Mr Hyde dan Dr. Jeckyll??

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde adalah nama novel klasik abad 19 karangan R.L Stevenson. Novel ini menceritakan seorang dokter bernama Henry Jekyll yang menciptakan sejenis obat khusus. Ketika Dr. Jekyll meminum obat ramuannya ini sendiri, muncul kepribadian baru dalam dirinya. Tapi, kepribadian baru yang bernama Edward Hyde ini adalah kepribadiannya yang jahat. Ramuan obatnya memunculkan kepribadian jahat yang membunuh orang – orang dengan kejam. Di akhir hidup Dr Jekyll, dia sepenuhnya berubah menjadi kepribadiannya yang jahat, Mr Hyde.

Panas….kotor….bau pesing dan kotoran manusia….muka-muka yang putus asa dan setengah gila…beberapa yang masih mempunyai keberanian,atau mungkin keputusasaan, memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminta teman sebelahnya mencekiknya atau menceburkan diri ke laut saat ada kesempatan. Dengan rantai yang mengikat kaki dan tangan mereka, tidak banyak gerakan yang bisa mereka lakukan. Tapi, seandainya pun tidak ada rantai yang mengikat mereka, ruangan yang mereka diami begitu sesak. Setiap orang duduk bersandar pada lutut orang di belakangnya. Tidak ada cukup tempat untuk berbaring. Tidak ada WC kecuali beberapa ember yang ditaruh di sudut-sudut ruangan. Tidak ada udara segar selain bau badan dan kotoran yang menumpuk berminggu-minggu.

Abad 18 dan 19 ditandai dengan berkembangnya perdagangan budak dari Afrika sebagai pekerja di koloni – koloni Eropa di Amerika. Perdagangan budak merupakan usaha yang sangat menguntungkan dan setiap kapten kapal berusaha mengangkut budak sebanyak mungkin. Budak–budak itu ditempatkan saling berdempetan tanpa tempat berbaring untuk menghemat tempat. Setiap budak mendapat tempat yang sangat sempit, sekitar ¼ meter persegi, kira-kira seluas 3 ubin keramik di rumah kita. Untuk mencegah mereka memberontak, atau bunuh diri dengan melompat ke laut, budak-budak ini seringkali dirantai ke lantai kapal. Karena itu, para budak mengeluarkan kotoran di tempat mereka duduk. Tapi sekalipun mereka tidak dirantai, yang tersedia hanya ember yang ada di sudut ruangan dan tiap budak harus berjalan melewati ruangan yang penuh sesak untuk mencapai ember itu, lebih mudah untuk tetap di tempat. Makanan diberikan seminimal mungkin untuk menghemat biaya.

Perjalanan dengan kapal memakan waktu 1-2 bulan. Dalam kondisi seperti ini, kebanyakan budak memilih untuk bunuh diri dengan melompat ke laut jika mereka tidak dirantai, atau meminta teman sebelahnya untuk mencekik mereka. Atau, para budak ini dibunuh teman sebelah mereka sendiri dengan sengaja untuk mendapat ruang yang lebih besar dan mengurangi kesesakan! Pria, wanita dan anak-anak dikurung dalam kondisi seperti ini berbulan-bulan. Dan jika muncul penyakit di kapal, bisa dipastikan semua terjangkiti. Tingginya tingkat kematian di antara para budak membuat kapten kapal membawa sebanyak mungkin budak dalam sekali perjalanan dengan harapan sekalipun ada yang mati, yang tersisa untuk dijual masih cukup banyak.

Salah satu dari pedagang budak ini adalah John Newton. John memulai karirnya sebagai pelaut pada umur 11. Terkenal karena sifatnya yang pemberontak dan perkataannya yang kasar, bahkan di antara pelaut sekalipun, membuatnya sering bermasalah dengan pelaut-pelaut yang lain. Sebagai pelaut di kapal budak, John melihat dengan mata kepalanya sendiri perlakuan pada budak – budak itu. Walaupun begitu, hal itu tidak mengusik rasa kemanusiaannya.

Perkenalan John dengan Yesus dimulai di tengah badai. Dalam salah satu perjalanannya, badai menghantam kapalnya dengan keras dan dalam keputusasaan John memanggil Tuhan. Dia selamat dari badai dan perjalanan rohaninya dimulai. Bertahun-tahun setelah badai itu, dalam kerohaniannya yang masih muda dan naik turun, John tidak berhenti dari perdagangan budak walaupun dia memperlakukan para budak dengan lebih manusiawi selama perjalanan.
Di kemudian hari, John Newton menjadi pendeta dan berteman dengan William Wilberforce, seorang politikus muda. Bersama dengan William, Newton berjuang untuk menghapuskan perdangan budak. Dan usaha mereka tidak sia-sia, Parlemen Inggris akhirnya melarang perdagangan budak dengan Slave Trade Act tahun 1807.

Tapi, yang membuat John Newton terkenal bukan hanya cerita hidupnya atau perjuangannya menghapuskan perbudakan. John Newton adalah pencipta lagu “ Amazing Grace”, lagu rohani yang mungkin paling terkenal. Lagu ini menceritakan pengampunan Tuhan yang begitu luar biasa bahkan untuk orang yang paling berdosa sekalipun. Apakah lagu ini ditulis berdasarkan penyesalan Newton ketika terlibat dalam perdagangan budak, tidak ada yang tahu karena lagu ini ditulis Newton bertahun – tahun sebelum dia aktif melawan perbudakan. Tapi, Newton mungkin orang yang paling mengerti arti kasih karunia Tuhan, arti dari Amazing Grace itu sendiri karena di masa tuanya Newton sangat menyesali keterlibatannya dalam perdagangan budak.

Dan sampai hari ini, lagu “Amazing Grace” masih menceritakan kasih karunia Tuhan yang begitu besar. Bahwa setiap orang, sebesar apapun dosanya, bisa diselamatkan. Bagi kita, dan bagi Newton sendiri, perdagangan budak adalah satu hal yang sangat kejam dan mengerikan. Dan para pelakunya, seperti Mr Hyde, adalah pribadi yang sangat jahat. Pribadi yang sangat hitam dan tak ada setitik pun warna putih. Tapi, bagi Tuhan, tidak masalah sehitam atau sejahat apapun orang itu, dia bisa diselamatkan !

Ketika kita melihat orang yang jahat dan tidak mengenal Tuhan, mungkin kita putus asa berpikir hati mereka sudah sangat tertutup. Tapi, tidak pernah ada orang yang jatuh terlalu dalam sampai tangan Tuhan tidak sangggup menjangkau. Setiap orang yang tampak di mata kita sebagai pribadi yang jahat, sebenarnya membutuhkan Obat Khusus yaitu darahNYA untuk memunculkan kepribadiannya yang baik.

PS :
Walaupun perdagangan budak sudah dilarang di berbagai negara sejak abad 19, tapi dalam prakteknya itu belum berakhir bahkan semakin bertambah banyak. Perdagangan manusia/ Human Trafficking justru semakin meningkat jumlahnya di abad 21 ini. Banyak pria dan wanita dari negara-negara miskin dijual sebagai tenaga kerja murah atau pekerja sex. Sebagian dari mereka diculik paksa, sebagian lagi terpaksa menjual dirinya sebagai pembayaran hutang, dan ironisnya sebagian lagi dijual oleh keluarga mereka sendiri karena kemiskinan. Mungkin memang tidak ada lagi kapal-kapal budak dengan rantai tangan dan kaki, tapi perdagangan budak masih berlanjut. Pria dan anak-anak dijadikan tenaga kerja dan para wanita umumnya dipaksa menjadi pekerja sex baik di negeri mereka sendiri atau dijual ke negara-negara yang mampu membayar.

