<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FOS Community</title>
	<atom:link href="http://fos-community.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fos-community.com</link>
	<description>Simple but Powerful - Stand in Unity not in Uniform</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Feb 2012 10:40:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>FEC 3 &#8211; Friendship and Equipping Camp Communities Conference</title>
		<link>http://fos-community.com/friendship-and-equipping-camp-communities-conference-fec-3</link>
		<comments>http://fos-community.com/friendship-and-equipping-camp-communities-conference-fec-3#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 06:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eventgelism]]></category>
		<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>
		<category><![CDATA[FEC]]></category>
		<category><![CDATA[Friendship Evangelism]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas kristen]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan dalam Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[FOSters, siap-siap denger kabar gembira yang satu ini ya! Satu&#8230;. dua&#8230;. tigaaaa!!!! Yeaaah, akhirnya salah satu dari apa yang dinanti-nantikan serta dibutuhkan oleh sekian banyak generasi kita, tahun ini akan segera terwujud! Yeaaaahhh! (tepuk tangan yang meriah!! &#62;?&#60;) Apakah itu? Jeng&#8230;jeng&#8230;jeng!!! &#8220;Friendship and Equipping Camp and Community Conference&#8221; atau kalau disingkat jadi FEC3!!!! Diantara teman-teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/FEC-3-Web1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1513" title="FEC 3 Web" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/FEC-3-Web1-300x86.jpg" alt="" width="300" height="86" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">FOSters, siap-siap denger kabar gembira yang satu ini ya! <em>Satu&#8230;. dua&#8230;. tigaaaa!!!!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Yeaaah, akhirnya salah satu dari apa yang dinanti-nantikan serta dibutuhkan oleh sekian banyak generasi kita, tahun ini akan segera terwujud! Yeaaaahhh! <em>(tepuk tangan yang meriah!! &gt;?&lt;)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah itu? <em>Jeng&#8230;jeng&#8230;jeng!!!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/events/281969681862919/"><em><strong>&#8220;Friendship and Equipping Camp and Community Conference&#8221;</strong></em></a> atau kalau disingkat jadi FEC3!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Diantara teman-teman pasti pernah tau bahkan pernah jadi peserta FEC 2009 dan FEC 2010, kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau FEC (Friendship Evangelism Camp) itu memiliki visi dan misi penginjilan dalam bentuk Friendship, maka Friendship and Equipping Camp Community Conference ini secara singkat memiliki visi untuk memperlengkapi anak-anak muda, khususnya dalam sebuah komunitas, untuk melakukan visi dan misi yang Tuhan percayakan pada anak-anakNya melalui hal yang sangat simpel, yaitu; Persahabatan!!!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Yupppuuu!!!</em> Teman-teman akan kita persenjatai dengan perlengkapan Kristus lho di FEC3 nanti! But, jangan khawatir! Nggak cuma teman-teman yang akan diperlengkapi! Dengan penuh semangat, kami para panitia pun harus siap diperlengkapi dahulu sebelum melayani teman-teman. Seperti apa perlengkapannya? hohoho,,, simpan dulu cerita ini sampai di FEC3 nanti! (^^,)v</p>
<p style="text-align: justify;">Laluuuu, kalau temen-temen takut setelah FEC3 ini nggak bisa kontak-kontakan, nggak bisa <em>keep in touch</em> dengan semua yang berpartisipasi saat FEC3, atau bahkan takut nggak diperhatikan setelah FEC3 alias dicuekin, jangan khawatirrrrr!!! Kami akan komitmen untuk tetap melayani teman-teman dan tetap <em>follow up</em> teman-teman, dengan membentuk panitia Follow Up yang akan terus memperhatikan saat teman-teman membutuhkan sahabat untuk bersuka maupun berduka!!</p>
<p style="text-align: justify;">Tertarik? Penasaran? Jadi bersemangat? <em>Wuitzzzz,</em> anak-anak Tuhan harus semangat doooonkkk begitu mendengar berita ini!</p>
<p style="text-align: justify;">So, jangan lewatkan ya teman-teman semua.. FEC3 akan diadakan pada:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Tanggal 17-20 Mei 2012</strong></em><br />
<em><strong>Tempat Wisma Pangestu</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Big Issue: &#8220;Youth in Passion and Enthusiasm&#8221; (Rm.11:12)</strong></em><br />
<em><strong> Contact Person: Maria Setiawati (085780915591)</strong></em><br />
<em><strong> Ricky Tandian (083898084131)</strong></em><br />
<em><strong> Maxi Lakes (085697140217)</strong></em><br />
<em><strong> Kim M. (085714579294)</strong></em></p>
<p><em> Partisipasi : Rp.275.000 / Peserta (*Setiap Registrasi 5 orang, Free 1 orang)</em></p>
<p>Untuk mendukung event ini kita juga mengadakan <a title="FEC 3 – Short Movie Competition" href="http://fos-community.com/fec-3-short-movie-competition"><em><strong>Short Movie Competition</strong></em></a>, ikutan juga yuk!^^</p>
<p style="text-align: center;"><a title="FEC 3" href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/FEC-3-Poster.jpg" rel="http://www.facebook.com/events/281969681862919/" target="_blank"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1514" title="FEC 3 Poster" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/FEC-3-Poster-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/friendship-and-equipping-camp-communities-conference-fec-3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takdir Versus Pilihan</title>
		<link>http://fos-community.com/takdir-versus-pilihan</link>
		<comments>http://fos-community.com/takdir-versus-pilihan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 06:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian kristen]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan dalam Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1506</guid>
		<description><![CDATA[Takdir atau Pilihan menjadi diskusi yang cukup alot antara saya dan salah satu sahabat saya. Beberapa malam lalu kami berdiskusi apakah hidup setiap orang sudah ditentukan oleh Tuhan, atau setiap orang punya andil menentukan apa yang terjadi dalam hidupnya. Menurut sahabat saya itu segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini sudah ditentukan oleh Tuhan, jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/choice-fate.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1507" title="choice fate" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/choice-fate-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Takdir atau Pilihan menjadi diskusi yang cukup alot antara saya dan salah satu sahabat saya. Beberapa malam lalu kami berdiskusi apakah hidup setiap orang sudah ditentukan oleh Tuhan, atau setiap orang punya andil menentukan apa yang terjadi dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sahabat saya itu segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini sudah ditentukan oleh Tuhan, jadi kita lahir kapan, tinggal dimana, TK dimana, SD dimana, SMP dimana, ketemu siapa aja di sekolah, guru kita siapa saja, bandel-bandelnya kita, pacar pertama kita, gimana kita patah hati, pasangan hidup kita, pernikahan kita, anak-anak kita nanti, bahkan kematian sudah ditentukan sama Tuhan, kita manusia berjalan dalam takdir yang sudah digariskan sama Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan menurut saya <strong>enggak</strong> <strong>semua</strong> yang terjadi dalam hidup manusia karena Tuhan yang sudah menentukan. Dalam Yeremia 29 :11 dikatakan “Sebab <strong>Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu</strong>, demikianlah firman TUHAN, yaitu <strong>RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA </strong>dan <strong>BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN</strong>, untuk <strong>memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan</strong>”. Coba renungkan firman Tuhan ini, bagian-bagian yang dicetak tebal. Ya, Tuhan sudah <strong>tahu</strong> apa yang akan terjadi sama kita, <strong>Dia punya rancangan</strong>, <strong>tapi bukan rancangan kecelakaan</strong>, <em>so </em>kalo ada yang bilang si Vina hamil diluar nikah itu takdir..atau karena Tuhan yang udah merancangkannya buat dia, saya enggak setuju 100%, karena menurut saya itu adalah konsekuensi yang harus diterima Vina karena pilihannya untuk hidup dalam <em>free seks</em>. Contoh lain adalah perceraian, jelas-jelas Tuhan bilang “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&#8221; (Matius 19:6) tapi mama papa-nya temen kita bercerai dan mulai bilang kalau perceraian itu takdir dari Tuhan buat mereka dan jodoh mereka cukup sampai situ saja. <em>I</em><em>t’s totally wrong,</em> kalo emang Tuhan mentakdirkan yang namanya perceraian  berarti Tuhan bukanlah Tuhan yang konsisten, Tuhan enggak konsisten sama apa yang difirmankanNya, Tuhan bilang enggak boleh cerai tapi Tuhan sendiri yang menakdirkan perceraian manusia. Jadi perceraian terjadi bukan karena Tuhan menakdirkannya tapi itu sepenuhnya pilihan manusia. <em>“Berarti Tuhan enggak tau donk jalan hidup setiap orang?”