Dasar Manja!!!

Category : Zoom@Fosters

Ini tahun ke-sembilan belas saya hidup. Sesuai ingatan, sebandel-bandelnya, saya gak pernah dipukul ortu (sekali dipukul mama, itu juga lebay ah kalau nyebut “naro tangan di paha saya” sebagai pukulan) Sekarang, entah kenapa rasanya hal itu malah menyedihkan. Melihat kelakuan saya, rasa-rasanya saya emang perlu dipukul. Saya sadar, saya tumbuh sebagai anak yang kurang berdisiplin… dan manja.

Alkitab bilang, orang tua perlu untuk “menghajar” anak mereka. Bagi saya, masa kecil adalah masa yang sangat menyenangkan tanpa hajaran orang tua. Bukan berarti saya mendukung aksi diskriminasi dan kekerasan, saya hanya berpikir, “coba dulu mama atau bapa mukul waktu gue begini, mungkin gue ga bakal…”. Saya pikir, hukuman itu perlu untuk mendisiplinkan anak. Bukan yang selalu “fisik”, tapi tetap berjudul hukuman dalam batas “waras”. Tapi kalau sekarang ortu menghukum saya, mungkin saya akan marah besar. Dan kemanjaan itu akan tetap berlangsung, namun…

Tuhan mendidik saya lewat ekonomi yang berubah, drastis!
Sebagai anak terakhir dari lima bersaudara, saya selalu “melimpah ruah”. Itu dulu, sekarang semuanya tinggal kenangan *hiks*. Saya gak tahu apa gunanya emas mengelilingi jari, pergelangan tangan, dan leher saya. Lah, dulu kan saya masih polos *haha*. Dan emas-emas itu berubah menjadi kayu bakar buat masak. Ya, ya, ya, krisis ekonomi keluarga bermula waktu saya kelas 5 SD. Sejak kelas 6 SD rumah harus dijual dan saya tinggal di rumah kakek yang ukurannya jauh lebih mini dari rumah yang dulu *hoho* Dulu mah, pembantu aja punya kamar, waktu berlalu, abang saya sampe harus tidur di ruang tamu karena kamarnya cuma ada dua (buat enam orang kan kagak cukup) Bahkan abang tiri saya harus ke Jawa, salah satu sebabnya ya karena gak ada tempat untuk membaringkan raga.

Sekarang, ekonomi keluarga saya jauh lebih baik dari jaman sebelumnya. Rumah juga udah dibangun lewat tabungan abang dan kakak saya ^^ Sebagai seorang gadis muda belia, jujur saja banyak hal (baca: banyak barang) yang saya butuhkan (dan inginkan ^^) Namun, saya harus berlapang dada melepas sepatu dan baju yang sangat menggiurkan T_T. Well, Tuhan tak berhenti sampai sisi ekonomi, karena…

Tuhan mendidik saya lewat pelayanan, yang butuh kesabaran ekstra!
Pelayanan adalah medan yang sangat mendidik saya. Melayani dalam sekolah minggu mengajarkan saya banyak hal. Saya pernah nanya sama Ibu Gembala, “boleh gak kita nyubit anak sekolah minggu?” *huahahaha* Nyatanya, gak semua anak kecil itu lucu, imut, menggemaskan! Apalagi gereja tempat saya melayani gak ada ruangan terpisah untuk tiap kelas. Jadi guru-guru ngajarnya sambil teriak-teriak (kelas saya, Isakhar, cuma berjarak dua meter dari kelas Benyamin) Pernah waktu saya bersama tim ngajar kelas kecil yang terdiri dari anak batita sampai TK, anaknya kabur semua. SEMUA! Jadinya kami ngejar anak-anak yang tertawa senang karena mereka kira lagi main kejar-kejaran. Ampuuuuun…

