Pria Simpanan dan Preman

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Hmmm….hari masih gelap, tapi sepertinya sebentar lagi pagi
Aku terjaga dari tidurku, bangun dan duduk di ranjangku
Di sebelahku sesosok tubuh perempuan terbaring lelap
Seandainya aku bisa mengatakan kalau dia istriku, tapi sayangnya bukan
Seandainya aku juga bisa mengatakan kalau aku mencintainya, tapi juga tidak
Bagiku dia majikanku, dan baginya aku hanyalah mainan favoritnya..saat ini…
Ah…waktunya bangun dan pergi ke kamarku sebelum pelayan lain memergokiku

Sambil berjalan, aku teringat masa lalu
Kalau dipikir-pikir, nasib ini sungguh aneh
Dibuang keluarga dan menjadi pelayan di rumah ini
Majikanku memperlakukanku cukup baik, tapi istrinya bahkan lebih “ baik ” lagi
Dia sendiri yang datang dan menawarkanku tempat di ranjangnya

Untuk sesaat aku bimbang, bukankah itu dosa ?
Tapi, kenapa tidak ? Aku masih muda dan tubuhku menginginkannya
Tapi bukankah itu menyakiti Tuhan ?
Tuhan ? Tuhan yang diam saja ketika keluargaku membuangku ?
Tapi bukankah Tuhan akan menjadikan semuanya baik ?
Baik di mananya ? Aku hanya pelayan di rumah ini…tapi seandainya nyonya menyukaiku, kehidupanku akan lebih baik dan aku bisa memuaskan masa mudaku.
Tunggulah Tuhan dan Dia akan…
Tidak, aku tidak mau menunggu. Aku lelah menunggu mimpi tak jelas, lebih baik aku mengambil apa yang ada di depan mataku saat ini.

Kehidupan ini tidak jelek..
Tuan sering pergi untuk kerja sampai berhari – hari dan tidak pernah curiga
Nyonya menyukaiku dan aku bisa hidup nyaman
Mungkin ini bukan hidup yang kuimpikan, tapi tidak jelek..

***********

Bayaran bulan ini tidak terlalu banyak, mungkin para pedagang itu harus diingatkan lagi karena jasa siapa mereka bisa berdagang dengan aman tanpa takut dirampok. Sedikit uang tanda terimakasih karena sudah menjaga barang dagangan mereka harusnya tidak seberapa. Mungkin para pedagang kikir itu harus belajar apa arti kata tidak aman sebelum mereka mau berterimakasih.

Hahh…menjadi preman kecil di kota kecil…betapa jauh dirinya terbuang.
Dulu hidupnya tidak seperti ini…dulu dia wakil direktur perusahaan besar.

Dulu hidupnya bagaikan anak bangsawan, tapi sekarang dia terbuang di kota kecil berdebu ini, menjaga barang dagangan para pedagang yang tak tahu terimakasih itu.
Dan semuanya karena mertuanya sendiri, direktur perusahaannya, cemburu pada kesuksesannya di perusahaan itu.
Hahh…padahal mertuanya yang tidak sanggup memimpin, tapi dia yang dipecat dan berakhir di sini.
Tapi…ini juga tidak jelek, setidaknya dia berhasil membalas dendam…

Senyum tersungging di bibirnya, ketika dia teringat lagi ketika pisaunya menembus tubuh mertuanya yang bodoh dan tidak kompeten itu.
Ya..tahun lalu mertuanya datang ke kota ini mencarinya…
Masih banyak pegawai di perusahaan itu yang menginginkan pergantian pemimpin yang lebih kompeten. Dan mertuanya datang ke sini untuk menyingkirkannya, untuk memastikan tidak ada saingan yang akan berebut kepemimpinan dengannya.
Hahh…tapi dia lebih cepat dari mertuanya yang lamban itu.
Ketika mertuanya masuk ke toilet dan para pengawalnya berjaga di luar, itulah saat belatinya membayar semua dendamnya.

Harusnya tidak dia lakukan itu, bukan itu yang Tuhan inginkan
Tapi dendam yang terbayar itu terasa manis
Walaupun kosong….perusahaannya kosong…semua pegawainya tercerai berai karena konflik internal yang berkepanjangan. Sebagian dari pegawai mendukungnya tapi sebagian menolaknya karena dia membunuh mertuanya sendiri. Dan sekarang perusahaan itu kosong…
Dan dia tetap terjebak di kota kecil ini.

Tapi, ini juga tidak jelek…
Setidaknya dia “ direktur ” dari sebuah jasa keamanan
Mungkin ini bukan profesi impian
Tapi, ini juga tidak jelek…

***********

Bagaimana kalau seandainya Yusuf ternyata memilih untuk menerima rayuan istri Potifar ?
Bagaimana kalau seandainya Yusuf lebih memilih untuk memuaskan masa mudanya ?
Bagaimana kalau seandainya, daripada menunggu Tuhan mewujudkan mimpinya, Yusuf memilih untuk mengambil jalan yang mudah ?

Bagaimana kalau seandainya Daud memutuskan bahwa dendamnya pada Saul lebih penting dari apa yang Tuhan inginkan ?
Seandainya Daud lebih memilih untuk main hakim sendiri daripada menyerahkan perkaranya pada Yang Adil ?
Seandainya daripada menunggu waktunya Tuhan, Daud berusaha untuk menjadi raja dengan caranya sendiri ?

Seandainya kita memilih untuk meyerah dan membiarkan diri kita terbawa arus ?
Seandainya kita memilih untuk bertindak sendiri daripada menunggu Tuhan ?
Seandainya kita memilih untuk membuang mimpi-mimpi kita dan mencukupkan diri dengan hidup yang mengikuti dunia ini ?

Yusuf sang perdana menteri….dan yusuf pria simpanan
Daud sang raja….dan daud yang preman
Seandainya Yusuf bertahan sedikit lagi…seandainya Daud percaya sedikit lagi….
Dan…..Puji Tuhan….mereka memang bertahan, mereka memang percaya, mereka menunggu dan Tuhan bertindak, dan mimpi mereka terwujud, dan Alkitab menjadi lebih berwarna dengan kisah hidup mereka.

Sedikit lagi….bertahan lagi….percaya lagi….
Bangun lagi…merangkak lagi…berjalan lagi….
Sedikit lagi….Yesus ada di depan….dan tanganNYA terbuka.

PS : mungkin ada yang heran kenapa Daud perannya di sini jadi preman ? Well…ini pendapat pribadi sih, tapi kalau baca 1 Samuel 25 soal Daud dan Nabal, rasanya kok Daud macem preman yang jaga keamanan kambing domba Nabal terus minta uang terimakasih.
Memang sih kalo preman pasar, dia sendiri yang ganggu kemanan, dia sendiri yang minta uang keamanan. Sementara Daud emang beneran ngejaga kambing domba dari rampok…jadi ga preman – preman amat lah (>,<)’

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

Anjing, Kucing Dan Gadis Tuli

Category : Pojok Tukang Bakmi

Seorang pedagang yang baru pulang dari kegiatannya berdagang di ibukota sedang kebingungan. Kereta kuda yang dinaikinya mengalami kerusakan pada rodanya dan tidak bisa melanjutkan perjalanan, padahal saat itu dia masih di tengah gunung. Pedagang ini ingin pergi ke desa sebelah untuk mencari pandai besi yang bisa memperbaiki keretanya, tapi dia takut meninggalkan kereta itu sendirian karena kereta itu penuh berisi uang perak dan barang-barang jualan dari ibukota yang akan dijualnya di kota asalnya.

Pada saat dia kebingungan, seorang pemburu dengan anjingnya lewat di jalan itu. Dengan segera pedagang itu menghentikannya dan meminta tolong pada pemburu itu untuk menjagai keretanya. Pemburu itu setuju dan duduk berjaga dengan anjingnya sementara pedagang itu pergi.

Sampai waktu menjelang malam,pedagang itu masih belum kembali sementara pemburu itu harus segera pulang karena ibunya yang sudah tua dan hampir buta menunggu makan malam di rumah. Karena itu dia memerintah anjingnya untuk menjagai kereta itu sementara dia pulang. Dengan setia anjing itu berjaga tanpa memejamkan mata untuk beristirahat. Malamnya, pedagang itu kembali sambil membawa seorang pandai besi dan dia sangat gembira melihat anjing itu setia berjaga. Sebagai tanda terimakasih,pedagang itu memberikan sekeping uang perak pada anjing itu.

