Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

3

Category : Lifestyle

Sebuah buku percikan tinta Grace Suryani dan Steven Halim – Tentang DIA, Aku, dan Kau, dalam Satu Cinta.

Begitu menyenangkan! Itulah kesan pertama yang akan pembaca dapati ketika membaca lembar-lembar awal dari buku bersampul merah dengan tinta warna emas ini. Dan lembar-lembar selanjutnya, kesan pembaca akan bertambah-tambah menjadi begitu mengagumkan, begitu patah hati, begitu menyebalkan, kemudian ,“waw! Bagaimana bisa bagian dari bab ini, bab itu dan bab selanjutnya adalah saya sekali?”

Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta adalah buku keempat Grace Suryani yang diterbitkan oleh Gloria Graffa. Dan seperti buku-buku sebelumnya, Grace tetap menggunakan bahasa yang sederhana dengan gaya “muda”. Salah satu hal yang menarik adalah ikut sertanya Steven Halim, alias suami Grace, dalam penulisan buku ini. Jadi sepasang suami istri menulis buku? Ah, bukankah itu biasa? Nanti dulu! Buku ini bukan sekedar kata-kata indah sepasang kekasih, tapi juga harapan, impian, luka, dan doa.

Kisah cinta Grace dan Halim juga adalah kisah cinta mereka dengan Tuhan. Setelah hati yang berkali-kali patah, mereka bertemu dan menjalani hubungan yang indah. Benarkah? Tidak juga! Berkenalan lewat dunia maya, pertemuan pertama di bandara, bukan awal yang sangat istimewa. Tapi hal-hal biasa inilah yang membuat mereka mengenal satu sama lain lebih dekat, dalam Tuhan.

Steven alias Tepen bukan tipe idaman Grace, pada awalnya. Namun Tuhan tidak pernah salah, demikian Ia menyatukan mereka dalam cinta-Nya. Sebelum Grace dan Tepen menjadikan buku ini sebagai suvenir pernikahan, mereka mengalami berbagai kejadian yang mereka tuliskan dengan jujur dan apa adanya. Inilah yang membuat cita rasa tersendiri dalam buku ini. Bila marah, mereka menulis kemarahannya, juga ketika sedih, kecewa, sakit hati, dan berbagai rasa manusia.

Grace menulis, “….Hati aku sakit. Sekarang lagi-lagi ini cuman sebuah impian yang mungkin harus kandas. Aku takut kecewa lagi, rasanya ada rasa nyeri di hati aku….” dan “…. Kadang aku merasa begitu cape. Begitu letih… Aku cape mencintai seseorang, dan kemudian harus meninggalkan perasaan itu. Kadang aku engga pengen jatuh cinta lagi…. Kadang aku begitu tergoda untuk menutup hatiku….

Dalam penantian, Grace dan Tepen terombang-ambing. Mungkinkah mereka akan memiliki pasangan? Mengapa jawaban Tuhan terasa lambat?

Doa Tepen, “….Tuhan, aku ingin punya pasangan hidup… sampai sekarang rekor kehidupan cintaku jelek sekali Tuhan. Masa iya aku akan single terus? Mama bilang aku pasti menikah karena aku sudah disekolahin tinggi-tinggi. Tapi kenyataanya, semua wanita menjauhiku… Tuhan, aku ingin tahu…, aku bakal menikah ngga sih? Kalo iya, sama siapa?….

Saat mereka kecewa, Tuhan tetap berbicara pada mereka. Mereka memiliki hari-hari penuh pengaharapan pada Tuhan, walaupun hal itu terasa sulit. Dalam buku ini, Grace juga menulis bagaimana ia menjalani hari-harinya sebagai seorang wanita dalam penantian. Bagaimana memiliki hubungan yang akrab dan mesra pada Tuhan, juga hal yang sangat penting dalam mengisi masa-masa dreaming time.

Cinta menjadi hal yang lucu dan seru dalam pena Grace dan Tepen, dengan inspirasi dari Tuhan tentunya. Maka tak heran bila mata pembaca berkaca-kaca, lalu tak lama kemudian bibir membuka dan membentuk sebuah tawa.