Bukan cuma sekolah minggu, pelayanan sebagai singers dan worship leader juga sangat membentuk karakter saya, terutama pelayanan dadakan karena pelayan yang bertugas gak bisa datang. Hal ini juga berlaku bahkan sebagai pembuat jadwal! Jam sepuluh malam baru ngasih kabar bahwa worship leader untuk sekolah minggu esok hari gak bisa melayani. Lah, udah jam sepuluh malam saya mau cari penggantinya kemanee? Yang bikin tambah panas hati, saya tahu kabar ini dari orang lain, dan worship leader ini bahkan gak ngasih alasan! Sebagai pembuat jadwal, jadilah saya yang gantiin. Hadooooh… Belum, Tuhan belum berhenti karena juga…

Tuhan mendidik saya melalui persahabatan, yang tidak selalu menyenangkan!
Masa mekar sekaligus masa labil saya rasakan bahkan sampai sekarang Sujud syukur pada masa ini, saya memilki sahabat-sahabat yang menguatkan dalam Tuhan. Waktu pikiran saya mulai “menggila” karena ujian sekolah maupun ujian kehidupan *hehe* mereka memberikan saya kesegaran yang baru lewat keberadan, perkataan, maupun pertolongan mereka. Tapiiii… Bohong ajee kalau saya bilang sahabat selalu ada buat saya Nyatanya, kita semua manusia yang memiliki keterbatasan, punya kehidupan masing-masing. Inilah yang membuat saya bersyukur memiliki sahabat manusia (bukan ibu peri) karena dengan demikian, saya menempatkan Yesus sebagai sahabat sejati yang selalu ada buat saya :). Selain itu…

Tuhan mendidik saya melalui hati yang patah… Ini menyakitkan!
Kenapa yaa saya jatuh hati pada para pria yang salah? Hiks T_T Yang beda agama lah, yang berandalan lah, sediiiih… Kagum mah sering, bisa main alat musik, ganteng, pelayanan pula, bergetar hati ini *hehe* Terbenamnya matahari juga kagum itu bisa langsung menguap. Tapi sekalinya suka, aduuuh lama kian hilangnya. Berganti kalender, tetap rasa itu lekat pada hati saya *hahaha*.

Saya pernah berkomitmen gak mau pacaran untuk satu jangka waktu. Tapi kenapa oh kenapa, malah muncul seorang yang menggetarkan komitmen saya? Kenapaaaa?!! *lebay* Saat itulah saya belajar tentang pasangan hidup, dan puji Tuhan, persekutuan dalam Allah dan persahabatan, tetap menguatkan komitmen saya ^^

Berhubung belum ada pria yang menarik hati saya seperti pria di masa lalu, saya jaraaaaaaang banget cerita tentang pria ke teman kampus saya. Jadilah teman-teman kampus menggoda saya sebagai penyuka sesama jenis (saya malah bikin godaan itu bertambah panas dengan menyebut beberapa teman perempuan sebagai para selir). Tuhan, di jurusan kampusku kan cowonya dikiiit, isinya juga para aktivis yang gemar ngibarin bendera di depan DRR. Sampe kapan mau jombloo?! Ini aje udah digosipin yang macem-macem. Hiks… Dan lagi…

Tuhan mendidik saya, lewat bus kota!
Dari SD sampai SMP, saya jalan kaki ke sekolah, secara dekeeet. SMA, ke sekolah paling dua puluh menit naik angkot. Nah masuk kuliah, kampusnya nun jauh di mata! Ada dua jenis bus yang ongkosnya lebih murah, tapi nunggunya bisa tiga puluh menit sampai sejam, sungguh! Salah satu jenisnya, sekarang cuma ada tiga biji (ini pernyataan langsung dari sang supir) Naik bus yang lain, jaraknya bisa lebih jauh dan lebih mahal. Naik bus apapun, tetap aja kalau pagi dan sore penuuuuh banget!! Beberapa kali saya berdiri di tangga bus, tanpa ada orang lain di belakang saya (serasa jadi kenek). Bahkan kaki saya gak bisa berdiri lurus karena bisnya udah penuuuh!!