 

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

Saat Kau Berjuang, Berubah, Berbeda, Kau Tak Sendirian

1

Category : Simply Articles

HENSHIN!!! Sebagian dari kita yang lahir sekitar tahun 80-90-an dan jadi anak-anak sekitar tahun 1990-1995, pasti tau n selalu menanti serial TV ini “Kamen Rider Black RX”. Saya sendiri suka banget sama film ini, kalo ngga salah setiap selasa jam 5 sore saya pasti menantikan film ini.

 

Hmmm, Kotaro Minami adalah sosok manusia pertama yang membuat saya berdebar-debar dan berteriak, “It’s me! It’s me! Wanna be like him!” Satu theme song-nya, Dare Ka Ga Kimi Wo Ai Shiteru, dahulu saya hapal mati untuk sing along karena, sekalipun saat itu saya nggak mengerti artinya, entah mengapa lagunya terasa berbicara secara pribadi tentang perjalanan hidup saya selama bertahun-tahun ke depan. Hari ini, beberapa menit yang lalu, belasan tahun kemudian semenjak mendengarnya pertama kali, saya baru tahu arti liriknya…

 

Tatta hitori no tatakai ni
When you’re spent after fighting a lonely battle
Tsukarehatete shizumu toki
And feel like sinking
Hitomi wo tojite kao agete
Close your eyes, look up
Mimi wo sumasete mireba ii
Just listen closely
Lonely Lonely Heart
Lonely Lonely Heart
Kaze ga sasayaite yuku darou
The wind will go on whispering
Lonely Lonely Heart
Lonely Lonely Heart
Hitoribotchi ja nai no sa
You’re not alone
Reff:
Dare ka ga kimi wo ai shite ‘ru
Somebody loves you
Dare ka ga kimi wo shinjite ‘ru
Somebody believes in you
Dare ka ga kimi wo motomete ‘ru
Somebody is looking for you
Doko ka de, doko ka de
Somewhere, somewhere
[Instrumental]
Mune wa kizutsuki hiza wa ore
When you’re hurt and you fall upon your knees
Haruka na yume wo kuyamu toki
Don’t look back, look up
Furimukanaide kao agete
And when you feel sorry about your faraway dreams
Ashita no michi wo mireba ii
Just keep your eyes fixed at the path you’ll take
Lonely Lonely Heart
Lonely Lonely Heart
Chikyuu wa ai ga sumau hoshi
Earth is a planet where love dwells
Lonely Lonely Heart
Lonely Lonely Heart
Hitoribotchi ja nai no sa
You’re not alone
Reff:
Dare ka ga kimi wo ai shite ‘ru
Somebody loves you
Dare ka ga kimi wo sagashite ‘ru
Somebody is searching for you
Dare ka ga kimi wo mitsumete ‘ru
Somebody is gazing at you
Itsu demo, itsu demo
Somewhere, somewhere
Dare ka ga kimi wo ai shite ‘ru
Somebody loves you
Dare ka ga kimi wo shinjite ‘ru
Somebody believes in you
Dare ka ga kimi wo motomete ‘ru
Somebody is looking for you
Doko ka de Doko ka de
Somewhere Somewhere
Itsu demo Doko ka de
Always Somewhere

 

Saat itu, dalam impian saya sebagai seorang anak kecil, saya sangat ingin jadi seperti Kotaro Minami. Membayangkan jadi seorang pahlawan super, yang bisa berubah untuk membasmi kejahatan. “HENSHIN!!!”

Dalam perjalanan hidup, saya pun memiliki banyak impian. Saya ingin menjadi seseorang yang berguna bagi banyak orang,  hidup menjadi berkat bagi banyak orang, hidup benar di tengah tantangan dunia. Dan you know something,, untuk menjadi seperti itu, tidak jauh berbeda dengan Kotaro Minami, saya harus “BERUBAH” terlebih dahulu. Menjadi berbeda dari keadaan saya sebelumnya. Hidup tanpa perubahan tidak akan dapat berpengaruh apa-apa bagi dunia. Hidup yang sama saja seperti kebanyakan orang (tidak ada perbedaan) tidak akan memberi dampak apa-apa bagi dunia.

Satu hal yang baru saya sadari, bahwa ternyata menjadi Kamen Rider yang harus berubah itu ternyata tidak sekeren faktanya. Dalam hidup yang nyata, orang-orang yang berbeda, mempunyai impian yang begitu besar dan tidak biasa, orang-orang yang mau hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan, justru seringkali menjadi orang yang tidak ditanggapi, diremehkan, ditertawakan, dan diejek.

Tapi saya tahu, jika saya tidak berubah, jika hidup saya tidak berbeda, jika saya tidak mau mengambil tanggung jawab untuk “menyelamatkan dunia”, hidup banyak orang akan terancam bahaya. Keselamatan banyak orang ada di dalam pilihan-pilihan dalam perjalanan hidup saya. Sebab itu, saya tetap memutuskan untuk “BERUBAH”, tetap memutuskan untuk “BERBEDA”, dan saya memutuskan untuk tetap “BERJUANG”, sekalipun banyak yang tidak menanggapi :)

Ayolah kawan, banyak anak-anak mengidolakan Kotaro Minami yang berubah menjadi Kamen Rider Black RX, bahkan sampai hari ini setelah belasan tahun, saya masih bisa mengingatnya, bahkan tetap menginspirasi saya. Saya yakin dan bisa pastikan, jika kita tetap “berubah”, “berbeda”, dan “berjuang”, maka someday, somewhere… hidup kita akan menginspirasi jutaan orang lainnya di bumi ini. Jika dengan perubahan hidupmu, kehidupan banyak orang akan menjadi berbeda, jauh lebih baik… Apa yang akan engkau lakukan hari ini?

Dare ka ga kimi wo ai shite ‘ru
Somebody loves you
Dare ka ga kimi wo sagashite ‘ru
Somebody is searching for you
Dare ka ga kimi wo mitsumete ‘ru
Somebody is gazing at you
Itsu demo, itsu demo
Somewhere, somewhere
Dare ka ga kimi wo ai shite ‘ru
Somebody loves you
Dare ka ga kimi wo shinjite ‘ru
Somebody believes in you
Dare ka ga kimi wo motomete ‘ru
Somebody is looking for you
Doko ka de Doko ka de
Somewhere Somewhere
Itsu demo Doko ka de
Always Somewhere
Ditulis Oleh YKT_FOS Community

Kelihatan Gak Jempol Kakimu?

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

TTundukkan kepala!
Buka mata lebar-lebar!
Apa yang kau lihat? Bisakah kau melihat jempol kakimu?