…</em>jawabannya “TAHU”..jelas di Yeremia 29:11 dikatakan kalau Tuhan TAHU rancangan yang ada padaNya mengenai kita semua, tapi Dia enggak pernah merancangkan yang buruk-buruk, enggak pernah menentukan yang jahat-jahat buat kita, enggak pernah memberi yang busuk-busuk buat kita. DIA MERANCANGKAN DAMAI SEJAHTERA, HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN buat kita semua. <em>Te</em><em>rus k</em><em>enapa masih terjadi yang namanya perceraian, hamil diluar nikah, enggak naik kelas, atau kena skorsing dari sekolah?</em><em> hmmm…</em>itu semua adalah <strong>konsekuensi</strong> yang mesti kita terima dari pilihan yang kita ambil, kita memilih untuk tidak mengampuni pasangan kita yang terjadi adalah konflik berkepanjangan yang berakhir perceraian, kita memilih untuk pacaran “gelap2an” <em>so</em> kita hamil diluar nikah, kita lebih memilih bermain daripada belajar akhirnya enggak naik kelas, kita lebih milih bolos daripada duduk dikelas mendengarkan guru <em>and then</em> kita kena skors…</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak manusia pertama diciptakan Tuhan kedunia ini Tuhan sudah memberikan kepada Adam dan Hawa “<em>free will”.</em> Menurut saya ini adalah sebuah anugerah, Tuhan tidak menjadikan manusia ciptaanNya seperti robot, Dia memberikan Adam dan Hawa akal dan pikiran, diberi anugerah untuk memilih, coba kita sama-sama perhatikan percakapan Hawa dengan ular di Kejadian 3 : 1-6 :</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: &#8220;Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?&#8221;</strong></em><br />
<strong>3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: &#8220;Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,</strong><br />
<strong>3:3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.&#8221;</strong><br />
<em><strong>3:4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: &#8220;Sekali-kali kamu tidak akan mati, </strong></em><br />
<em><strong>3:5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.&#8221; </strong></em><br />
<strong>3:6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Percakapan diatas adalah percakapan yang menghantarkan Adam dan Hawa mengambil pilihan besar dalam hidup mereka dan  umat manusia sampai hari ini, pilihan yang membuat umat manusia hidup dalam jeratan dosa dan intimidasi iblis sampai detik ini. Adam dan Hawa sudah diperingati sebelumnya bahwa mereka enggak boleh makan buah yang berada ditengah-tengah taman (Kejadian 3:3). Allah sudah memberikan mereka peringatan. Jadi kalo memang takdirlah yang membuat Adam dan Hawa memakan buah ditengah-tengah taman itu  berarti Allah tidak konsisten tentang larangan memakan buah tersebut..ingat Allah menaruh <em>free will</em> dalam diri Adam dan Hawa, dan Allah <strong>membiarkan</strong> mereka menggunakannya, karena sebenarnya sangat mungkin bagi Adam dan Hawa untuk tidak memakan buah itu jika mereka memilih untuk taat pada apa yang Allah katakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh lain dalam Alkitab adalah 2 orang murid Yesus, Simon Petrus dan Yudas Iskariot. Keduanya adalah murid Yesus yang pernah bersalah terhadap Yesus. Petrus menyangkal Yesus sebanyak 3 kali dan Yudas Iskariot menjual Yesus hingga akhirnya Yesus disalibkan. Tapi apa yang membedakan mereka berdua? Yang membedakan mereka adalah jalan yang  mereka pilih setelah berbuat dosa. Yudas malu dan menyesali perbuatannya, tapi dia lari, bukan lari kepada Tuhan dan memohon ampun, dia memilih untuk lari-menggantung diri untuk menghabisi nyawanya sendiri. Tapi Petrus berbeda, dia malu, menyesal, lari kepada Tuhan, memohon ampun, bertobat, beritakan kabar sukacita, dan dia jadi salah satu rasul terbesar…</p>
<p style="text-align: justify;">“Takdir Tuhan” adalah senjata yang dipakai manusia untuk menenangkan diri mereka, memanipulasi  hati dan pikiran mereka ketika hal-hal yang buruk menimpa mereka. Manusia bukannya merendahkan diri dengan datang kepada Tuhan, minta ampun, dan meminta pertolonganNya dalam menjalani hidup, manusia malah mengkambinghitamkan Tuhan, menganggap bahwa semuanya itu terjadi karena Tuhan yang merancangkannya. Kalo hidup kita ini ternyata hanyalah sebuah takdir, sia-sialah pengorbanan Yesus dikayu salib, sia-sialah Anugerah keselamatan yang diberikan pada tiap kita, karena penghuni sorga dan neraka juga sudah ditakdirkan, padahal keselamatan diberikan Tuhan secara cuma-cuma bagi <strong>setiap</strong> orang yang mau membuka hati bagi Tuhan dan menerima keselamatan dari Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu gimana supaya pilihan yang kita ambil sesuai dengan rancangan Tuhan yang damai sejahtera dan penuh harapan itu? Jawabannya ada pada Yeremia 29 : 11 – 14a, demikian Firman Tuhan :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan</strong><strong><br />
</strong><em><strong>Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;  apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,</strong></em> <em><strong>Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN,</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Berseru, Berdoa, Cari Tuhan, Tanyakan dengan segenap hati, Tuhan akan menolongmu menentukan pilihan-pilihan dalam hidupmu…</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Life talks about choices, yes or no, now or never</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>_Anonim</strong></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong> Ditulis Oleh AP_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/takdir-versus-pilihan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Iga Bakar</title>
		<link>http://fos-community.com/resep-iga-bakar</link>
		<comments>http://fos-community.com/resep-iga-bakar#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 00:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Ahhh&#8230; Iga bakar, yang lembut dan wangi, terasa manis dan hangat&#8230; Di saat lapar dan dingin dan kelelahan, iga bakar yang terhidang membawa senyum dan kelegaan. Ada yang ga suka iga bakar? Saya sih yakin semua orang pasti suka iga bakar, hanya beberapa orang saja yang karena berbagai alasan tidak bisa menikmati iga bakar. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/Love-hand.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1501" title="Love hand" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/02/Love-hand-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ahhh&#8230;<br />
Iga bakar, yang lembut dan wangi, terasa manis dan hangat&#8230;<br />
Di saat lapar dan dingin dan kelelahan, iga bakar yang terhidang membawa senyum dan kelegaan.<br />
Ada yang ga suka iga bakar?<br />
Saya sih yakin semua orang pasti suka iga bakar, hanya beberapa orang saja yang karena berbagai alasan tidak bisa menikmati iga bakar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tulisan hari ini dikhususkan pada topik mengenai iga bakar, resep iga bakar yang, mudah-mudahan, bisa bikin kita semua jadi lebih pinter mengolah iga bakar.<br />
Apakah saya seorang koki?<br />