Copet lah, orang gila lah, abang-abang bau keti lah,  lengkap di bus kota. Hampir kecelakaan beruntun, hampir jungkir balik di bus karena supirnya ngerem mendadak, bikin saya ngelus dada. Turun dari bus, tak lupa mengucap, “thx God”.

Dulu saya memang manja, tapi Tuhan sudah memulihkan saya dan kemanjaaan itu menguap tanpa sisa seturut usia saya. Well, saya pengen banget nulis itu sebagai kalimat penutup dalam tulisan ini, tapi nyatanya saya belum juga lepas dari kemanjaan saya… Hiks :’(

Mama masih menemani saya ngerjain PR bahkan sampai subuh. Kalau gak ditungguin, saya gulung kertas dan milih tidur. Suatu kali setelah ibadah keluarga, sendal saya putus. Saya tetap milih pakai sendal putus dibanding bertelanjang kaki, akhirnya saya pakai sendal Mama, dan Mama bertelanjang kaki sambil nenteng sendal putus. Saya masih sangat sulit menerima kritikan yang (agak) tajam, walaupun masukan itu baik bagi pertumbuhan rohani saya. Saya lebih suka membentak, dan bakalan ngambek untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan kalau saya dibentak. Saya masih sulit untuk berdisiplin. Dan karena itu, mungkin ada baiknya, dulu… Dulu, saya dipukul saja :’)

Bagaimana Bila…
Bila saya gak pernah mengenal Yesus? Ah, mungkin saya tetap menjadi seorang putri manja yang mengangankan mawar di setiap jejak langkah saya, mungkin saya akan menggenggam tangan setiap “pangeran” yang mendekati saya, mungkin saya gak kuliah.

Tapi lihat! Ia memilih saya, dan saya menyukai ini, bahwa Bapa gak pernah membiarkan kemanjaan itu membelenggu saya. Ia membentuk saya menjadi seorang perempuan yang harus berdisiplin. Dan saya bersyukur karena kayu bakar, sahabat yang menyebalkan, anak-anak kecil yang berlarian, pria berandalan, bahkan untuk bus kota. Saya gak tahu medan apalagi yang Tuhan persiapkan buat saya, namun seperti medan yang telah dan sedang saya alami, Tuhan selalu memberikan senyuman pada bibir saya.

Bapa memroses saya bukan hanya dengan ribuan tetes air mata, tapi juga tawa yang bikin saya berguling-guling. Ia mendidik saya, sekaligus memanjakan saya lewat cara-Nya. Dan saya sangat suka kenyataan bahwa… Bahwa saya anak kesayangan-Nya :)

Ditulis oleh ENS_FOS Community

Cerita Tentang Kasih Bapa

Category : Asides

>> What They Say About Bible <<

Alkitab itu apa?
Mulanya saya membaca Alkitab seperti kewajiban saja, seperti rutinitas, dan saya melihatnya seperti sebuah buku pedoman hidup saja, yang kalau kata-katanya dituruti bakal mendatangkan kehidupan yang lebih baik.
tapi lama-kelamaan saya disadarkan lebih jauh,

Sebenarnya isinya adalah kata-kata dan cerita tentang kasih seorang Bapa. Lihat, isinya tidak melulu berupa perintah dan peringatan tetapi keluh kesah seorang Bapa tentang kelakuan anak-anak-Nya… Seringkali Tuhan menyesalkan kelakuan manusia, seringkali menceritakan kemarahan Tuhan, tapi juga betapa seringnya karena kasihNya yang besar, Tuhan berbalik dan reda akan amarahNya, lalu Dia memperbaharui janji-janji yang dilanggar, dan membuat janji baru supaya anak-anakNya sanggup bertobat dan kembali kepadaNya.

Secara keseluruhan, isinya adalah, kata-kata Tuhan yang menyatakan kepada kita bahwa Dia mengasihi kita, dan menunjukkan segala yang telah dilakukanNya untuk kita. Mulai dari jaman Adam dan Hawa, Nuh, Musa, Daud, sampai Tuhan sendiri yang turun sebagai manusia yaitu Tuhan Yesus, dan selanjutnya cerita kisah para rasul sampai ramalan-ramalan dan nubuatan kejadian-kejadian yang akan datang.