Grace berkata, “…. Aku… melihat… pacar aku… … memakai kaos singlet. Kreeeekkkk… praaannkkk. Bunyi retaknya suatu “bayangan” di otak aku… Hehehe. Aku bengong … Hah… retak sudah bayangan ksatria keren dengan pakaian rapi jali ala esmud (haree giniii pake “shining armor” mah, bisa dijadiin tontonan orang sekampung)….

Namun, dalam kebimbangan mereka, dalam impian yang hancur, Tuhan tetap memberikan mereka penghiburan lewat orangtua, sahabat, dan rekan-rekan mereka. Grace dan Tepen tetap memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dan walaupun mereka memiliki impian untuk pasangan hidup, mereka tetap menyerahkan keputusannya pada Tuhan.

Buku ini bukan sekedar tumpukan kata yang mencapai 128 halaman. Buku ini sebagai pengingat Grace dan Tepen akan cinta mereka, untuk orang-orang yang dalam penantian ataupun yang sedang menjalani hubungan dengan pasangan masing-masing, serta sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang luar biasa.

Dalam tangis dan tawa, Grace dan Tepen toh akhirnya tetap berserah pada Tuhan.

Grace menulis, “…. Dan akhirnya Dia ingin kita mempuyai pengharapan di dalam Dia. Pengaharapan dan iman, bahwa Ia mengasihi kita and He’ll make everything beautiful than anyone can imagine :)…. Grace juga berkata, “….God, as usual… U’re my great big wonderful amazing God. Ini pujian yang dinaikkan di puing-puing reruntuhan impian, tapi seperti biasa You put a smile on my face :)….

Kisah ini bukan hanya kisah Grace dan Tepen, tapi juga kisah Tuhan yang mempersatukan mereka. Masih banyak sekali hal yang menarik, yang haru, lucu, dan mengagumkan. Saat lamaran, persiapan pernikahan, bahkan dialog dua arah antara para penulis dengan Tuhan.

Apakah buku ini benar-benar sebegitu romantisnya? Kalau begitu baca saja, dan nilailah!

Buku Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta dapat dipesan online melalui FOSCOM ONLINE SHOP

Komentar dari beberapa FOSters ^^

“Pas pertama kali dapet buku ini.. whuaa aku sampe nunda kerjaan ‘n ngabisin baca buku ini dulu!! Soalnya isinya bikin penasaran banget.. Ringan tapi sekaligus ‘berisi’.. Pokoknya tiap anak-anak muda wajib baca buku ini, satu kutipan yang aku suka..

“Tanpa hubungan pribadi yang dalam dengan Tuhan, kita akan sulit sekali untuk belajar mencintai seseorang. Tanpa hubungan pribadi dengan Kristus, kita akan mudah untuk jatuh dalam kekecewaan, kemarahan, kepahitan dalam hubungan.”

Bener banget tuh^^ itu adalah dasar dari segalanya, dan buku ini mengingatkan kita akan hal itu, menyemangati kita untuk menjalin hubungan dengan ‘cara’nya Tuhan. Sungguh sebuah buku yang sangat inspiratif :)”

>>Leony

“Bikin saya cepet2 buka laptop buat ngetik puisi cinta tentang saya dan Tuhan :D

Mengagumkan dan melekat! Ah, saya tidak sedang menghantarkan puja dan puji, saya hanya tidak bisa menulis komentar yang bertolak belakang dari haru dan kagum saya!”

>>Evi

“Banyak hal yang bisa didapati ketika membaca cerita cinta yang Tuhan tulis dalam hidup Kak Grace. Kisah yang dibawakan begitu natural dan apa adanya, terkadang akan membuat kita larut ddidalamnya sehingga akan muncul senyuman, tawa bahkan haru bagi yang membacanya. Dari setiap sisi, dan dari berbagai sudut pandang pembaca, aku yakin tiap orang akan menemukan suatu hal yang berbeda. Tentu saja, berbagai pelajaran kehidupan yang akan kita peroleh lewat buku ini, bisa diaplikasikan dalam berbagai alur kehidupan lainnya. Tidak hanya dalam penantian pasangan hidup, tetapi juga dalam persahabatan, keluarga, lingkungan sekitar, dll.

