Panda di Taman

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Terkadang, kita mengalami perjumpaan-perjumpaan yang aneh… Perjumpaan yang tidak biasa… Tidak disangka-sangka dan tiba-tiba… Yang membuat kita terkejut dan tak tahu harus berkata apa. Seperti itulah perjumpaan kami…

“Srek… Srek… Krosak…”

Bunyi aneh yang muncul dari semak-semak di sebelah kanan bangku yang kududuki. Ah, mungkin itu cuma kucing… Lagipula sore hari di taman seperti ini pasti banyak kucing yang berkeliaran. Dan aku kembali menyandarkan punggungku di kursi dan mengamati satu keluarga yang sedang piknik. Di bawah matahari sore, dua anak yang berlarian kejar-kejaran dan ayah yang membawa keranjang makanan dan ibu yang berjalan di sebelahnya tampak bagaikan image yang diambil dari sampul majalah keluarga. Dan aku tersenyum… Tersenyum karena dunia ini indah.

“Srek…”

Suara itu muncul lagi… Mungkin kucing yang sama… Rasanya aku masih punya tuna sandwich sisa tadi siang, mungkin dia mau. Dan aku membuka tasku dan mengambil sisa sandwich dan memanggil, “Pus… Meong… Keti… Felix… Bambang… Hanibani…..”

“Srekkkk.”

Sesuatu yang berwarna hitam putih muncul… Punya dua telinga… Buntut pendek bulat… Berjalan dengan dua kaki????

Dan di hadapanku muncul seekor… Atau lebih tepatnya sebuah boneka panda!

Dan untuk sesaat kami berdua diam dan berpandangan…

“Halo”, boneka panda itu bersuara.

“Kalau kau tidak menginginkan lagi sandwich itu, boleh itu untukku?”

Tanganku terulur dengan sendirinya.

“Boleh aku duduk di sebelahmu?”

Aku mengangguk.

Aku terkejut bukan karena boneka panda yang muncul, tapi karena kondisi boneka itu.

Tangan kirinya sepertinya tertarik robek dan tidak dijahit lagi, dan isi kapas mengintip dari tempat yang seharusnya pundaknya.

Matanya hilang satu dan di lehernya tampak melilit sehelai kain kotor yang sepertinya dulunya syal.

Dan hampir seluruh badannya dikotori tanah dan tempelan daun kering.

Tapi sepertinya dia tidak peduli dan sudah terbiasa, walaupun tangannya kotor tapi dengan santai dia makan sandwich. Tapi… Yah, boneka kan tidak bisa sakit perut…

“Kau terpisah dari keluarga yang memilikimu?”

Dia menoleh , “Tidak, aku tinggal di taman ini.”

“Kemana keluarga yang memilikimu? Apakah mereka tidak mencarimu?”

“Tidak, aku tidak punya keluarga.”

Caranya mengucapkan kata ‘keluarga’ terasa berbeda… Terasa dingin… Dan membuat rasa keingintahuanku muncul.

“Tapi, bukankah setiap boneka dimiliki oleh sebuah keluarga?”

Dia menghabiskan gigitan terakhir rotinya dan berkata , “Mungkin dulu aku punya keluarga, tapi mereka tidak membutuhkan mainan rusak. Jadi aku pergi dan tinggal sendiri di taman ini. Kau bisa melihat keadaanku kan? Kau bisa melihat kalau aku rusak… Damage…”

“Tapi, pastinya waktu kau pertama kali dibuat, kau tidak rusak kan? Pastinya kau sebuah boneka yang dibuat dengan sebaik mungkin dan dibuat untuk membahagiakan sebuah keluarga. Pastinya kau bukan boneka yang gagal produksi…” Protesku.

Dia tersenyum… Atau setidaknya kupikir dia tersenyum karena muka boneka itu tidak berekspresi… Tapi setidaknya rasanya di matanya yang hanya satu itu kulihat sekilas senyum…

“Kau orang baik… Terimakasih. Tapi apakah itu penting? Mungkin kau benar, mungkin aku terlahir sempurna. Mungkin kau salah, dan aku ini barang cacat produksi. Tapi, saat ini, bagaimanapun kedaanku dahulu, aku hanyalah barang rusak yang dibuang orang. Seperti yang kau lihat, sekarang aku rusak, lima tahun lagi aku akan tambah rusak, sepuluh tahun lagi aku akan sangat rusak dan dua puluh tahun lagi mungkin aku akan jadi alas salah satu sarang burung di taman ini. Apa pentingnya dahulu aku bagaimana?”

Dan aku terdiam.

“Tapi, pastinya waktu kau pertama kali dibuat, kau tidak rusak kan? Tapi… Aku mengenal seorang Pembersih yang hebat… Aku yakin dia akan bisa memperbaikimu dan membuatmu jadi boneka yang bagus lagi.”

Kali ini dia tertawa.

“Seharusnya sudah kuduga kalau kau kenalan si Pembersih. Terima kasih, tapi Pembersih itu hanya kabar gosip saja. Sejujurnya, aku tidak percaya kalau Dia ada.  Bahkan, kalau pun Dia memang ada, kerusakanku sudah terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki lagi, aku hanya akan menyusahkan-Nya.”