Anjing itu pulang sambil menggigit uang perak di mulutnya. Ketika pemburu itu melihat anjingnya pulang dengan menggigit uang perak,dia menjadi marah karena menyangka anjingnya mencuri uang itu dan kabur dari tugasnya. Dia mengambil tongkat dan memukuli anjing itu sampai mati. Di kemudian hari pemburu itu bertemu lagi dengan pedagang itu dan mengetahui duduk perkara sebenarnya, tapi sudah terlambat,anjingnya sudah mati.

Di sebuah desa, ada seorang ibu yang mempunyai kucing yang sangat setia. Ketika ibu ini pergi bertani, dia menitipkan bayinya pada kucing itu untuk dijagai. Ketika kucing ini berjaga, seekor tikus besar memanjat ranjang bayi itu dan mencoba menggigit kupingnya. Dengan segera kucing ini mengejar tikus besar itu dan membunuhnya.

Tapi, ketika kucing itu mengejar tikus,seekor tikus besar lain diam-diam memanjat ranjang bayi itu dan menggigit kupingnya sampai berdarah. Tangisan bayi itu mengejutkan si kucing dan dengan segera dia berlari ke kamar majikan kecilnya. Melihat kupingnya yang berdarah, si kucing memanjat naik dan menjilati telinga majikan kecilnya untuk meredakan rasa sakitnya.

Tepat pada saat itu sang ibu pulang dan mendengar tangis bayinya segera berlari ke kamar anaknya. Dilihatnya kuping bayinya berdarah dan kucing peliharaannya sedang menjilati darah yang mengalir dari luka anaknya. Tanpa berpikir panjang, diambilnya tongkat dan dihajarnya kucing itu sampai mati. Ketika dia melihat bangkai tikus yang baru dibunuh kucingnya, baru dia menyadari kesalahannya. Tapi sudah terlambat,kucingnya sudah mati.

Seorang pendeta yang terkenal sifatnya keras dan galak sedang berkotbah di kebaktian hari minggu. Saat dia sedang berkotbah, dilihatnya 2 orang jemaat yang sibuk berbicara. Kedua jemaat ini saling bercakap-cakap sejak kotbahnya dimulai. Tanpa menanyakan apa yang mereka bicarakan atau kenapa mereka bercakap-cakap, pendeta ini dengan segera menegur dan menghardik kedua jemaatnya ini di depan jemaat-jemaat yang lain. Dengan perasaan malu karena ditegur di depan banyak orang, kedua jemaat ini berhenti bercakap-cakap. Dan pendeta itu melanjutkan lagi kotbahnya sampai selesai.

Yang tidak diketahui oleh pendeta ini, adalah bahwa jemaatnya yang mengobrol itu bukan mengobrol gosip. Salah satu dari jemaatnya itu terlahir dengan pendengaran yang tidak sempurna dan hampir tuli. Dan walaupun setiap hari minggu gadis ini tidak bisa mendengar musik pujian dan kotbah pendeta, dia tetap bersemangat untuk datang. Hari minggu itu, waktu dia bercakap -cakap dengan temannya dan ditegur pendeta, dia bukan mengobrol tapi temannya sedang menjelaskan isi kotbah dengan berbicara tepat di telinganya !

Ya, saya tahu kalau pendeta wajar saja kalau menegur jemaat yang dirasa mengganggu kotbahnya.
Ya, saya juga tahu walaupun kedua jemaat ini tidak punya maksud jahat tapi mungkin saja mereka juga mengganggu jemaat lain di sekitar mereka.
Tidak masalah siapa yang salah, apakah jemaatnya yang kurang sensitif atau pendetanya yang “ Hajar dulu nanya belakangan”.
Tapi, apa yang kita lihat dan pikirkan tentang sesuatu belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Jangan terburu menarik kesimpulan dan menghakimi sebelum kita tahu duduk perkaranya. Dengarkan dulu apa yang sebenarnya terjadi, dan janganlah cepat marah ( Yakobus 1:19).

PS : Cerita anjing dan kucing itu berasal dari cerita legenda rakyat Mongol, tapi cerita pendeta itu pengalaman pribadi seorang teman.

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

Koleksi Mobil Babe

1

Category : Pojok Tukang Bakmi

Keluarga Joshua punya garasi yang sangat besar…luar biasa besar…dan penuh dengan mobil. Mobil kecil, besar,balap, SUV, Hummer,Jeep dan segala macam jenis mobil lainnya. Tidak mengherankan, karena Joshua punya hobi mengkoleksi mobil, mobil yang diperolehnya dari segala penjuru dunia. Satu persatu dari mobil itu dirawatnya baik-baik, dan Joshua hafal semua hal tentang mobil-mobilnya. Singkat kata, bagi Joshua mobil-mobil itu sudah seperti keluarga yang sangat disayangnya.

Joshua mempunyai 3 orang anak, masing-masing mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Joshua sangat berharap suatu hari nanti anak-anaknya juga mencintai mobil-mobil itu seperti dirinya dan dia bisa mempercayakan mobil-mobil itu kepada mereka. Ketika anak-anaknya berulang tahun yang ke-21,masing-masing dari mereka akan menerima mobil.

Anak pertama dan tertua, akan berulangtahun yang ke-21 dan sebagai hadiah Joshua memberikan satu mobil kepadanya. Anak pertama menerimanya, tapi dengan hati yang tawar. Baginya, mobil itu adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi, dia harus merawat mobil itu dan memastikan mesinnya berjalan baik. Bagi anak pertama, sudah cukup kalau mobil itu bersih,servis berkala dan tangki bensinnya selalu penuh.

Anak yang kedua, pada ulangtahunnya yang ke-21 juga menerima mobil. Anak kedua sangat senang, baginya itu hadiah yang sangat hebat bagi dirinya. Dengan segera, dia membawa mobil itu ke bengkel dan merombaknya supaya sesuai dengan seleranya. Dicat warna pink metalik, penutup kursi dari bulu macan asli, mesin turbo, dan shockbreaker yang bisa diatur ketinggiannya hanya dengan menekan tombol di dashboard, tentu saja lengkap dengan sound system yang menggelegar. Anak kedua sangat sayang pada mobilnya dan selalu membersihkannya sampai mengkilat.

Anak ketiga dan bungsu, juga memperoleh mobil pada ulangtahunnya yang ke-21. Anak ketiga merasa sangat terhormat ketika diberi mobil itu karena dia tahu betapa sayangnya Joshua pada mobil-mobilnya. Bagi anak ketiga, adalah suatu kehormatan mendapat hak istimewa untuk mengendarai mobil yang sangat disayang ayahnya itu. Dengan teliti anak ketiga merawat mobil itu, dan walaupun mobil itu sudh menjadi miliknya tapi dia tidak sembarangan dalam memperlakukan mobil itu. Dia selalu bertanya kepada ayahnya perawatan terbaik seperti apa yang bisa diberikan untuk mobil itu. Karena,tentu saja setiap mobil itu unik dan perlu perawatan yang berbeda-beda supaya mesinnya selalu optimal.

Anak pertama bernama Duty ( tugas/kewajiban)

Anak kedua bernama Gift ( hadiah )

Anak ketiga bernama Privilege ( hak istimewa/kehormatan)

Cerita di atas sebenarnya perumpamaan untuk pasangan hidup kita, walaupun “mobil” di sini bisa juga berarti pelayanan,talenta,kekayaan,keluarga dan semua berkat dari Tuhan. Bagaimana cara kita memandang pasangan hidup kita akan menentukan bagaimana cara kita memperlakukan mereka. Bagi orang yang melihat pasangan hanya sebagai suatu keharusan atau kewajiban…” Yah, sudah selesai kuliah ya menikah,punya anak dan nunggu cucu. Sudah sewajarnya kan?Semua juga begitu”, maka asal pasangan kita mendapat makanan yang cukup dan selalu sehat sudah cukup.

Bagi sebagian dari kita, pasangan kita adalah hadiah yang luar biasa. Kita memperhatikan mereka,menjaga mereka dan memastikan mereka menjadi pasangan yang ideal….menurut selera kita. Perempuan harus pake baju pink,pintar masak,rajin ke salon dan mengajar anak. Rajin senam dan fitness supaya tetep langsing…dll dst etc. Pria harus agresif, harus berotot, tiap hari nelepon “ udah makan belum say?”. Pasangan kita adalah milik kita sepenuhnya dan kita yang membentuk mereka menjadi pasangan yang ideal.