So, pastikan Tuhan yang menulis cerita Cinta dalam kehidupanmu. Sebab, didalam Dia, maka Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktu Nya..”

>>Yuvita

“Pertama kali baca bukunya Ci Grace yang Tuhan Mengapa Aku Harus ke Cina, itu mantep banget ‘n menginspirasi banget. Nah, pas baca bukunya Ci Grace yang Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta ini lebih mantep lagi, lebih menginspirasi aku sebagai seorang wanita. Gaya ceritanya bertutur seperti orang muda yang gaul, apa adanya, terbuka ‘n gak lebay. Di buku ini banyak mengajarkan hubungan yang penuh kasih dengan Tuhan sehingga kita mampu mengasihi orang lain dengan tulus dan tanpa ragu, juga mengajarkan bagaimana membangun hubungan dengan lawan jenis yang berkenan di hadapan Tuhan. Pokoknya kisah hidup Ci Grace dan Ko Tepen yang ditulis di buku ini sangat memberkati banget! Gak nyesel pernah baca buku ini =D”

>>Yunita

“Buku yang kubaca ini merupakan penghiburan yang Tuhan berikan untukku, karna ceritanya agak mirip. Aku suka doa mengenai pasangan yang diucapkan ci Grace kpd Tuhan, doanya bener2 mantep. Terus mengenai mencintai pasangan dgn cinta yang dari Tuhan, bukan cinta yang berasal dari diri kita sendiri. Belajar mencintai pasangan dengan takut akan Tuhan. Karna seperti yang Tuhan bilang bahwa dia berharga bagi Tuhan sama seperti diri kita yang berharga bagi Tuhan. Dan kita harus terlebih dahulu memahami bahwa kita utuh di dalam Tuhan, bukan utuh setelah kita memiliki pacar, menikah dan memiliki keluarga baru. Dan yang sangat kusuka adalah saat kita memutuskan pacaran dgn seseorang, saat kita yakin bahwa hubungan itu menyenangkan-Nya dan membawa berkat untuk sekeliling kita. Untuk itu lebih selektif dalam membangun hubungan karna hubungan yang kita bangun bukan cuma hubungan antara kita dan dia. Tetapi hubungan antara aku, dia, Dia dan org2 di sekeliling kita.”

>>Rice

Harga Sebuah Keajaiban

Category : Lifestyle

miracle

Berapa harga sebuah keajaiban?

Satu dolar sebelas sen ditambah keyakinan,

Kamu percaya?

Itu benar-banar terjadi lho dan sebuah buku kembali menceritakan kembali hal itu. Inilah cerita itu :

Sally berusia 8 tahun saat mendengar ayah dan ibunya mencemaskan keadaan georgi, adik Sally. Georgi sakit parah dan untuk dapat menyembuhkannya hanya melalui operasi. Dan itu sangat membutuhkan biaya yang sangat mahal. Dan mereka tidak mempunyai uang untuk hal ini.

Sally mendengar ayahnya berbisik, ” Hanya sebuah keajaiban yang bisa menyelamatkan Georgi”. Dan setelah mendengar hal itu sally segera menuju kamarnya dan mengambil celengan kesayangannya lalu memecahkannya. Dia menghitung sampai 3 kali.

Jumlahnya harus benar-benar tepat, pikirnya.

Dengan uang itu, Sally menuju toko obat terdekat, dan berusaha mendapatkan perhatian sang apoteker. Ia menunggu apoteker dengan sabar, tetapi perhatian sang apoteker ga bisa ia dapatkan juga. Akhirnya Sally mengambil koin

dan melemparkannya ke kaca etalase, dan berhasil.

” Apa yang kamu perlukan ?? ” Dengan nada jengkel sang apoteker bertanya pada Sally

“Saya ingin meminta pertolongan anda, Adik saya sakit !!!” Dengan nada yang sama

” Saya ingin membeli keajaiban, kata ayah hanya keajaiban yang dapat menyelamatkan georgi.” Pinta Sally.