“Lagipula, jangan tersinggung, tapi ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang mengaku kenalan Pembersih. Kau tahu, hidup sebagai boneka buangan membuatku sedikit lebih peka terhadap pandangan mata orang. Dan dari sebagian kenalan Pembersih itu, mereka punya pandangan mata yang sangat menolak dan sebagian lagi, walaupun mereka berusaha menyembunyikan mata mereka, tapi aku tahu aku tidak diinginkan. Jadi, seandainya Pembersih itu ada pun, kalau kenalan-Nya saja tidak menginginkanku, apalagi Dia sendiri kan?”

“Kalau begitu, bagaimana kalau Kau ikut ke rumahku? Kau bisa bertemu keluargaku dan mungkin suatu hari nanti kau mau ikut bersamaku menemui Pembersih.”

Dan sekali lagi dia tersenyum… Atau kurasa dia tersenyum.

“Kau baik… Tapi hanya karena kau baik bukan berarti semua keluargamu baik. Kau lihat sendiri, badanku kotor penuh tanah, aku akan mengotori rumahmu dan membuat masalah. Apakah keluargamu akan sabar dan diam saja ? Kau tahu, sekalipun kau memandikanku hari ini, sisa kotoran yang ada dalam tubuhku mungkin akan memerlukan waktu bertahun-tahun sampai bersih, kalau bisa bersih. Dan bagaimana dengan anak-anak di keluargamu? Mereka masih sangat kecil, mungkin mereka akan tertular kuman dari tubuhku dan menjadi sakit. Kalau keluargamu menolakku, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau pergi bersamaku dan tinggal di taman ini? Ataukah kau akan membela keluargamu dan membuangku?”

Dan aku kembali terdiam.

“Tapi… Kau sendirian di sini…”

“Tidak apa-apa, aku punya teman kok”, jawabnya.

“Kau punya? Apakah mereka teman yang baik?”

“Terkadang, ada dua orang anak yang datang ke taman ini dan bermain denganku. Memang mereka mainnya agak kasar, tapi mereka baik. Mereka bermain lempar-lemparan dengan menggunakan diriku, tangan kiriku yang robek ini terjadi waktu kami main lempar-lemparan. Dan terkadang kami main kejar-kejaran, aku berlari dan mereka mengejarku sambil melemparkan gumpalan-gumpalan tanah. Kau lihat kan tanah dan daun kering di tubuhku ini? Itu terjadi ketika kami bermain.”

“Tapi… Itu bukan bermain… Mereka hanya memanfaatkanmu dan merusakmu… Itu bukan teman.”

Dan untuk sedetik… Aku bisa merasakan kemarahan… Dan juga kesedihan dari suaranya.

“KAMI BERMAIN…….. KAMI BERTEMAN!!”

“Mereka datang kesini dan menghabiskan waktu bersamaku!”

Suaranya menjadi lebih perlahan.

“Setidaknya mereka tahu aku ada disini… Dan aku diinginkan untuk bersama mereka menjadi permainan mereka… Itu lebih baik daripada sendirian… Tidak masalah apakah mereka merusakku atau tidak. Toh, aku sudah rusak, bertambah rusak pun tak mengapa.”

Dan sekali lagi aku terdiam.

Dia menghela napas… Atau setidaknya kupikir dia menghela napas dan turun dari kursi.

“Langit sudah mulai gelap, kau sebaiknya pulang. Keluargamu menunggu di rumah kan?”

Aku berdiri dan berkata, “aku akan datang lagi ke sini.”

Dia terdiam sejenak dan berkata, “aku tidak akan menunggu.” Dan kemudian masuk kembali ke semak-semak.

Sambil berjalan pulang aku berpikir, “dia benar, tidak semua orang dalam keluargaku dewasa. Sebagian mungkin akan menerimanya, tapi sebagian lagi mungkin akan berteriak dan mengusirnya.”

Dan dia sudah kehilangan semua rasa percaya, bukan hanya pada dirinya tapi juga pada semua orang. Kata-kata indah saja tidak akan membuatnya percaya.

Ahh… Mungkin lain kali aku akan datang lagi dengan beberapa teman, teman yang mau berteman dengannya. Dan kita akan membuat komunitas kecil di taman itu. Mungkin kalau dia sudah nyaman di komunitas, dia akan membuka hatinya sekali lagi. Dan mungkin dia akan mempercayai orang sekali lagi. Saat itu mungkin aku bisa membawanya ke Pembersih dan keluargaku yang lain. Dan mungkin saat itu dia akan belajar menerima kalau dirinya bukan barang rusak. Tapi yang pasti, kalau aku tidak bisa membuatnya memercayai kata-kataku, dia tidak akan mau datang ke Pembersih, dan dia akan selalu menganggap dirinya barang rusak.

Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community

Lebih dekat dengan “Junior Community Lippo Cikarang (JCLC)”

2

Category : Communities Highlight

Syalom guys…

Pada kesempatan kali ini, kita mau kenalan nih sama sebuah komunitas yang bernama

JCLC, wah apa artinya yah, trus komunitas kayak gimana sih JCLC ini ???

yuk kita kenalan dan lihat lebih dekat !

4969_1045940963589_1677602545_92286_6447482_nKomunitas yang terbentuk tanggal 9 April 2005 ini terbentuk karena sebuah kerinduan dan kebutuhan yang sangat mendesak banget yang dialamami para remaja di gereja.

Kerinduan apakah itu?? yaitu kerinduan dari anak-anak remaja di GBI bethany lippo cikarang untuk mau tetap bertumbuh di dalam persekutuan dalam gereja, yang tadinya mereka berasal dari sekolah minggu tetapi telah beranjak dewasa dan sudah merasa kurang nyaman klo terus berada di sekolah minggu. Sedangkan untuk mengikuti ibadah youth, mereka masih merasa belum cukup dewasa. Dari kerinduan itulah para remaja gereja ini sepakat membentuk JCLC yaitu Junior Community Lippo Cikarang. → Continue

KGC Community – Funky But Holy

1

Category : Communities Highlight


n123210490004_8708Asyik, kali ini kita berkesempatan buat kenalan sama satu komunitas lagi nih. Anaknya asyik-asyik, gaul-gaul, rame-rame, fun, tapi tetep menjaga kekudusan. Istilah mereka Funky but Holy, dengan tidak memandang perbedaan, gaya , komunitas, kegemaran or kesukaan kita bisa beda tapi kita berusaha untuk sama yaitu hidup kudus. Wahhhhhh…..

Yuks kita intip komunitas ini, KGC alias Kingdom Generation Community. Komunitas generasi Kerajaan, kerajaan apa? Yah kerajaan Surga pastinya. Di bawah naungan GBI R.O.C.K dengan Ps. Timotius Arifin Tedjasukamana sebagai Bapak gembalanya dan Ps. Ronny Daud Simeon sebagai wakilnya, para pemuda dan pemudi di komunitas ini punya semangat yang besar untuk investasi injil ke anak-anak muda.

Dengan visi yang ditanamkan pada mereka yaitu Membangun GENERASI Mesianik yang Apostolik Profetik. Sebagai warga kerajaan Allah dengan Mesias yang menjadi Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan (Wah. 19:16), dan sebagai “Kingdom Colonization” dengan budaya, cara hidup, cara pandang dan cara pikir yang berbeda dengan dunia (Rom. 12:2), memiliki tugas untuk menyatakan kerajaan Allah sendiri bagi dunia ini (1 Pet. 2:9).

Generasi mesionik memiliki 3 ciri utama yaitu Harmonious (Esa) – Yohanes 17:21, Victorious (Jaya) – Matius 16:18, dan Glorious (Mulia) – Efesus 5:27.

Dan sebagai misi, mereka merangkumnya dalam 3E/3M, Exalting the Lord (Meninggikan Tuhan) – Mazmur 117, Equipping the Saints (Memperlengkapi Orang-Orang Kudus) – Efesus 4:12 dan Extending the Kingdom (Memperluas Kerajaan Allah) – Matius 28:19-20.

Tau ngga, tadinya komunitas ini memulai “kiprah”-nya (heheheh…) dengan 4527_77239659161_45901174161_1662128_6970010_njumlah yang kecil lho, tetap setia dan terus berdoa, berpuasa, dan berharap hanya kepada Bapa, pengen pekerja, pengen jemaat, dan pengen ada dana juga (karena pekerjaan/pergerakan besar butuh dana yang besar juga…hehehe..). Dan pada akhirnya pengharapan mereka tidak sia-sia, bayangin aja sekarang jumlah yang terdaftar nih di komunitas ini terdiri dari 200 orang aktif dan 100 orang kadang-kadang (wah….jadi bingung…hehehhe…), tapi pokoknya crowd deh sekarang. Puji Tuhan.

Komunitas yang doyan nongkrong bareng di Food court ( hehe… pada doyan makan), rumah-rumah, nonton bareng, studio musik, dll  (Sebenernya tergantung komunitasnya, yang doyan nonton ya nonton, yang doyan musik di studio, sport pada di senayan, komunitas kita luas banget tapi saling keep in touch… ) selain ibadah tiap minggu di FX plaza, sudirman lantai 5 “The only one club”, jam 2 siang  (dulunya di “Kamasutra” discotheque di Crowne Plaza Hotel) KGC juga ngelakuin kegiatan-kegiatan lain seperti di musik, perjalanan misi, bakti sosial, suka nge-jam bareng, (sampe tercipta lagu baru untuk buat album), sampe ke luar kota. → Continue

Siapa Aku Dalam Komunitasku?