Sejak kecil, kita mendapat berbagai macam ‘makanan’ dari orangtua, dari keluarga dan dari teman-teman kita. Terkadang ‘makanan’ itu makanan sehat, tapi terkadang juga ‘makanan’ yang kita dapat bukan ‘makanan’ sehat tapi justru junkfood, makanan tidak sehat. Makanan yang memberati badan kita dan membuat kita sulit berjalan.
“ Kau anak yang seharusnya tidak lahir di dunia ini! „…mendadak sepatu kita menjadi sempit. Kenapa? Karena tiba-tiba saja jempol kita ngegendutin!
„ Orang sepertimu tidak akan pernah berhasil!“….perasaanku saja atau baju jadi tambah sempit ya?
„ Maaf, tapi kelompok ini hanya untuk anak-anak gaul!“…susah juga cari celana ukuran 46…
„ Aku tidak mencintaimu,aku tidak menginginkanmu!“…waktunya ganti cermin baru yang lebih lebar, yang sekarang cuma kelihatan setengah pipi.

Semakin dewasa, semakin banyak junkfood yang kita terima dan semakin menumpuk di hati. Dan tanpa kita sadari, kita semakin berat dan semakin sulit berjalan.Untuk setiap langkah dalam hidup yang kita ambil, sepertinya memerlukan energi yang sangat banyak. Setiap hari, “lemak-lemak“ kegagalan, ketakutan, penghinaan dan penolakan membelit kaki dan tangan kita. Mau lulus ujian? Lemak kau-tidak-akan-pernah-berhasil membuat kita merasa sangat lelah. Mau pacaran? Lemak kau-tidak-layak-tidak-keren-tidak-gaul membuat kepala terasa berat dan menunduk. Mau pelayanan? Lemak tidak-seharusnya-eksis-di-dunia menahan kaki kita.

Dan kita berjalan terhuyung-huyung, bertanya-tanya kenapa hidup terasa sangat melelahkan. Bertanya-tanya apa yang salah dengan diri kita dan bertanya-tanya kenapa dewi kebahagiaan mencibir kepada kita sementara monyet penderitaan bergelayut di kaki.
Dan semakin jauh kita berjalan, napas kita semakin terengah-engah dan dada kita terasa sesak, sesak karena tangisan yang tertahan dan emosi yang terbendung.
Dan kita menyerah…. Kita terduduk di pinggir jalan kehidupan dan membiarkan orang-orang lain berlari melewati kita. Kita berhenti berjalan dan menelan pernyataan bahwa kita tidak berguna dan tidak diinginkan.
Dan sambil terduduk memeluk lutut, kita terbengong-bengong mengagumi orang-orang lain yang berlari dengan cepat.

Nicki Cruz sangat gemuk! Tidak heran, dia dijejali berbagai macam makanan junkfood dari kecil. Dianiaya secara fisik dan mental sejak kecil, bahkan ibunya sendiri mengatakan kalau Nicki adalah anak setan. Tidak dikasihi dan tertolak, Nicki pergi mencari komunitas yang mau menerimanya. Dan dia menemukan komunitas orang-orang sepertinya, komunitas orang-orang yang gemuk berlemak penolakan. Dan kelompok itu bernama Mau Mau. Nama yang lucu? Ya, sayang sekali perbuatan mereka tidak lucu. Mau Mau adalah gang yang terkenal kejam di jalanan Brooklyn. Dan Nicki hanya perlu 6 bulan untuk menjadi pemimpin mereka!

Sampai seorang hamba Tuhan menemukannya dan mengatakan Yesus mencintai dan menerimanya. Setelah terduduk sekian lama di pinggir jalan, dihindari dan tidak dipedulikan, tiba-tiba saja seseorang mengajaknya berlari lagi! Apakah Nicki mau? Tentu saja tidak! Dia mengancam hamba Tuhan itu, memukul dan mengusirnya berkali-kali. Sayangnya, Yesus juga ngotot dan bersikeras kalau kegemukan itu tidak baik. Sedikit demi sedikit, lapisan demi lapisan lemak penolakan disedot dan Nicki bisa bernapas lega, kesesakan yang dulu menekannya hilang. Bertahun – tahun setelahnya, Nicki berlari-lari lagi di jalan dan mengajak setiap orang gemuk putus asa yang ditemuinya untuk tidak menyerah.

Menjadi dewasa tidak mudah. Terkadang sebagian dari kita dilahirkan di keluarga yang mengasihi dan mendukung kita. Tapi seringkali kebanyakan dari kita terlahir di keluarga yang tidak harmonis, bahkan berantakan . Dan mungkin seperti Nicki, sebagian dari kita terlahir di keluarga yang menganiaya kita. Dan mungkin bukan hanya keluarga tapi juga lingkungan dan teman-teman.
Perkataan mereka,sikap mereka dan perlakuan mereka terkadang menyakiti dan memberatkan kita. Dan sepanjang perjalanan hidup, memori kita dipenuhi kenangan-kenangan yang menyakitkan.

Lelah? Ya!
Sesak? Ya!
Ingin berhenti berjalan dan terduduk membiarkan dunia berputar tanpa kita ikut terlibat di dalamnya? Ya!
Sayangnya, kegemukan itu tidak baik.
Untungnya, Yesus tahu itu.
Karena itu, Dia mengajak setiap kita yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepadaNYA!

 

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

Jangan Seperti Kacang Lupa Kulitnya

Category : Simply Articles

Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu… –dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Engkau harus takut akan TUHAN,   Allahmu; kepada Dia  haruslah engkau beribadah

(Ulangan 6:10-13).

Ayat ini memperingati generasi Israel akan janji Allah kepada nenek moyang mereka Abraham, Ishak dan Yakub yang akan memberikan hadiah cuma-cuma negeri Kanan dengan fasilitas kota-kotanya yang besar dan baik, rumah-rumah yang berisi barang yang baik, sumur-sumur, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun semunya siap pakai dan menghasilkan. Semuanya itu bukan hasil usaha mereka. Peringatan Allah yang disaampaikan Musa: “Janganlah engkau melupakan Tuhan yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir”. Jangan menyembah allah-allah lain, sebab jika demikian akan membangkitkan murka Allah. Allah adalah Allah yang cemburu.

Peringatan itu mengingatkan kelemahan Israel, kelemahan manusia; bahwa kekayaan atau kesuksesan hidup dapat membuat orang jauh dari Tuhan, menjadi egois, menentukan sikapnya sendiri tidak hidup di bawah kesetiaan penyembahan. Melupakan karya Allah bahwa semua kelimpahan yang didapatkannya adalah anugrah Allah. Kita juga belajar bahwa sebahagian kelimpahan yang didapatkan adalah karena doa-doa atau pergumulan iman para pendahulu kita; orang tua kita atau pergumulan iman orang percaya, doa gereja.

Berapa banyak di antara kita, ketika kita diminta untuk melayani Allah, kita memprotes tentang ketidak- tersediaan fasilitas, pekerjaan yang belum stabil, keuangan yang masih perlu perbaikan, waktu yang tidak cukup, dan lain sebagainya. Namun ketika kita mendapat fasilitas yang diperlukan, pekerjaan yang mulai diberkati, keuangan yang mulai mapan, hal yang terjadi justru sebaliknya, kita semakin menjauh dari Tuhan. Ada saja orang-orang yang melupakan ibadahnya kepada Tuhan justru ketika ia semakin diberkati.