Jadi buat apa Alkitab? Buat apa semua firman-firman dariNya itu? Semuanya untuk menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita (ciptaanNya yang sering murtad ini), sampai Dia sendiri rela mati demi kita.

NB: Saya tidak bohong, benar isi Alkitab adalah cerita kasih seorang Bapa^^

-Tuhan Yesus memberkati-

Sonny Ketsit – Komikus & Illustrator

Makan Malam Biasa dengan Sajian yang Tidak Biasa!

2

Category : inFOStainment, Simply Articles

Malam itu bukanlah malam yang biasa. Makan malam yang sungguh sangat istimewa. Bukan karena di tempat istimewa, dengan harga istimewa atau dengan kekasih yang istimewa. Hanya sebuah tempat makan murah, ala kadarnya, dengan harga yang ringan di kantong, di pinggir jalan, dengan sebutan khas  “nasi pus-pus”.

Yang membuat istimewa bukanlah nasinya, bukan juga pus-pus (walaupun banyak kucing di situ.. hehehe…) bukan juga lauk pauknya, sambelnya atau minumannya. Tapi karena di malam itu, di tempat itu, Tuhan mengijinkan aku merasakan sesuatu dan melakukan sesuatu.

Makan malam yang biasa ini menjadi tidak biasa saat datang seorang pemuda dengan perawakan yang tidak biasa. Di tangannya memegang sebuah kantong bekas bungkus permen yang di dalamnya ternyata ada beberapa uang logam. Sesaat kemudian dia sudah duduk di hadapanku, siap memesan makanan dan minuman, dengan segenggam uang logam di tangannya, yang terlebih dahulu dihitungnya. Dengan sedikit malu ia memesan sebuah nasi dengan sambal di dalamnya, dengan lauk sebuah gorengan dan air putih dingin. Hanya itu? Yah, hanya itu, dan dia makan dengan sangat lahap.

Kulihat dia menghabiskan sisa nasi dan bakwan terakhir di piringnya. Dan kembali mengeluarkan “dompetnya” kembali menghitung logam demi logam, dan kembali memesan. Sebuah nasi dengan sebuah gorengan, menu yang sama dengan harga yang sama. Dan ia kembali makan.

Aku tahu ini malam yang tidak biasa, karena sebelum duduk makan, ia berkata kepadaku,

“ Bang, Makan..”

“Oh, abangnya di belakang..” Jawabku. Mungkin dia pikir aku yang berjualan.

Dan saat logam demi logam ia keluarkan, jantungku berdegup kencang, What should I do?

Aku mengacuhkan degupan jantungku,

“Ahh, hal biasa !!!” kataku dalam hati.

Tapi saat kulihat dia mengeluarkan logam dan menghitungnya untuk kedua kalinya, aku tidak tahan lagi. Bahkan sempat kudengar orang yang makan di sebelahku berkata “Kasihan”.

Saat kudengar kata “kasihan” kedua kalinya, aku semakin tidak tahan. Aku kumpulkan segenap tenaga dan kasih untuk berdiri, mengambilkan sepotong telur dadar, kutempatkan pada piring pemuda itu, kuambil sebuah nasi lagi dan sebuah bihun goreng untuknya.

“Makan aja, gw yang bayar. Santai aja bro.” sebuah senyum kulemparkan kepadanya.

Entah darimana kekuatan dan keberanian itu datang, tiba-tiba aku sudah berada di samping pemuda tadi, dan ngobrol dengan dirinya. Dan kutahu bahwa dia ngamen di angkutan umum untuk membantu ibunya di rumah. Dia tidak dapat merasakan bangku kuliah, bahkan bangku sekolah. Dan ternyata DIA BERUMUR SAMA DENGANKU !!!