1

Category : Simply Articles

1147438_question_mark_iconAda yang bilang kalo hal yang paling sulit dalam melakukan sesuatu adalah ketika kita baru mau memulai hal itu. Bener enggak sich? Kalo dipikir-pikir hal itu ada benernya juga, misalnya dalam kehidupan gua, sulit banget untuk melakukan perubahan. Ketika gua mau komit ikut Tuhan, rasanya berat banget untuk ninggalin kebiasaan-kebiasaan yang dulu sering gua lakukan. Contohnya, kalo pagi-pagi gua suka nunda waktu buat bangun en berangkat kuliah sampe pernah ketinggalan kereta 5 kali dalam seminggu, sekarang gua harus berusaha bangun pagi nyediain waktu buat sate en doa pagi. Trus juga, gua yang suka boongin ortu bilang kalo kuliah mpe malam padahal kuliah hari itu cuma 3 sks en sisanya gua pke buat ketemuan ma doi (he3x, cuit-cuit), rasanya jadi tambah bersalah aja kalo skarang gua harus boong lagi, lagi en lagi. Mank sich, gua sendiri belum bener-bener bisa buat perubahan yang gua ingini itu jadi nyata, tapi gua trus belajar untuk melakukan perubahan itu. Pada awalnya mungkin sulit, tapi nantinya toh kita akan terbiasa. Kan ada pepatah mengatakan “pertama, kita membentuk kebiasaan-kebiasaan, setelah itu, kebiasaan-kebiasaaan yang akan membentuk kita”. Dalam kehidupan FOSters sendiri gimana? Apakah kita termasuk dalam orang-orang yang berpikiran seperti ini atau kita punya pemikiran sendiri?

Tidak hanya dalam kehidupan pribadi, begitu juga dalam memulai suatu komunitas, bukan merupakan hal yang mudah dilakukan. Kenapa? Karena didalam suatu komunitas itu terdiri dari berbagai macam karakter, visi, dan pandangan yang berbeda-beda.  Terkadang dalam suatu komunitas ada aja kesalahpahaman yang terjadi, merasa enggak pernah dipeduliin dari komunitas itu, enggak ikut dilibatkan, enggak berguna sampe merasa bukan bagian dari suatu komunitas. Ada juga yang memiliki tujuan yang berbeda, benar salah yang relatif menurut pandangan kita sbagai manusia, atau perlakuan yang diterima dari anggota lain yang tidak seperti yang kita harapkan membuat kita tidak menikmati kebersamaan dalam komunitas tersebut. Untuk menyatukan smua perbedaan itu harus ada suatu ikatan yang kuat antar masing-masing anggotanya, seperti kita yang tadinya bersifat individualis harus berusaha mengenal, berbagi, memiliki pengertian satu terhadap yang lain, ada kepedulian (enggak cuek-cuek aja), menghargai, ada rasa empati, kebersamaan, dan masih banyak lagi… dan semua itu enggak akan berarti kalo enggak ada kasih Kristus yang bekerja.

Kali ini, yang akan dibahas bukan bagaimana kita membentuk suatu komunitas yang baik, tetapi bagaimana kita sebagai individu dapat berperan dengan baik dalam suatu komunitas. Pernah enggak kita berpikir siapakah kita dalam komunitas yang kita miliki? apa sich yang dah kita brikan, bukan cuma buat komunitas ini, tapi juga buat Tuhan? Atau apa kita sudah ambil bagian untuk pelayanan dalam komunitas ini? Mungkin sudah banyak yang berperan, mungkin ada yang memiliki panggilan tapi blum dilakukan atau ada yang hanya diam menunggu adanya instruksi dari yang lebih berwenang? (polisi kali ye!). Tapi, satu hal yang pasti, jangan pernah berpikir dalam suatu komunitas harus dibedakan antara pemimpin dan pengikut. Percayalah, bahwa kita semua dalam komunitas ini adalah seorang pemimpin, karena kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan untuk merubah dunia ini lewat persahabatan dan pembentukan karakter. So, kalo diantara kita ada yang dah telanjur berpikir bahwa dalam komunitas ini kita cuma pengikut aja, ubahlah cara pandang kamu!!! Why? Karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Percaya enggak? Ketika kamu berpikir bahwa kamu adalah seorang penakut, pendiam, tidak bisa melakukan apa-apa, otomatis kamu akan tersugesti dan melakukan apa yang seperti kamu pikirkan. Dan selamanya kamu akan menjadi apa yang kamu pikirkan….  enggak mau kan sperti itu, trus harus gimana donk???  Ubah cara berpikir kamu…!!!

Merubah apa yang kita pikirkan termasuk dalam merubah konsep yang ada pada diri kita. Sering kali kita merasa enggak percaya diri, enggak memiliki kemampuan apa-apa bahkan sampe merasa enggak berharga. Kenapa bisa seperti itu?? karena konsep diri yang ada pada diri yang ada pada diri kita sangat jauh berbeda dengan apa yang kita harapkan. Apa sich konsep diri itu? konsep diri itu bagaimana cara kita menilai diri kita, misalnya seorang cwe cantik yang kita bayangin adalah yang imut, hidungnya mancung, putih, rambut panjang, mukanya charming or enggak bosen dilihat, ya pokokna kayak boneka barbie dech, atau seorang dikatakan pintar apabila dia jago ngomongnya, IP nya cum laude, atau bisa beragumentasi dengan baik sampe dosen pun kalah kalo lagi adu debat , tapi mungkin  standar cantik en pintar itu belum atau enggak ada di kita, makanya kita jadi minder en merasa enggak berharga. Dari rasa enggak percaya diri itu, akhirnya terbawa dalam pergaulan dan komunitas, kita jadi orang yang tertutup, pendiam enggak mau berosialisasi, en bisa aja dari rasa enggak percaya diri, kita merasa nyaman kalo cuma jadi pengikut doank…!! duh,,, sayang banget deh kalo begitu!!!!