Ingatlah selalu kasih Allah yang besar. Orang yang setia kepada-Nya akan di berkati-Nya, tetapi orang yang melupakan-Nya akan mendapat hukuman. Tujuan Allah dalam pertambahan kelimpahan adalah supaya Tuhan semakin disembah. Jika karena kelimpahan harta menghalangi atau membuat kerajinan kendor atau membuat bersikap tinggi hati “ia harus didengar sebagai penentu keputusan” dan sebagainya, mereka telah melupakan Allah dan mempertuan dirinya sendiri.

Allah tidak terlalu tertarik dengan seberapa banyak kekayaan yang kita miliki, toh Dia juga yang memberikan semuanya itu. Tidak ada spesialnya bagi Tuhan jika kita bermegah atas apa yang sudah kita capai atau miliki, sebaliknya Tuhan ingin kita menyadari benar dan berbangga atas Siapa Yang Memiliki hidup kita sepenuhnya!

Bersyukurlah atas apa yang kita miliki hari ini, tetapi jika berkat, fasilitas, waktu, kesibukan, atau apapun yang kita miliki semakin membuat kita jauh dari Tuhan dan tidak hidup melayani Dia, siap-siap saja Tuhan ambil lagi semua itu.

Tuhan lebih peduli pada kedekatan kita dengan-Nya daripada kita melakukan banyak hal dalam hidup ini tetapi tidak bersama-Nya.

Berilah lebih banyak hidup kita bagi Tuhan sebagai ucapan syukur yang paling tulus kepada-Nya. Prinsip member “Yang memberi tidak akan pernah kekurangan!” Yang memberi hartanya tidak akan kekurangan harta, yang memberi waktunya tidak akan kekurangan waktu, yang memberi perhatian dan kasihnya tidak akan kekurangan semua hal itu. Semakin kita tidak memberi pada Tuhan, kita akan semakin selalu merasa kekurangan.

Orang-orang penyembah Allah yang benar, setiap kali mengalami berkat Tuhan akan semakin rendah hati dan setia kepada Tuhan. Sungguh tidak akan seperti kacang yang lupa pada kulitnya…

Ditulis Oleh YKT_FOS Community

Kasih Itu.. (Sabar)

2

Category : Simply Articles

“Kasih itu Sabar…” 1 Korintus 13:4

Waktu masih jaman-jamannya naik kereta ke kampus, pernah aku bilang sama temenku begini :

“ Tau nggak, tempat melatih kesabaran yang paling ampuh tuh dimana ? DI STASIUN KERETA…” (hehehhehe… tanpa bermaksud menyindir salah satu pihak..)

Yap, karena memang di tempat itulah kesabaran benar-benar diuji. Bisa membuat emosi meningkat, dan nggak sedikit kata-kata kotor, kata-kata umpatan bahkan hujatan keluar dari mulut penumpang yang kecewa karena kereta tak kunjung datang. Bayangkan saja, yang harusnya kereta datang 5 menit menurut informasi, ternyata hingga ½ jam kemudian tak kunjung datang, baru deh setelah 1 jam lebih sedikit, akhirnya datang juga !!

Itu kondisinya, tapi…….berbicara mengenai kesabaran ternyata bukan mengenai kondisi, tetapi mengenai karakter dan hati. Saat kondisi membuat dan mengharuskan kita marah karena hak kita tidak terpenuhi, tetapi kesabaran berkata lain. Saat banyak orang mulai mengeluh, mencaci maki, emosi, dan akhirnya pergi dengan hati yang dongkol, kesabaran mengharuskan kita untuk tetap tenang, tersenyum, dan tetap memiliki hati yang penuh sukacita. Wah gimana bisa?? Jadi orang sabar susah donk kalo begitu, mengingat dunia seringkali membuat kita sebal.

Weitss, inga-inga…. kesabaran bukan bicara mengenai kondisi, tetapi karakter dan hati. Dan ternyata, sabar adalah bentuk kasih, bahkan kasih itu sendiri. Love is patient and kind ( I Corinthians 13:4). Kasih itu sabar, dengan kata lain saat kita sabar dengan orang lain, kita juga menaburkan kasih bagi orang itu. Saat kita tidak terpengaruh emosi dan tidak serta merta mencaci maki sang penjaga tiket kereta api, bukankah itu berarti kita mengasihi sang penjaga tiket itu? Bahkan saat kita tidak terpengaruh emosi kita juga mengasihi diri kita.

Ada hal yang membuatku berpikir, kenapa di 1 korintus 13:4, sabar disebut lebih dahulu untuk mendefinisikan kasih. Love is Patient… Why??

Patient dalam kamus oxford diartikan having or showing patience. Dan ternyata arti patience itu luar biasa banget lho, oxford bilang begini :

“Patience is ability to stay calm and accept delay or annoyance without complaining”

Kesabaran adalah kemampuan untuk tetap tenang dan menerima segala bentuk keterlambatan atau sesuatu yang mengesalkan tanpa mengeluh sedikitpun. (yah begitulah kira-kira..). Kesabaran berbicara mengenai  3 hal, ability to stay calm, Accept delay or annoyance, dan without complaining.

Ability to stay calm, Kemampuan untuk tinggal tenang, untuk tetap tenang, untuk dapat bertahan dari semuanya. Dan yang namanya ability nggak semua orang memilikinya. Butuh latihan yang terus menerus, rutin dan juga ada kemauan untuk melatih itu. Amsal bilang orang yang sabar melebihi seorang pemenang. Seorang pemenang hanya menjadi pemenang di salah satu pertandingan, tetapi seorang yang sabar menjadi pemenang untuk semua pertandingan di dalam kehidupan.

Accept Delay or annoyance, berbicara mengenai menerima keadaan yang sangat menjengkelkan, yang tidak sesuai dengan hati kita, yang tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Keadaan yang merenggut hak kita, dan bahkan waktu kita. Dan ternyata seringkali bukan hanya keadaan yang menjengkelkan kita, tetapi seseorang, bahkan yang terdekat sekalipun sering “delay” or “annoyance”. Huuuhhh,, sebal…. tapi ingat, Love is Patient, and patience is Accept delay or annoyance. Jadi saat kita sabar terhadap lingkungan dan keadaan yang “delay” dan “annoyance”, atau juga saat kita sabar terhadap orang-orang yang bahkan sangat dekat dengan kita yang “delay” and “annoyance” merupakan bukti kasih kita terhadap mereka, dan bentuk kasih kita untuk dunia. Kan kasih bisa dimulai dengan hal-hal yang paling sederhana sekalipun, termasuk bersabar. Ingat lho, Saat kita bersabar, kita mengasihi mereka.

Without complaining, tanpa keluh kesah, tanpa ada kata-kata makian keluar, tanpa ada emosi yang meledak-ledak, tanpa ada kata-kata hujat keluar. Ingat bahwa apa yang keluar dari mulut kita seringkali menunjukan bagaimana keadaan hati kita, dan apa yang dari hati menyentuh hati juga, baik itu membangun ataupun merusak. Jadi saat kita sedang tidak sabaran, kemudian mengumpat kata-kata makian, bahkan berteriak keras-keras penuh amarah kepada seseorang atau kepada keadaan, tanpa kita sadari kita sudah menyakiti hati seseorang, bahkan hati Tuhan. Karena keadaan-kan Tuhan yang ijinkan hadir dalam hidup kita, kadang bisa menyenangkan, kadang bisa mengesalkan. Berarti saat kita “complaining” sesuatu baik itu secara terang-terangan, mengumpat atau dalam hati, tanpa kita sadar kita sudah menyakiti hati Tuhan dengan sengaja. Lalu dimanakah kasih itu ???