Hmmm&#8230; mungkin bisa dibilang begitu juga sih, walaupun saya sebenernya tukang bikin bakmi dan soal bikin iga bakar ga pinter-pinter amat. Malahan, saya sudah 2 kali gagal masak iga bakar. Jadi, daripada resep bagaimana cara masak iga bakar yang baik, mungkin lebih tepat kalau resep hari ini itu tips supaya iga bakarnya ga hangus.</p>
<p style="text-align: justify;"> Yang pertama, tentu saja mencari iga yang baik dan tepat kan?<br />
Ah ya, semua orang juga tahu, kalau mau masak iga bakar yang enak pastinya harus milih iganya yang bagus kan?<br />
Iya sih, tapi masalahnya kebanyakan orang nyari iga di tempat yang salah. Bahkan, kalaupun secara kebetulan mereka nemu iga yang tepat, ternyata mereka sendiri yang belum siap jadi koki. Lah, masak aer aja angus mau coba-coba masak iga bakar, ya rusaklah semua dan iga-nya jadi tersia-sia. Sayang kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Logikanya, kalau mau nyari iga yang tepat kemana sih? Toko bahan bangunan? Atau ke tukang jahit?<br />
Koki              : Mas, beli iga yang bagus 50 kg yah (berat ideal kira-kira segitu deh)<br />
Penjaga toko : Oh, ada&#8230;ada! Semen Iga R*da 50 kg yak? Mau sama batanya sekalian? Atau cat? Atau kuas?<br />
Koki              : Iga, mas! Bukan semen,iga yang tulang rusuk itu loh. Gimana sih? Jaga toko kok ga perhatian!!<br />
Penjaga toko : Yee&#8230;.situ yang aneh, nyari iga kok ke toko bangunan. Aneh!!</p>
<p style="text-align: justify;">Lah iya, aneh kan kalau nyari iga di toko bangunan. Kalau nyari barang ya di tempatnya. Nyari kucing ya di pohon, masa di sumur? Kalau nyari iga yang tepat ya jangan di pasar yang gelap, kotor, banyak premannya dan tukang dagingnya ga bisa dipercaya. Mau nyari iga yang tepat ya tanya ke Penjual Yang Terpercaya yang mana iganya sudah dibersihin dan udah siap dimasak (makanya sebelum nyari iga, doa dulu yang banyak ma Tuhan Yesus biar ga salah pilih).</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, yang paling penting sebelum nyari iga yang tepat, kita harus udah siap dulu jadi koki.<br />
Masak air masih angus, rebus telor&#8230;telornya bisa dipake buat maen golf saking kerasnya, motong sayur ijo jadinya malah potongan sayur warna merah darah. Kalau hal kecil masih kacau balau, sebaeknya jangan mulai jadi koki dulu. Sayang kan kalau iga yang ditemukan dengan susah payah akhirnya malah jadi arang karena kitanya belum siap jadi koki?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga sih yang mikir, gapapalah gagal juga.Toh namanya juga nyari pengalaman.<br />
Hei&#8230; jangan pandang iga hanya sebagai seonggok daging yang bisa dicoba-coba dan dipake maen-maen.<br />
Kalau kita salah masak iganya, kasihan iganya!<br />
Kalau kita salah motong waktu masak, irisan yang dibuat di iga itu ga akan hilang dan perlu koki yang ahli untuk bisa merubah irisan yang salah itu supaya jadi irisan yang tepat.<br />
Apalagi kalau sampai iganya keburu kebakar nafsu&#8230; umm&#8230; maksudnya api kompor, hanya sedikit koki ahli yang mau repot dan menghabiskan waktu untuk merubah iga yang terbakar tadi menjadi masakan yang lezat.<br />
Percaya deh!<br />
Saya udah pernah gagal motong iga pas mau masak dan nyesel setengah mati karena ninggalin luka irisan di iga itu. Makanya, jangan coba-coba atau main-main yah. Iga juga manusia, bisa sakit hati dan sedih, jadi jangan dilukai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum nyari iga yang tepat, lebih baik kita belajar jadi koki yang tepat dulu. Baca buku soal per-iga-an, bagaimana cara memperlakukan iga dan apa yang dibutuhkan iga, ikut seminar tentang cara memasak iga yang benar, cari informasi soal bumbu–bumbu yang tepat untuk membuat masakan iga kita jadi lebih sempurna, tanya-tanya dan belajar ke koki-koki lain yang sudah berpengalaman puluhan tahun dan sudah berhasil memasak iga bakar yang baik. Tentu saja yang namanya memasak itu bukan cuma sekedar teori, pastinya harus praktek. Tapi mencoba memasak langsung tanpa belajar buku resep terlebih dulu memperbesar kemungkinan gagal masak!</p>
<p style="text-align: justify;">Api kecil dalam waktu yang lama itu lebih baik daripada api yang besar dalam waktu yang singkat. Supaya empuk, iga itu harus direbus dengan api kecil dalam waktu lama. Tapi masak dengan api kecil itu perlu waktu, perlu usaha dan perlu komitmen. Kebanyakan dari kita dari awal langsung pasang api full power dan ga dijaga, tau-tau apinya padam dan pesta pun bubar. Padahal masak iga yang bener tuh perlu api kecil, dijaga dan diperhatiin terus menerus supaya jangan sampai padam. Perlu komitmen yang kuat untuk menjaga api tetap menyala.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang jaman dulu kalau masak iga dengan bumbu secukupnya saja, cukup pake garam asal asin dan bisa dimakan ya udah. Tentu saja, di jaman kakek nenek atau ayah ibu kita, masak tujuannya untuk bertahan hidup, bukan untuk dinikmati. Namanya juga dulu jaman susah, mana ada waktu buat masak lama-lama atau milih-milih iga. Asal ada, asal kenyang, asal idup udah cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jaman sudah berubah, masak bukan lagi hanya untuk hidup tapi juga untuk dinikmati, dan memang seharusnya masak itu dinikmati. Proses memasak seharusnya sesuatu yang indah, berkat dari Tuhan, bukan sekedar tugas yang hanya dijalani untuk tetap hidup.<br />
Kenapa ga kita tambahin bumbu-bumbu yang menarik dalam proses memasak?<br />
Mungkin kita tambahkan beberapa kelopak bunga mawar? Atau coklat? Atau mungkin ice cream di hari yang panas? Mungkin sedikit debu emas dan bubuk berlian di hari istimewa? Atau mungkin sambil memasak kita, para pria, bersih-bersih rumah? Atau mungkin kita nyanyikan lagu cinta untuk iga supaya iganya mellow dan jadi empuk? ^^</p>
<p style="text-align: justify;">Masak iga memang bukan proses yang gampang, tapi kalau berhasil, lezat dan wanginya luar biasa. Dalam hal ini, Gordon dan Norma Yeager bisa menjadi teladan. Gordon dan Norma Yeager sudah menikah selama 72 tahun, dan dikaruniai 4 anak. Gordon dan Norma mempunyai sifat yang sangat berbeda. Gordon seorang yang sosial dan suka bergaul, sementara Norma cenderung pendiam dan perfeksionis. Tentu saja pernikahan mereka tidak selalu bunga dan pelangi, terkadang mereka juga bertengkar, tapi mereka tetap saling mengasihi. Dan ketika mereka mengalami kecelakaan mobil yang merenggut hidup mereka, kasih mereka tetap nyata. Setelah mobil mereka mengalami kecelakaan, Gordon dan Norma dibawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka parah dan ditempatkan bersama-sama di ICU. Walaupun kondisi mereka tidak sadarkan diri, tapi mereka masih tetap berpegangan tangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 3 sore, Gordon meninggal terlebih dulu dan menghembuskan nafas terakhir. Tapi, walaupun Gordon sudah berhenti bernafas, jantungnya masih berdetak. Keluarga yang keheranan meminta penjelasan pada suster dan dijelaskan bahwa detak jantung Norma, istrinya yang saat itu masih hidup, tersalurkan lewat tangan mereka yang saling berpegangan dan menggerakkan jantung Gordon. Sejam kemudian, Norma juga meninggal dunia. Sampai akhir hidup mereka, jantung mereka tetap berdetak bersama-sama.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>PS :</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Saya ga suka hari Valentine! Sekali lagi, saya ga suka valentine! (walaupun saya ga keberatan dikirimin coklat pas hari valentine. Buat info, saya suka coklat yang agak pahit dan isi kismis ^^). Kenapa? Karena saya ga suka warna pink di mana-mana, seandainya warna resmi Valentine itu biru, mungkin saya akan suka!<br />
Eniwei, walaupun saya ga suka hari valentine, tapi ga ada salahnya memakai 1 hari dalam setahun untuk merenung mengenai apa yang terpenting dalam hidup kita.<br />
Kita semua lahir ke dunia sendirian (kecuali yang kembar), tapi ga ada yang berharap suatu hari nanti meninggal sendirian. Kita mencari tulang rusuk kita karena manusia memang tidak diciptakan untuk sendirian. Kita ingin dikelilingi keluarga, anak, cucu, sahabat dan bila Tuhan mengijinkan, seperti Gordon dan Norma, kita ingin pulang bersama dengan pasangan kita.<br />