Tapi, ketika Tuhan memperlihatkan kepada kita seorang pasangan, itu bukan semata-mata untuk memuaskan kebutuhan kita. Tuhan tidak memberikan pasangan, Tuhan mempercayakan seorang pasangan kepada kita ! Pasangan bukan kewajiban dan bukan hadiah yang bisa diperlakukan semau kita, pasangan adalah seseorang yang Tuhan percayakan kepada kita untuk dijagai dan dibantu supaya mencapai tempatnya yang maksimal.

Mungkin dia ga suka pake baju warna pink, sukanya pake baju warna putih dan bekerja di rumah sakit sebagai perawat atau dokter. Mungkin dia ga bisa memasak tapi tau bagaimana cara berkotbah. Mungkin tangannya tidak berotot tapi sel otaknya six pack! Mungkin dia ga romantis tapi melihat anak kucing terlantar saja langsung hatinya tersentuh? Adalah suatu kehormatan ketika Tuhan mempercayakan seseorang pada kita, pastikan kita merawatnya sesuai yang Tuhan inginkan.

Bagaimana dengan penulisnya sendiri, saya sendiri? Apakah saya punya hubungan yang berhasil?

Well…saya adalah anak pertama dalam cerita di atas, dan saat saya menyadarinya, hubungan saya sudah berantakan,putus, dan saya menyakiti orang yang menyayangi saya. Dan saya berharap, Tuhan akan mempercayai saya sekali lagi dan memberikan Privilege. ^^

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

CERPEN | Esok Aku Akan Pergi Jauh

2

Category : FOSters Creativity

 

Tuhan…
Beberapa hari ini aku benciiii banget sama hidup aku!!!
Di sekolah temen- temen tuh nyebelin semua… sikapnya pada egois… Silsa juga nyebelin, sahabat dari aku SMP, tapi cuma karena masalah kecil, bisa-bisanya dia gak negor aku selama seminggu!
Di rumah juga sama nyebelinnya! Barusan aku berantem sama adikku si Rivan, tu anak nyebelin banget sih, setiap hari pasti aja ada kerjaan dia buat ngerusak hidup aku… mama yang udah tau kalo Rivan yang salah, malah marahin aku yang katanya gak bersikap dewasa… aku sebel banget sama mama, udah tiap hari jarang di rumah, sekalinya di rumah pasti ngomelin aku…
Coba papa masih ada pasti mama gak akan sering marah- marah kaya gitu… aku kangen papa…Selain papa udah gak ada lagi yang sayang sama aku di dunia ini…
Aku pengen pergi kaya papa…
Pergi jauh dan gak akan pernah kembali…
Aku benci hidup ini…
Maafin aku ya Tuhan.. Keputusanku sudah bulat..

 Arin menutup buku hariannya – yang selalu ia tulis dalam bentuk surat untuk Tuhan – dengan tangisan yang tak henti. Rasa rindunya kepada papanya yang meninggal 2 tahun lalu membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya juga. “Udah gak ada yang peduli sama hidup aku, aku juga udah cape ngejalanin hidup yang kaya gini.” Pikiran Arin melayang, matanya pun tertuju pada sebuah cutter di meja belajarnya. Ia ingin segera meninggalkan dunia yang menurutnya tidak bersahabat dengannya. “Kalo aku mati sekarang, pasti semua orang yang gak peduli sama aku bakal menyesal karena telah memperlakukan aku dengan tidak baik… tapi…..” Sejenak ia berpikir ulang mengenai keputusannya untuk bunuh diri, “Hmmm, besok aja deh aku bunuh dirinya aku mau hidup satu hari lagi aja buat bikin kesan yang tak terlupakan buat orang- orang di sekitar aku. Supaya mereka tambah ngerasa bersalah karena kepergian aku… Ya, besok aku mau pergi jauh dan gak akan pernah kembali…” Dan malam itu Arin pun menetapkan bahwa besok pada pukul 11 malam ia baru akan melaksanakan rencananya. Lalu iapun tertidur menunggu hari terakhirnya tiba sebelum ia benar- benar akan pergi jauh, masih 24 jam lagi waktu tersisa.

Pagi Hari, Pukul 06:15

“Pagi Mah.. pagi Van…!” Arin begitu ceria menyambut hari yang rencananya merupakan hari terakhirnya di dunia. “Tumben kamu Rin, kok kayanya kamu ceria banget hari ini?” Tanya mamanya dengan nada heran, karena sudah lama putrinya ini tidak pernah seceria itu. “kesambet kali mah…” Arin hanya tersenyum mendengar komentar Rivan adiknya, dalam pikirannya, “Van lo bakal jadi orang yang paling ngerasa bersalah hari ini karena kepergian gue liat aja entar…”

Pukul 07:00, di Sekolah

Dan pagi itu, keceriaan Arin masih terus berlangsung hingga ia tiba di sekolah. “Pagi Monty… ” dengan senyuman hangat di pagi hari, Arin menyapa teman sekelasnya yang baru saja tiba. “Pa… pagi Rin.” Monty menjawab sapaan Arin dengan rasa kaget campur heran, Karena walau dari kelas satu sampai kelas dua ini Monty selalu sekelas dengan Arin, tidak pernah sekalipun Arin menyapanya. Dan keanehan itu tidak saja dirasakan oleh Monty seorang, hampir seluruh siswa kelas 2-2 SMA Bakti Bangsa Mulia, merasa bahwa hari ini kepribadian Arin berubah, menjadi pribadi yang lebih menyenangkan. Tidak seperti Arin yang biasanya, yang selalu mengeluh, mudah marah, dan jutek. Hari ini Arin begitu ramah, selalu tersenyum, baik, pokoknya benar- benar berbeda!.

Pada saat jam istirahat…

Arin yang sedang menuju kantin berpapasan dengan Silsa, Arin pun tersenyum ke arah Silsa… Arin berpikir tidak ada salahnya tersenyum untuk yang terakhir kalinya kepada seseorang yang pernah menjadi sahabat terbaiknya.

Dan sesaat setelah Arin tiba di kantin, “Rin, maafin gue yah…” tiba- tiba Silsa menghampiri Arin yang sedang duduk di kantin sambil mengulurkan tangannya tanda permohonan maaf, “Eh… i… iya… gue juga minta maaf Sil, gue juga salah…” Arin reflek menjawab sambil menerima uluran tangan Silsa. “Rin, sorry ya gue gak negor lo, abisnya gue pikir lo masih marah sama gue…” “Loh gue pikir lo yang masih marah sama gue selama ini, makanya gue juga diem aja.” Dan tanpa terasa percakapan mereka terus berlanjut menjadi percakapan yang biasa mereka lakukan sebelum mereka terlibat perang dingin kemarin, hingga bel tanda istirahat berakhir pun berbunyi. “Rin gue ke kelas dulu yah! Eh iya, besok lo ke rumah gue ya! Nyokap gue ultah Rin.” Silsa menyudahi percakapan mereka, sambil bergegas menuju kelasnya, “i… iya Sil..” Arin menjawab dengan ragu, karena dalam pikirannya hari esok itu tidak akan ada…

Pukul 14:00 di rumah – 9 jam lagi menuju perjalanan jauh Arin.

Dugh…! sebuah lemparan kaos mengenai kepala Arin, kaos berwarna ungu itu masih terbungkus rapih di plastik, “Apa- apaan sich lo Van!” Teriak Arin kepada Rivan adiknya yang paling menyebalkan itu, “kaos buat lo tuh! Tadi ada produk minuman promosi di sekolah gue, terus gue menang lombanya, eh dapatnya malah kaos warna ungu, buat lo aja deh, lo khan suka warna ungu.” Sesaat Arin terdiam, ia tidak pernah menyangka kalau ternyata adiknya itu tahu warna kesukaannya, adiknya yang sikapnya paling menyebalkan sedunia ternyata punya perhatian juga untuknya “Thanks.” Jawab Arin singkat.

Pukul 19:00 – 4 jam lagi menuju perjalanan jauh Arin.

“Mah,arin sayang mama…” tiba- tiba Arin mengucapkan kata- kata spontan tersebut saat menyambut mamanya yang baru pulang kerja, pikirnya ini mungkin kata- kata terakhir yang ingin ia ucapkan untuk mamanya. Sejenak mamanya terdiam, lalu memeluk Arin, “Iya, mama juga sayang Arin, maafin mama ya kalau akhir- akhir ini mama sibuk di kantor, mama jadi jarang deh merhatiin kamu sama Rivan.” Arin berusaha menahan air matanya sambil berkata “Iya, gak apa- apa kok mah..” Dan setelah kejadian singkat itu Arin segera masuk ke kamarnya dan menutup pintu,

Pukul 22:00 – 1 jam lagi menuju perjalanan jauh Arin.

