaus kaki kalo kita mengharapkan hadiannya televisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/christmas-stockings-2009-de.jpg"><img class="size-full wp-image-1438 alignleft" title="christmas-stockings-2009-de" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/christmas-stockings-2009-de.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Ada salah satu tradisi unik di luar negeri saat natal, yaitu menggantungkan beberapa buah kaus kaki warna-warni di dekat tungku perapian, tujuan utamanya adalah saat keesokan harinya di dalam kaus kaki itu ada hadiah atau kejutan lainnya dari sinterklas.</p>
<p style="text-align: justify;">Unik juga, yah, kalo dipikir, butuh segede apa tuh kaus kaki kalo kita mengharapkan hadiannya televisi 100 inch atau kulkas 10 pintu.. <em>hehehe..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tradisi itu bukan untuk menggambarkan kalo mau hadiah harus punya kaus kaki yang super duper gede dan digantung di sisi perapian, tetapi itu menggambarkan sebuah pengharapan yang digantungkan. Sebuah harapan yang ingin didapatkan untuk hari esok, dan sebuah kejutan untuk mengisi bahkan mewujudkan harapan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara tentang harapan dan pengharapan, aku yakin pasti setiap kita punya sebuah bahkan lebih harapan yang telah lama diharapkan, atau baru akhir-akhir terpikirkan, apalagi masih dalam suasana natal, ditambah tahun baru ini, pastinya ada sejuta bahkan semilyar harapan yang dimiliki oleh seseorang, apapun itu, siapapun itu<em>. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Friends</em>, apa yang akan kalian lakukan, seandainya tak satupun dari sejuta bahkan semilyar harapan itu terwujud menjadi kenyataan di natal kali ini, tidak ada kemeriahan natal yang diharapkan, tidak ada momen untuk pulang ke rumah bertemu dengan orang tua melepas rindu, tidak ada keceriaan natal di dalam rumah, tidak ada ucapan dan hadiah natal yang kita terima, dan bahkan kita merasa natal tahun ini adalah natal yang terburuk sepanjang hidup kita, nggak usah ngomongin harapan deh, yang ada malah masalah yang selalu datang dan tidak pernah berhenti, sampai-sampai kita bilang <em>“I Hate This Christmas !!!”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Akankah kalian merobek-robek kaus kaki yang telah tergantung itu dan membakarnya hingga habis, atau kalian akan tetap membiarkannya tergantung manis di sana dengan terus meletakan tangan di dada dengan penuh harap?</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan yang tak terwujud memang pahit, tetapi lebih pahit lagi adalah saat kita tidak memiliki pengharapan sedikitpun. Harapan bukannya tidak terwujud, tetapi belum terwujud. Kalo kita ngomong tentang harapan bukan hanya melihat sesuatu yang baik saja, tetapi melihat sebuah proses, yang kadang dimulai dengan terpaan yang sangat menyakitkan, sampai-sampai kita berteriak ‘STOP !!”, tetapi bukan pengharapan namanya kalo hanya berhenti di situ, karena dimulai saat itulah, saat kita membiasakan dan menguatkan diri untuk tidak berkata “Stop !!” kita sedikit demi sedikit namun pasti mendapatkan dan meningkatkan kekuatan kita, sehingga kita bisa bertahan dalam rasa sakit itu. Ada yang namanya ketekunan dan tahan uji, dan saat kita udah naik kelas ke level tahan uji itulah, cahaya pengharapan yang awalnya tidak terlihat sama sekali mulai terlihat sedikit demi sedikit. Dan yang aku tau yang namanya pengharapan dalam Tuhan itu tidak mengecewakan (terjemahan inggrisnya, Not ashamed = tidak mempermalukan).</p>
<p style="text-align: justify;">Memang tidak mudah untuk memiliki pengharapan, tetapi tidak sesusah sama sekali tidak memiliki pengharapan, artinya manusia hidup harus selalu memiliki pengharapan, karena tanpa pengharapan hidup tiada berarti, dan tanpa ada yang berharap akan kedatangan Sang Mesias, Bayi di palungan itu tidak akan menjadi sebuah keajaiban.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Harapan ada sebelum hari esok dan takkan pernah berakhir setelah hari ini berlalu, karena yang namanya pengharapan akan selalu ada, sampai saatnya Tuhan memperbaharui pengharapan kita</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun yang kamu harapkan di natal ini, tidak ada kata terlambat dan menyesal untuk harapan itu, nyalakan sebuah lilin, redupkan lampu kamarmu, dan di tengah cahaya lilin itu, naikanlah permohonan dan harapanmu kepada Bapa di surga melalui sebuah doa yang sederhana, saat kita tau begitu inginnya Tuhan mewujudkan harapan kamu sebagai bukti kasihNya kepadamu, saat itulah kita akan menjadi orang yang paling berpengharapan melebihi apapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/merry_christmas.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1439" title="merry_christmas" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/merry_christmas-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. </em></strong><br />
<strong><em>Roma 5:5</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>And hope maketh not ashamed; because the love of God is shed abroad in our hearts by the Holy Ghost which is given unto us. </em></strong><br />
<strong><em>Rome 5:5</em></strong></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/pengharapan-natal-hopeful-not-hopeless/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paket Pengampunan</title>
		<link>http://fos-community.com/paket-pengampunan</link>
		<comments>http://fos-community.com/paket-pengampunan#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 12:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1416</guid>
		<description><![CDATA[Jika mengampuni dan melupakan tidak datang dalam satu paket yang sama, maka itu belum bisa disebut pengampunan. Kemungkinan, Itu hanya paket basa-basi biasa agar segalanya terlihat baik-baik saja :)   Semudah apa? Mengampuni sih gampang tapi melupakan kesalahan orang yang menyakiti kita?? No way!! Emangnya otak kita ini program komputer apa? Bisa segampang itu delete [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/09/package.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1417" title="package" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/09/package-300x233.jpg" alt="" width="300" height="233" /></a></p>