Mungkin tidak semua orang mendapat berkat seperti Gordon dan Norma, tapi kita bisa yakin bahwa kita tidak sendirian dan tidak akan pulang sendirian, karena Tuhan memegang tangan kita sampai kesudahannya!</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://www.warungbakmi.com">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/resep-iga-bakar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FEC 3 &#8211; Short Movie Competition</title>
		<link>http://fos-community.com/fec-3-short-movie-competition</link>
		<comments>http://fos-community.com/fec-3-short-movie-competition#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 13:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eventgelism]]></category>
		<category><![CDATA[inFOStainment]]></category>
		<category><![CDATA[FEC]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Berhadiah]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan dalam kristen]]></category>
		<category><![CDATA[short movie competition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1488</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kamu yang memiliki minat dan bakat dalam dunia film, jangan sia-siakan kesempatan berikut ini! Komunitas FOS mengadakan kompetisi Short Movie tim/ komunitas/grup dengan tema: “Simple is Powerful”, dan video-video yang terpilih akan ditayangkan secara perdana di acara “Friendship and Equipping Camp and Community Conference” (FEC3) Syarat dan ketentuan: a) Kirim via e-mail ke: komunitasfos@hotmail.com [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><center><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/FEC-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-1491 aligncenter" title="FEC 3" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/FEC-3-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></center></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang memiliki minat dan bakat dalam dunia film, jangan sia-siakan kesempatan berikut ini! Komunitas FOS mengadakan kompetisi Short Movie tim/ komunitas/grup dengan tema: “Simple is Powerful”, dan video-video yang terpilih akan ditayangkan secara perdana di acara <a href="http://www.facebook.com/events/281969681862919/"><em><strong>“Friendship and Equipping Camp and Community Conference” (FEC3)</strong></em></a></p>
<p>Syarat dan ketentuan:</p>
<p><em><strong>a) Kirim via e-mail ke: komunitasfos@hotmail.com</strong></em></p>
<p><em><strong>Dengan subject: SMFEC3[spasi]2012[spasi](nama komunitas/tim/grup)</strong></em></p>
<p><em><strong>Contoh: SMFEC3 2012 Komunitas FOS</strong></em></p>
<p><em><strong>b) Durasi video 5-10 menit|</strong></em></p>
<p><em><strong>c) Video bernilai rohani dan tidak mengandung SARA</strong></em></p>
<p><em><strong>d) Video diterima paling lambat 25 APRIL 2012</strong></em></p>
<p><em><strong>e) Video yang telah dikirim akan menjadi hak milik FOS dan akan masuk dalam koleksi FOS</strong></em></p>
<p><em><strong>f) Jumlah anggota tim yang berpartisipasi tidak dibatasi</strong></em></p>
<p><strong>g) Bentuk video mp4, avi, mpeg, wmv (pilih salah satu)</strong></p>
<p><strong>h) tidak ada biaya registrasi</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1 pemenang lomba Short Movie berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 500,000. Video yang terpilih juga akan ditayangkan secara perdana pada event &#8220;Friendship and Equipping Camp and Community Conference&#8221;. Ayo Guys tunggu apa lagi? Buruan ikutan yah!^^</p>
<p><center><iframe src="http://www.youtube.com/embed/CnRN0hF1x-Y" frameborder="0" width="420" height="315"></iframe></center></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/fec-3-short-movie-competition/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pria Simpanan dan Preman</title>
		<link>http://fos-community.com/pria-simpanan-dan-preman</link>
		<comments>http://fos-community.com/pria-simpanan-dan-preman#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 12:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Hmmm&#8230;.hari masih gelap, tapi sepertinya sebentar lagi pagi Aku terjaga dari tidurku, bangun dan duduk di ranjangku Di sebelahku sesosok tubuh perempuan terbaring lelap Seandainya aku bisa mengatakan kalau dia istriku, tapi sayangnya bukan Seandainya aku juga bisa mengatakan kalau aku mencintainya, tapi juga tidak Bagiku dia majikanku, dan baginya aku hanyalah mainan favoritnya..saat ini&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/man-and-woman.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1457" title="man and woman" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/man-and-woman.jpg" alt="" width="270" height="203" /></a>Hmmm&#8230;.hari masih gelap, tapi sepertinya sebentar lagi pagi<br />
Aku terjaga dari tidurku, bangun dan duduk di ranjangku<br />
Di sebelahku sesosok tubuh perempuan terbaring lelap<br />
Seandainya aku bisa mengatakan kalau dia istriku, tapi sayangnya bukan<br />
Seandainya aku juga bisa mengatakan kalau aku mencintainya, tapi juga tidak<br />
Bagiku dia majikanku, dan baginya aku hanyalah mainan favoritnya..saat ini&#8230;<br />
Ah&#8230;waktunya bangun dan pergi ke kamarku sebelum pelayan lain memergokiku</p>
<p>Sambil berjalan, aku teringat masa lalu<br />
Kalau dipikir-pikir, nasib ini sungguh aneh<br />
Dibuang keluarga dan menjadi pelayan di rumah ini<br />
Majikanku memperlakukanku cukup baik, tapi istrinya bahkan lebih “ baik ” lagi<br />
Dia sendiri yang datang dan menawarkanku tempat di ranjangnya</p>
<p>Untuk sesaat aku bimbang, bukankah itu dosa ?<br />
Tapi, kenapa tidak ? Aku masih muda dan tubuhku menginginkannya<br />
Tapi bukankah itu menyakiti Tuhan ?<br />
Tuhan ? Tuhan yang diam saja ketika keluargaku membuangku ?<br />
Tapi bukankah Tuhan akan menjadikan semuanya baik ?<br />
Baik di mananya ? Aku hanya pelayan di rumah ini&#8230;tapi seandainya nyonya menyukaiku, kehidupanku akan lebih baik dan aku bisa memuaskan masa mudaku.<br />
Tunggulah Tuhan dan Dia akan&#8230;<br />
Tidak, aku tidak mau menunggu. Aku lelah menunggu mimpi tak jelas, lebih baik aku mengambil apa yang ada di depan mataku saat ini.</p>
<p>Kehidupan ini tidak jelek..<br />
Tuan sering pergi untuk kerja sampai berhari – hari dan tidak pernah curiga<br />
Nyonya menyukaiku dan aku bisa hidup nyaman<br />
Mungkin ini bukan hidup yang kuimpikan, tapi tidak jelek..</p>
<p>***********</p>
<p>Bayaran bulan ini tidak terlalu banyak, mungkin para pedagang itu harus diingatkan lagi karena jasa siapa mereka bisa berdagang dengan aman tanpa takut dirampok. Sedikit uang tanda terimakasih karena sudah menjaga barang dagangan mereka harusnya tidak seberapa. Mungkin para pedagang kikir itu harus belajar apa arti kata tidak aman sebelum mereka mau berterimakasih.</p>
<p>Hahh&#8230;menjadi preman kecil di kota kecil&#8230;betapa jauh dirinya terbuang.<br />
Dulu hidupnya tidak seperti ini&#8230;dulu dia wakil direktur perusahaan besar.</p>
<p>Dulu hidupnya bagaikan anak bangsawan, tapi sekarang dia terbuang di kota kecil berdebu ini, menjaga barang dagangan para pedagang yang tak tahu terimakasih itu.<br />
Dan semuanya karena mertuanya sendiri, direktur perusahaannya, cemburu pada kesuksesannya di perusahaan itu.<br />
Hahh&#8230;padahal mertuanya yang tidak sanggup memimpin, tapi dia yang dipecat dan berakhir di sini.<br />
Tapi&#8230;ini juga tidak jelek, setidaknya dia berhasil membalas dendam&#8230;</p>
<p>Senyum tersungging di bibirnya, ketika dia teringat lagi ketika pisaunya menembus tubuh mertuanya yang bodoh dan tidak kompeten itu.<br />
Ya..tahun lalu mertuanya datang ke kota ini mencarinya&#8230;<br />
Masih banyak pegawai di perusahaan itu yang menginginkan pergantian pemimpin yang lebih kompeten. Dan mertuanya datang ke sini untuk menyingkirkannya, untuk memastikan tidak ada saingan yang akan berebut kepemimpinan dengannya.<br />
Hahh&#8230;tapi dia lebih cepat dari mertuanya yang lamban itu.<br />
Ketika mertuanya masuk ke toilet dan para pengawalnya berjaga di luar, itulah saat belatinya membayar semua dendamnya.</p>
<p>Harusnya tidak dia lakukan itu, bukan itu yang Tuhan inginkan<br />