Jadi bagaimana kita bisa berperan dalam komunitas bergantung pada apa yang kita pikirkan. Berpikirlah kalo kita semua adalah pemimpin, maka kita akan mulai dapat memberikan kontribusi bagi komunitas ini, juga buat pekerjaan Tuhan, baik dalam hal perubahan pribadi maupun dalam komunitas, mungkin kita yang tadinya tidak mau menyampaikan ide karena takut, malu ataupun merasa ide-idenya biasa aja menjadi berani untuk mengungkapkannya. Atau yang tadinya kita merasa enggak memiliki kemampuan untuk menulis buletin, jadi termotivasi dan mencoba untuk ikut menulis. Juga yang enggak biasa buat berbicara didepan umum jadi bisa melakukannya. Intinya, jangan pernah lupa kalo kita berharga dimata Tuhan. Ia memberi potensi dan kuasa yang yang tidak terbatas buat kita, asalkan kita percaya kepadaNya. Kalo kita enggak percaya pada kemampuan kita, berarti kita masih meragukan anugrah yang Tuhan beri untuk kita. Jadi jangan batasi potensi dan kuasa yang tlah diberikanNya dengan rasa takut, enggak percaya diri dan malu sehingga kita menjadi orang yang biasa-biasa aja. tetapi ubahlah cara berpikir kita dan jadilah orang yang luar biasa, yang berbeda dari dunia dan berani nyatakan kehendakNya dalam hidup kita dan dalam komunitas yang kita miliki. Percaya bahwa segala sesuatu yang akan kita hadapi blum tentu sesulit yang kita pikirkan karena kita punya Allah yang turut bekerja. Jadi jangan membuat rumit situasi apapun dengan pikiran-pikiran yang negatif, tetapi ubahlah jadi hal positif dan membangun. Just keep it simple….

Memang benar sulit untuk berubah, tapi bisa atau tidak kita berubah bergantung pada kemauan dan pikiran yang mengawalinya. Awalnya memang perubahan akan membawa kita pada kondisi  rasa sakit atau keadaan yang tidak nyaman. Tapi smua kembali pada pilihan kita, apakah kita mau trus hidup seperti ulat atau kita mau mengalami metamorfosis yang pada akhirnya berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik….

Raphael Community – Youth and Teens GPdi Immanuel

2

Category : Communities Highlight

Setelah kemaren kita udah kenalan sama komunitas JUICY, sekarang kita pengen kenalan dengan sebuah komunitas yang berada di daerah pinggiran Kalimalang A.K.A Pondok Kelapa. Komunitas ini adalah Raphael.

raphaelEh arti nama Raphael apa sich???

Wah kalo diliat dari namanya kaya nama seseorang, iya menurut sebuah sumber berita dari internet, nama Raphael adalah nama seorang malaikat yang berarti penyembuh / kesembuhan. Sebuah nama yang cukup berat disandang bagi sebuah komunitas anak muda, tetapi pasti ada rencana Tuhan bagi komunitas ini. Balik lagi ke namanya, Raphael adalah kepanjangan dari Remaja Pentakosta Immanuel, tetapi karna sudah ada beberapa remaja yang naik kelas ke pemuda karna umurnya yang bertambah tua, maka nama Pantekosta diganti dengan Pemuda. Jadi Raphael adalah Remaja-Pemuda Immanuel, atau bahasa kerennya Youths and Teens of Immanuel.

Kapan sich komunitas ini terbentuk?

Awalnya komunitas ini berasal dari persekutuan sekolah minggu, hingga akhirnya berlanjut sampai saat ini. Namun  kerinduaan bersama untuk bertumbuh disebuah komunitas ada disekitar tahun 2007, sesaat sebelum natal. “Tapi jikalau ditanya tanggal pastinya kamipun lupa, yang jelas saat rapat dirumah salah satu teman kami”

Ceritain dung gimana komunitas ini bisa terbentuk

Cikal bakal komunitas ini berasal dari anak-anak sekolah minggu di GPdI Immanuel, tetapi karna umur yang sudah gak bisa dibilang anak sekolah minggu dan gak mau dibilang sekolah minggu lagi, maka ada 2 orang anak muda (sekarang pernah muda) yang memperjuangkan untuk mengadakan ibadah pemuda, awalnya hanya 5 orang. Beberapa bulan berikutnya bertambah menjadi sekitar 10an orang, hingga sekitar 40an orang. Tetapi mungkin karna ada seleksi alam yang sangat ketat maka yang bertahan hanya 6 orang. (wah yang bertahan ini hebat banget). Apa yang dulu kami pikirkan terjadi, ke-2 perintis ini akhirnya harus cabut dari ibadah pemuda, yang 1 menikah dan kini tinggal di sumatera utara, dan satu lagi hanya bisa membatu komunitas ini melalui doa. Pasang surut jumlah kuatitas terus berganti, masalah yang dihadapi di komunitas ini juga terasa tidak pernah berhenti, namun semakin kami mengalami itu semakin kami merasakan indahnya penyertaan Tuhan dalam komunitas ini. Thaks God and Thank for Bang ferry and bang Yehuda who builder this Community.