<p align="center"><em>Jika mengampuni dan melupakan tidak datang dalam satu paket yang sama, maka itu belum bisa disebut pengampunan. Kemungkinan, Itu hanya paket basa-basi biasa agar segalanya terlihat baik-baik saja :)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Semudah apa?</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mengampuni sih gampang tapi melupakan kesalahan orang yang menyakiti kita?? <em>No way</em>!! Emangnya otak kita ini program komputer apa? Bisa segampang itu <em>delete</em> file <em>kekecewaan.exe</em> dan <em>kumpulan-kejadian-buruk.zip</em>?? Nyatanya saat kita mengampuni seseorang, kita masih bisa mengingat kejadian yang bikin kita sakit hati itu kan? Kecuali mungkin kalau kita mengalami amnesia karena kesenggol mobil atau tertimpa batu bata <em>*ala sinetron Indonesia*.</em> Hal ini wajar karena otak kita memang tidak didesain untuk semudah itu ‘lupa’ akan kejadian-kejadian signifikan dalam hidup kita. Dan karena kita tahu itu wajar tanpa kita sadari kita juga mewajarkan kata-kata <em>“Gue udah mengampuni, tapi maaf, kalo untuk melupakan itu perkara yang berbeda.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Melupakan terlihat seperti sesuatu yang mustahil dilakukan. Padahal melupakan dalam paket pengampunan itu artinya bukan melupakan kejadian tersebut tapi sebenarnya <strong>melupakan sakit hati yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut.</strong> Kita mungkin enggak akan pernah lupa teman yang mengucapkan kata-kata sindiran tajam ketika sedang bercanda, sahabat yang membocorkan rahasia kita ke seluruh kelas, kekasih yang tiba-tiba meninggalkan kita tanpa alasan, atau papa yang menampar kita di depan umum, tapi kita bisa memilih untuk melupakan sakit hati yang ditimbulkan oleh kejadian itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah mudah? Enggak.. tapi kalau kita sudah memutuskan untuk mengampuni itu berarti kita <strong>mau </strong>melupakan sakit hati tersebut. Saat kita mau melupakannya, Roh Kudus yang akan selanjutnya membantu kita. Tetapi ketika menolak untuk melupakan dan bertahan dengan ego kita, maka tidak ada yang bisa memaksa kita. Kita yang sepenuhnya memutuskan. Jangan lupa kalau <strong><em>kekecewaan dan sakit hati itu sangat tajam, jika kita menggenggamnya terlalu erat, kita hanya akan melukai diri kita sendiri.</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Untuk mereka yang bahkan tidak tahu…</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk saya pribadi, mengampuni dan melupakan kesalahan orang yang dengan tulus minta maaf itu mudah! Yang sulit itu, jika orang yang menyakiti hati kita bahkan tidak tahu kalau mereka sedang menyakiti hati kita. Yang sulit itu, jika ada orang yang melakukan kesalahan tapi justru malah kita yang balik disalahkan dan dibenci. Yang sulit itu, jika kita mengampuni dan melupakan kesalahan orang yang berpotensi melakukan kembali kesalahan yang sama!!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Terus gimana dong? Sampai kapan kita harus terus menerus mengampuni orang? Sabar kan ada batasnya! </em></p>
<p style="text-align: justify;">Waktu Petrus nanya ke Tuhan <strong>&#8220;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&#8221; (Mat 18:21)</strong> Dan jawaban Tuhan Yesus sangatlah mencengangkan! <strong>&#8220;Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Mat 18:22)</strong> <em>pastinya Petrus waktu itu langsung bengong karena enggak nyangka dapet jawaban yang berlipat kali ganda^^</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>70&#215;7 </strong>bisa merupakan kiasan yang digunakan Yesus untuk menunjukkan bahwa kita harus mengampuni orang dengan tidak terbatas. Tapi kalaupun seandainya kita hitung secara harfiah 70&#215;7 itu berarti 490 kali! Tetap merupakan jumlah yang sangat banyak, karena biasanya sesabar-sabarnya kita paling hanya mau mengampuni orang 3-4 kali. Di sinilah Tuhan Yesus mau mengubah pandangan Petrus dan tentu saja pandangan kita, kita selalu berpikir bahwa pengampunan itu ada batasnya, tapi yang Yesus mau bilang &#8211; <strong><em>pengampunan adalah sebuah proses  yang terus-menerus, pengampunan adalah komitmen, pengampunan adalah keputusan untuk tetap mengampuni bahkan ketika yang orang yang kita ampuni berpotensi untuk melakukan kesalahan yang sama berulang kali.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan Yesus tahu kalau itu sulit bagi kita, tapi Dia pun tahu ketika kita mengambil keputusan untuk  mengampuni dan melupakan kesalahan orang yang bahkan tidak tahu bahwa mereka menyakiti hati kita atau mereka yang tidak pernah meminta maaf untuk hal itu maka karakter kita akan semakin disempurnakan, kita akan belajar level baru dari kerendahan hati. Dan jauh di atas segalanya Dia tahu bahwa kita akan menjadi lebih berbahagia. <strong><em>Dia tidak memberikan perintah mengampuni berulang kali untuk menyiksa kita tapi justru karena Dia ingin kita berhenti menyakiti diri sendiri. Karena Dia terlalu mencintai kita dan tidak ingin melihat kita menderita.</em></strong></p>
<div>
<p style="text-align: justify;">Memilih untuk tidak mengampuni membuat kita berhenti, berhenti untuk merasakan sukacita. Memilih untuk tidak melupakan sakit hati membuat kita lelah, lelah karena harus menanggung rasa pahit. Tapi memilih untuk melepaskan pengampunan berarti memberikan bagian terbaik dari hati kita untuk ditempati oleh Kristus.</p>
</div>
<p><strong><em>Ditulis Oleh: <a title="Inspirasi Dari Sang Kecoa" href="http://lunniey.tumblr.com">LNY</a>_<a title="CERPEN | Esok Aku Akan Pergi Jauh" href="http://fos-community.com">FOS Community</a></em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/paket-pengampunan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Dari Sang Kecoa</title>
		<link>http://fos-community.com/inspirasi-dari-sang-kecoa</link>
		<comments>http://fos-community.com/inspirasi-dari-sang-kecoa#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 13:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1410</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini enggak sengaja aku memperhatikan tingkah kecoa. Karena sebal melihat kecoa yang sibuk bolak-balik di depan pas aku sedang makan, akhirnya dengan kaki kutendang dia. Ternyata karena tendangan itu badannya jadi terbalik gitu. Dengan susah payah dia berusaha untuk membalikkan badannya lagi, pas udah balik kutendang lagi jadinya terbalik lagi deh, begitu seterusnya sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/09/dr._cockroach_ph.d..jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1413" title="dr._cockroach_ph.d." src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/09/dr._cockroach_ph.d.-208x300.jpg" alt="" width="187" height="270" /></a>Hari ini enggak sengaja aku memperhatikan tingkah kecoa. Karena sebal melihat kecoa yang sibuk bolak-balik di depan pas aku sedang makan, akhirnya dengan kaki kutendang dia. Ternyata karena tendangan itu badannya jadi terbalik gitu. Dengan susah payah dia berusaha untuk membalikkan badannya lagi, pas udah balik kutendang lagi jadinya terbalik lagi deh, begitu seterusnya sampe 3 kali <em>(kejamnya dunia&#8230;hahaha).</em> Dan pada akhirnya sang kecoa udah pasrah sama keadaannya yang terbalik itu dan enggak berapa lama akhirnya sang kecoapun meregang nyawa alias <em>pergi untuk selamanya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Guys</em>, kalian tau, ternyata untuk <em>matiin</em> kecoa enggak perlu beli semprotan kecoa yang mahal, enggak usah beli racun kecoa yang dijual di emperan jalan <em>(emang ada yah?)</em>, enggak perlu beli raket listrik buat nyetrum kecoa sampe mati atau mengotori tangan kita dengan memukul  kecoa sampai <em>benyek</em>. Cara paling simpel adalah dengan membalikkan saja tubuh si kecoa itu, pasti deh kalo memang kecoa itu enggak bisa membalikkan tubuhnya lagi, sudah dipastikan beberapa menit kemudian malaikat maut siap menjemputnya&#8230;<em> heheheh</em></p>