Dari ketiga hal di atas aku jadi mengerti, mengapa sabar disebutkan pertama sebagai bentuk kasih dan sebagai kasih itu sendiri. Sabar dan menahan diri ternyata bisa menunjukan seberapa besar kita memiliki dan merasakan kasih itu. Sabar ternyata sebagai bukti apakah kita mengasihi sesama kita dan mengasihi Yesus, Sabar bisa menjadi langkah awal untuk mengerti apa kasih itu.  Jadi kalau sabar dapat menunjukan apa itu  kasih, kenapa tidak kita lakukan ?

Yuk kita berlatih untuk bersabar… be 100 persen in patient….

Ditulis oleh KSW_FOS Community

Tetap Setia

2

Category : Simply Articles

Wah, udah tahun 2011 aja yah.. Hari berganti hari, tahun berganti tahun… Apakah kalian siap menyongsong 2011?? Rasa-rasanya tahun baru nggak akan seru kalo nggak dibarengi dengan pembuatan resolusi dan komitmen yang baru. Setelah merefleksikan segala sesuatu di tahun 2010, memasuki tahun 2011 ada beberapa hal yang ingin kita capai, ingin kita perbaiki dan ingin kita lakukan. Entah itu ingin mengejar impian, atau pengen punya pasangan hidup (alias pacar), pengen dapet pekerjaan baru, pengen melayani Tuhan lebih lagi, dan berbagai keinginan yang lainnya. Di lain sisi, ada sebuah janji yang kita buat, baik itu dengan diri sendiri, dengan Tuhan, dengan pasangan hidup kita (bagi yang udah punya lho..), dengan keluarga, atau dengan bos di kantor.

Aku mau share sedikit nih, setiap tahun pasti aku membuat sebuah resolusi yang memang sengaja aku ketik, di-save di komputer dan rencananya (baru rencana loh) pengen di-print dan dipajang gede-gede di kamar. Inget banget 2 tahun yang lalu, di malam menjelang tahun baru, aku melakukan refleksi sederhana dengan bermodalkan lilin kecil dan gitar, kemudian dilanjutkan dengan membuat “lembar perjanjian” dengan Bapa melalui MS. Word. Berhubung aku suka dan sering menulis, jadinya di “lembar perjanjian” itu aku rangkailah kata-kata seperti membuat diari pribadi, bagaimana ucapan syukurku yang begitu besar atas perlindungan dan berkatnya, permintaan maafku, hal-hal yang lucu dan unik seputar kehidupan di tahun yang akan berlalu.

Tak lupa juga aku mencantumkan hal-hal yang ingin aku minta di tahun depan, dan hal-hal yang akan aku komitmenkan di tahun depan. Biar adil dan merata (hehehhe..) masing-masing aku tulis dan jabarkan menjadi 3 poin, jadi untuk permintaan ada 3 dan komitmen ada 3. Sip… dah selesai diketik, save dan ternyata sampai sekarang lupa di-print.. hehehhehe…

Sampai suatu hari, menjelang tahun baru juga, aku teringat akan file itu, akan “lembar perjanjian” tanpa materai itu. Spontan aku carilah itu file, ketemu dan langsung dibuka. Sudah setahun umur itu file, tapi masih sangat sanggup menyentuh hatiku dan membuatku malu.

Yah, saat kubaca kembali surat itu, sepertinya waktu berputar kembali ke setahun yang lalu, tepat saat aku menulisnya. Dan yang membuatku tidak sanggup menahan haru dan tangisku adalah saat kumelirik poin-poin tentang permintaan dan komitmen, masing-masing 3 poin, yang memang sengaja aku tulis sendiri. You know guys, saat aku melihat poin-poin permintaanku, semua perfect dijawab oleh Tuhan, walaupun tidak seperti yang aku inginkan. Semua permintaanku dijawab dengan cara yang unik, dan aku sangat menyadari akan jawaban dari permintaanku itu. Tetapi saat aku melihat poin-poin mengenai apa yang aku komitmenkan, nyaris tidak ada yang selesai aku lakukan hingga akhir. Memang aku memulai ketiga poin tersebut, memang aku yang membuat poin tersebut, dan aku bersemangat membuatnya, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, semakin membuatku melanggar sendiri apa yang aku komitmenkan, dan nyari nggak ada yang selesai dengan hasil memuaskan di akhir tahun.

Disitu aku sangat sedih, yah… karena aku mengingkari apa yang aku janjikan sendiri, sedangkan Tuhan setia untuk menepati apa yang aku minta. Dan disitu aku sadar bahwa betapa tidak setianya aku dibandingkan kesetiaan Tuhan yang tiada terhingga. Walaupun seringkali aku tidak setia, Dia tetap setia. Walaupun kadang aku lebih mencintai berkat daripada Dirinya, Dia tetap setia. Walaupun aku berulangkali bertanya akan janjiNya, Dia tetap setia. Walaupun aku berungkali jatuh bangun dalam dosa, menyakiti hatiNya dan membuat Dia sedih, tetapi Dia tetap setia. Walaupun berulangkali aku berusaha lari daripadaNya, Dia tetap setia menunggu kepulanganku. Dia tetap setia, Dia sangat setia…

Aku jadi teringat sebuah lagu, ‘Tetap Setia’ yang semakin membuat semakin haru hatiku di tahun yang baru ini. kesetiaanNya tidak perlu dipertanyakan lagi, walaupun kadang kita tidak memahami rencanaNya, tapi hatiNya dan kesetiaaNya sangat bisa kita kagumi dan kita percaya, telah terbukti.

Setelah aku melihat file itu, aku hanya berucap sepatah kata singkat sembari menitikan sebuah air mata, air mata penyesalan, sekaligus komitmen baru. Memaknai setiap hari dalam hidupku, dan berusaha untuk tetap setia dihadapanNya. Karena aku tau, tanpa ditanya dan dibuktikan, Dia, Yesusku, Bapaku, Sahabatku, akan tetap setia selamanya.

T’lah kulihat kebaikanMu yang tak pernah habis dihidupku

Kuberjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia.

Happy New Years all, tetaplah setia di dalam Dia, dan jalanilah tahun 2011 dengan penuh iman, kasih dan pengharapan.

Be Blessed!

Ditulis oleh KSW_FOS Community

Sebab Engkau Besertaku

Category : Simply Articles

Selamat hari Natal dan tahun baru!!! Ucapan itu jadi sering terdengar ketika kita memasuki akhir tahun, dan sekali lagi ucapan itu terdengar di akhir tahun ini. Selamat Natal, ya memang Natal adalah sebuah keselamatan buat kita, karena Tuhan yang begitu mulia itu, bertanggung jawab menyelamatkan kita dari hukuman dosa, dengan lahir ke dalam dunia ini, turut merasakan penderitaan manusia, kesusahan manusia, bahkan mengalami dampak langsung atas kejahatan manusia yang kasihnya sudah hambar itu. Sang Putera Allah harus menderita di kayu salib bagi kita!