Setelah selesai makan, kutawari lagi dia, ternyata dia sudah kenyang dan terpikir olehku untuk membawakan dia makanan untuk bisa dimakan dia dan ibunya di rumah. Setelah itu dia pamit dan mengucapkan terima kasih.

Dengan tersenyum ada sebuah kalimat melintas di dalam hatiku, “Kasih lebih dari sekedar kasihan.” Dan Tuhan mengajarkan langsung hari ini, sebuah malam yang luar biasa, makan malam yang istimewa.

“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” 1 Yohanes 3:18

Tapi sayangnya ada sebuah kalimat yang lupa aku ucapkan kepadanya, yang membuatku menyesal hingga saat ini.

Seandainya aku mengucapkan kata itu. Seandainya aku menatap dia penuh yakin dan berkata mengenai ini saat itu. Dan Seandainya aku berkata, “ Yesus mengasihimu.” Mungkin pemuda itu akan memiliki kesempatan untuk tau, bahwa Yesus mengasihi dirinya, sama seperti Yesus mengasihiku.

Aku harap dia bisa mendengar itu lain kali, baik melalui diriku maupun melalui orang lain.

“Yesus mengasihimu Dani !!!”

Ditulis oleh KSW

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

8

Category : inFOStainment

Shalom FOSters.. Di penghujung tahun ini kami ingin menyampaikan sebuah klarifikasi dan permohonan maaf. Di bulan May tahun 2009 kami pernah membuat sebuah artikel kesaksian yang berjudul Dewa Klasik Alexander – Ketika Kasih Karunia Menjadi Lebih Berharga. Ternyata kami mengetahui bahwa sahabat kami Dewa Klasik telah menarik kesaksiannya seperti yang dikutip pada blog Julita Manik – A Sorry Letter from Dewa Klasik

******

From: DEwa Klasik
Date: Fri, 13 Nov 2009 06:43:20

Saya ingin mengklarifikasi email yang beredar mengenai kesaksian saya. Ada banyak hal yang tidak benar. Dan itu bukan kesalahan siapa pun. Tapi kesalahan saya sendiri. Dengan ini saya sangat menyesal atas kesalahan yang telah saya buat dan saya bertobat dari kesalahan yang telah saya lakukan. Saya tau, hal ini akan mengecewakan banyak orang yang mengenal saya. Saya hanya bisa mengatakan maaf dan berikan saya kesempatan untuk memulai hidup baru untuk memperbaiki kesalahan yang saya buat. Saya minta maaf buat pihak yang merasa dirugikan atas kesaksian saya tersebut.

Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya berjanji hal ini tidak akan terulang lagi. Saya menyadari dengan kata maaf tidak cukup karena ada harga yang harus saya bayar dengan kesalahan yang sudah saya lakukan. Sekarang saya menanggung konsukensi dari apa yang telah saya buat. Namun saya bersyukur karena Tuhan masih memberikan kasih karunia kepada saya untuk memperbaiki semua ini. Saat ini saya ada dalam pengawasan dan mentoring oleh seorang hamba Tuhan. Saya berharap saya bisa bangkit kembali dan memulai kembali dari nol pelayanan yang telah saya tinggalkan untuk kurun waktu tertentu.

with love,

Dewa Klasik Alexander

******

Kami pun telah menarik kesaksian tersebut dari website dan notes Facebook FOS Community. Mungkin banyak yang merasa kecewa dengan hal ini tapi buat kami ini adalah sebuah pelajaran supaya kita bisa melihat jauh ke dalam lubuk hati kita masing-masing. Apakah kita benar-benar mengenal Tuhan Yesus secara pribadi atau kita hanya menggantungkan iman kita kepada kesaksian orang lain. Saat kita memiliki fokus hanya kepada Yesus, iman kita tidak akan mudah berguncang, berapa banyak pun pemimpin rohani yang jatuh kita akan tetap berdiri teguh karena kita mengenal Yesus dan selalu menjadikan Dia satu-satunya sumber pengharapan.