Arin kembali memperhatikan cutter yang tergeletak di meja belajarnya, Arin kembali mengingat betapa kemarin malam tekadnya sudah sangat bulat untuk pergi dari dunia ini, ia lalu membuka kembali buku hariannya dan mulai menulis…

Tuhan Yesus…

Hari ini seharusnya hari terakhir aku di dunia.
Kemarin, aku begitu membenci kehidupan aku. aku marah sama orang- orang di sekeliling aku, karena aku ngerasa kalo mereka semua egois.

Tapi hari ini,
Dengan cara-Mu Engkau menunjukkan, bahwa selama ini bukan mereka yang egois, tapi aku…
Aku yang selalu merasa nasib aku paling menderita sedunia…
Aku yang selalu berharap orang- orang mau mengerti perasaan aku…
Aku yang selalu bersikap gak dewasa…

Dan sikap akulah yang sebenernya salah, tapi aku terus- menerus menganggap  sikap orang lain yang harusnya berubah… Dan hari ini aku melihat dunia dari sudut pandang yang lain, saat aku berubah ternyata kehidupan aku sama sekali gak buruk, malah hidup aku tuh indah banget… Dan hari ini aku sadar, kalo aku gak mau pergi jauh.. aku mau tetap disini…
Ampuni aku ya Tuhan untuk niatku yang kemarin :)

Pukul 23:00 – perjalanan jauh Arin DIBATALKAN…

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

1 Korintus 10:13

Ditulis Oleh LNY_FOS Community

Mr Hyde dan Dr. Jeckyll??

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde adalah nama novel klasik abad 19 karangan R.L Stevenson. Novel ini menceritakan seorang dokter bernama Henry Jekyll yang menciptakan sejenis obat khusus. Ketika Dr. Jekyll meminum obat ramuannya ini sendiri, muncul kepribadian baru dalam dirinya. Tapi, kepribadian baru yang bernama Edward Hyde ini adalah kepribadiannya yang jahat. Ramuan obatnya memunculkan kepribadian jahat yang membunuh orang – orang dengan kejam. Di akhir hidup Dr Jekyll, dia sepenuhnya berubah menjadi kepribadiannya yang jahat, Mr Hyde.

Panas….kotor….bau pesing dan kotoran manusia….muka-muka yang putus asa dan setengah gila…beberapa yang masih mempunyai keberanian,atau mungkin keputusasaan, memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminta teman sebelahnya mencekiknya atau menceburkan diri ke laut saat ada kesempatan. Dengan rantai yang mengikat kaki dan tangan mereka, tidak banyak gerakan yang bisa mereka lakukan. Tapi, seandainya pun tidak ada rantai yang mengikat mereka, ruangan yang mereka diami begitu sesak. Setiap orang duduk bersandar pada lutut orang di belakangnya. Tidak ada cukup tempat untuk berbaring. Tidak ada WC kecuali beberapa ember yang ditaruh di sudut-sudut ruangan. Tidak ada udara segar selain bau badan dan kotoran yang menumpuk berminggu-minggu.

Abad 18 dan 19 ditandai dengan berkembangnya perdagangan budak dari Afrika sebagai pekerja di koloni – koloni Eropa di Amerika. Perdagangan budak merupakan usaha yang sangat menguntungkan dan setiap kapten kapal berusaha mengangkut budak sebanyak mungkin. Budak–budak itu ditempatkan saling berdempetan tanpa tempat berbaring untuk menghemat tempat. Setiap budak mendapat tempat yang sangat sempit, sekitar ¼ meter persegi, kira-kira seluas 3 ubin keramik di rumah kita. Untuk mencegah mereka memberontak, atau bunuh diri dengan melompat ke laut, budak-budak ini seringkali dirantai ke lantai kapal. Karena itu, para budak mengeluarkan kotoran di tempat mereka duduk. Tapi sekalipun mereka tidak dirantai, yang tersedia hanya ember yang ada di sudut ruangan dan tiap budak harus berjalan melewati ruangan yang penuh sesak untuk mencapai ember itu, lebih mudah untuk tetap di tempat. Makanan diberikan seminimal mungkin untuk menghemat biaya.

Perjalanan dengan kapal memakan waktu 1-2 bulan. Dalam kondisi seperti ini, kebanyakan budak memilih untuk bunuh diri dengan melompat ke laut jika mereka tidak dirantai, atau meminta teman sebelahnya untuk mencekik mereka. Atau, para budak ini dibunuh teman sebelah mereka sendiri dengan sengaja untuk mendapat ruang yang lebih besar dan mengurangi kesesakan! Pria, wanita dan anak-anak dikurung dalam kondisi seperti ini berbulan-bulan. Dan jika muncul penyakit di kapal, bisa dipastikan semua terjangkiti. Tingginya tingkat kematian di antara para budak membuat kapten kapal membawa sebanyak mungkin budak dalam sekali perjalanan dengan harapan sekalipun ada yang mati, yang tersisa untuk dijual masih cukup banyak.

Salah satu dari pedagang budak ini adalah John Newton. John memulai karirnya sebagai pelaut pada umur 11. Terkenal karena sifatnya yang pemberontak dan perkataannya yang kasar, bahkan di antara pelaut sekalipun, membuatnya sering bermasalah dengan pelaut-pelaut yang lain. Sebagai pelaut di kapal budak, John melihat dengan mata kepalanya sendiri perlakuan pada budak – budak itu. Walaupun begitu, hal itu tidak mengusik rasa kemanusiaannya.

Perkenalan John dengan Yesus dimulai di tengah badai. Dalam salah satu perjalanannya, badai menghantam kapalnya dengan keras dan dalam keputusasaan John memanggil Tuhan. Dia selamat dari badai dan perjalanan rohaninya dimulai. Bertahun-tahun setelah badai itu, dalam kerohaniannya yang masih muda dan naik turun, John tidak berhenti dari perdagangan budak walaupun dia memperlakukan para budak dengan lebih manusiawi selama perjalanan.
Di kemudian hari, John Newton menjadi pendeta dan berteman dengan William Wilberforce, seorang politikus muda. Bersama dengan William, Newton berjuang untuk menghapuskan perdangan budak. Dan usaha mereka tidak sia-sia, Parlemen Inggris akhirnya melarang perdagangan budak dengan Slave Trade Act tahun 1807.

Tapi, yang membuat John Newton terkenal bukan hanya cerita hidupnya atau perjuangannya menghapuskan perbudakan. John Newton adalah pencipta lagu “ Amazing Grace”, lagu rohani yang mungkin paling terkenal. Lagu ini menceritakan pengampunan Tuhan yang begitu luar biasa bahkan untuk orang yang paling berdosa sekalipun. Apakah lagu ini ditulis berdasarkan penyesalan Newton ketika terlibat dalam perdagangan budak, tidak ada yang tahu karena lagu ini ditulis Newton bertahun – tahun sebelum dia aktif melawan perbudakan. Tapi, Newton mungkin orang yang paling mengerti arti kasih karunia Tuhan, arti dari Amazing Grace itu sendiri karena di masa tuanya Newton sangat menyesali keterlibatannya dalam perdagangan budak.

Dan sampai hari ini, lagu “Amazing Grace” masih menceritakan kasih karunia Tuhan yang begitu besar. Bahwa setiap orang, sebesar apapun dosanya, bisa diselamatkan. Bagi kita, dan bagi Newton sendiri, perdagangan budak adalah satu hal yang sangat kejam dan mengerikan. Dan para pelakunya, seperti Mr Hyde, adalah pribadi yang sangat jahat. Pribadi yang sangat hitam dan tak ada setitik pun warna putih. Tapi, bagi Tuhan, tidak masalah sehitam atau sejahat apapun orang itu, dia bisa diselamatkan !

Ketika kita melihat orang yang jahat dan tidak mengenal Tuhan, mungkin kita putus asa berpikir hati mereka sudah sangat tertutup. Tapi, tidak pernah ada orang yang jatuh terlalu dalam sampai tangan Tuhan tidak sangggup menjangkau. Setiap orang yang tampak di mata kita sebagai pribadi yang jahat, sebenarnya membutuhkan Obat Khusus yaitu darahNYA untuk memunculkan kepribadiannya yang baik.