Tahun ini, bagiku pribadi, Natal itu jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu banyak persoalan di akhir tahun ini yang harus aku, keluargaku, dan orang-orang terdekatku alami. Sesungguhnya akhir tahun ini cukup jadi lembah kekelaman yang sangat sulit untuk dihadapi. Beberapa kali, masalah yang timbul hampir merebut sukacita dan damai sejahtera. Aku tidak punya cukup cadangan dana untuk merayakan natal. Dengan adanya beberapa persoalan di kantor, aku dan beberapa rekan di kantor terpaksa nggak gajian mulai bulan kemarin, ada beberapa hubungan yang mulai retak dan perlu pemulihan di sana-sini. Belum lagi di hari natal kemarin, adikku mengalami sedikit kecelakaan yang membuat kami cukup kuatir akan masalah akibatnya, dan biayanya. Puji Tuhan adikku tidak apa-apa, hanya kami harus menyelesaikan persoalan dengan pihak lain yang terlibat, dan biaya juga menjadi masalah kami. Di akhir tahun ini juga, aku dan beberapa orang terdekatku harus mengalami sedikit kekecewaan terhadap seorang hamba Tuhan yang bersikap tidak bertanggung jawab tentang masalah uang yang jumlahnya tidak sedikit. Tetapi semuanya menguatkan kami dan pengampunan selalu mengalir deras dari hati kami. All out for love!

Brothers and sisters, satu hal yang seringkali tidak kita sadari adalah bahwa Natal bukanlah sekadar “moment have fun”, acara kongkow bareng atau sekadar bagus-bagusan bikin acara natal di gereja masing-masing. Natal juga bukan sekadar merasakan sukacita dan suasana yang damai, begitu juga natal bukan sekadar peringatan tahunan yang rutin. Di hati Allah, Dia ingin setiap kali kita memperingati tentang kelahiran-Nya, kita belajar sesuatu tentang kehendak-Nya, karena Allah menjadi manusia agar kita mengenal Pribadi-Nya secara lebih dekat.

Kisah Natal dalam Alkitab adalah kisah yang berisi orang-orang yang rela menjalani panggilan Allah walaupun sulit dan berbahaya. Natal “diperankan” oleh orang-orang yang berkata “sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku seperti perkataan-Mu itu”. Tidak banyak wanita yang mau menempuh bahaya seperti Maria, tidak banyak laki-laki bertanggung jawab seperti Yusuf, dan yang terpenting tiada Allah lain yang begitu mengasihi manusia seperti Dia yang kita kenal dalam Tuhan Yesus Kristus.

Beberapa sahabatku mengalami natal tanpa ada persediaan makanan di rumah, karena biaya yang kurang, dan gaji yang belum dibayar. Tetapi dia tetap bersukacita, dan setiap senyuman yang tulus walaupun dalam kondisi yang serba tidak memungkinkan, membuat kami semua merasa terberkati. Seperti para gembala miskin yang bersukacita atas kelahiran Raja Sorga yang memberi pengharapan. Beberapa sahabat yang lain harus merasakan ketidaknyamanan tidak libur di akhir tahun untuk merayakan natal bersama keluarga dan teman-temannya. Bahkan mereka tidak bisa ikut banyak acara perayaan Natal, hanya ke gereja di tanggal merah. Tetapi status facebook mereka menjadi berkat dengan menguatkan semua teman yang mengalami hal yang sama. Tidak nyaman? Ya, seperti para majus yang harus meninggalkan negerinya atau bahkan istananya, demi menjenguk seorang bayi yang lahir di sebuah kandang. Apakah kita kecewa kalau setelah jauh berjalan kita hanya menemukan sebuah kandang?

Dalam Natal justru seringkali orang-orang pilihan-Nya harus mengalami bahaya, ditarik keluar dari kenyamanan, kondisi yang serba sulit dan serba tidak mungkin, bahkan harus berada di tempat yang tidak seharusnya. Apa yang kita pikirkan ketika Alkitab menceritakan bahwa Maria, seorang gadis muda yang menjaga kesuciannya, tiba-tiba harus hamil? Roh Kudus? Ya, tentu Maria tahu hal itu, tapi Malaikat Gabriel tidak berteriak kepada seisi kota bahwa Maria hamil karena Roh Kudus. Bayangkan apa kata orang, dan kemungkinan Maria dirajam batu oleh orang-orang Yahudi. Apa kira-kira yang ada di pikirannya Yusuf saat tahu tunangannya hamil sebelum mereka menikah, dan bukan oleh dirinya? Laki-laki manapun bisa kecewa karena hal itu, tetapi toh Yusuf memilih untuk taat.

Apa yang membuat mereka mau mengalami semua kondisi itu? Yup, Allah yang meminta mereka melakukan semua itu bagi-Nya adalah Allah yang juga menyertai dan memampukan mereka untuk melakukannya! Dia bertanggung jawab atas panggilan dan pilihan-Nya.

Seperti Daud berkata: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; “ (Mzm 23:4).

“Aku tidak takut bahaya! Sebab Engkau besertaku!” menjadi sebuah seruan yang menyatakan bahwa kita percaya bukan kepada Allah yang main-main, atau yang cuma bisa asal tunjuk dari atas sorga tanpa bertanggung jawab pada apa yang kita alami di dunia ini. Nama-Nya adalah “Immanuel” yang berarti “Allah beserta kita”. Karena itu, maka pesan Malaikat kepada para gembala, Maria, dan Yusuf berlaku juga bagi kita “Jangan takut!”

Natal adalah panggilan Tuhan bagi setiap kita, untuk mulai terlibat dalam rencana-Nya. Seringkali rencana-Nya itu terlihat berbahaya dan tidak menguntungkan di posisi kita, tetapi bagi setiap orang yang mau taat, sekalipun ia merasa tidak mampu atau merasa tidak layak, ialah yang akan mengalami langsung penggenapan rencana Allah itu. Bagi orang-orang yang mengalami penderitaan dalam menanggung rencana-Nya itu, ada pengenalan yang lebih dalam dan kedekatan yang semakin intim dengan Dia, seperti Mazmur 23 saat Daud mengganti kata2 “Dia” dengan “Engkau” setelah ayat yang menyatakan “sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman”. Ada intimacy yang lebih dekat, pengenalan yg lebih dalam, saat kita alami langsung lembah kekelaman itu.

Filipi 1:29 “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”

Roma 5:2-3 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita , karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

Bersyukurlah, jika di Natal ini kamu mengalami sesuatu yang tidak nyaman bagimu, karena kita dapat mengalami langsung pengalaman Natal yang juga dialami Maria, Yusuf, para gembala, dan para majus, lebih lagi, kita mengalami pengalaman Allah yang meninggalkan segala kenyamanan sorgawi dan bergabung dengan kita di sini, di bumi ini, lengkap dengan segala suka dukanya. Jangan takut, sebab Dia selalu beserta kita!

Merry Christmas and Happy New Year, Immanuel!