” Maaf dik, kami tidak menjual keajaiban. Saya tidak bisa menolongmu” Jelas apoteker tersebut dengan nada sedikit melembut.

” Saya akan membayarnya berapapun harganya, saya punya uang kok !!!” Pinta Sally

Seorang pria yang berpakaian rapi yang memperhatikan Sally dan apoteker tersebut dari tadi bertanya kepada Sally, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu?”

” Saya tidak tahu.” Jawab Sally.  Air mata mulai menetes dari pipinya.

“Saya hanya tau georgi sakit parah dan kata ibu harus dioperasi. Ayah dan ibu tidak mempunyai uang, tapi saya punya.”

“Berapa uang yang kamu punya?”  Tanya pria itu

” Satu Dolar sebelas sen” Jawab Sally dengan semangat

” Wah, tepat sekali dik. Satu dolar sebelas sen, itulah harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu.”

Sang pria mengambil uang tersebut kemudian memegang tangan Sally dengan lembut sambil berkata, “Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu kepadanya dan orang tuamu”.

Pria itu adalah Dokter Carlton Amstrong, seorang dokter bedah terkenal.

Yuph, yang terjadi berikutnya adalah dokter itu berhasil mengoperasi Georgi dan Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat, Sally dan kedua orang tuanya sangat bersukacita. Dan andaikan kita bertemu Sally dan bertanya kepadanya berapa harga sebuah keajaiban, pastinya Sally dengan mantab akan berkata ” Satu dolar sebelas sen, ditambah keyakinan.”

Sudah pernah dengar cerita ini?

Klo aku sendiri sudah, tetapi walaupun sudah sering dengar kisah ini, saat membaca kembali cerita ini hatiku kembali tersentuh, begitu polosnya dan lugunya seorang Sally yang sangat percaya pada sebuah keajaiban bahkan bersedia berkorban demi mendapatkan hal itu. Sungguh Luar biasa. Iman seorang anak berusia 8 tahun.

bk_harga

Sobat, cerita diatas hanya salah satu dari ke-36 kisah yang ada di buku ini. Buku dengan judul Harga sebuah keajaiban, menceritakan potret-potret kehidupan yang membuat hati kita nyesss banget. Dikompilasi oleh Eddy Nugroho, kisah-kisah ini sungguh dapat menjadi sebuah motivasi bagi diri kita.

Selain kisah Sally, masih banyak kisah-kisah yang lain, seperti kisah Bunda Theresa yang mengajak kita untuk menjadikan seseorang berarti, lalu cerita ukiran 3 kera pada kuil Toshugu-jepang, lalu kisah ditemukannya pulau Australia yang dalam bahasa Maluku Ose Tra Lia berarti “saya sudah melihat”, dan masih banyak lagi.

Banyak pengetahuan dan bahkan kekaguman dari buku ini, yang mengangkat banyak kisah, yang bahkan seringkali kita menganggapnya hal biasa tetapi ternyata memiliki makna yang luar biasa.

Penasaran??

Hehehehehhe…. silahkan cari, beli atau mungkin pinjam dan baca.

Temukan banyak keajaiban yang ternyata tidak jauh dari kehidupan kita, karena hidup sendiri adalah sebuah keajaiban.

Selamat mempercayai !!!!

Our Summa Testimonia

3

Category : inFOStainment, Lifestyle

“Tak peduli seberapa hebat kesaksian orang lain tentang Tuhan, kesaksian terbesar tetap adalah pengalaman pribadi kita bersama Dia – sesederhana apapun itu.”

Enggak terasa yah bulan Maret sebentar lagi akan berakhir. Dan dengan berakhirnya bulan Maret, berakhir pula tema FOS bulan ini  – Summa Testimonia, yang artinya kesaksian terbesar. Tapi bukan berarti semangat dari Summa Testimonia itu sendiri harus pudar. Karena yang namanya pengalaman pribadi bersama Tuhan Yesus harus terus kita rasakan dan alami di sepanjang hidup kita loh. Nah, untuk mengakhiri bulan Summa Testimonia ini, ada sesuatu yang FOS Community ingin bagikan. Yup it’s Our Own Summa Testimonia! Kumpulan kesaksian terbesar kami dalam bentuk sebuah buku.