Dan untuk sahabat kami, Dewa Klasik. Bukan kali pertama seseorang mengecewakan sesamanya dan Tuhan. Bahkan di Alkitab terdapat banyak tokoh-tokoh yang terjatuh dalam dosa dan kesalahannya tetap dituliskan. Namun kisah hidup mereka tidak berhenti ketika mereka jatuh, mereka tidak lari dari konsekuensi dan menyerah, mereka bangkit dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang jauh luar biasa sehingga orang-orang dapat berkata “Dulu ia adalah seorang pezinah/penakut/pembunuh tapi kini ia membuktikan bahwa ia bertobat dengan sungguh-sungguh dan mengerjakan hal-hal yang luar biasa bagi kemuliaan Tuhan.”

Karena itulah kami akan  mendukung Dewa untuk tetap kuat menanggung konsekuensi dari kesalahannya dan menaruh pengharapan sebagai sahabat bahwa ia akan bangkit serta menunjukkan kesungguhan dari pertobatannya dan suatu saat mengerjakan hal-hal yang lebih dahsyat bagi kemuliaan nama Tuhan.

Untuk semua pembaca setia artikel-artikel dari FOS Community, kami dari tim redaksi memohon maaf atas artikel tersebut dan ke depannya kami akan berusaha untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam membuat sebuah artikel kesaksian.

Buat semua FOSters, semoga klarifikasi ini tidak akan membuat semangat natal kita memudar :)

Jesus Loves U all..

FOS Community

Oky Arfianto – From a Totally Looser Became More Than a Winner

7

Category : Youth Inspirator

“Kasih sayang, kasih setia dan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus lebih besar dari semua kebejatan, kejahatan dan kebodohan dari seorang Oky Arfianto.”

Itulah sebuah kalimat yang menurut Kak Oky merangkum seluruh perjalanan hidupnya hingga saat ini. Oky Arfianto lahir di Magelang, 19 Februari 1977. Kehidupannya sebelum lahir baru adalah tipikal kehidupan anak muda jaman sekarang yang broken home, sering ke diskotik-diskotik, terlibat narkoba, pergaulan bebas, pornografi, suka melawan orang tua, suka bohong, rajin mencontek, sombong, dan yang paling parah bahkan Kak Oky pernah menjadi penyembah setan. (Kisah hidup selengkapnya bisa dibaca di buku/ebook True Story and Testimony-nya FOS Community)

From a Totally Looser Became More Than a Winner

Saat Tuhan sudah menentukan seseorang untuk diberikan kasih karunia keselamatan maka praktis seluruh hal yang dialami orang tersebut adalah hal-hal yang benar-benar di luar kemampuan, pemikiran, serta rencana manusia. Dari seseorang yang “totally looser” Tuhan ubahkan jadi pemenang bahkan lebih dari pemenang. Hal itulah yang dialami oleh Kak Oky Arfianto, secara luar biasa Tuhan menyediakan segala kondisi, situasi dan orang-orang untuk menggiringnya kepada pertobatan.

di-rayon-1g

Dimulai dari “dipaksa” terlibat Persekutuan Doa di kampus, karena statusnya waktu itu adalah mahasiswa baru jadi terpaksa Kak Oky mengikutinya. DI situlah Kak Oky bertemu dengan kakak rohani yang setia melayaninya. Walaupun saat itu Kak Oky termasuk “domba” yang bandel karena lari terus saat akan dilayani.

Kemudian Tuhan ijinkan Kak Oky “dipaksa” lagi terlibat dengan komunitas Youth di gereja ketika papa mamanya menjadi pekerja di sebuah gereja yang baru dirintis. Pelayanan youth pertama di gereja tersebut otomatis menjadikan seluruh anak pengerja sebagai bagian dari “peserta”. Di sinilah Kak Oky dipaksa terjun ke dunia yang waktu itu asing sama sekali baginya, yaitu dunia pelayanan.