<p style="text-align: justify;">Waduh, <em>jijik bin jorok</em> nih, kok ngomongin kecoa sih&#8230; kan <em>atut</em><em>&#8230;.hahaha</em><em>..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Karena penasaran kenapa kalo badannya terbalik kecoa bisa mati, aku <em>cari di google penyebabnya</em>. Ternyata enggak banyak alasan logis yang bisa didapat kenapa kecoa bisa mati hanya dengan dibalikkan saja tubuhnya. Pada akhirnya kusimpulkan bahwa kecoa itu mati karena berhenti berusaha, bukannya karena terlalu lelah berusaha. Saat tubuh kecoa itu terbalik, mungkin dia akan merasa pusing, mual, jantung berdebar-debar, seluruh cairan tubuhnya menjadi terbalik dan fungsi-fungsi kelenjar/organnya menjadi terhenti <em>(nii masih mungkin yah&#8230;hehehehe&#8230;)</em> dan akhirnya matilah dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang kupelajari dari sang kecoa, selama dia masih mau dan berusaha menggerak-gerakan tubuhnya untuk mengembalikan posisi tubuhnya, selama itulah dia masih memiliki peluang untuk selamat bahkan untuk hidup. Dan saat dia udah menyerah, berhenti berusaha karena kelelahan mungkin atau karena terlalu berat baginya, maka bisa dipastikan sang kecoa akan menemui ajalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku jadi berpikir ada persamaan juga yah dalam hidupku dengan kecoa itu. Mungkin bukan secara harafiah badanku terbalik, tetapi bisa saja tiba-tiba kondisi ekonomi keluargaku berbalik 180<sup>0</sup>, atau kondisi imanku berada di level terendah, atau mungkin studiku lagi kacau balau, hubunganku dengan orang lain (pacar, orang tua atau sahabat) lagi kacau karena suatu masalah, dan “posisi” terbalik lainnya. Bukankah sama aja yah kondisinya?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berjuang hingga akhir</strong>, mungkin itulah yang bisa aku pelajari dari sang kecoa sebelum dia menemui ajalnya <em>(makasih yah kecoa&#8230;.hehehehhe). </em>Kecoa itu gigih berusaha walaupun akhirnya aku balikan lagi tubuhnya, hingga akhirnya dia terlalu lelah untuk berusaha. Tetapi jangan salah, ada juga loh kecoa yang aku <em>“begitukan”, </em>berhasil membalikan tubuhnya dan lari dari kejaranku, dan tetap hidup!</p>
<p style="text-align: justify;">Perjuangan memang sangat berat, akan tetapi perjuangan itu pasti menghasilkan. Perjuangan memberikan kita kesempatan untuk tetap “hidup”.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku coba membayangkan seandainya aku berhenti berjuang untuk tugas akhirku, mungkin besok atau sampai kapanku aku enggak akan bisa sidang untuk kelulusan. Seandainya saja aku berhenti berjuang untuk belajar mungkin aku enggak akan bisa mendapatkan sesuatu yang berharga. Seandainya aku berhenti berjuang untuk memperbaiki hubunganku dengan orang-orang terdekatku, pasti aku telah kehilangan mereka. Dan seandainya aku berhenti untuk berjuang mengejar pemulihan mungkin untuk selamanya aku dalam keterpurukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kayaknya segala sesuatu butuh perjuangan deh, bahkan hal sederhana seperti bernafas juga membutuhkan perjuangan, berjuang untuk mendapatkan oksigen sebanyak dan secukup mungkin untuk paru-paru kita. Seandainya saja kita merasa malas untuk bernafas apa jadinya coba?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk sebuah hubungan, akan sangat terasa perjuangan itu. Bagaimana kita berusaha untuk tetap kontak dengan orang terdekat kita (pacar, keluarga, sahabat, de el el). Bagaimana kita berusaha untuk saling menjaga hubungan kita satu sama lain. Berjuang untuk tidak menyakiti satu sama lain secara sengaja maupun tidak dan berjuang untuk memperbaiki hubungan yang agak retak, retak atau sudah hancur sama sekali. Dan enggak jarang lho yang pada akhirnya cenderung untuk menyerah dan pasrah pada keadaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kecoa itu pasrah dan menerima keadaan, maka bisa dipastikan sang kecoa itu mati. So gimana dengan kita, apakah saat kita menyerah dan pasrah kita akan mati juga?</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa iya, bisa tidak. Saat kecoa itu sudah kelelahan, dia diam tergeletak tak berdaya dengan tatapan memohon belas kasihan ke aku <em>(hahaha&#8230; masa sih). </em>Bisa jadi selamat karena aku berbaik hati membalikan tubuhnya lagi, atau karena aku menyemangati dia untuk berusaha lagi <em>(wahhh..lebay deh&#8230;.hehehehhe)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ternyata saat memandang ke pribadi yang tepat, saat itulah muncul pengharapan baru, kekuatan baru mungkin kesempatan untuk “hidup” yang baru. Saat kita memandang kepada Dia, bisa jadi Dia dengan cepat membalikan “tubuh” kita. Bisa juga dia kasih semangat ke kita untuk tetap berusaha segenap tenaga.</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali kita menunggu untuk menjadi terlalu lelah dulu baru bersandar kepada Dia. Padahal kalo saja kita memandang Dia lebih cepat, lebih cepat juga kita akan pulih dan lebih cepat kita akan mampu membalikkan “tubuh” kita.</p>
<p style="text-align: justify;">FOSters, kalian tahu kalo Allah sanggup membalikan keadaan kita yang terpuruk dengan cepat, Dia sanggup melakukan pemulihan dengan cepat, bahkan Dia sanggup bukan saja mengembalikan kondisi kita, tetapi membawa kita ke level yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi kenapa kadang seakan-akan God “menunggu” untuk melakukan semuanya itu, Apa sih yang Dia tunggu? kenapa Dia harus “menunggu” untuk melakukan semuanya itu?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagiku 2 hal, pertama ada karakter yang sedang dia bentuk dan yang kedua adalah Dia menunggu supaya kita terlalu lelah mengandalkan kekuatan diri sendiri, sehingga pada akhirnya kita memandang dan berseru kepada Dia. Itulah yang Dia tunggu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Pertanyaannya adalah apakah yang sedang engkau tunggu?</em></strong></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/inspirasi-dari-sang-kecoa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I Love Monday</title>