Apa nich visi-misinya?

Visi

Menumbuhkan benih pemulihan bagi sekitar kami, sebelum kami memulihkan gereja dan bangsa kami dengan teladan hidup

Misi

Menguatkan setiap yang lemah, mengangkat setiap yang jatuh, membebat hati yang terluka melalui komsel, friendship counseling, bloger (artikel), dan fellowship.

The Crew Of Community

  1. Samuel
  2. Maria Margareth
  3. Dita maryosi
  4. Mei yanti
  5. Indri Lencha Novelyn
  6. Maxi Lakes
  7. Marlindo
  8. Daniel “jabrik”
  9. Jonathan
  10. Ganda
  11. Devi V
  12. Irene
  13. Fitri
  14. Elis
  15. Eli
  16. Rexi
  17. Posman
  18. Mia
  19. Sherly
  20. Minar
  21. Januar
  22. Kak Jelita
  23. Kak Merry

Dimana nich Base Camp-nya?

kalo tempat kumpul kita itu biasa,,,,di Holy Ground. Hehehe, yach di gerejalah. Kalo kagak bisa disana kita kumpul dirumah Maxi or Lencha…

Apa aja sich yang dilakukan sama Raphael?

biasanya anak Tuhan ngapain yach????,,,hehehehe. Kita biasanya ada PA setiap sabtu and adain games buat Fellowship antar kita-kita, tahun baru bareng-bareng….dan untuk pelayanan keluar kami lagi bergumul dulu,,,

Kalo boleh tau apa yach yang melandasi komunitas ini??

Yach alkitab atuh…. : )

Yesaya 41:6, “Yang seorang berkata kepada yang lain dan berkata kepada temannya : ‘kuatkanlah hatimu’”

1 Timotius 4:12, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Makasih yach kita udah boleh kenal sama kalian….dan semoga komunitas ini boleh tetap semakin maju didalam Tuhan dan jadi berkat bagi sekitarnya….

GBU Raphael

It’s so JUICY! – Joshua Unlimited Community

9

Category : Communities Highlight

FOS Community tiap bulannya bakal ngasih profil komunitas-komunitas Kristen yang seru. Nah untuk profil komunitas bulan ini yang udah diliput sama FOS adalah profil komunitas JUICY! Simak yuk liputan komunitas yang dibuat oleh Sist Evi salah satu anggota FOS yang juga anggota komunitas JUICY loh ^^


35Aii aii, kita mau kenalan nii dengan satu komunitas yang nama’a JUICY. Bagaimanakah bentuk dan rasanya? Yuu sama-sama kita cicip, Cilluk baa :D

Nama komunitas kami JUICY, Akromini dari Joshua’s Unlimited Community, yang artinya komunitas Joshua yang gak terbatas. Siapapun yang punya kerinduan untuk sama-sama mengenal Tuhan en melayani, boleh ikutan sama kita kok. En kita bener-bener berharap komunitas ini tetap ada sampai generasi-generasi selanjutnya, pokoknya tak terbatas lah, Hehe.. JUICY  diresmikan (bahasa kerennya dihajatin) Sabtu, 14 Juni 2008.

1_280426123mKita-kita udah saling kenal sejak lama. Beberapa dari kami bahkan udah saling mengenal saat kami masih Sekolah Minggu. Nama JUICY sendiri baru ada sekitar 9 bulan nii, tadinya sih namanya pemuda-remaja GKAI Cibubur, kenapa? Karena kami sama-sama beribadah en melayani di Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Cibubur. Aku (Evi) pertama kali ikut kegiatan remaja saat aku kelas 2 SMP, tung itung itung, berarti dah sekitar lima tahun ikut pemuda-remaja ^^ Kadang kita ibadah pemuda-remaja di gereja, kadang di rumah jemaat. Begitu banyak asam garam (tsaah) yang kami lalui dalam persahabatan en pelayanan J selain itu kami juga banyak makan gula jawa, biar tambah manis, hahai..

Oiya, nama komunitas kami bukan asal pilih nama yang keren, tapi ada ceritanya Lowh, jadi begini, sebagian besar dari kami adalah guru-guru Sekolah Minggu. Pada sekitar bulan Mei, kami mendengar kabar bahwa adik kami, Joshua Rumohorbo, seorang anak Sekolah Minggu sakit kanker. Dengan segenap hati kami bersama Hamba Tuhan lainnya, berdoa dan berpuasa bagi kesembuhan adik kami, namun Bapa di Sorga berkehendak lain. Pada Selasa, 27 Mei 2008, adik kami yang tercinta menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu besar rasa kehilangan kami. Ya, begitu sakit rasanya. Lalu ayah dari Joshua menyediakan tempat ibadah bagi kami di rumahnya, dan meminta agar kami dapat mengenang Joshua. Saat itulah kami berembuk untuk mencari sebuah nama untuk mengenang Joshua. Teman kami, Niki, mengusulkan nama JUICY (Joshua’s Unlimited Community). Setelah pemungutan suara, nama itulah yang menjadi nama komunitas kami.