PS :
Walaupun perdagangan budak sudah dilarang di berbagai negara sejak abad 19, tapi dalam prakteknya itu belum berakhir bahkan semakin bertambah banyak. Perdagangan manusia/ Human Trafficking justru semakin meningkat jumlahnya di abad 21 ini. Banyak pria dan wanita dari negara-negara miskin dijual sebagai tenaga kerja murah atau pekerja sex. Sebagian dari mereka diculik paksa, sebagian lagi terpaksa menjual dirinya sebagai pembayaran hutang, dan ironisnya sebagian lagi dijual oleh keluarga mereka sendiri karena kemiskinan. Mungkin memang tidak ada lagi kapal-kapal budak dengan rantai tangan dan kaki, tapi perdagangan budak masih berlanjut. Pria dan anak-anak dijadikan tenaga kerja dan para wanita umumnya dipaksa menjadi pekerja sex baik di negeri mereka sendiri atau dijual ke negara-negara yang mampu membayar.

 

Ditulis Oleh Tukang Bakmi

Tadaima 2X

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Apa mimpimu?
Kalau saya ditanya pertanyaan ini, saya punya banyak jawaban yang berbeda-beda tergantung kapan waktu saya ditanyanya.
Waktu SD sampai kelas 3, saya pengen jadi arsitek
Waktu SD kelas 4 ke atas, saya pengen jadi penemu dan scientist ( sampe punya 1 buku khusus yang isinya rancangan alat-alat aneh ala anak SD….jangan tanya rancangan kaya apa, yang pasti Leonardo da Vinci bisa rendah diri kalau baca buku itu )
Waktu SMP, karena liat wushu keren, pengen jadi ahli silat
Dan waktu SMA , karena sering nonton anime jadi pengen jadi pilot Gundam HeavyArm atau ZGMF-X10A Freedomnya Kira Yamato ^^
( Hmmm..rasanya kok cita-cita gw tambah tua malah tambah aneh dan tambah mundur yah????)

Eniwei, cita-cita saya saat ini malah makin simpel, saya hanya pengen bisa ngucapin Tadaima 2 kali
(Tadaima : ucapan yang biasa diucapkan seseorang saat sampai di rumah, versi Jepang dari “ Honey, I’m home! “ )
Pasti ada yang heran dan nanya kenapa ga punya cita-cita yang lebih besar, misalnya jadi penulis yang karyanya dibaca orang sedunia dan puluhan tahun sesudah penulisnya meninggal tulisannya masih dikopi paste di seantero internet ? Pengen sih…tapi buat saya impian itu adalah kemurahan Tuhan. Kalau Tuhan mengijinkan saya jadi penulis, itu adalah kemurahan Tuhan. Dan kalau suatu hari nanti bisa jadi penulis yang bisa dibaca banyak orang ( Amin!!!!), itu juga karena kemurahan Tuhan yang mengangkat..dan saya berdoa untuk hal itu terjadi.

Tapi keinginan dan cita-cita saya pribadi, adalah mengucapkan 2 kali Tadaima .
Kenapa harus Tadaima ? Dan kenapa harus 2 kali ?
Tadaima yang pertama ingin saya ucapkan untuk keluarga saya.
Saya bermimpi, ketika suatu hari nanti saya pulang ke rumah, saya bisa mengucapkan Tadaima…dan ada orang yang menyambut saya.
Saya ga pengen begitu buka pintu, ada piring yang melayang perlahan ( bohong deh…kalo melayangnya perlahan mah UFO namanya, kalo piring dilempar ya melayangnya pasti cepet ! ) dan suara membentak,” Ga pulang seminggu! Kemana aja hah? Punya simpenan? Jangan pulang sekalian !!”.
Dan saya ga pengen ketika saya masuk, anak2 saya ga peduli papanya pulang atau ngga karena buat mereka ga ada bedanya papanya pulang atau ngga. Karena mereka sudah terbiasa dengan ketidakhadiran papanya dalam hidup mereka.

Tadaima diucapkan seseorang ketika dia tiba di rumah….rumah !!
Tatapan kosong dan piring terbang bukan rumah…..dan tentu saja bukan keluarga…
Mimpi saya, ketika saya mengucapkan Tadaima, ada orang yang menyambut…ada orang yang menerima…ada kelurga yang menganggap saya bagian dari mereka..bahwa saya bukan orang asing…bahwa saya diharapkan dan diinginkan disana….bahwa tanpa saya di tengah mereka, keluarga itu tidak lengkap..dan saya akan menutup pintu dan bersama keluaga.

Tadaima yang kedua ?
Untuk keluarga juga, tapi keluarga yang kedua.. ( wah , beneran punya simpenan nih ?? )
Kalau suatu hari nanti pekerjaan saya selesai dan tiba waktunya saya pulang…atau lebih tepat disebut berpulang…saya ingin mengucapkan Tadaima yang kedua.
Saat saya tiba di depan pintu gerbang mutiara…
Saat saya membuka pintu….
Saat saya mengucapkan Tadaima….aku pulang….
Saya bermimpi Yesus berdiri dan menyambut saya di balik pintu..
Saya bermimpi, Dia bukan orang asing bagi saya karena saya mengenalnya sepanjang hidup saya, dan saya bukan orang asing bagiNYA karena Dia memegang tangan saya seumur hidup.

Dan saya bermimpi, saya diinginkan dan ditunggu di sana..karena saya bagian dari keluarga.
Saya bermimpi, tanpa saya disana, Yesus akan tetap menunggu…. karena tanpa saya, keluarga disana tidak akan lengkap
Dan saya akan menutup pintu, dan ikut dalam kebahagiaan Tuanku. ( Mat 25:21)

PS : Tapi…mungkin kalo saya sampe di surga nanti, saya ga akan sempet ngomong tadaima…
Kenapa ?
Karena begitu sampai di pintu surga,sebelum sempat buka mulut,udah langsung ditubruk dan dipeluk Yesus….^^

Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community

Panda di Taman

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Terkadang, kita mengalami perjumpaan-perjumpaan yang aneh… Perjumpaan yang tidak biasa… Tidak disangka-sangka dan tiba-tiba… Yang membuat kita terkejut dan tak tahu harus berkata apa. Seperti itulah perjumpaan kami…

“Srek… Srek… Krosak…”

Bunyi aneh yang muncul dari semak-semak di sebelah kanan bangku yang kududuki. Ah, mungkin itu cuma kucing… Lagipula sore hari di taman seperti ini pasti banyak kucing yang berkeliaran. Dan aku kembali menyandarkan punggungku di kursi dan mengamati satu keluarga yang sedang piknik. Di bawah matahari sore, dua anak yang berlarian kejar-kejaran dan ayah yang membawa keranjang makanan dan ibu yang berjalan di sebelahnya tampak bagaikan image yang diambil dari sampul majalah keluarga. Dan aku tersenyum… Tersenyum karena dunia ini indah.

“Srek…”

Suara itu muncul lagi… Mungkin kucing yang sama… Rasanya aku masih punya tuna sandwich sisa tadi siang, mungkin dia mau. Dan aku membuka tasku dan mengambil sisa sandwich dan memanggil, “Pus… Meong… Keti… Felix… Bambang… Hanibani…..”

“Srekkkk.”

Sesuatu yang berwarna hitam putih muncul… Punya dua telinga… Buntut pendek bulat… Berjalan dengan dua kaki????

Dan di hadapanku muncul seekor… Atau lebih tepatnya sebuah boneka panda!

Dan untuk sesaat kami berdua diam dan berpandangan…

“Halo”, boneka panda itu bersuara.

“Kalau kau tidak menginginkan lagi sandwich itu, boleh itu untukku?”

Tanganku terulur dengan sendirinya.

“Boleh aku duduk di sebelahmu?”

Aku mengangguk.

Aku terkejut bukan karena boneka panda yang muncul, tapi karena kondisi boneka itu.

Tangan kirinya sepertinya tertarik robek dan tidak dijahit lagi, dan isi kapas mengintip dari tempat yang seharusnya pundaknya.

Matanya hilang satu dan di lehernya tampak melilit sehelai kain kotor yang sepertinya dulunya syal.

Dan hampir seluruh badannya dikotori tanah dan tempelan daun kering.

Tapi sepertinya dia tidak peduli dan sudah terbiasa, walaupun tangannya kotor tapi dengan santai dia makan sandwich. Tapi… Yah, boneka kan tidak bisa sakit perut…

“Kau terpisah dari keluarga yang memilikimu?”

Dia menoleh , “Tidak, aku tinggal di taman ini.”

“Kemana keluarga yang memilikimu? Apakah mereka tidak mencarimu?”