Hampir bersamaan, setelah proses “pemaksaan” tersebut, datang undangan persekutuan doa pemuda di kompleks seberang rumah… “Nah kalo yang ini enggak dipaksa sih, kebetulan waktu itu PD-nya diadakan di rumah salah satu model video klip band papan atas yang sering muncul di tv. Karena penasaran, iseng-iseng ikut datang.” Cerita Kak Oky. Tapi justru dari “iseng-iseng” itulah Kak Oky malah  “ditangkep” Tuhan. → Continue

Kacamata 3D – Melihat Dari Sudut Yang Berbeda

1

Category : Lifestyle

Kalau sebelumnya FOS sudah me-review buku dan musik. Maka sekarang giliran FOS me-review Blog! Yup! Blog yang punya nilai-nilai Kristiani pastinya!^^ Dan Blog Kristen pertama yang akan kita review adalah blognya Kak Fery Gfresh. Kalo yang sering baca majalah Gfresh pasti tahu donk sama yang namanya Kak Fery Ferdiansyah?! Nah, ternyata selain kesibukannya sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Gfresh, Kak Fery juga aktif posting di blog-nya loh! Dan Kak Ferry enggak hanya punya satu blog aja. Blog-blognya antara lain ada GOKIL-DAD (Blognya Kak Ferry seputar putri kecilnya yang lucu), JESUS-BLITZ (blog seputar Yesus), dan KACAMATA 3D! Ini dia nih blognya Kak Ferry yang akan kita review! ^^

blog_kferry

Ada apa aja sih di Kacamata 3D? Rupanya di blognya Kak Fery yang ini, Kak Fery banyak posting mengenai resensi film-film terbaru. Tapi bukan hanya sekedar resensi yang biasa aja loh. Resensi filmnya Kak Ferry pasti selalu mengaitkan alur cerita film dengan nilai-nilai Firman Tuhan! Jadi selain bisa tahu mengenai film-film terbaru yang ada di bioskop, kita juga bisa tahu film-film mana aja yang memiliki nilai-nilai rohani yang bisa kita pelajari. Selain itu di blog KACAMATA 3D juga banyak artikel-artikel Kristiani yang seru, kocak, dan ringan untuk anak-anak muda, dan enggak hanya itu aja Kak Fery juga kadang meng-upload hasil kreativitisnya loh di sini.. Contohnya aja waktu Kak Fery dan Kru Gfresh bikin parodi lagu Umbrella-nya Rihanna jadi Rihanna-Rohani, kocak abis deh Guys! U must see the video clip!

So, kesimpulannya, blognya Kak Fery Gfresh ini cocok banget buat dibaca anak-anak muda. Walaupun isinya seputar hal-hal yang ringan, tapi tetep di dalamnya terdapat nilai-nilai rohani yang bisa kita dapatkan. Dari blog ini kita belajar melihat sesuatu dengan kacamata 3D. Menurut Kak Fery hidup ini seperti film 3d yang hanya akan keliatan hidup kalo pake kacamata 3d. Kadang kita melihatnya tanpa kacamata tersebut sehingga hasilnya puyeng! Cobain aja nonton film 3d tanpa kacamata 3d! Hehe. Kacamata itu adalah kacamata Firman Tuhan.

Sebenarnya kalo kita mau peka, kita bisa belajar banyak kok dari hal-hal sekitar kita. Karena banyak hal-hal yang mungkin kelihatan enggak rohani, tapi ternyata kalo kita lihat dari sudut yang berbeda malah banyak mengingatkan kita mengenai Firman Tuhan. Karena dimanapun kita berada dan apapun yang kita lakukan nilai-nilai Firman Tuhan adalah nilai-nilai yang harus kita pegang untuk menentukan sesuatu itu layak untuk masuk ke pikiran kita atau enggak. Well, that’s it for now.. Kalo penasaran kaya apa blognya liat aja langsung di http://kacamata3d.blogspot.com dan buat Kak Fery, update terus yah blognya^^.