Oiya kami juga punya visi dan misi, yaitu SMS (Satu Menangkan Satu). Kenapa harus satu? Kenapa gak sejuta? Well guys, kami belajar untuk setia pada perkara yang kecil untuk hal yang lebih besar, walaupun kenyataannya susah sekali untuk memenangkan (bahkan satu sekalipun) . Yap, kami rindu sekali memenangkan seseorang yang Tuhan taruh dalam hati kami. Yang dimenangkan, memenangkan satu lagi, terus begitu seperti rantai. Kalo lebih dari satu? Waah, Haleluya!! JUICY bernaung di bawah otoritas GKAI, begitu pula untuk dasar biblikal dalam komunitas kami. Ayatnya dari Matius 28:19-20.

n840729535_1155625_9857Kalau ditanya tentang jumlah anggota, kita bingung juga ya, hehe.. Karena eh karena, pemuda remaja itu kan dari yang SMP sampai yang kerja. Ada rencana pemuda dan remaja bisa dipisah, tapi karena terbatasnya tempat, pelayan, dan kurang terkondisinya keadaan, rencana itu di-cancel duyu (Lho, kok jadi curhat sii? hoho..) Yang saat ini aktif dalam kegiatan JUICY ada sekitar 23 orang. Cowonya itu lowh, limited bgt, sekitar 5 orang. Huhuhu T_T oiya, komunitas ini di ketuai oleh Hanna Veronica, di bantu oleh sekretaris yang cantik, Evi, serta bendahara yang hemat, Rebecca :D

Tempat biasanya kita kumpul di GKAI Cibubur lah pastinya! Hehe.. Rumah Bapak.Rumohorbo (Ayah dari Joshua), rumah Kak Melly (koordinator Sekolah Minggu), kadang juga nonton DVD en ngerujak di rumah Evi xD oiya, tak lupa warung Pop Ice di belakang gereja. Haha..

4Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan? Wuuua, buuanyak banget!! Retreat, seminar guru-guru sekolah minggu, ikut KKR, ngadain seminar Love, sex and dating, Natal, nginep di gereja buat acara tahun baruan, berenang (terkunci bersama di kamar mandi kolam renang. hahaha) Bnyaak bgt yg kita lakuin bareng :) Udah  2 tahun nii pemuda remaja jadi panitia natal umum juga sekolah minggu, malah tahun 2008, kami jadi panitia natal umum, sekolah minggu, juga pemuda remaja-gabungan Cibubur-Cimanggis di panti asuhan Bersinar. Cape sii, tapi bener dah, menyenangkan banget :D hohoho.. Untuk Proker tahun nii, kami  bikin mading, acara refreshing akhir bulan (nuntun pilm, main basket), setiap minggu ada latihan gitar, keyboard juga ada. Rencananya kita juga mau bikin natal pemuda-remaja gabungan (doakan yaa ^^) untuk dana, setiap minggu ada gerakan seribu (seribu/orang untuk kas), celengan juga ada lowh, chahahaha.. Juga dari persembahan :) karena sebagian besar dari kami adalah guru-guru SM, maka kegiatan kami juga gak lepas dari Proker SM. Selain natal SM, Paskah nanti, kami ibadah padang di Puncak, en bulan Juli, da Bible Camp lowh. Oiya, sekitar Juli/Juni JUICY juga bikin retreat :)

Nah ini wawancara singkat FOS untuk JUICY….

1. Pernah gak sih dalam komunitas ada perselisihan? trus gimana menanganinya?

Pernah dong! (kok bangga gitu sii jawab’a? haha..) Biasanya kita selesaikan secara kekeluargaan, musyawarah lah. Kalau tak selesai, yang bermasalah kita penjara! Haha, enggak Laa. Kalo tak selesai, Gembala yang turun tangan :D

Kita semua di kumpulin (yang bermasalah, maupun yang tak bermasalah xD) di omongin bareng-bareng, berdoa (nangis-nangisan dah, hahai) terus saling maafin satu sama lain. Guys, kadang masalah tak selalu langsung selesai, ada juga yang saat itu belum siap untuk memaafkan walaupun kita dah nangis-nangis pula, hhe..

Bang Moan (Gembala GKAI Cibubur) biasa’a bilang : Masalah ini udah selesai, selesai berati gak boleh bahas-bahas lagi kesalahan (atau keegoisan) di masa lalu, gitcyu..