Tapi dendam yang terbayar itu terasa manis<br />
Walaupun kosong&#8230;.perusahaannya kosong&#8230;semua pegawainya tercerai berai karena konflik internal yang berkepanjangan. Sebagian dari pegawai mendukungnya tapi sebagian menolaknya karena dia membunuh mertuanya sendiri. Dan sekarang perusahaan itu kosong&#8230;<br />
Dan dia tetap terjebak di kota kecil ini.</p>
<p>Tapi, ini juga tidak jelek&#8230;<br />
Setidaknya dia “ direktur ” dari sebuah jasa keamanan<br />
Mungkin ini bukan profesi impian<br />
Tapi, ini juga tidak jelek&#8230;</p>
<p>***********</p>
<p>Bagaimana kalau seandainya Yusuf ternyata memilih untuk menerima rayuan istri Potifar ?<br />
Bagaimana kalau seandainya Yusuf lebih memilih untuk memuaskan masa mudanya ?<br />
Bagaimana kalau seandainya, daripada menunggu Tuhan mewujudkan mimpinya, Yusuf memilih untuk mengambil jalan yang mudah ?</p>
<p>Bagaimana kalau seandainya Daud memutuskan bahwa dendamnya pada Saul lebih penting dari apa yang Tuhan inginkan ?<br />
Seandainya Daud lebih memilih untuk main hakim sendiri daripada menyerahkan perkaranya pada Yang Adil ?<br />
Seandainya daripada menunggu waktunya Tuhan, Daud berusaha untuk menjadi raja dengan caranya sendiri ?</p>
<p>Seandainya kita memilih untuk meyerah dan membiarkan diri kita terbawa arus ?<br />
Seandainya kita memilih untuk bertindak sendiri daripada menunggu Tuhan ?<br />
Seandainya kita memilih untuk membuang mimpi-mimpi kita dan mencukupkan diri dengan hidup yang mengikuti dunia ini ?</p>
<p>Yusuf sang perdana menteri&#8230;.dan yusuf pria simpanan<br />
Daud sang raja&#8230;.dan daud yang preman<br />
Seandainya Yusuf bertahan sedikit lagi&#8230;seandainya Daud percaya sedikit lagi&#8230;.<br />
Dan&#8230;..Puji Tuhan&#8230;.mereka memang bertahan, mereka memang percaya, mereka menunggu dan Tuhan bertindak, dan mimpi mereka terwujud, dan Alkitab menjadi lebih berwarna dengan kisah hidup mereka.</p>
<p>Sedikit lagi&#8230;.bertahan lagi&#8230;.percaya lagi&#8230;.<br />
Bangun lagi&#8230;merangkak lagi&#8230;berjalan lagi&#8230;.<br />
Sedikit lagi&#8230;.Yesus ada di depan&#8230;.dan tanganNYA terbuka.</p>
<p><em>PS : mungkin ada yang heran kenapa Daud perannya di sini jadi preman ? Well&#8230;ini pendapat pribadi sih, tapi kalau baca 1 Samuel 25 soal Daud dan Nabal, rasanya kok Daud macem preman yang jaga keamanan kambing domba Nabal terus minta uang terimakasih.</em><br />
<em> Memang sih kalo preman pasar, dia sendiri yang ganggu kemanan, dia sendiri yang minta uang keamanan. Sementara Daud emang beneran ngejaga kambing domba dari rampok&#8230;jadi ga preman – preman amat lah (&gt;,&lt;)&#8217;</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a href="http://www.warungbakmi.com">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/pria-simpanan-dan-preman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lumpuh Total</title>
		<link>http://fos-community.com/lumpuh-total</link>
		<comments>http://fos-community.com/lumpuh-total#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1478</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada seorang mapan yang memang sudah sukses dalam hidupnya mengeluhkan sakit di punggungnya.  Sakit itu sering kambuh dan sekalinya sakit bisa membuat dirinya tidak dapat melakukan apa-apa. Ketika berobat ke dokter, sang pria tersebut mendapat nasihat supaya harus beristirahat  2 hari untuk memulihkan punggungnya.  Saran dokter itu dituruti, ia mengambil cuti sehari untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/lumpuh.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1479" title="lumpuh" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/lumpuh-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a>Suatu ketika ada seorang mapan yang memang sudah sukses dalam hidupnya mengeluhkan sakit di punggungnya.  Sakit itu sering kambuh dan sekalinya sakit bisa membuat dirinya tidak dapat melakukan apa-apa. Ketika berobat ke dokter, sang pria tersebut mendapat nasihat supaya harus beristirahat  2 hari untuk memulihkan punggungnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Saran dokter itu dituruti, ia mengambil cuti sehari untuk dapat beristirahat, tidur seharian tepat seperti yang dokter itu anjurkan. Dirasa masih sakit punggungnya, ia mengambil cuti lagi sehari karena dipikirnya toh masih sakit ini, biarlah beristirahat sejenak badannya. Dirasanya masih sakit, ia mengambil cuti lagi sehari hingga tidak terasa sudah seminggu penuh dia cuti dan tidur seharian.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa nikmat untuk beristirahat daripada harus bekerja keras, akhirnya ia putuskan untuk keluar dari pekerjaannya dengan alasan sakit dipunggungnya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu berlalu, sebulan berlalu, bahkan setahun berlalu, sang pria hanya mengeluhkan sakit di punggungnya sembari rebahan di tempat tidurnya. Tanpa ia sadari bahwa sebenarnya sakit punggungnya sudah hilang sejak ia beristirahat pada hari kedua.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah setahun tiga bulan hanya rebahan di tempat tidur dan tidak melakukan apapun, tiba-tiba ia merasa sakit sekali, bukan hanya di punggungnya, tetapi di sekujur tubuhnya, dan saat ia mencoba menggerakan tangan dan kakinya, yang ada adalah sakit yang lebih lagi, saat mencoba untuk bangkit, yang ada adalah rasa sakit yang tidak kalah hebatnya. Frusatasi sembari menahan sakit, ia menelepon dokter yang dahulu pernah memberikan nasihat mengenai punggungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika dokter datang, dan tau bahwa sudah setahun tiga bulan si pria ini hanya tidur di tempat tidurnya saja kerjaannya, maka sembari menggelengkan kepala dan sedikit sedih ia berkata kepada pria ini, “ Pak, kan saya bilang hanya istirahat 2 hari saja, kenapa jadi setahun begini. Dan tahukah bapak bahwa tubuh bapak saat ini jauh lebih lemah daripada saat saya suruh bapak untuk beristirahat. Saat ini, dengan berat hati saya katakan bahwa bapak mengalami gejala KELUMPUHAN TOTAL…”</p>
<p style="text-align: justify;" align="center">….</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Guys,</em> tahukan bahwa istirahat itu memang penting, tetapi istirahat yang berkepanjangan itu berbahaya, dapat melumpuhkan, dapat membuat mandul, dapat membuat malas, dan dapat menghilangkan potensi diri kita. Bukan saja mengenai badan yang capek lho, tetapi tanpa kita sadari, kita juga sering merasa lelah dengan semua yang Tuhan anugrahkan kepada kita, contohnya talenta. Seringnya dan padatnya pelayanan membuat kita mengeluhkan kepada Tuhan bahwa kita lelah, butuh istirahat sesekali, butuh waktu luang terbebas dari pelayanan, butuh waktu sendiri, dan butuh bla..bla..bla.. lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehari istirahat, dua hari istirahat, tanpa kita sadari akhirnya kita “<em>resig</em>n” dari pelayanan kita, dan memilih melayani nafsu dan egoisme kita sendiri. Kita berhenti menjadi WL untuk Tuhan, berhenti bermain musik di greja, berhenti menulis hal-hal yang memberkati, berhenti datang ke rumah Tuhan, berhenti bersaat teduh, berhenti berdoa, dan hanya sibuk mengejar apa yang menjadi daya tarik dunia. <em>Well</em>, isitrahat nampanknya di salahartikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua orang pasti punya alasan untuk beristirahat dari apapun, tetapi jarang sekali orang yang mau kembali dari “istirahatnya” itu untuk kembali beraktifitas, kembali menjadi berkat dan kembali melayani. <em>Why</em>? karena istirahat itu nyaman guys, karena istirahat itu nggak perlu melakukan apapun, karena istirahat itu <em>ueeenakk tenan…</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>But excessive rest is dangereous, why ?? </em> Karena saat kita terlena dengan istirahat kita yang berlebihan bisa-bisa kita menjadi LUMPUH….. Lumpuh badan kita, lumpuh semangat kita, lumpuh potensi kita, Lumpuh jiwa kita, Lumpuh talenta kita, Lumpuh hati kita, dan bahkan lumpuh rohani kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalo sudah LUMPUH semuanya, berbahaya… karena kita hanya akan meratapi kelumpuhan kita dan berharap untuk cepat-cepat <em>Rest in peace….</em> Ngeri sobb…</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sebelum kelumpuhan total menghinggapi kita, yuk kita bangunkan diri kita dari istirahat yang merusak, bangunkan jiwa kita, bangunkan semangat untuk pulih dari dalam diri kita, kembali latih dan lakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita, kembali aktif ke dalam pelayanan dan persekutuan, dan minta Tuhan untuk membangkitkan kerohanian kita yang sudah keburu loyo.</p>