		<link>http://fos-community.com/i-love-monday</link>
		<comments>http://fos-community.com/i-love-monday#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 14:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1396</guid>
		<description><![CDATA[Ah, yang bener nih, Love Monday? Bukannya kebanyakan kita (termasuk aku juga nih) suka males untuk memulai hari yang namanya hari senin? Kerja lagi, sekolah lagi, macet lagi, ketemu dosen lagi, ketemu bos yang nyebelin lagi, ketemu sama yang namanya tugas lagi, ahhhh malas !!!! Udah gitu nggak bisa bangun siang lagi deh, nggak bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/08/i_love_monday.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1397" title="i_love_monday" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/08/i_love_monday-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ah, yang bener nih, <em>Love Monday</em>?</p>
<p style="text-align: justify;">Bukannya kebanyakan kita (termasuk aku juga nih) suka males untuk memulai hari yang namanya hari senin? Kerja lagi, sekolah lagi, macet lagi, ketemu dosen lagi, ketemu bos yang nyebelin lagi, ketemu sama yang namanya tugas lagi, ahhhh malas !!!! Udah gitu nggak bisa bangun siang lagi deh, nggak bisa nonton <em>Spongebob</em> lagi deh, nggak bisa jalan-jalan ke Ancol lagi deh, nggak bisa ketemu yayang lagi deh&#8230;. ahhh Tidak !!!</p>
<p style="text-align: justify;">Yah setelah libur sekian lama, setelah terbiasa dengan bangun siang karena begadang di malam hari, terbiasa ketemu pacar atau teman setiap hari, <em>kongkow-kongkow</em> (bahasa gaulnya), tibalah hari yang tidak ditunggu-tunggu dan dinanti-nanti, yuph, it’s Monday, hari dimana kita hari bersiap lagi untuk bangun pagi, bersiap lagi untuk menghadapi kemacetan parah di jalan, bersiap lagi menghadapi tugas yang segunung dan yang terkadang membuat sangat malas adalah masih lamanya libur yang dinanti, karena apa ?? <em>it’s Monday</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Loh, kenapa jadinya kita banyakan mengeluh yah tentang hari Senin? Padahal kan Tuhan menciptakan semua hari itu baik adanya, termasuk hari Senin itu. Padahal sebenarnya nggak ada yang salah dengan harinya, tetapi dengan diri kita. Kita terlalu malas untuk merubah kebiasaan untuk “beristirahat” apalagi setelah liburan yang cukup lama. Yah sepertinya liburan itu telah membuat kita terbuai dengan yang namanya kenyamanan yang seringkali diikuti dengan kemalasan. Pernah aku berpikir dan berharap, seandainya setelah hari minggu itu adalah hari sabtu, wah senangnya yah&#8230;<em>hehehe</em></p>
<p style="text-align: justify;">Yuk kita sama-sama belajar dan ubah sedikit pola pikir kita mengenai hari senin, bukan lagi “<em> I Hate Monday”</em> tapi <em>“I Love Monday”.</em> Kenapa bisa <em>love</em> sama <em>Monday</em>?Karena justru di hari itulah kita kembali disadarkan dengan sebuah tanggung jawab yang harus kita lakukan, sebuah kepercayaan yang diberikan oleh orang tua kita, oleh guru kita, oleh dosen kita bahkan oleh bos kita. Dan di hari itulah kita bisa banyak belajar arti dari kata mengucap syukur.</p>
<p style="text-align: justify;">Memulai tahun yang baru, apalagi ada hari Senin di dalamnya tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Susah banget, apalagi ada banyak hal-hal yang harus dikerjakan, diperbaiki, diubah dan dibiasakan. Contoh sederhananya yah itu, bangun pagi. Komitmen yang udah kita buat dan kita deklarasikan untuk kita jalani setahun ini terasa menjadi berat dan sangat berat apabila ketemu hari Senin. Tapi justru disitulah perjuangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membaca Alkitab rutin setiap hari mungkin akan mudah untuk dilakukan pada saat kita memiliki banyak waktu luang atau saat sedang menikmati liburan, akan tetapi coba saat kita dikejar banyak <em>deadline,</em> saat harus pergi ke sana ke mari untuk melakukan tugas dari bos, saat harus bolak-balik ke warnet dan tempat <em>fotocopy</em> untuk mengerjakan tugas dari dosen dan dari guru atau untuk menyelesaikan tugas akhir, aku jamin komitmen itu akan bertambah berat untuk dilakukan, dan ujung-ujungnya keluar deh kata-kata kompromi untuk komitmen kita sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur aja nih, aku sendiri juga agak malas menghadapi hari senin, tapi aku berusaha mengubah pola pikirku dan menyemangati diri sendiri untuk tetap bersemangat menjalani hari besok, dan satu hal yang membangkitkan semangatku adalah kata-kata ini :</p>
<p style="text-align: justify;">“ Janganlah kuatir akan hari esok&#8230;..” Matius 6:34</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Tuhan sudah berada di sana untuk menjanjikan hal-hal yang luar biasa untuk dapat kita nikmati. Sesusah dan seberat apapun hari-hari kita, klo Tuhan sudah berada di sana dan selalu ada di sisi kita, ngapain harus takut.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>So let us say : <strong>“ I Love Monday !!”</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community<br />
</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/i-love-monday/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Choose to Run</title>
		<link>http://fos-community.com/chose-to-run</link>
		<comments>http://fos-community.com/chose-to-run#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 06:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1385</guid>
		<description><![CDATA[Kenalkah anda dengan nama John Stephen Akhwari ? Dia adalah seorang pelari marathon yang berasal dari Tanzania. Apa yang istimewa dari si John ini, mari kita lihat. Pada tahun 1968 diadakanlah lomba lari maraton di Mexico City. Perlombaan lari marathon ini diikuti dari berbagai negara-negara di dunia,  dan tidak ketinggalan pula Tanzania mengutus seorang pelari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/06/akhwari.