YKT_FOS Community_2010

Undercover Boss

Category : Simply Articles

Salah satu serial Amerika favorit saya adalah sebuah acara reality show dengan judul “Undercover Boss”. Waah nonton acara realitas ini selalu sukses deh bikin saya berderai air mata, minimal mata saya pasti berkaca-kaca di akhir acara.

Sebenernya acaranya tentang apa sih? Jadi acaranya tuh sejenis acara-acara reality Indonesia seperti Jika Aku Menjadi atau Minta Tolong. Tapi bedanya adalah di acara ini diikuti oleh seseorang yang memiliki sebuah perusahaan besar. Saya ambil contoh di sebuah episode ada seorang bos besar yang memiliki usaha jasa perbaikan ledeng panggilan. Bukan cuma sembarang jasa ledeng loh, tapi jasa perbaikan ini dikelola dengan teknologi yang maju, peralatan-peralatannya juga mutakhir, kalo ngeliat penyumbatan ledeng disebabkan oleh apa, para pekerjanya dilengkapi sama video mini yang bisa dimasukin ke pipa terus keadaan pipanya bisa dilihat di layar yang ada di dalam mobil. Wah keren deh.

Nah si bos besarnya ini, sang pemimpin di tingkatan paling atas perusahaan tersebut bersedia mengikuti acara Undercover Boss. Dia ingin melihat kinerja para pegawainya yang ada di tingkatan paling bawah yang bahkan enggak pernah sama sekali dia temui. Dia juga ingin tahu suka duka mereka dengan merasakan secara langsung. Nah akhirnya menyamarlah dia menjadi seperti orang biasa yang ‘ceritanya’ sedang mengadakan riset mengenai pekerjaan-pekerjaan yang ada di Amerika. Karena itu dia mencoba segala jenis pekerjaan dengan disertai liputan kamera.

Setiap hari selama beberapa hari dia mencoba satu jenis pekerjaan bersama dengan pegawai asli perusahaan tersebut yang menerangkan pekerjaannya. Dari mulai jadi pekerja yang benerin langsung pipa dan bersihin kloset kamar mandi yang tersumbat, para pembuat peralatan sampe operator yang menerima pesan dan komplain dari para pelanggan.

Setiap hari dia semakin mengenal para pekerja-pekerjanya dan turut merasakan kesulitan-kesulitan mereka yang tidak pernah ia tahu sebelumnya. Ia sering merasa terharu di akhir hari karena tidak menyangka betapa sulitnya pekerjaan bawahannya dan betapa mereka telah bekerja sangat keras untuk hasil yang mungkin sangat tidak seberapa.

Pada akhirnya si bos yang menyamar ini membuka identitasnya dan memanggil para pekerjanya. Dia menyiapkan banyak kebijakan baru dan bonus untuk pekerja-pekerja yang telah bekerja keras dengan setia. Sangat mengharukan! Karena para pekerjanya itu enggak menyangka kalo bos besar mereka rela menyamar dan mau merasakan apa yang mereka rasakan.. Spontan semua pun menangis begitu juga saya :’)

Dan serial Undercover Boss bukan saja membuat saya terharu tapi mengingatkan saya akan sesuatu. Mengingatkan saya tentang KASIH yang bisa membuat seorang manusia melakukan hal yang luar biasa bagi sesamanya. Dan jika seorang manusia bisa melakukan hal itu, bukankah Tuhan yang kita sembah juga memiliki kasih yang standarnya lebih besar dari itu?

Kalo seorang bos dari sebuah perusahaan besar rela menyamar untuk merasakan apa yang dirasakan oleh pekerja-pekerjanya. Apakah terlalu sulit bagi dunia untuk percaya bahwa BOS diatas segala bos rela merendahkan diriNya, taat hingga di kayu salib demi menyelamatkan umat-Nya?

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Filipi 2:5-7

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Ibrani 4:14-15

Dan bukankah hal yang luar biasa  jika kita memiliki Tuhan yang juga ikut merasakan apa yang kita rasakan?

Bagi dunia itu kebodohan.. Tapi bagi kita umat yang percaya, itulah yang dinamakan dengan KASIH..

KASIH dengan standar Bapa Pemilik Alam Semesta..


Selamat Hari Natal :)

Tuhan Yesus Kristus Memberkati

Ditulis Oleh LNY_FOS Community

Hadiah Natal Sepanjang Masa

Category : Simply Articles

Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah artikel tentang sepasang suami istri yang mengundang orang-orang yang memerlukan kasih sayang dan kehangatan natal untuk datang ke dalam jamuan makan malam pada saat malam natal, wow…. It’s really a great story.

Jadi ingat, sewaktu kecil, setiap menjelang natal, ada satu hal yang selalu aku minta sama mama atau papa. Yap! Apalagi kalo bukan hadian natal. Rasa senang, bahagia, bangga dan luar biasa tergambar saat dengan semangat saya menyobek kertas kado yang membungkus sebuah kado untuk diriku. Sembari menebak-nebak apa isinya, aku mulai mengucapkan berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali ucapan terima kasih kepada mama dan papa karena memberikan hadiah tersebut. Dan begitu hadiah yang kuterima itu terbuka dan terlihat isinya, kebahagiaan terpancar jelas, yap.. sepatu baru, atau baju baru, robot Gundam, boneka Naruto atau Gameboy baru… Apalagi kalau ternyata hadiahnya sesuai dengan yang kita inginkan dan butuhkan, bisa-bisa ucapan terima kasih tiada berhenti keluar dari mulutku.

Beranjak remaja, aku tidak lagi meminta secara lisan hadiah itu, walaupun di hati sangat menginginkan hadiah tersebut. Andai kata ternyata ada hadiah natal yang disiapkan untuk kita dan diberikan ke kita, dengan malu-malu dan gengsi kita sekedar membuka hadiah itu dengan hanya mengucapkan beberapa kata ucapan terima kasih. Setelah kado terbuka hanya ada perasaan bahagia yang tertutupi dengan rasa gengsi, gengsi karena sudah bukan anak-anak lagi, gengsi karena tidak mau dianggap dan diperlakukan seperti anak kecil, dan terkadang keluar keluhan apabila hadiah yang didapat itu mencerminkan seolah-olah saya adalah anak kecil, contohnya dapet kado natal maenan robot-robot-an atau dapet hadiah natal boneka sinterklas.. Hehehehhe… (Plis deh ma, aku kan dah gede…).

Menuju kedewasaan, hadiah menjadi tidak penting lagi. Ada syukur ngak ada juga tetap bersyukur. Yang terpenting adalah kebersamaan bersama keluarga, setelah lelah dengan hari-hari penuh kesibukan yang membuat diriku terpisah dari keluarga dan hampir memadamkan kasih dan kehangatan keluarga. Momen “membuka kado bersama” dijadikan momen penuh kehangatan untuk mengganti waktu-waktu yang terlewatkan. Hadiah tidak lagi dinilai dari bentuk, harga ataupun jenisnya, tetapi dari kasih yang menyertai kado itu, mulai menemukan arti dari memberi dan menerima.