<p style="text-align: justify;">Nggak ada salahnya di awal tahun 2012 ini kita jadikan sebagai titik awal dari semangat yang baru untuk tidak lagi “membenarkan” istirahat yang berkepanjangan apalagi istirahat untuk ikut Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari bangkit dan kembali bersinar, menyinari hati-hati yang hampir lumpuh karena kegelapan…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>NB: penulis juga sedang berusaha bangkit dari “istirahat yang berkepanjangan” loh.. hehehe…</em></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/lumpuh-total/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CERPEN &#8211; Adakah Langit Seindah Ini Besok</title>
		<link>http://fos-community.com/cerpen-adakah-langit-seindah-ini-besok</link>
		<comments>http://fos-community.com/cerpen-adakah-langit-seindah-ini-besok#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 12:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[FOSters Creativity]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[Aku memandang langit. Rasa syukur dan damai tak terucapkan muncul ketika aku bisa merasakan panas matahari menghangatkan tubuhku&#8230; atau saat melihat langit malam dengan bulan, bintang-bintang, dan awannya yang menggantung indah di tengah langit biru&#8230; Sering aku menyesal, kalau aku sedang malas bangun pagi saat liburan. Tak bisa rasakan cahaya matahari yang begiiiitu indah. Aah&#8230;kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/sky.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1454" title="sky" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/sky-1024x488.jpg" alt="" width="574" height="274" /></a></p>
<p>Aku memandang langit. Rasa syukur dan damai tak terucapkan muncul ketika aku bisa merasakan panas matahari menghangatkan tubuhku&#8230; atau saat melihat langit malam dengan bulan, bintang-bintang, dan awannya yang menggantung indah di tengah langit biru&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sering aku menyesal, kalau aku sedang malas bangun pagi saat liburan. Tak bisa rasakan cahaya matahari yang begiiiitu indah. Aah&#8230;kalau saja aku bangun lebih pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau tak libur, sama sekali aku tak dapat menikmati cahanya yang lembut itu.. Aku hanya bisa memandang langit dan awannya yang mengapung dengan indah, dikombinasikan dengan cahaya matahari pagi, dari atas motorku..ah&#8230;indah sekali. Siapakah yang membuat ini semua?</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sore hari tiba&#8230; biasanya aku tak bisa merasakan indahnya matahari. Aku sibuk dengan teman-temanku di kampus. Aku sibuk mencari cara untuk mencuri pandang orang yang kusuka. Aku sibuk dengan tugas dan kegiatan kampus yang semuanya di lakukan di dalam gedung!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku ingin. Ingiiiin sekali menghabiskan waktuku dengan menikmati mentari sore hingga ia terbenam kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Langit malam, langit malam, dimanakah aku bisa melihat langit malam yang indah? Di rumahku, langit malamnya indaaah sekali..</p>
<p style="text-align: justify;" align="center">***</p>
<p style="text-align: justify;">“Panas!”</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh, kulit gw nanti gosong!”</p>
<p style="text-align: justify;">Ucapan-ucapan seperti itu kadang membuatku gatal! Huh, tak bersyukurkah mereka? Lihat! Matahari itu bersinar untuk siapa?</p>
<p style="text-align: justify;">Uh&#8230;tak bersyukurkah!</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara langit malam? Ah..aku ragu ada banyak orang yang masih mau menikmatinya. Orang-orang sibuk <em>hangout</em> maupun mengurung diri di kamar mereka, sibuk dengan alat elektronik di dalam rumah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku..aku sangat senang jika punya kesempatan melihat langit yang seindah itu&#8230;<br />
Aku selalu bertanya dalam hati, ‘besok masih adakah langit seindah ini?’</p>
<p style="text-align: justify;">Bagiku&#8230;langit dan segala penghiasnya adalah harta yang begiiitu berharga. Tak ternilai. Karena itu, jika langit hari ini abu-abu, aku cemas. Aku cemas harta itu telah dirampas. Dirampas oleh awan abu-abu. Oleh karbondioksida. Oleh lampu-lampu pencakar langit. Oleh <em>billboard</em> ratusan bahkan ribuan <em>watt </em>dipinggir jalan. Oleh efek rumah kaca. Oleh polusi-polusi yang tak terkira lagi jumlahnya. Direnggut oleh keegoisan manusia. Oleh ambisi-ambisi manusia&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"> Oh, bisakah ku lihat kembali langit yang indah  besok?</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan, Kaulah pembuat langit itu. Maukah Kau tunjukkan lagi pada mereka langit yang begitu indah hingga mereka menyadarinya? Hingga mereka mengucap syukur karenanya? Hingga mereka memandang-Mu dengan takjub dan penuh rasa syukur?</p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KK</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/cerpen-adakah-langit-seindah-ini-besok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati Ini</title>
		<link>http://fos-community.com/lebih-baik-sakit-hati-daripada-sakit-gigi-ini</link>
		<comments>http://fos-community.com/lebih-baik-sakit-hati-daripada-sakit-gigi-ini#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 12:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pojok Tukang Bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan kristen]]></category>
		<category><![CDATA[renungan rohani kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1447</guid>
		<description><![CDATA[Ding Dong&#8230;.Ding Dong&#8230;Ding Dong&#8230; Apakah kau menerima xxxxx sebagai istrimu yang sah? Yes, I do&#8230;. Dengan ini kalian resmi menjadi suami istri&#8230; Dan&#8230;.dimulailah masa &#8211; masa live happily ever after Akhirnya, ada yang nyuciin baju kalo kotor Akhirnya, ada yang masakin kalo laper Akhirnya, ada yang mijetin kalo cape Akhirnya, ada yang nemenin kalo tidur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/heaven_and_hell-normal.jpg"><img class="size-medium wp-image-1448 alignleft" title="heaven_and_hell-normal" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/heaven_and_hell-normal-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a><em>Ding Dong&#8230;.Ding Dong&#8230;Ding Dong&#8230;</em></div>
<div style="text-align: justify;">Apakah kau menerima xxxxx sebagai istrimu yang sah? <em>Yes, I do&#8230;.</em></div>
<div style="text-align: justify;">Dengan ini kalian resmi menjadi suami istri&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Dan&#8230;.dimulailah masa &#8211; masa <em>live happily ever after</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Akhirnya, ada yang nyuciin baju kalo kotor</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Akhirnya, ada yang masakin kalo laper</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Akhirnya, ada yang mijetin kalo cape</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Akhirnya, ada yang nemenin kalo tidur</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Senangnya bisa nikah&#8230;.</em></div>
<div style="text-align: justify;">Eppp&#8230; Tunggu&#8230; Jangan lempar sendal dulu ato demo ala feminis&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Ini cuman contoh&#8230; Contoh alasan ato motivasi buat nikah yang salah.</div>
<div style="text-align: justify;">Normalnya, harusnya, bagusnya, pastinya, kalo mau nikah itu supaya bisa selalu bersama dengan orang yang kita sayang sampai kesudahannya kan? Bukan supaya punya pembantu baru? Yang kita inginkan bukan rumah bersih rapi, makanan hangat ato baju bersih kan? Tapi supaya kita bisa menghabiskan waktu bersama?</div>