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1386" title="akhwari" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/06/akhwari-232x300.jpg" alt="" width="209" height="270" /></a>Kenalkah anda dengan nama John Stephen Akhwari ? Dia adalah seorang pelari marathon yang berasal dari Tanzania. Apa yang istimewa dari si John ini, mari kita lihat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1968 diadakanlah lomba lari maraton di <em>Mexico City</em>. Perlombaan lari marathon ini diikuti dari berbagai negara-negara di dunia,  dan tidak ketinggalan pula Tanzania mengutus seorang pelari bernama John Stephen Akhwari  untuk ikut perlombaan lari marathon ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlombaan ini diikuti oleh sekitar seribu pelari dari berbagai negara. Tepat pada pukul 09:00 waktu setempat, dimulailah lomba lari ini. Para pelari dari berbagai negara memulai startnya dan langsung melesat dengan cepat. Semuanya berlari sekuat tenaga termasuk John Stephen Akhwari. Untuk sementara John menempati urutan terdepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah perlombaan,  John Stephen Akhwari ini mengalami kecelakaan, dia terjatuh mengakibatkan kakinya terluka cukup parah hingga mengeluarkan darah, yang mengakibatkan dia harus berhenti dan harusnya dia nggak bisa melanjutkan perlombaan karena cedera kaki yang cukup serius. Saat John sedang berhenti, beberapa pelari dibelakangnya sedikit demi sedikit menyusul. Setelah beberapa lama, pelari 1,2,3,4 sampai 999 sudah sampe finish. Setelah dipastikan tidak ada yang akan memasuki finish lagi, para panitia menutup perlombaan kemudian dilanjutkan dengan acara penyerahan hadiah kepada para pemenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena perlombaan sudah selesai maka panitia mencabuti umbul-umbul dan alat-alat yang digunakan untuk menunjang perlombaan lari, para penontonnya pun juga sudah ada beberapa yang pulang, karena memang hari telah larut.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, tampak dari kejauhan terlihat ada seorang pelari yang tampak kelelahan tetapi tetap berjuang untuk berlari. Dia tampak kelelahan dan kesakitan. Dan ternyata pelari itu adalah John Stephen Akhwari yang di tengah perlombaan tadi terjatuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan terseok-seok, dengan kaki terluka dan mengeluarkan darah dia terus berlari hingga akhirnya sampai <em>finish</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sampe finish, dia banyak di kerumunin para wartawan, banyak kamera-kamera dari stasiun TV seluruh dunia meliputnya. Ada salah seorang wartawan bertanya ke dia &#8220;Kenapa kamu lanjutkan perlombaan ini? Jika kamu berhentipun pasti negara kamu akan memakluminya.&#8221; Tanya si wartawan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">lalu John Stephen Akhwari  menjawab dengan lantang <strong>&#8220;SAYA DIKIRIM OLEH NEGARA SAYA BUKAN UNTUK MEMULAI PERLOMBAAN INI, SAYA DI KIRIM OLEH NEGARA SAYA UNTUK MENGAKHIRI PERLOMBAAN INI&#8221;</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Mantab <em>guys</em>, John Stephen Akhwari  terkenal bukan karena dia berhasil menjuarai perlombaan tersebut, tetapi karena berhasil menyelesaikan hingga akhir apapun yang terjadi. Walaupun jadi yang terakhir, tetapi dia tetap memasuki <em>finish</em>. Cerita ini sudah pernah saya dengar sebelumnya, dah bahkan videonya-pun beredar luas di <em>Youtube</em>, tapi sekali lagi, kisah nyata ini kembali memotivasi saya dan memberikan saya pengertian untuk menyelesaikan hingga akhir. Setia hingga akhir. Jangan pernah menyerah dan <em>mandek</em> di tengah jalan, dan jangan mau dipengaruhi oleh kondisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini sungguh saya rasakan saat sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Perjuangan yang saya lalui bukanlah hal mudah, sangat menyita tenaga, pikiran, waktu, kesehatan bahkan ongkos <em>(hehehhe&#8230;),</em> tetapi satu hal yang ada di pikiran saya adalah setia hingga akhir. setia untuk menikmati prosesnya, setia untuk “berlari” dan selalu bangkit di setiap kejatuhan saya. Dan akhirnya di batas terakhir pendaftaran sidang saya berhasil daftar sidang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pas banget&#8230; Indah pada waktunya</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kesetiaan, perjuangan dan kepercayaan akan selalu berbuah manis. Aku sungguh merasakan ayat favoritku membimbing setiap langkahku. Dan kedua ayat yang aku tulis di tugas akhirku, sebagai ayat kehidupan dan ayat kekuatan sungguh sangat kurasakan.</p>
<p style="text-align: center;"><em>I have the strength to face all conditions by the power that Christ gives me </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>(Philippians 4:13)</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>He has set the right time for everything. He has given us a desire to know the future, but never gives us the satisfaction of fully understanding what he does.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>(Ecclesiastes 3:11)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Aku percaya segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberikan kekuatan kepadaku. Dan aku sangat yakin segala sesuatu indah pada waktunya. Dan semuanya ini dapat kulalui karena kupilih untuk tetap berlari dan kupilih untuk percaya penuh bahwa Yesus menyertai setiap langkahku saat kuberlari. Tetaplah berlari, karena hal itu tidak akan sia-sia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8230;..Yesus kekuatan di hidupku</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community</strong><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/chose-to-run/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membunuh Tanpa Rasa Bersalah</title>
		<link>http://fos-community.com/cara-membunuh-tanpa-rasa-bersalah</link>
		<comments>http://fos-community.com/cara-membunuh-tanpa-rasa-bersalah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 14:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1379</guid>
		<description><![CDATA[Darah di kapaknya terlihat tak nyata, cairan berwarna merah kental yang menetes perlahan dari kapaknya terlihat seperti air. Tapi sosok yang tergeletak di depannya sangatlah nyata, sosok yang bersimbah darah dan perlahan mendingin. Raskolnikov termenung, rencana yang disusunnya berhasil. Akhirnya sampah dunia, Alyona Ivanovna, si tukang gadai kikir itu akhirnya tewas. Dunia seharusnya menjadi lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/06/kitten.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1380" title="kitten" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/06/kitten-300x266.jpg" alt="" width="270" height="239" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Darah di kapaknya terlihat tak nyata, cairan berwarna merah kental yang menetes perlahan dari kapaknya terlihat seperti air. Tapi sosok yang tergeletak di depannya sangatlah nyata, sosok yang bersimbah darah dan perlahan mendingin.<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Raskolnikov termenung, rencana yang disusunnya berhasil. Akhirnya sampah dunia, Alyona Ivanovna, si tukang gadai kikir itu akhirnya tewas. Dunia seharusnya menjadi lebih baik dan uang milik Ivanovna bisa digunakannya untuk kebaikan. Paling tidak,itulah rencananya semula&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Orang yang tidak berguna dan merugikan dunia sebaiknya dibunuh saja demi kebaikan dunia ini. Dan Ivanovna memenuhi deskripsi rencananya. Sebagai orang yang kikir dan dibenci, dunia akan lebih senang jika Ivanovna mati. Dan uang yang dikumpulkannya bisa digunakan untuk kebaikan.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tapi, Raskolnikov tidak tenang, rasa bersalahnya mengejarnya terus dan membuatnya ingin mengakui kejahatannya, sekalipun dirinya sama sekali tidak dicurigai polisi dan dia bisa bebas.</em></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita di atas adalah cerita dari novel Rusia abad 19, Crime And Punishment karangan Fyodor Dostoyevsky yang menceritakan seorang pemuda Rusia yang membunuh seorang tukang gadai karena pikirannya yang rasional beranggapan kalau wanita itu lebih baik mati. Tapi rasa bersalahnya menghantui hidupnya terus menerus, sampai akhirnya dengan dorongan dan dukungan Sonya, seorang wanita yang terpaksa menjadi pelacur tapi masih menjadi seorang Kristen, Raskolnikov akhirnya mengakui perbuatannya ke polisi dan dihukum di Siberia.</p>