Kenapa sih kok kita bisa kepikiran untuk membuat sebuah buku yang isinya kumpulan kesaksian-kesaksian pribadi? Apa karena ada penerbit yang mau menerbitkan? Hohohooo gak tuh, sampe saat ini belum ada kerjasama dengan pihak penerbit :D *tapi gak nolak loh kalo ada penerbit yang mau menerbitkan^^.  Kalo bukan karena ada yang mau menerbitkan trus kenapa dunk? Apa karena kita semua narsis en iseng aja pengen bikin buku? Huaaaa enggak-enggak! Bahkan ada beberapa diantara kami yang tadinya  malu banget kalo kisah hidupnya dibuat jadi sebuah buku yang bisa dibaca banyak orang. Dan beneran deh kita enggak bikin proyek buku ini cuman buat sekedar iseng aja. Jadi apa donk? Hmm.. Mungkin hanya ada satu kata untuk menjelaskannya : KERINDUAN. Yup ini adalah kerinduan Tuhan yang ditaruh di hati kami. Terinspirasi dari film independen berjudul Freedom Writers. Akhirnya kami juga ingin membuat sebuah tulisan yang kalaupun enggak dibaca sama orang lain setidaknya kami membuat sesuatu untuk diri kami sendiri. Karena dalam pembuatannya pun, masing-masing dari kami mendapatkan banyak hal. Saat kami menuliskan kata per kata yang dirangkai untuk menceritakan bagaimana Tuhan berkarya dalam hidup kami masing-masing, kami merasa jauh lebih dekat lagi kepada-Nya. Kami merasa ternyata sudah begitu banyak kebaikan yang Ia sampaikan melalui setiap segmen hidup kami. Kami jadi lebih mengerti bahwa penyertaan-Nya itu nyata, kami pun menjadikan tulisan kami sebagai suatu komitmen yang akan terus mengingatkan kami akan kasih-Nya di sepanjang perjalanan hidup kami. Dan suatu motivasi yang akan terus membuat kami bangkit dan bertahan hingga perjalanan terakhir kami. Dan enggak hanya itu aja, melalui buku biografi ini pun kami jadi bisa lebih mengenal masing-masing pribadi dari sahabat-sahabat kami, mengerti mengapa sahabat kami bisa memiliki temperamen seperti itu atau karakter seperti ini. Dengan begitu bukan hanya kita bisa saling mengerti aja tapi kita pun bisa saling membantu perubahan karakter masing-masing menjadi lebih baik dan menuju sempurna seperti Kristus.

Dalam pembuatan project FOS kali ini sebenernya juga gak berlangsung mulus. Dalam kehidupan berkomunitas, ada aja hal kecil yang bisa bikin kesalahpahaman diantara kita. Ada juga kesaksian yang gak bisa kami masukkan karena pertentangan dari orang tua. Tapi Puji Tuhan, akhirnya proyek kali ini terselesaikan juga. Dan itu jelas-jelas bukan karena kekuatan kami. Tapi semua karena kasih karunia yang Tuhan Yesus berikan.

Dan akhirnya, jika saat ini kami ingin membagikan Summa Testimonia kami, enggak lain karena kami berharap bahwa tulisan kami dapat memberkati semua orang yang membacanya. Selain itu, semoga buku ini dapat memotivasi semua anak muda untuk mulai menuliskan kisah pribadinya bersama Sang Juruselamat. Yup yup!! Tuliskanlah kesaksian hidup kalian dan lihat apa yang akan kalian dapat! Pastinya kalian semua juga bisa… Karena kesaksian terbesar adalah pengalaman pribadi kita bersama Dia.

So here it is..