<div style="text-align: justify;">Yang kita inginkan bukanlah makanan lezat yang selalu tersedia&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Yang kita inginkan bukanlah pembantu – pembantu bersayap</div>
<div style="text-align: justify;">Yang kita inginkan bukanlah rumah megah dengan jalan terbuat dari emas</div>
<div style="text-align: justify;">Ketika tidak ada lagi tetes air mata, itu bukan karena kita akhirnya bisa hidup bagai raja, tapi itu karena akhirnya&#8230; Akhirnya&#8230; Kita bisa bertemu sang Raja dan menghabiskan waktu bersama sampai selamanya.</div>
<div style="text-align: justify;">Menceritakan surga sebagai tempat dimana kita bisa hidup dengan segala kemewahan tanpa kesusahan itu bagaikan suami yang menyombongkan rumahnya yang selalu terawat tanpa pernah menyinggung sedikit pun tentang istrinya.</div>
<div style="text-align: justify;">Bukankah surga menjadi surga karena Yesus ada di sana?</div>
<div style="text-align: justify;">Dan bukankah neraka menjadi neraka karena..itu berarti&#8230;.Tuhan tidak ada di sana ?</div>
<div style="text-align: justify;">Ataukah neraka menjadi neraka karena mempunyai koleksi alat – alat penyiksaan terbanyak ?</div>
<div style="text-align: justify;">Apakah neraka menjadi neraka karena&#8230;di sana&#8230;.manusia ditusuk dibakar digiling direbus&#8230;?</div>
<div style="text-align: justify;"><em>Duduk termenung sambil menengadah ke atas&#8230;.menengadah memandang surga</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Mungkin&#8230;.mungkin neraka ini tidak untuk selamanya</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Bukankah Tuhan itu baik? Mungkin suatu hari nanti Dia akan datang ke neraka ini dan berkata kalau hukumanku sudah cukup.</em></div>
<div style="text-align: justify;">Ya..ya&#8230;mungkin besok dia datang&#8230;mungkin lusa&#8230;.mungkin minggu depan..bulan depan&#8230;tahun&#8230;.</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi&#8230;bagaimana kalau seandainya Dia tidak akan pernah datang untuk selamanya ? Bukankah neraka diciptakan untuk kekekalan?</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi&#8230;mungkin juga Dia datang&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin hukumanku kurang, mungkin aku harus menebus dosa- dosaku? Mungkin aku harus menghukum diriku sendiri supaya Dia makin cepat datang ?</div>
<div style="text-align: justify;">Hei&#8230;ada iblis di sana&#8230;mungkin dia bisa membantuku menyiksa dirku sendiri supaya dosaku cepat lunas&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Blis ? i-Blis ? Sini dong&#8230;..</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin besok Dia akan datang&#8230;..</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi&#8230;bagaimana kalau Dia tidak akan pernah datang ?</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi..Dia kan penuh kasih ? Masa Dia akan membiarkan kita sampai selamanya di sini ?</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi bukankah neraka itu untuk selamanya sampai kekekalan ?</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin sebentar lagi pintu itu terbuka dan Dia datang ? Mungkin besok ?</div>
<div style="text-align: justify;">Dan keputusasaan pelan-pelan merayap&#8230;..disertai harapan kosong dan doa yang tak akan pernah terjawab.</div>
<div style="text-align: justify;">Frustasi membuatnya meninju tembok&#8230;tapi kepalanya tetap dipenuhi suara – suara.</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin kalau kepala dibenturkan ke tembok?</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin rasa sakit bisa menghilangkan dan membuat lupa akan keputusasaan ini?</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin kalau kakiku dipatahkan? Atau kuku jariku dicabuti? Mungkin dibakar? Apapun asal suara – suara yang menghantui kepalaku ini hilang&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Mungkin iblis bisa membantuku menyakiti diriku sendiri&#8230;.i-Blis&#8230;&#8230;.sini dong&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Dalam dunia tanpa Tuhan, kita tidak perlu disiksa. Kita akan menyiksa diri kita sendiri hanya untuk melupakan bahwa kita ada di dunia tanpa Tuhan.</div>
<div style="text-align: justify;">Dalam dunia tanpa Tuhan, harapan yang ada adalah kosong, doa yang dipanjatkan tidak terjawab, penantian yang tak berakhir, kesepian yang tak terpuaskan, dan satu – satuya hal yang nyata adalah penyesalan dan keputusasaan.</div>
<div style="text-align: justify;">Dalam dunia tanpa Tuhan, keinginan untuk masuk ke pesta Tuhan sama beratnya dengan kesadaran kalau tempat kita bukan di pesta itu.</div>
<div style="text-align: justify;">Seperti pengemis yang datang ke pesta para bangsawan, sekalipun dia berusaha bertahan tetap di pesta, pada akhirnya dia tahu tempatnya bukan di sana.</div>
<div style="text-align: justify;">Sekalipun dia bisa menebalkan muka, dia akan selalu tahu kalau dia bukan bagian dari mereka.</div>
<div style="text-align: justify;">Karena dia memakai baju rombeng pendosa dan bungkuk oleh penyesalan yang terlambat sementara para bangsawan anak Raja memakai baju iman dan berdiri tegak karena sukacita.</div>
<div style="text-align: justify;">Baju iman hanya diberikan pada mereka yang percaya walaupun tidak melihat</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi saat ini dia sudah melihat surga dan kemuliaan Tuhan, bagaimana dia bisa menerima baju iman ?</div>
<div style="text-align: justify;">Penyesalan yang terlambat, seandainya saat di dunia di mana Tuhan tidak terlihat dia memilih untuk beriman&#8230;.</div>
<div style="text-align: justify;">Surga ini bukan rumahnya, neraka pun bukan, tapi neraka adalah tempat di mana semua orang yang tidak mempunyai rumah pergi&#8230;..</div>
<div style="text-align: justify;">Apakah saya pernah dapat penglihatan tentang neraka ? Ngga&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Atau mungkin pernah diangkat ke surga ? Ngga juga&#8230;.belum&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;">Kalau begitu, kenapa saya menulis tentang surga dan neraka walaupun saya ga tahu bentuknya seperti apa ? Karena saya tahu surga menjadi surga karena ada Yesus di sana, bukan karena trotoarnya terbuat dari emas . Dan karena itu, neraka seharusnya menjadi neraka karena Yesus tidak ada di sana.</div>
<div style="text-align: justify;">Apakah neraka tempat penyiksaan dan penghukuman ?</div>
<div style="text-align: justify;">Saya juga ngga tahu, tapi yang saya tahu, dalam dunia tanpa Tuhan kita akan menyiksa diri kita sendiri dengan harapan Tuhan akan memaafkan kita. Atau saat kita sadar kalau itu hanya harapan kosong, kita akan menyakiti diri kita sendiri hanya untuk berusaha melupakan harapan kosong itu dan menggantinya dengan rasa sakit.</div>
<div style="text-align: justify;">Dalam dunia tanpa Tuhan, daging yang terbakar lebih nyaman daripada duduk terdiam dalam kekekalan menatap pintu yang tak akan pernah terbuka dan Sosok yang tak akan pernah hadir.</div>
<div style="text-align: justify;">Kenapa Tuhan tidak berbaik hati dan mengijinkan orang berdosa masuk ke surga? Bukankah Dia penuh kasih?</div>
<div style="text-align: justify;">Tentu saja Sang Raja bisa mengijinkan pengemis masuk ke pestaNYA, tapi pengemis itu akan selalu tahu bahwa tempatnya bukan di pesta itu. Berdiri di tengah pesta megah dengan baju compang camping lebih menyakitkan daripada diam di tengah tumpukan sampah. Tak akan ada seorang pun yang bisa bertebal muka di hadapan Raja dan tetap tinggal di pesta selama dia berbaju compang camping.</div>
<div style="text-align: justify;">Tidak bisakan Raja memberikan baju baru ?</div>
<div style="text-align: justify;">Dress code untuk pesta Sang Raja adalah baju yang bernama iman . Iman yang percaya pada penebusanNYA, iman yang percaya pada yang tak terlihat.</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi saat orang tak percaya meninggal dan melihat segala kemuliaan Tuhan, bagaimana dia bisa memperoleh iman ? Bagimana dia bisa percaya pada yang tak terlihat sementara dia sudah melihat ?</div>