<p style="text-align: justify;">( cerita di atas saya tulis dengan kata-kata sendiri dan bukan terjemahan langsung dari bukunya)</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja, cerita di atas hanyalah novel klasik belaka dan pastinya tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Lagipula, mana ada orang bodoh yang dengan sukarela masuk penjara hanya karena tidak kuat mengahadapi rasa bersalah. Atau ada?</p>
<p style="text-align: justify;">Polisi-polisi di kantor polisi kota Phoenix, Arizona, sangat terkejut dan terheran – heran ketika seorang pria paruh baya masuk ke kantor mereka dan mengakui pembunuhan yang dilakukannya 20 tahun yang lalu. Tidak ada petunjuk yang mengarah ke pria itu dan polisi sendiri sudah memasukkan kasus pembunuhan itu ke dalam kategori “cold case”, kasus yang tidak terselesaikan karena kurangnya petunjuk. Seandainya pria itu tidak mengakui perbuatannya, kasus itu tidak akan pernah terselesaikan dan pria itu akan tetap bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, seperti Raskolnikov, Kenneth Jackson, tidak pernah bebas. 20 tahun lalu dia membunuh tetangganya, seorang kakek berumur 78 tahun, karena Kenneth membutuhkan uang untuk kecanduan obat-obatannya. Kenneth kemudian melarikan diri ke California, membangun hidupnya dari nol lagi. Mendapat pekerjaan, sembuh dari kecanduan dan mejalani hidup yang baik. Tapi, rasa bersalah itu terus membuntuti sampai akhirnya dia menyerahkan diri ke polisi. Sekalipun tahu bahwa hukuman untuk pembunuhan dan perampokan yang dilakukannya berarti hukuman mati atau seumur hidup di penjara, tampaknya bagi Kenneth hidup dengan rasa bersalah lebih menyedihkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang bodoh? Mungkin sudah pikun karena usia yang setengah baya? Paranoid? Mungkin&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya kita adalah Kenneth,kebanyakan dari kita akan memilih bersembunyi daripada bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa bersalah? Tapi aku tidak bersalah, aku membunuhnya karena kecanduan obat&#8230;itu bukan salahku..</p>
<p style="text-align: justify;">Hukuman? Aku sudah hidup dengan baik selama 20 tahun ini, aku sudah menebus kesalahanku</p>
<p style="text-align: justify;">Rasionalisasi? Ah, korbannya juga sudah tua, seandainya tidak kubunuh pun, paling dia hanya hidup 2-3 tahun lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh, kita punya banyak alasan untuk menyapu rasa bersalah kita ke bawah karpet, menutupinya dengan perabot mahal dan patung indah. Atau, kalau kita cukup pintar, kita bisa mengubah rasa bersalah itu menjadi piala kebanggaan yang kita taruh dalam kotak kaca dan dipamerkan bagi setiap tamu yang datang.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, sebagian orang menemukan cara untuk membunuh tanpa merasa bersalah!</p>
<p style="text-align: justify;">Caranya? Mudah&#8230;.jadikan pembunuhan itu sebagai perbuatan mulia! Perbuatan baik yang membantu membuat dunia ini lebih baik.Seperti Raskolnikov, kita merasionalisasi dosa yang kita lakukan dengan menyebutnya sebagai perbuatan baik yang membuat dunia menjadi lebih indah. Itu bukan hal yang sulit kok, umumnya kita tidak mau menjadi tokoh jahat, kita semua ingin menjadi pahlawan kebenaran. Yang kita perlukan hanyalah sedikit logika dan rasionalisasi untuk menutupi dosa kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan mungkin tidak ada yang lebih baik dalam seni “mempercantik dosa” selain Hitler. Bagi Hitler, pembunuhan orang-orang yang cacat, orang Gypsy dan Yahudi dilakukannya demi kebakan dunia ini. Itu bukanlah pembunuhan, tapi pembersihan dunia dari unsur-unsur yang jelek dan merugikan. Orang-orang cacat bukanlah korban di mata Hitler, tapi sampah genetis yang harus dimusnahkan supaya tidak mengotori umat manusia. Tehnik pertama “mempercantik dosa” ? Jadikan korban dosa kita sebagai pihak yang jahat. Itu tidak sulit, lagipula kebanyakan dari kita terbiasa untuk hanya melihat sisi jelek dari seseorang. Tentu saja, ketika kita menempatkan korban dari dosa kita sebagai pihak yang jahat, kita akan menjadi pihak yang benar dan apapun yang kita lakukan untuk membersihkan “kejahatan” adalah sah dan bukan dosa bahkan perbuatan mulia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan jutaan orang di Eropa meninggal karena seorang Hitler, belum termasuk jutaan lainnya yang meninggal akibat langsung maupun tidak langsung Perang Dunia 2 yang dikobarkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun saya memakai tema pembunuhan dalam cerita ini, tapi sebenarnya semua dosa bisa kita percantik dengan rasionalisasi menjadi piala mulia, dan seringkali tanpa kita sadari. Mengakui dosa sama dengan mengakui kita adalah orang jahat dan salah, dan tidak ada dari kita yang suka melakukan hal itu ( kecuali mungkin orang-orang yang punya kecenderungan depresi dan menyalahkan diri sendiri). Dan kita merangkai berbagai alasan untuk meringankan, menghilangkan bahkan mempercantik dosa kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Ah, itu kan cuma dosa kecil, dianya juga ga rugi apa-apa ”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Tapi, saya cerita-cerita lagi ke orang lain bukan untuk ngegosip. Saya justru ingin membantu dengan  mencari tahu pendapat orang-orang lain mengenai masalahnya ”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Itu bukan selingkuh, hanya kesenangan semalam. Itu kan diperlukan kalau kehidupan pernikahan membosankan “</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Ah, perusahaan saya sendiri juga suka menipu pajak, saya ambil uangnya sedikit anggap saja karma dan hukuman untuk mereka “</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Apa boleh buat, saya terpaksa menyuap polisi karena saya terburu-buru harus ke rumah sakit untuk menjaga mama saya “</em> ( Ini alasan saya dulu waktu nyuap polisi ^^ )</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Kalau dia tidak kita bunuh, dia akan menyesatkan lebih banyak orang “</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“ Bagus kan dia saya perkosa? Dia jadi bisa terkenal masuk TV” </em>( alasan paling konyol yang pernah saya baca )</p>