“Tidak, aku tidak punya keluarga.”

Caranya mengucapkan kata ‘keluarga’ terasa berbeda… Terasa dingin… Dan membuat rasa keingintahuanku muncul.

“Tapi, bukankah setiap boneka dimiliki oleh sebuah keluarga?”

Dia menghabiskan gigitan terakhir rotinya dan berkata , “Mungkin dulu aku punya keluarga, tapi mereka tidak membutuhkan mainan rusak. Jadi aku pergi dan tinggal sendiri di taman ini. Kau bisa melihat keadaanku kan? Kau bisa melihat kalau aku rusak… Damage…”

“Tapi, pastinya waktu kau pertama kali dibuat, kau tidak rusak kan? Pastinya kau sebuah boneka yang dibuat dengan sebaik mungkin dan dibuat untuk membahagiakan sebuah keluarga. Pastinya kau bukan boneka yang gagal produksi…” Protesku.

Dia tersenyum… Atau setidaknya kupikir dia tersenyum karena muka boneka itu tidak berekspresi… Tapi setidaknya rasanya di matanya yang hanya satu itu kulihat sekilas senyum…

“Kau orang baik… Terimakasih. Tapi apakah itu penting? Mungkin kau benar, mungkin aku terlahir sempurna. Mungkin kau salah, dan aku ini barang cacat produksi. Tapi, saat ini, bagaimanapun kedaanku dahulu, aku hanyalah barang rusak yang dibuang orang. Seperti yang kau lihat, sekarang aku rusak, lima tahun lagi aku akan tambah rusak, sepuluh tahun lagi aku akan sangat rusak dan dua puluh tahun lagi mungkin aku akan jadi alas salah satu sarang burung di taman ini. Apa pentingnya dahulu aku bagaimana?”

Dan aku terdiam.

“Tapi, pastinya waktu kau pertama kali dibuat, kau tidak rusak kan? Tapi… Aku mengenal seorang Pembersih yang hebat… Aku yakin dia akan bisa memperbaikimu dan membuatmu jadi boneka yang bagus lagi.”

Kali ini dia tertawa.

“Seharusnya sudah kuduga kalau kau kenalan si Pembersih. Terima kasih, tapi Pembersih itu hanya kabar gosip saja. Sejujurnya, aku tidak percaya kalau Dia ada.  Bahkan, kalau pun Dia memang ada, kerusakanku sudah terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki lagi, aku hanya akan menyusahkan-Nya.”

“Lagipula, jangan tersinggung, tapi ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang mengaku kenalan Pembersih. Kau tahu, hidup sebagai boneka buangan membuatku sedikit lebih peka terhadap pandangan mata orang. Dan dari sebagian kenalan Pembersih itu, mereka punya pandangan mata yang sangat menolak dan sebagian lagi, walaupun mereka berusaha menyembunyikan mata mereka, tapi aku tahu aku tidak diinginkan. Jadi, seandainya Pembersih itu ada pun, kalau kenalan-Nya saja tidak menginginkanku, apalagi Dia sendiri kan?”

“Kalau begitu, bagaimana kalau Kau ikut ke rumahku? Kau bisa bertemu keluargaku dan mungkin suatu hari nanti kau mau ikut bersamaku menemui Pembersih.”

Dan sekali lagi dia tersenyum… Atau kurasa dia tersenyum.

“Kau baik… Tapi hanya karena kau baik bukan berarti semua keluargamu baik. Kau lihat sendiri, badanku kotor penuh tanah, aku akan mengotori rumahmu dan membuat masalah. Apakah keluargamu akan sabar dan diam saja ? Kau tahu, sekalipun kau memandikanku hari ini, sisa kotoran yang ada dalam tubuhku mungkin akan memerlukan waktu bertahun-tahun sampai bersih, kalau bisa bersih. Dan bagaimana dengan anak-anak di keluargamu? Mereka masih sangat kecil, mungkin mereka akan tertular kuman dari tubuhku dan menjadi sakit. Kalau keluargamu menolakku, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau pergi bersamaku dan tinggal di taman ini? Ataukah kau akan membela keluargamu dan membuangku?”

Dan aku kembali terdiam.

“Tapi… Kau sendirian di sini…”

“Tidak apa-apa, aku punya teman kok”, jawabnya.

“Kau punya? Apakah mereka teman yang baik?”

“Terkadang, ada dua orang anak yang datang ke taman ini dan bermain denganku. Memang mereka mainnya agak kasar, tapi mereka baik. Mereka bermain lempar-lemparan dengan menggunakan diriku, tangan kiriku yang robek ini terjadi waktu kami main lempar-lemparan. Dan terkadang kami main kejar-kejaran, aku berlari dan mereka mengejarku sambil melemparkan gumpalan-gumpalan tanah. Kau lihat kan tanah dan daun kering di tubuhku ini? Itu terjadi ketika kami bermain.”

“Tapi… Itu bukan bermain… Mereka hanya memanfaatkanmu dan merusakmu… Itu bukan teman.”

Dan untuk sedetik… Aku bisa merasakan kemarahan… Dan juga kesedihan dari suaranya.

“KAMI BERMAIN…….. KAMI BERTEMAN!!”

“Mereka datang kesini dan menghabiskan waktu bersamaku!”

Suaranya menjadi lebih perlahan.

“Setidaknya mereka tahu aku ada disini… Dan aku diinginkan untuk bersama mereka menjadi permainan mereka… Itu lebih baik daripada sendirian… Tidak masalah apakah mereka merusakku atau tidak. Toh, aku sudah rusak, bertambah rusak pun tak mengapa.”

Dan sekali lagi aku terdiam.

Dia menghela napas… Atau setidaknya kupikir dia menghela napas dan turun dari kursi.

“Langit sudah mulai gelap, kau sebaiknya pulang. Keluargamu menunggu di rumah kan?”

Aku berdiri dan berkata, “aku akan datang lagi ke sini.”

Dia terdiam sejenak dan berkata, “aku tidak akan menunggu.” Dan kemudian masuk kembali ke semak-semak.

Sambil berjalan pulang aku berpikir, “dia benar, tidak semua orang dalam keluargaku dewasa. Sebagian mungkin akan menerimanya, tapi sebagian lagi mungkin akan berteriak dan mengusirnya.”

Dan dia sudah kehilangan semua rasa percaya, bukan hanya pada dirinya tapi juga pada semua orang. Kata-kata indah saja tidak akan membuatnya percaya.

Ahh… Mungkin lain kali aku akan datang lagi dengan beberapa teman, teman yang mau berteman dengannya. Dan kita akan membuat komunitas kecil di taman itu. Mungkin kalau dia sudah nyaman di komunitas, dia akan membuka hatinya sekali lagi. Dan mungkin dia akan mempercayai orang sekali lagi. Saat itu mungkin aku bisa membawanya ke Pembersih dan keluargaku yang lain. Dan mungkin saat itu dia akan belajar menerima kalau dirinya bukan barang rusak. Tapi yang pasti, kalau aku tidak bisa membuatnya memercayai kata-kataku, dia tidak akan mau datang ke Pembersih, dan dia akan selalu menganggap dirinya barang rusak.

Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community

Pengemis Kecil dan Bintang Laut

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Well…cerita yang bakal saya tulis di bawah ini bukan cerita karangan saya. 2 cerita ini saya baca bertahun-tahun lalu entah di buku mana dan entah dikarang siapa. Bagaimanapun, kedua cerita ini sangat berkesan bagi saya dan masih saya ingat bertahun-tahun kemudian karena menjawab banyak hal buat saya. Cerita yang saya tulis ini tidak sama persis dengan aslinya tapi intinya sama. Semoga menjadi berkat…

Pengemis kecil

Aku berjalan di satu pagi yang cerah dan dunia terasa bagaikan tempat yang nyaman
Sampai aku bertemu dengannya
Seorang anak kecil yang duduk di pinggir jalan meminta-minta
Dan kenyataan menghantamku…kenyataan bahwa dunia ini tidak selalu indah
Di balik wajah kotornya, pengemis kecil itu tampak sangat manis…
Tapi juga lemah,ketakutan,tiada harapan dan tidak berdaya…

Bagaimana mungkin anak sekecil ini harus megalami hal sekejam ini ?
Dan mataku memandang ke langit..
Dan tinjuku menantang surga..
“ Tuhan,mengapa kau tidak melakukan sesuatu ? “
“ Kenapa Kau hanya diam saja ?“

Tapi langit terdiam..
Dan air mataku mengalir..
Kesedihan atas pengemis kecil itu..
Kekecewaan atas Tuhanku..