<div style="text-align: justify;">Apakah tempat sampah adalah kekejaman sang Raja? Mungkin&#8230;..</div>
<div style="text-align: justify;">Tapi seandainya berada di pesta dengan baju compang camping lebih menyakitkan, tempat sampah adalah kemurahan hati.</div>
<div style="text-align: left;"><em>PS :</em></div>
<div style="text-align: left;"><em>Sekali lagi, tulisan ini cuma pendapat pribadi saya tentang surga dan neraka. Sepeti apa sebenarnya surga dan neraka itu nanti sama – sama kita lihat kalau kita sudah “ pulang”.</em></div>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh <a title="Ebook Gratis – Resep Bakmi Hangat^^" href="http://www.warungbakmi.com">Tukang Bakmi</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/lebih-baik-sakit-hati-daripada-sakit-gigi-ini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>No Love Bigger Than</title>
		<link>http://fos-community.com/no-love-bigger-than</link>
		<comments>http://fos-community.com/no-love-bigger-than#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 09:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christian Comic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1443</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Yohanes 15:13  Dibuat Oleh Kokecit]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/no-love-bigger-by-kokecit.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1444" title="no love bigger by kokecit" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2012/01/no-love-bigger-by-kokecit-757x1024.jpg" alt="" width="530" height="717" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Yohanes 15:13</strong></em></p>
<p><em><strong> Dibuat Oleh <a href="http://kokecit.deviantart.com/">Kokecit</a></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/no-love-bigger-than/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengharapan Natal &#8211; Hopeful not Hopeless</title>
		<link>http://fos-community.com/pengharapan-natal-hopeful-not-hopeless</link>
		<comments>http://fos-community.com/pengharapan-natal-hopeful-not-hopeless#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 13:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FOS_Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simply Articles]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kristen]]></category>
		<category><![CDATA[artikel natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fos-community.com/?p=1437</guid>
		<description><![CDATA[Ada salah satu tradisi unik di luar negeri saat natal, yaitu menggantungkan beberapa buah kaus kaki warna-warni di dekat tungku perapian, tujuan utamanya adalah saat keesokan harinya di dalam kaus kaki itu ada hadiah atau kejutan lainnya dari sinterklas. Unik juga, yah, kalo dipikir, butuh segede apa tuh kaus kaki kalo kita mengharapkan hadiannya televisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/christmas-stockings-2009-de.jpg"><img class="size-full wp-image-1438 alignleft" title="christmas-stockings-2009-de" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/christmas-stockings-2009-de.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Ada salah satu tradisi unik di luar negeri saat natal, yaitu menggantungkan beberapa buah kaus kaki warna-warni di dekat tungku perapian, tujuan utamanya adalah saat keesokan harinya di dalam kaus kaki itu ada hadiah atau kejutan lainnya dari sinterklas.</p>
<p style="text-align: justify;">Unik juga, yah, kalo dipikir, butuh segede apa tuh kaus kaki kalo kita mengharapkan hadiannya televisi 100 inch atau kulkas 10 pintu.. <em>hehehe..</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tradisi itu bukan untuk menggambarkan kalo mau hadiah harus punya kaus kaki yang super duper gede dan digantung di sisi perapian, tetapi itu menggambarkan sebuah pengharapan yang digantungkan. Sebuah harapan yang ingin didapatkan untuk hari esok, dan sebuah kejutan untuk mengisi bahkan mewujudkan harapan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara tentang harapan dan pengharapan, aku yakin pasti setiap kita punya sebuah bahkan lebih harapan yang telah lama diharapkan, atau baru akhir-akhir terpikirkan, apalagi masih dalam suasana natal, ditambah tahun baru ini, pastinya ada sejuta bahkan semilyar harapan yang dimiliki oleh seseorang, apapun itu, siapapun itu<em>. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Friends</em>, apa yang akan kalian lakukan, seandainya tak satupun dari sejuta bahkan semilyar harapan itu terwujud menjadi kenyataan di natal kali ini, tidak ada kemeriahan natal yang diharapkan, tidak ada momen untuk pulang ke rumah bertemu dengan orang tua melepas rindu, tidak ada keceriaan natal di dalam rumah, tidak ada ucapan dan hadiah natal yang kita terima, dan bahkan kita merasa natal tahun ini adalah natal yang terburuk sepanjang hidup kita, nggak usah ngomongin harapan deh, yang ada malah masalah yang selalu datang dan tidak pernah berhenti, sampai-sampai kita bilang <em>“I Hate This Christmas !!!”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Akankah kalian merobek-robek kaus kaki yang telah tergantung itu dan membakarnya hingga habis, atau kalian akan tetap membiarkannya tergantung manis di sana dengan terus meletakan tangan di dada dengan penuh harap?</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan yang tak terwujud memang pahit, tetapi lebih pahit lagi adalah saat kita tidak memiliki pengharapan sedikitpun. Harapan bukannya tidak terwujud, tetapi belum terwujud. Kalo kita ngomong tentang harapan bukan hanya melihat sesuatu yang baik saja, tetapi melihat sebuah proses, yang kadang dimulai dengan terpaan yang sangat menyakitkan, sampai-sampai kita berteriak ‘STOP !!”, tetapi bukan pengharapan namanya kalo hanya berhenti di situ, karena dimulai saat itulah, saat kita membiasakan dan menguatkan diri untuk tidak berkata “Stop !!” kita sedikit demi sedikit namun pasti mendapatkan dan meningkatkan kekuatan kita, sehingga kita bisa bertahan dalam rasa sakit itu. Ada yang namanya ketekunan dan tahan uji, dan saat kita udah naik kelas ke level tahan uji itulah, cahaya pengharapan yang awalnya tidak terlihat sama sekali mulai terlihat sedikit demi sedikit. Dan yang aku tau yang namanya pengharapan dalam Tuhan itu tidak mengecewakan (terjemahan inggrisnya, Not ashamed = tidak mempermalukan).</p>
<p style="text-align: justify;">Memang tidak mudah untuk memiliki pengharapan, tetapi tidak sesusah sama sekali tidak memiliki pengharapan, artinya manusia hidup harus selalu memiliki pengharapan, karena tanpa pengharapan hidup tiada berarti, dan tanpa ada yang berharap akan kedatangan Sang Mesias, Bayi di palungan itu tidak akan menjadi sebuah keajaiban.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Harapan ada sebelum hari esok dan takkan pernah berakhir setelah hari ini berlalu, karena yang namanya pengharapan akan selalu ada, sampai saatnya Tuhan memperbaharui pengharapan kita</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun yang kamu harapkan di natal ini, tidak ada kata terlambat dan menyesal untuk harapan itu, nyalakan sebuah lilin, redupkan lampu kamarmu, dan di tengah cahaya lilin itu, naikanlah permohonan dan harapanmu kepada Bapa di surga melalui sebuah doa yang sederhana, saat kita tau begitu inginnya Tuhan mewujudkan harapan kamu sebagai bukti kasihNya kepadamu, saat itulah kita akan menjadi orang yang paling berpengharapan melebihi apapun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/merry_christmas.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1439" title="merry_christmas" src="http://fos-community.com/wp-content/uploads/2011/12/merry_christmas-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. </em></strong><br />
<strong><em>Roma 5:5</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>And hope maketh not ashamed; because the love of God is shed abroad in our hearts by the Holy Ghost which is given unto us. </em></strong><br />
<strong><em>Rome 5:5</em></strong></p>
<p style="text-align: right;"><em><strong>Ditulis Oleh KSW_FOS Community</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fos-community.com/pengharapan-natal-hopeful-not-hopeless/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