<p style="text-align: justify;">Otak kita punya kemampuan untuk mebuat berbagai macam alasan untuk membenarkan tindakan kita. Dan kita sendiri punya keinginan untuk menghindari menghadapi kesalahan kita, bagi sebagian orang keinginan menghindar itu bahkan begitu besar sampai mereka mau mempercayai alasan paling konyol atau tidak masuk akal sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tapi dosa tetaplah dosa, sebagus apapun kita hias dengan kata-kata bijak, sekalipun kita terpaksa melakukan hal itu, sekalipun kita melakukan ( menurut pandangan kita) untuk kebaikan, dosa tetaplah dosa. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan kubur rasa bersalah dan taruh nisan kata-kata bijak atau patung penghargaan di atasnya. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jangan sembunyikan pelanggaran ( Amsal 28:13)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan berhati-hatilah jangan sampai kita ditipu pikiran kita sendiri, ujilah diri kita setiap waktu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Siberia itu dingin, penjara itu ga enak, tapi hidup dengan menipu diri bukanlah hidup. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis Oleh <a href="http://www.warungbakmi.com">Tukang Bakmi</a><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/cara-membunuh-tanpa-rasa-bersalah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lilin Di Ruangan Ber-AC</title>
		<link>http://fos-community.com/lilin-di-ruangan-ber-ac</link>
		<comments>http://fos-community.com/lilin-di-ruangan-ber-ac#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 13:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1374</guid>
		<description><![CDATA[Pernah nyoba nyalain lilin di dalam ruangan ber-AC? Repotnya luar biasa loh.. dijamin pasti nggak sampai hitungan menit, lilin itu udah mati lagi. Ngomong-ngomong, ngapain yah kurang kerjaan nyalain lilin di ruang ber-ac? Yang udah pasti bakalan susah. Mendingan pilih salah satu, nyalain lilin tapi AC-nya dimatiin dulu atau nyalain AC tapi lilinnya nggak usah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/05/lilin-biru.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1375" title="Hands Holding a Lit Candle" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/05/lilin-biru-300x199.jpg" alt="" width="210" height="139" /></a>Pernah nyoba nyalain lilin di dalam ruangan ber-AC?  Repotnya luar  biasa loh.. dijamin  pasti nggak sampai hitungan menit, lilin itu udah  mati lagi.</p>
<p>Ngomong-ngomong, ngapain yah kurang kerjaan nyalain  lilin di ruang ber-ac? Yang udah pasti bakalan susah. Mendingan  pilih salah satu, nyalain lilin tapi AC-nya dimatiin dulu atau nyalain AC tapi lilinnya nggak usah dinyalain.</p>
<p>Bukannya kurang kerjaan, tapi hal ini aku alami waktu menghadiri perayaan natal di bulan Januari (wah.. masih ada aja perayaan natal.. Hehehhe). Yap, pada waktu  penyalaan lilin, susahnya bukan main, mengingat ruangan itu adalah  ruangan ber-AC dan posisi duduk saya tepat di bawah AC. <em>Repot tenan rek</em>,  beberapa kali lilin itu mati, sehingga harus minta api lagi ke sebelah  saya. Udah gitu perlu perlindungan ektra untuk menjaga lilin  itu supaya  nggak kena angin dari ac itu dengan tangan, dan nggak jarang juga  tangan saya kepanasan karena terlalu dekat dengan apinya, repotnya…..</p>
<p><em>You  know guys</em>, aku jadi sadar bahwa komitmen kita seringkali sama dengan  lilin yang dinyalakan itu. Bersinar terang dan begitu indah saat  dinyalakan. Tetapi satu hal juga yang jangan kita lupakan bahwa kondisi  lingkungan kita sama dengan ruangan ber-AC itu. Yang walaupun nyaman,  seringkali membuat lilin itu mati. Bukan hanya sekali, tetapi beberapa  kali membuat lilin itu mati sehingga harus dinyalakan kembali dengan  mencari sumber api yang masih menyala.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berapa banyak komitmen yang  kita dengungkan dengan iringan semangat di awal tahun yang harus  berakhir dengan ketidaktaatan di akhir tahun? Akupun juga sadar, bahwa  lebih mudah mengawalinya daripada menjaganya hingga tetap menyala hingga  akhir</strong>. Seringkali janji tinggallah janji, komitmen hanyalah bertahan  beberapa bulan. Menyesal ? Biasanya terjadi di akhir tahun (hayooo  ngaku..hehehhe)</p>
<p>Kita sama-sama belajar kok, dan akupun juga  sedang belajar mengenai hal itu. Memang tidak semudah membuat komitmen  di awal, tetapi walaupun begitu kita nggak boleh menyerah dengan  keadaan “AC” itu. Walaupun angin begitu kencang, ruangan begitu dingin,  dan banyak orang yang menyerah untuk tetap menjaga lilinnya, lilin kita  harus tetap menyala. Lindungi lilin itu dengan tangan, walaupun sedikit  sakit dan panas, supaya lilin itu akan terus menyala. Walaupun  seringkali dihadapkan dengan keterbatasan waktu, tempat dan memori otak  manusia <em>(alias sering lupaan…)</em> kita harus tetap berusaha melakukan  komitmen yang kita ucapkan dari bibir dan hati kita. Walaupun keadaan  begitu nyaman untuk kita mengingkari komitmen kita sendiri, berusahalah  membuat diri kita keluar dari kenyamanan kita untuk melaksanakan  komitmen itu.</p>
<p>Satu hal simpel yang sedang saya perjuangkan di  tahun 2011 adalah untuk bangun sepagi mungkin supaya dapat menyapa dan  mendengar Tuhan di pagi hari dan tidak terlambat untuk beraktifitas.  Dengan semangat yang berapi-api saya berusaha begitu mungkin, dengan  menetapkan keinginan hati untuk bangun pagi plus weker di hape yang  dibuat sekencang mungkin suaranya ditambah doa minta bantuin untuk  dibangunin di pagi hari. Dan tibalah pagi hari yang dingin, karena  memang semalam hujan lebat, kasur begitu lembut untuk membuat diri saya  betah, wah tantangan berat. Tapi ingat, saya harus menjaga lilin itu  tetap menyala, dan pada akhirnya walaupun lebih enak untuk tidur, saya  bangunkan diri saya, berdoa dan bersiap memulai hari. Satu hari  berhasil, lilin tetap menyala.. Amien..</p>
<p>Nah pertanyaan  selanjutnya, gimana kalau lilinnya  mati? Ada pilihan juga, pasrah  dengan keadaan dan membiarkan lilin itu tetap mati atau mencari sumber  api di sekeliling kita untuk menyalakan kembali api itu. Artinya adalah  saat kita “gagal” untuk melakukan komitmen itu pada satu hari, jangan  menyerah untuk hari berikutnya, carilah sumber api untuk memberikan kita  api yang baru. Minta motivasi dari sahabat-sahabat rohani kita, dari  gembala kita, dari pacar kita, dari orang tua kita atau langsung dari  Tuhan. Jangan sampai api yang padam itu kita biarkan tetap padam.</p>