Dan langit terbuka
Dan Satu Suara berkata..
“ Aku sudah bertindak ! “
“ Aku menciptakanmu ! “

Bintang Laut

Kali ini aku berjalan di pinggir pantai, menikmati hembusan angin laut
Dan lihatlah, ada banyak bintang laut yang tersapu ombak ke pantai
Dan sementara matahari meninggi, bintang-bintang laut itu terdampar di pantai
Menunggu tanpa daya matahari mengeringkan dan membunuh mereka

Tapi..lihatlah…seorang pemuda berlari-lari di pinggir pantai
Setiap ditemukannya satu bintang laut yang terdampar, dilemparkannya kembali ke laut
Tapi betapa banyak pun bintang laut yang dilemparkan…
Ombak terus menerus mendamparkan bintang laut baru
Pekerjaan yang sia-sia…

Dan aku memanggilnya..
“ Apa yang kau lakukan? Tidakkah kau melihat pekerjaanmu sia-sia belaka?“
“ Pekerjaanmu tidak akan pernah berakhir..akan selalu ada bintang laut baru yang terdampar…“
“ Apa artinya…apa gunanya…sia-sia belaka….”

Dan dia menjawab
“ Kau benar…mungkin bagimu itu tidak ada artinya… “
“ Kau benar….pekerjaan ini tidak akan pernah berakhir…“
“ Tapi apa yang kulakukan ini sangat berarti……bagi bintang laut…“

***

Kenyataannya, dunia ini bukan tempat yang selalu indah..
Dan kita seringkali heran..apa sih yang Tuhan lakukan? Apa Tuhan sedang tidur ?
Tapi Tuhan tidak tidur…
Karena suatu alasan yang tidak akan pernah saya mengerti, Tuhan memutuskan untuk bekerja melalui kita..para manusia yang penuh dengan kegagalan dan kebrengsekan
Untuk suatu alasan, Tuhan memilih untuk bekerja melalui si pembohong bernama Abraham,si pemarah bernama Musa,pembunuh dan tukang selingkuh bernama Daud,…..dan mahluk rendah diri, berkecenderungan bunuh diri,dan tukang nyuri uang untuk membeli teman, sebagai penulis artikel sederhana yang (mudah-mudahan) bisa memberkati orang lain.
Tuhan tidak diam dan tidur…Dia bekerja…Dia menciptakan kita!!

Waktu saya masih SMA,setiap tahun ada angkatan baru yang masuk ke SMA saya. Dan setiap tahun akan ada anak-anak baru yang tidak mengenal Tuhan dengan segala macam masalah mereka. Walaupun setiap tahun ada anak yang bertobat, tahun depannya akan ada anak-anak baru yang terhilang. Dari sudut pandang dunia, pekerjaan yang dilakukan para pembimbing rohani saya adalah hal yang sia-sia. Tiap minggu, kadang setiap hari ,mereka datang ke sekolah saya dan mengajak anak-anak ikut komsel. Beberapa menangggapi, tapi sebagian besar menolak. Dan hal yang sama terulang setiap tahun…
Tapi, bagi saya, apa yang mereka lakukan sangatlah berarti. Karena saya adalah salah satu dari bintang laut terdampar yang diselamatkan. Dan apa yang mereka lakukan mengubah seluruh kehidupan saya, karena lewat mereka saya mengenal Yesus dan diselamatkan.

Biarpun mereka lupa dan tidak mengingat,
Saya akan selalu mengingat seorang teman wanita yang mengajak saya komsel
Saya akan selalu mengingat seorang teman pria yang membonceng saya ke tempat komsel dengan motornya
Saya akan selalu mengingat pembimbing yang menyediakan konsumsi dengan sungguh-sungguh
Saya selalu mengingat pembimbing yang menyediakan waktu untuk mengajar saya
Saya akan selalu mengingat seorang pembimbing yang berteduh di kost saya dari hujan dan mengajarkan cara membaca Alkitab bagaikan menggali harta.
Karena..itu berarti bagi saya…..

Ditulis oleh Tukang Bakmi di FOS Community

Mana Lebih Pintar < ? = ? > ?

2

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Mana yang lebih pintar ? Kamu atau Tuhan Yesus ?

Jawaban A :

Tuhan itu bodoh!! Sangat bodoh!! Enggak ngerti bagaimana seharusnya cara mengatur dunia!!

Mana mungkin tuhan yang pintar bisa bikin dunia yang kacau balau kaya gini….dunia yang sepanjang sejarah selalu dipenuhi perang yang seringkali justru terjadi karena perbedaan di antara umatnya sendiri?
Mana mungkin tuhan yang pintar bisa membiarkan kejahatan dan ketidakadilan terjadi di dunia ini..orang jahat berkeliaran dan hidup seenaknya sementara orang baik mengalami kesusahan. Kalau dia tuhan yang pintar,harusnya dia enggak membiarkan hal seperti ini terjadi.

Mana mungkin tuhan yang pintar membiarkan anak-anak dijual kaum phedofil dan para wanita dijerumuskan dalam pelacuran ? Seandainya saya punya anak, saya enggak akan membiarkan anak saya dijual atau dilacurkan, bagaimana mungkin tuhan hanya diam saja?
Dan kalau dia pintar,kenapa dia tidak memunculkan dirinya sendiri supaya kita semua melihat dan menjadi baik? Munculin tangan dari awan kek atau langsung saja turun dengan para malaikat dan ambil pemerintahan dunia? Kenapa malah bersembunyi dan membuat kita bingung?

Tuhan itu bodoh…dia tidak tahu bagaimana cara yang seharusnya untuk mengatur dunia.. dan karena aku tahu bagaimana cara mengatur dunia yang lebih baik, itu berarti Aku lebih pintar dari tuhan !!

Konsekuensi jawaban A :

Seandainya tuhan yang lebih bodoh ( < ) daripada kamu atau bahkan sama pintarnya (= ), saat ini juga saya akan bangun istana termegah untukmu. Karena kamu lebih pintar dari tuhan, berarti kamu seharusnya menjadi raja dunia ini dan memimpin kami.

Tapi.. Ada tapinya.. Tolong buktikan kalau kamu lebih pintar dari tuhan. Tolong berikan jawaban untuk semua permasalahan di dunia ini, dari masalah politik, ekonomi, kesehatan, kematian, kesuksesan, kemakmuran, psikologi dll. Dan tentu saja karena itu jawaban yang muncul dari mulut orang yang lebih pintar dari tuhan jawaban itu pastilah jawaban yang sangat bijaksana yang akan diterima oleh semua manusia di muka bumi, jawaban final yang tidak akan bisa diperdebatkan.
Bisa ?

Jawaban B :

Walahhhh…jangankan lebih pintar dari Tuhan…cara bikin matahari aja saya enggak tau. Cara bikin bintang, cara bikin buaya, cara bikin laut dan segala macam kerajinan tangan yang Tuhan bikin itu saya enggak tau gimana cara bikinnya. Jangankan soal keadilan dunia, bagi roti dengan adil aja susah kok, apalagi mikirin dunia yang adil kaya gimana. Kalau saya aja enggak ngerti gimana cara Tuhan bikin dunia ini,gimana saya mau bilang kalo saya lebih ngerti dari Dia soal ngatur dunia yang dia bikin ini ?
Gak deh….udah pasti jawabannya Tuhan yang lebih pinter ( > ) daripada saya.

Konsekuensi jawaban B :

Karena Tuhan yang lebih pinter, dan kita jauh lebih bodoh, berarti Tuhan tahu cara yang terbaik bagaimana mengatur dunia ini. Kalau kita merasa cara Tuhan salah,itu bukan karena Tuhan yang salah tapi karena kita yang enggak mengerti. Dan karena kita enggak mengerti, bukankah lebih baik kalau kita serahkan saja pada yang lebih mengerti ? Bukankah lebih baik kita diam dan mempercayai Tuhan? Percaya bahwa segala sesuatu terjadi demi kebaikan orang – orang yang percaya kepadaNYA ?