Memiliki pasangan merupakan momen awal untuk mengaplikasi arti dari memberi dan menerima hadiah natal. Mulai sibuk mempersiapkan hadiah terbaik untuk yang terbaik, bersedia berjam-jam menunggu mall buka, memilih dan memilah barang, mengantri di kasir, dan menunggu di depan rumah sang pujaan hati untuk memberikan hadiah natal. Ada kepuasan ganda saat mengetahui ternyata si “doi” juga mempunyai kado spesial untuk diri kita. Seakan kado itu akan disimpan untuk diceritakan ke anak cucu kita sebagai kisah klasik untuk masa depan. Hadiah natal jadi lebih berarti saat seorang pujaan hati memberikan arti terhadap kado tersebut.

Menjadi orang tua? Sepertinya saya masih belum merasakannya, susah untuk mengimajinasikannya. Membelikan hadiah untuk mantan pacar yang kini menjadi istri tercinta yang fisiknya telah dimakan usia tetapi cintanya tetap untuk selamanya. Mencarikan hadiah untuk si Badu yang sedang doyan-doyannya Naruto, mencari hadiah untuk si Udin yang sudah mulai jerawatan dan menunjukan perangai yang aneh, dan juga untuk Lina yang sudah mulai memperkenalkan seorang lelaki bertanggung jawab kepadaku.

Ahh, rasanya waktu cepat sekali berlalu, hadiah demi hadiah telah saya terima dan saya berikan, berikut arti dan makna yang mengikutinya. Selalu berubah setiap bertambahnya umur. Tapi satu hal yang akan selalu saya ingat sedari kecil hingga kini, bahwa hadiah itu selalu diletakan di bawah pohon natal, disamping sebuah palungan kecil dengan domba dan jerami sebagai latar belakangnya, dengan satu pria dan satu wanita mendampingi sebuah palungan dimana “hadiah sesungguhnya” dari natal itu ada. Dan selalu kuingat bahwa saat aku mengambil hadiah untukku, mama dan papa selalu mengajariku untuk mengucapkan terima kasih untuk hadiah sesungguhnya dengan memanjatkan doa sederhana, “Tuhan Yesus terima kasih untuk kelahiranMu dan kasihMu, amin.”

Ahh…… rasanya aku akan selalu teringat momen itu, dan sebisa mungkin akan kubagikan momen itu kepada mereka yang belum pernah dan ingin merasakannya, sama seperti yang dilakukan oleh suami istri di atas, yang ingin berbagi kasih natal dengan jamuan makan malam.

Kapankah gilliranku tiba?

Kapankan giliranmu tiba?

Happy Month of Christmas :)

Ditulis Oleh KSW_FOS Community

Tadaima 2X

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Apa mimpimu?
Kalau saya ditanya pertanyaan ini, saya punya banyak jawaban yang berbeda-beda tergantung kapan waktu saya ditanyanya.
Waktu SD sampai kelas 3, saya pengen jadi arsitek
Waktu SD kelas 4 ke atas, saya pengen jadi penemu dan scientist ( sampe punya 1 buku khusus yang isinya rancangan alat-alat aneh ala anak SD….jangan tanya rancangan kaya apa, yang pasti Leonardo da Vinci bisa rendah diri kalau baca buku itu )
Waktu SMP, karena liat wushu keren, pengen jadi ahli silat
Dan waktu SMA , karena sering nonton anime jadi pengen jadi pilot Gundam HeavyArm atau ZGMF-X10A Freedomnya Kira Yamato ^^
( Hmmm..rasanya kok cita-cita gw tambah tua malah tambah aneh dan tambah mundur yah????)

Eniwei, cita-cita saya saat ini malah makin simpel, saya hanya pengen bisa ngucapin Tadaima 2 kali
(Tadaima : ucapan yang biasa diucapkan seseorang saat sampai di rumah, versi Jepang dari “ Honey, I’m home! “ )
Pasti ada yang heran dan nanya kenapa ga punya cita-cita yang lebih besar, misalnya jadi penulis yang karyanya dibaca orang sedunia dan puluhan tahun sesudah penulisnya meninggal tulisannya masih dikopi paste di seantero internet ? Pengen sih…tapi buat saya impian itu adalah kemurahan Tuhan. Kalau Tuhan mengijinkan saya jadi penulis, itu adalah kemurahan Tuhan. Dan kalau suatu hari nanti bisa jadi penulis yang bisa dibaca banyak orang ( Amin!!!!), itu juga karena kemurahan Tuhan yang mengangkat..dan saya berdoa untuk hal itu terjadi.

Tapi keinginan dan cita-cita saya pribadi, adalah mengucapkan 2 kali Tadaima .
Kenapa harus Tadaima ? Dan kenapa harus 2 kali ?
Tadaima yang pertama ingin saya ucapkan untuk keluarga saya.
Saya bermimpi, ketika suatu hari nanti saya pulang ke rumah, saya bisa mengucapkan Tadaima…dan ada orang yang menyambut saya.
Saya ga pengen begitu buka pintu, ada piring yang melayang perlahan ( bohong deh…kalo melayangnya perlahan mah UFO namanya, kalo piring dilempar ya melayangnya pasti cepet ! ) dan suara membentak,” Ga pulang seminggu! Kemana aja hah? Punya simpenan? Jangan pulang sekalian !!”.
Dan saya ga pengen ketika saya masuk, anak2 saya ga peduli papanya pulang atau ngga karena buat mereka ga ada bedanya papanya pulang atau ngga. Karena mereka sudah terbiasa dengan ketidakhadiran papanya dalam hidup mereka.

Tadaima diucapkan seseorang ketika dia tiba di rumah….rumah !!
Tatapan kosong dan piring terbang bukan rumah…..dan tentu saja bukan keluarga…
Mimpi saya, ketika saya mengucapkan Tadaima, ada orang yang menyambut…ada orang yang menerima…ada kelurga yang menganggap saya bagian dari mereka..bahwa saya bukan orang asing…bahwa saya diharapkan dan diinginkan disana….bahwa tanpa saya di tengah mereka, keluarga itu tidak lengkap..dan saya akan menutup pintu dan bersama keluaga.

Tadaima yang kedua ?
Untuk keluarga juga, tapi keluarga yang kedua.. ( wah , beneran punya simpenan nih ?? )
Kalau suatu hari nanti pekerjaan saya selesai dan tiba waktunya saya pulang…atau lebih tepat disebut berpulang…saya ingin mengucapkan Tadaima yang kedua.
Saat saya tiba di depan pintu gerbang mutiara…
Saat saya membuka pintu….
Saat saya mengucapkan Tadaima….aku pulang….
Saya bermimpi Yesus berdiri dan menyambut saya di balik pintu..
Saya bermimpi, Dia bukan orang asing bagi saya karena saya mengenalnya sepanjang hidup saya, dan saya bukan orang asing bagiNYA karena Dia memegang tangan saya seumur hidup.

Dan saya bermimpi, saya diinginkan dan ditunggu di sana..karena saya bagian dari keluarga.
Saya bermimpi, tanpa saya disana, Yesus akan tetap menunggu…. karena tanpa saya, keluarga disana tidak akan lengkap
Dan saya akan menutup pintu, dan ikut dalam kebahagiaan Tuanku. ( Mat 25:21)

PS : Tapi…mungkin kalo saya sampe di surga nanti, saya ga akan sempet ngomong tadaima…
Kenapa ?
Karena begitu sampai di pintu surga,sebelum sempat buka mulut,udah langsung ditubruk dan dipeluk Yesus….^^

Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community