<p>Begitu  sulitnya menyalakan lilin di ruangan AC jangan sampai membuat kita  menyerah untuk menyalakan lilin itu, justru itulah saat yang tepat untuk  kita belajar proses dari kesetiaaan, ketekunan dan perjuangan. Karena  yang namanya orang hidup adalah orang yang berjuang, dan tetap milikilah  sebuah komitmen, karena dengan komitmen kita dilatih untuk menjadi  pribadi yang luar biasa.</p>
<p>Nyalakanlah lilinmu, jaga agar tetap  menyala, lindungi dari apapun, jika padam carilah sumber api  di sekelilingmu dan nyalakan kembali…. Walaupun sekencang apapun angin dari AC itu, walaupun senyaman apapun ruangan AC itu, walaupun seberat  apapun kondisi dirimu…</p>
<p><em><strong>“Jangan padamkan roh “ 1 tesalonika 5:19</strong></em><br />
<em><strong>Tetap bersinar dan jadilah sumber api bagi orang lain… Be Blessed !!</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">
<strong>Oleh KSW_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/lilin-di-ruangan-ber-ac/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Saya Jatuh Cinta</title>
		<link>http://fos-community.com/ketika-saya-jatuh-cinta</link>
		<comments>http://fos-community.com/ketika-saya-jatuh-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 11:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1368</guid>
		<description><![CDATA[Saat saya menyukai seseorang: perhatian saya terserap padanya, terus-terusan membicarakannya (pada kasus saya, hanya pihak tertentu yang saya ceritakan soalnya takut ketahuan :P), pokoknya dia, dia, dan dia. Nah, sekarang saya sedang jatuh cinta. Yang seharusnya terjadi, hanya yang saya cinta ini yang menjadi segala-galanya. Namun nyatanya… Untuk saat teduh saja susahnya minta ampyuuuuun, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/05/lovelightbrush.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1369" title="lovelightbrush" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/05/lovelightbrush.jpg" alt="" width="240" height="183" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saat saya menyukai  seseorang: perhatian saya terserap padanya, terus-terusan  membicarakannya (pada kasus saya, hanya pihak tertentu yang saya  ceritakan soalnya takut ketahuan :P), pokoknya dia, dia, dan dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah,  sekarang saya sedang jatuh cinta. Yang seharusnya terjadi, hanya yang  saya cinta ini yang menjadi segala-galanya. Namun nyatanya…</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk  saat teduh saja susahnya minta ampyuuuuun, lalu saya katakan saya  cinta? Padahal karena cinta-Nya, Dia berikan nyawa-Nya buat saya.  Jika  pasangan saya seorang yang suka bohong, ingkar janji melulu, suka  ngomel-ngomel padahal saya gak salah, gak punya waktu buat saya, <em>well </em>saya  mana tahaaaaaaaan!!! &gt;,&lt; Tapi Yesus gak pernah menyerah terhadap  saya. Ia tetap setia walau saya super duper menyebalkan. Ia menerima  seorang manja yang terus-terusan merengek pada-Nya. Ia memahami saya  yang gak tahu malu (lagi dan lagi melakukan kesalahan, terus minta maaf  lagi dan lagi pada-Nya).</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mencintai saya dengan kasih  yang sempurna. Saya marah, kecewa, takut bukan main, lalu dengan emosi  yang memuncak menuduh Dia, menyalahkan-Nya, cemberut dan cuekin Dia,  lalu karena *alasan* sibuk dan capek, saya cuma sapa Dia pas mau makan,  Dia tetap cinta saya! Dia menegur saat saya salah, menunjukkan apa yang  seharusnya saya lakukan. Dia benar-benar mencintai saya dengan kasih  yang sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagipula, Dia gak pernah bohong! Semua janji, Dia tepati. Semua kata, bukan dusta.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia punya banyaaaaaaak sekali pernyataan romantis buat saya: (Yesaya 43:4a)<em> ”Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau&#8230;</em> Masa depan yang berbahagia bersama-Nya (Yeremia 29:11). Ketenangan saat  begitu khawatir (Matius 6:34), dan banyaaaak hal lainnya :).</p>
<p style="text-align: justify;">Yang juga sangat menyenangkan, dia paling tahu cara menyentuh hati saya: dengan <em>surprise</em> yang sangat manis! Memberikan lebih dari apa yang saya pikir dan duga (1 Korintus 2:9) ^^.</p>
<p style="text-align: justify;">Airmata  dari pipi yang menganak sungai di bahu-Nya, ketakutan yang menyesakkan,  sakit, kecewa, lelah, Dia yang menanggungnya, demi saya! Dia menanam  bunga-bunga sukacita, mewarnai hari-hari saya dengan kegembiraan yang  belum pernah saya dapatkan dari siapapun, dari apapun!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ah,  Kekasih… Aku memikirkan-Mu dengan sangat rumit. Bagaimana mungkin ada  cinta yang sempurna, dari Pribadi yang sempurna, yang utuh untukku?  Banyak sekali hal-hal yang menggoda, yang memungkinkan aku untuk jauh  dari-Mu. Namun Kau menggenggamku erat, membuka mataku tentang hal-hal  yang tidak kekal. Menyakitkan sekali mendengar cibiran orang-orang  tentang-Mu, tapi Kau mengajarku untuk tetap mengasihi mereka. Sangat  mengherankan! Tapi, itulah Engkau, yang selalu bekerja dengan cinta </em><em>:).</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Saya  seorang perempuan yang luber dengan perasaan,yang bahkan seringkali  tidak dapat memahami perasaan saya sendiri! Perempuan dengan logika yang  sulit… Dan Dia mencintai saya dengan segala yang ada pada-Nya,  mencintai segala yang ada pada saya. Maka yang harus saya lakukan:  berdamai dengan diri sendiri! Berhenti mengganggap diri tak layak untuk  dicintai oleh Dia yang luar biasa, berhenti untuk menyesali kesalahan  yang lalu, dan berkomitmen untuk menjadi kekasih yang lebih baik  untuk-Nya :).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Yesus, ada satu lagu dari Leeland yang  aku dan Engkau banget! Ini dia:  When the cares of this world darken my  day, You are the light that shines and shows me the way… when my sin is  all that I can see, Your grace remains the shelter that I seek… And when  my weakness is all I can give, Your gentle Spirit give me strength  again… Oh, the beauty of Your majesty on the cross You showed Your love  for me! Beautiful Lord, awesome and mighty, I’m captured by this love I  see </em><em>:)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong> </strong></em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://kupukupuberbahasa.blogspot.com">ENS</a>_<a href="http://fos-community.com">FOS Community</a></strong></em></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/ketika-saya-jatuh-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