Kita punya banyak pertanyaan untuk Tuhan…saya pribadi punya sangat banyak pertanyaan..mengenai cara-cara Tuhan menjalankan dunia ini. Kenapa Tuhan mengijinkan satu hal terjadi dan hal lain tidak terjadi. Kenapa Dia melakukan A dan B di satu tempat tapi C dan D di tempat lain misalnya.
Tapi yang saya butuhkan bukanlah jawaban,tapi penundukan diri.
Pada akhirnya, bukan Tuhan yang harus menjawab pertanyaan kita,tapi kita yang harus menjawab, “ Mana yang lebih pintar, kita atau Tuhan?”
Seandainya kita lebih pintar dari tuhan, seharusnya sejak ribuan tahun lalu kita menemukan jawaban dan solusi untuk masalah-masalah dunia dan saat ini harusnya bumi menjadi surga.
Tapi,seandainya Tuhan yang lebih pintar, dan seandainya Tuhan memberi jawaban itu pada kita, kita tetap enggak akan pernah mengerti karena tentu saja jawaban itu akan di luar pemahaman kita karena kita jauh di bawah kepintaran Tuhan.
Itu akan sama seperti seorang profesor menjelaskan teori fisi nuklir pada anak TK yang cuma bengong sambil jilat-jilat es krim.
Dan mungkin karena itu Tuhan enggak repot-repot menjelaskan pada Ayub mengenai keadilan. Dia cukup bertanya apakah Ayub bisa membuat bumi atau menggantung bintang di langit? Kalau menghitung 2+2 saja masih pakai jari , enggak usah nanya soal fisi nuklir !

Seringkali kita melupakan arti kata Tuhan…Tuhan yang mencipta alam semesta..Tuhan yang berkuasa dan Maha Mulia. Sepetinya seringkali kita menganggap Tuhan hanya jin botol yang kerjanya mengabulkan permintaan kita. Dan ketika permintaan itu tidak dikabulkan, kita mulai meragukan kepintaran ( atau bahkan kewarasan ) Tuhan.
Tuhan adalah Tuhan !!
Dan sampai kita mengerti arti kata dan tunduk pada kata-kata itu, pertanyaan kita tak akan pernah terpuaskan.


Ditulis oleh : Tukang Bakmi di FOS Community

7 Kurcaci

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Heigh Ho…ayo kita pergi ke tambang…
Heigh Ho…ayo kita menggali…
Heigh Ho…ayo kita mencari permata
Heih Ho..Heigh Ho…Heigh Ho…..

Tampak 6 kurcaci meninggalkan gubuk mereka di tengah hutan dan pergi ke gunung…
6 kurcaci ? Bukankah seharusnya 7 ? Ke mana 1 lagi ?
Tampak 1 kurcaci kecil berdiri di depan pintu rumah sambil mengamati kepergian kurcaci-kurcaci yang lain.

Namanya Dopey, kurcaci kecil yang berdiri di depan rumah itu
Dopey mempunyai tinggi badan terpendek di antara kurcaci-kurcaci lain, dan oleh karena itu sementara kurcaci lain sibuk mencari permata, Dopey harus diam di rumah dan mengerjakan pekerjaan remeh seperti mencuci dan membersihkan rumah.
Dan Dopey tidak menyukai hal itu, dia ingin pergi bersama kurcaci lain mencari permata dan bukannya mengurus rumah

Ada satu cermin besar di rumah para kurcaci, cermin yang dulunya disita dari seorang ratu jahat.
Setiap kali Dopey melihat dirinya di cermin, seolah-olah cermin itu mengejek dirinya sebagai kurcaci terpendek di dunia.
Dan Dopey mendengar ejekan itu….
Pelan –pelan rasa rendah diri itu merambati tubuhnya
Perasaan yang mengatakan kalau dirinya adalah kurcaci terendah,terjelek,dan terlemah di antara  kurcaci-kurcaci lainnya.

Dopey tidak menyukai perasaan itu…
Dia bermimpi suatu hari nanti dia akan menjadi lebih unggul dan lebih baik dari saudara-saudaranya
Tapi….Dopey yang malang..
Cermin besar itu selalu mengingatkannya tiap hari akan kekurangannya..kependekannya
Dan sumur rendah diri itu tergali semakin dalam dan semakin gelap…

Sampai suatu pagi, ketika saudaranya,Grumpy,sedang menyisir rambut di depan kaca dan Dopey kebetulan berdiri di sebelahnya..
Ada!…Ada satu hal dimana dia lebih baik dari saudara – saudaranya yang lain…
Grumpy itu…..kotor,berdebu dan hitam
Dan Dopey itu…bersih dan putih
Kurcaci – kurcaci lain mengahbiskan waktu mereka sepanjang hari menggali terowongan di gunung dan selalu kotor, dan mereka malas mandi karena mereka berpikir ,’ ..toh besok juga kotor lagi“
Sementara Dopey yang selalu diam di rumah dan selalu mandi tiap hari tentu saja jauh lebih bersih dari saudara-saudaranya
Hohoho…Dopey tertawa dengan senang dan bangga
Akhirnya….akhirnya dia menemukan satu hal dimana dia lebih unggul dari saudara-saudaranya…Dopey lebih bersih!!
Dan Dopey tidak membuang waktu, bagaimanapun sumur rendah dirinya menuntut siraman pujian
Dan dengan nada bangga Dopey menceritakan kebersihan dirinya kepada saudara-saudaranya.

Setiap pagi, saat Dopey bercermin, dia tidak pernah lupa mengingatkan saudara-saudaranya bagaimana bersihnya dirinya.
Semakin dalam sumur rendah dirinya, semakin banyak siraman pujian yang diinginkannya.
Untuk pertama kalinya, Dopey tidak lagi merasa rendah di hadapan saudara-saudaranya..
Untuk pertama kalinya, Dopey merasa lebih tinggi…
Dan Dopey ingin lebih tinggi lagi…setinggi mungkin, setinggi kedalaman sumurnya..

Kini, setiap pagi, Dopey tidak hanya menceritakan kebersihan dirinya tapi juga mencela kekotoran saudara-saudaranya.
Semakin banyak celaan yang dilontarkan Dopey, semakin senang hatinya..
Karena bukankah ketika dia mencela kekotoran saudaranya, sebenarnya dia sedang memuji kebersihan dirinya?
Dan sumur dalam hatinya semakin terpuaskan ?
Tapi…Dopey belum puas..sumurnya masih jauh dari penuh

Kini..Dopey tidak mau lagi bersentuhan atau bahkan berbicara dengan saudaranya
Kalau ada yang perlu dibicarakan…Dopey akan menulis di kertas
Kalau terpaksa bersentuhan..Dopey akan memakai sarung tangan atau sapu tangan supaya tidak bersentuhan langsung
Bagi Dopey, dirinya adalah makhluk suci yang tidak boleh bersentuhan dengan makhluk rendah seperti saudaranya
Tapi…batu yang dijatuhkan ke dalam sumurnya masih tak terdengar suaranya

Kini…Dopey tidak mau lagi tinggal bersama saudara-saudaranya yang kotor
Dan Dopey mengusir semua saudara-saudaranya dari rumah itu
Bagi Dopey, mereka bukan lagi saudaranya tapi makhluk hina yang mengotori rumahnya
Dopey adalah makhluk tinggi, dan saudara – saudara kurcacinya adalah makhluk rendah

Happily ever after?
Dopey tinggal seorang diri sampai hari tuanya, hanya ditemani cermin besar di rumahnya.
Bagaimanapun, tidak ada satu makhluk pun yang cukup bersih baginya selain dirinya
Bagaimana dengan kurcaci-kurcaci lain?
Mereka meninggalkan Dopey dengan senang hati, bagaimanapun mereka juga sudah muak dicela stiap hari.
Dan ke 6 kurcaci itu membentuk Asosiasi Penambang Pembenci Sabun, mereka membenci Sabun karena menurut mereka Sabun –lah yang membuat Dopey menjadi menyebalkan. Seandainya tidak ada Sabun, Dopey tidak akan bersih, dan jika Dopey tidak bersih,dia tidak menyebalkan.

“ Hanya orang berjiwa kerdil yang menginjak orang lain supaya terlihat lebih tinggi “

Ketika kita menunjukkan kesalahan orang lain dan menunjukkan hal yang benar, lakukan itu karena kasih, karena kita ingin orang itu menjalani hidup yang baru di dalam Yesus.
Tapi jangan hakimi orang lain karena kita ingin terlihat lebih baik dan lebih suci.
Jangan menghakimi orang lain untuk memuaskan ego kita
Jangan menjadi seperti orang Farisi yang dikecam Yesus karena mengajarkan Taurat untuk kemuliaan diri  mereka sendiri ( Matius 23 )
Dan jangan pernah melupakan, kalaupun saat ini kita bersih, itu bukan karena usaha kita tapi karena ada “Sabun” yang membersihkan kita, Yesus !

Tukang Bakmi di FOS Community