FOS Community Proudly Present

Our Summa Testimonia

TRUE STORY AND TESTIMONY

image-buku

pdf

-Summa Testimonia-

Category : inFOStainment

hand-writing

Aku bersyukur kepadaMu

Oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib

Ajaib apa yang Kau buat

Dan jiwaku benar-benar menyadarinya

(mazmur 139:14)

Friends, pernahkah kalian merenungi hal-hal terindah dalam hidup kalian, apa kalian hanya terdiam meratapi hal-hal yang paling menyakitkan dalam hidup kita.

Aku enggak tau pada saat gimana raja Daud terinspirasi membuat Mazmur ini, saat sedang merenungi hal-hal terindah atau meratapi nasib, tapi pastinya dari Mazmur ini aku bisa membayangkan kalo Daud benar-benar menyadari bahwa hidupnya selalu dalam genggaman Tuhan dan dia sangat amaze banget akan setiap lika-liku hidupnya.

“Ahh, Daud mah enak pernah ditolong Tuhan waktu lawan singa.”

“Dia mah enak pernah ngobrol ma Tuhan, raja yang diurapi Tuhan gitu lho…”

mmm… klo aku jadi Daud mah aku akan bilang,

“Yeee… sapa suruh ga minta intimacy ma God… minta dong maka kamu akan diberi….”

Yuph, bener banget…. Minta dong.. Minta… Kebanyakan anak Tuhan bilang Tuhan itu amazing lewat pengalaman hidup orang lain. Lho??? Mank enggak boleh??? Boleh kok….boleh… hanya saja bagiku akan sangat indah apabila kita bukan cuma mupeng ngeliat temen kita, sahabat kita or orang lain merasakan hadirat Tuhan, merasakan dapet mukjizat, merasakan dekat dengan Tuhan. Kita juga bisa kok! Jangan berhenti kalo baru kagum sama pengalaman orang lain, tetapi melangkahlah untuk meminta suatu pengalaman bersama God secara pribadi. Dan itulah makna Amazing yang sesungguhnya.

Tapi bukan berarti aku mau kalian maksa Tuhan untuk berbuat “sesuatu” sama kita yah, coz jangan salah yang hamba itu kita, bukannya Tuhan, jadi sadar statuslah..hehehehhe…. But karena kasihNya, Dia ngangkat kita jadi anak-Nya supaya kita memiliki kedekatan yang lebih dengan Dia, mengenal Dia lebih intim, dan supaya kita bisa curhat apapun yang sedang kita rasakan sama Dia. Dia Bapa yang sangat amat baik kok, jadi kita bisa deh share sama Dia klo kita mau merasakan kedekatan yang lebih lagi sama Dia.

Dan ternyata semakin dekat dan kenal dengan Dia, enggak perlu sesuatu kejadian yang wah atau heboh banget untuk kita bisa ngerasa amazing, ternyata dari hal-hal simple dan sehari-hari enggak jarang ngebuat kita terkagum-kagum dan terheran-heran sama God.

Jadi sebenarnya yang membuat sebuah pengalaman kita bersama Tuhan begitu berarti adalah bagaimana sikap hati kita dalam merasakan pengalaman itu. Kalo hati kita kecil, sebesar dan sehebat apapun pengalaman yang terjadi dalam hidup kita maka akan terasa kecil dan enggak bermakna, tetapi bila hati kita besar maka sekecil apapun pengalaman kita, maka kita akan selalu mensyukuri dan selalu terkagum terhadap karya Tuhan. That’s the keyword.

Kami pun mendapatkan keyword itu setelah kami diminta menuliskan biografi masing-masing, awalnya sih bingung banget. Pusing mau tulis apa yaaa, takut dibilang narsis, takut kalo pengalaman kita enggak cukup berarti buat ditulis but ternyata dari hal itu kami jadi tau bahwa ternyata seluruh hidup kami adalah sebuah pengalaman yang sangat amazing karena telah Tuhan rencanakan dan Tuhan pimpin. Kami jadi semakin sadar bahwa Tuhanlah kekuatanku, kami jadi menghargai diri kami dan hidup kami, kami jadi mensyukuri anugreah terindah dari hidup yaitu hidup itu sendiri, dan kami jadi lebih mengenal masing-masing pribadi dari sahabat-sahabat kami bahkan pribadi diri kami, dan kami sangat rindu pengalaman kami menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat semua dimanapun kalian berada untuk memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan….. karena semua itu sangat amazing….