2. Teyus, hal-hal paling seru apa yang pernah dilakuin bareng-bareng sesama anggota komunitas?

Elisabeth :Banyak bgt!! Tapi yang paling seru menurut gua, waktu kita nginep di gereja  dalam rangka tahun baruan. Sharing akhir taun, ngisi testimonia buat tiap orang, mam roti bakar, main UNO, hhe..  Tidur di lantai gereja ditemani kerlap-kerlip lampu pohon natal, Suasananya itu lowh, enak bgt!!”

Rani : “Yang paling berkesan waktu kita retreat!! Huwaaa, mau lagi!!”

Hanna : “Waktu kita retreat, tahun baruan, en waktu kita natalan di panti asuhan Bersinar, hehe.”.

Evi : “Stiap kegiatan yang kita lakuin bersama, gua suka, gua nikmatin bgt! Hehe.. Makan bareng,  masak bareng, pop ice bareng, bobo sama yg cewe2 bareng, untung pacar gak bereng-bareng, hhe.. Tapi yang paling gua nikmati adalah bertumbuh bersama kalian :) mengenal Yesus, en berjuang bersama :) Ayuu kita semangat buat Proker tahun nii!! Chehehehe..”

3. Karena ini bulan Summa Testimonia, ada ide gak sih gimana caranya biar semua orang bisa ngasih kesaksian2 mengenai Yesus dalam hidup kalian?

Rindu : “Dengan kita bersaksi terlebih dahulu, kita bisa jadi contoh lah.”

Rani : “Betul itu!! (langsung nyambung gitu Ran –”) jadi teladan dulu, en gua pengen bgt bisa jadi kakak rohani, jadi pendengar yang baik, yang tidak di buat-buat.”

Elisabeth : “Yap, jadi contoh, garam dan terang. Jadi motivator orang lain untuk ikutan bersaksi mengenai Tuhan Yesus.

Evi : Waaah, wise sekali teman-teman kuh, terharu aku. Hahaha..”

4. Next question. Gimana perasaan kalian bisa gabung di JUICY?

Mereka menjawab : “Senaang!!”

(Okeh, kayanya itu pertanyaan yang sia-sia untuk diajukan melihat mata kalian yang berbinar-binar –”)

5. Kalian kan juga punya teman ataupun sahabat, baik di kampus, sekolah, atau di alam manapun kalian berada. Terus, apa bedanya sama anak-anak di JUICY?

Patricia : “Beda lah! Emang sih gua punya temen-temen baik di sekolah, tapi JUICY adalah tempat gua bertumbuh, lebih mengenal Tuhan. Beda dengan temen-temen sekolah.”

Rani : “Ehem, sebenernya kebanyakan temen-temen di SMA gua tuh munafik. JUICY lebih asik, pengertian, lebih enak di ajak cerita.”

Hanna : “Kebanyakan temen-temen kuliah gua, ngomongnya sembarangan, gak di saring dulu. Berbeda dengan JUICY. Ciiiye..”

Evi : “Dari sejuta tahun cahaya yang lalu, gua emang bertumbuh di lingkungan gereja. Gaul sama anak-anak yang gak kenal Yesus, mang beda rasanya. Lebih manis gaul sama yang mengenal Yesus :)”

Elisabeth : “Kalo sama temen-temen baik di SMA ataupun di tempat kerja, gua jarang cerita-cerita tentang kehidupan pribadi gua. Gua lebih suka sharing sama kalian.”

6. Gimana dengan pemecahan masalah di JUICY? Dah okay, atau masih ada yang perlu diperbaiki?

Elisabeth : “Masih ada aja yang belum terbuka. Oiya, masalah yang gak semua harus tau jangan sampe menyebar dong. Hehe..”

Rani : “Kadang terbukanya cuma setengah. Kalo terbuka setengah, ya masalahnya juga cuma selesai setengah.”

6. Terakhir, harapan Bang Moan selaku Gembala GKAI Cibubur?

Bang Moan: “JUICY menjadi orang-orang yang dewasa rohani.”

(ciiiap bang!! ^^)

Joshua’s Unlimited Community

Hanna, Rebecca, Mia, Niki, Elisabeth, Rani, Jesika, Ucok, Fero, Ricca, Maulina, Evi, Ester, Joshua, Bayu, Veka, Bang Cakra, Rindu, Patricia, Yuli, Anita, Putri, etc. Gak mustahil, kamu yang selanjutnya!! :)

Dear: JUICY yang penuh semangat,

Thx God banget gua bisa jadi bagian dari kalian. Bisa bertumbuh dan saling menguatkan. Juga saling meledek en tertawa yang jelek bgt!! (kadang gua mikir, nii komunitas rohani atau grup lawak ya?)

Gak ada yang kebetulan, ya kan?

Gak kebetulan juga gua di jampi-jampi Hanna karna laporan pertanggungjawaban yang telat, haha. Ato rindu yang tenggelem pas berenang :D

Gak selalu guys, kita dalam lingkungan yang nyaman. Kesel, marah, ngerasa useless, banyak gesekan (dan cubitan) itu karena hubungan kita yang dekat.

Yang kita pegang dan percaya, Tuhan Yesus punya rencana, Dia belum selesai dengan kita :)

Thx for all,

love you all,

Gb :)