Guys, kalo pengen baca bukunya bisa kok.. Walaupun saat ini sih bukunya hanya dicetak terbatas dan manual,  hehe.. manual karena kita enggak  cetak melalui penerbit ^^. Tapi nanti diusahain buat upload versi PDFnya aja di sini. So, yang mau tau isi bukunya kayak apa.. Tunggu aja launching PDF-nya di bulan ini.. But kalo udah baca bukunya jangan liat kaminya, tapi liat Tuhan-nya yang mengizinkan kami memiliki pengalaman itu. Dan satu lagi jangan cuma kagum ajah yah guys… tapi minta, sebab “Mintalah maka kamu akan diberikan”.

Oh iya, untuk tema FOS bulan ini kan Summa Testimonia, mungkin banyak yang bingung.. Apaan tuh Summa Testimonia?? Well, karena bulan ini FOS mau ngangkat tema mengenai kesaksian terbaik adalah kesaksian yang kita alami sendiri (terlepas dari pandangan dunia mengenai hebat atau enggaknya kesaksian tersebut).  Makanya pas lagi nyari ide buat judulnya, kepikiran deh kata-kata summa yang diambil dari istilah latin summa cum laude. Yang biasa dipakai buat istilah penghargaan tertinggi dalam perkuliahan. Trus Testimonia-nya pastinya diambil dari kata testimony. Nah itulah yang mau FOS tekankan dan bagikan.. Kalo sebenarnya kesaksian pribadi kitalah kesaksian yang tertinggi.. Walaupun kita bisa berdecak heran waktu orang lain bersaksi bahwa dia pernah disembuhin dari sakit kanker stadium 4 atau pernah ditolong Tuhan lunasin hutang yang miliaran.. Tetep aja kesaksian yang paling berdampak, paling membekas, paling terhebat adalah kesaksian yang kita miliki sendiri.

So, mulai sekarang jadikanlah kesaksian pribadimu menjadi Summa Testimonia!!!

I praise you because you are to be feared;

all you do is strange and wonderful.

I know it with all my heart.

(Psalm 139:14 TEV)

Tuhan Mengapa Aku Harus ke Cina – Grace Suryani

2

Category : Lifestyle

tuhan-mengapa-aku-harus-ke-chinaNah ini dia nih Guys.. Salah satu buku yang beberapa waktu lalu FOS jadiin buku ‘wajib’ baca buat para FOSters, selain Alkitab tentunya.. Gimana? Udah pada baca semua blum?

Kalo yang belum sempet baca mungkin bertanya-tanya, Kenapa sih FOS Community merekomendasikan buku ini supaya dibaca para FOSters? Karena buku ini emang mantep banget Guys! Dan jangan salah  tangkep sama judulnya yah.. Buku ini bukan cuma buat dibaca etnis Cina aja loh atau bukan cuma untuk yang lagi mau ke Cina aja, secara buku ini juga bukan buku panduan ke luar negeri.. hehe^^.

Buku ini berisi tentang kesaksian Grace Suryani sewaktu kuliah di Cina beberapa waktu yang lalu. Tentang bagaimana pengalaman Grace berada di sebuah negara yang ternyata ‘kering’ banget rohaninya.. Tapi justru di negara yang seperti itulah Tuhan banyak membuat Grace menjadi jauh lebih dekat lagi kepada-Nya dan senantiasa mengandalkan-Nya.

Pengalaman-pengalaman yang dituliskan Grace juga memotivasi pembacanya untuk mengenal pribadi Allah jauh lebih dekat dan mengikutsertakan Allah dalam setiap keputusan dalam hidup kita.  Dan ini enggak cuma berbicara mengenai keputusan-keputusan besar aja loh, tapi hampir di setiap keputusan! karena nyatanya Allah yang kita sembah itu peduli sampai ke hal-hal yang terkecil dalam hidup kita. Coba aja deh baca salah satu pengalaman Grace Suryani dalam  sub bab “Allah yang bisa diajak shopping”.

→ Continue