Panda di Taman

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

Terkadang, kita mengalami perjumpaan-perjumpaan yang aneh… Perjumpaan yang tidak biasa… Tidak disangka-sangka dan tiba-tiba… Yang membuat kita terkejut dan tak tahu harus berkata apa. Seperti itulah perjumpaan kami…

“Srek… Srek… Krosak…”

Bunyi aneh yang muncul dari semak-semak di sebelah kanan bangku yang kududuki. Ah, mungkin itu cuma kucing… Lagipula sore hari di taman seperti ini pasti banyak kucing yang berkeliaran. Dan aku kembali menyandarkan punggungku di kursi dan mengamati satu keluarga yang sedang piknik. Di bawah matahari sore, dua anak yang berlarian kejar-kejaran dan ayah yang membawa keranjang makanan dan ibu yang berjalan di sebelahnya tampak bagaikan image yang diambil dari sampul majalah keluarga. Dan aku tersenyum… Tersenyum karena dunia ini indah.

“Srek…”

Suara itu muncul lagi… Mungkin kucing yang sama… Rasanya aku masih punya tuna sandwich sisa tadi siang, mungkin dia mau. Dan aku membuka tasku dan mengambil sisa sandwich dan memanggil, “Pus… Meong… Keti… Felix… Bambang… Hanibani…..”

“Srekkkk.”

Sesuatu yang berwarna hitam putih muncul… Punya dua telinga… Buntut pendek bulat… Berjalan dengan dua kaki????

Dan di hadapanku muncul seekor… Atau lebih tepatnya sebuah boneka panda!

Dan untuk sesaat kami berdua diam dan berpandangan…

“Halo”, boneka panda itu bersuara.

“Kalau kau tidak menginginkan lagi sandwich itu, boleh itu untukku?”

Tanganku terulur dengan sendirinya.

“Boleh aku duduk di sebelahmu?”

Aku mengangguk.

Aku terkejut bukan karena boneka panda yang muncul, tapi karena kondisi boneka itu.

Tangan kirinya sepertinya tertarik robek dan tidak dijahit lagi, dan isi kapas mengintip dari tempat yang seharusnya pundaknya.

Matanya hilang satu dan di lehernya tampak melilit sehelai kain kotor yang sepertinya dulunya syal.

Dan hampir seluruh badannya dikotori tanah dan tempelan daun kering.

Tapi sepertinya dia tidak peduli dan sudah terbiasa, walaupun tangannya kotor tapi dengan santai dia makan sandwich. Tapi… Yah, boneka kan tidak bisa sakit perut…

“Kau terpisah dari keluarga yang memilikimu?”

Dia menoleh , “Tidak, aku tinggal di taman ini.”

“Kemana keluarga yang memilikimu? Apakah mereka tidak mencarimu?”

“Tidak, aku tidak punya keluarga.”

Caranya mengucapkan kata ‘keluarga’ terasa berbeda… Terasa dingin… Dan membuat rasa keingintahuanku muncul.

“Tapi, bukankah setiap boneka dimiliki oleh sebuah keluarga?”

Dia menghabiskan gigitan terakhir rotinya dan berkata , “Mungkin dulu aku punya keluarga, tapi mereka tidak membutuhkan mainan rusak. Jadi aku pergi dan tinggal sendiri di taman ini. Kau bisa melihat keadaanku kan? Kau bisa melihat kalau aku rusak… Damage…”

“Tapi, pastinya waktu kau pertama kali dibuat, kau tidak rusak kan? Pastinya kau sebuah boneka yang dibuat dengan sebaik mungkin dan dibuat untuk membahagiakan sebuah keluarga. Pastinya kau bukan boneka yang gagal produksi…” Protesku.

Dia tersenyum… Atau setidaknya kupikir dia tersenyum karena muka boneka itu tidak berekspresi… Tapi setidaknya rasanya di matanya yang hanya satu itu kulihat sekilas senyum…

“Kau orang baik… Terimakasih. Tapi apakah itu penting? Mungkin kau benar, mungkin aku terlahir sempurna. Mungkin kau salah, dan aku ini barang cacat produksi. Tapi, saat ini, bagaimanapun kedaanku dahulu, aku hanyalah barang rusak yang dibuang orang. Seperti yang kau lihat, sekarang aku rusak, lima tahun lagi aku akan tambah rusak, sepuluh tahun lagi aku akan sangat rusak dan dua puluh tahun lagi mungkin aku akan jadi alas salah satu sarang burung di taman ini. Apa pentingnya dahulu aku bagaimana?”

Dan aku terdiam.

“Tapi, pastinya waktu kau pertama kali dibuat, kau tidak rusak kan? Tapi… Aku mengenal seorang Pembersih yang hebat… Aku yakin dia akan bisa memperbaikimu dan membuatmu jadi boneka yang bagus lagi.”

Kali ini dia tertawa.

“Seharusnya sudah kuduga kalau kau kenalan si Pembersih. Terima kasih, tapi Pembersih itu hanya kabar gosip saja. Sejujurnya, aku tidak percaya kalau Dia ada.  Bahkan, kalau pun Dia memang ada, kerusakanku sudah terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki lagi, aku hanya akan menyusahkan-Nya.”

“Lagipula, jangan tersinggung, tapi ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang mengaku kenalan Pembersih. Kau tahu, hidup sebagai boneka buangan membuatku sedikit lebih peka terhadap pandangan mata orang. Dan dari sebagian kenalan Pembersih itu, mereka punya pandangan mata yang sangat menolak dan sebagian lagi, walaupun mereka berusaha menyembunyikan mata mereka, tapi aku tahu aku tidak diinginkan. Jadi, seandainya Pembersih itu ada pun, kalau kenalan-Nya saja tidak menginginkanku, apalagi Dia sendiri kan?”

“Kalau begitu, bagaimana kalau Kau ikut ke rumahku? Kau bisa bertemu keluargaku dan mungkin suatu hari nanti kau mau ikut bersamaku menemui Pembersih.”

Dan sekali lagi dia tersenyum… Atau kurasa dia tersenyum.

“Kau baik… Tapi hanya karena kau baik bukan berarti semua keluargamu baik. Kau lihat sendiri, badanku kotor penuh tanah, aku akan mengotori rumahmu dan membuat masalah. Apakah keluargamu akan sabar dan diam saja ? Kau tahu, sekalipun kau memandikanku hari ini, sisa kotoran yang ada dalam tubuhku mungkin akan memerlukan waktu bertahun-tahun sampai bersih, kalau bisa bersih. Dan bagaimana dengan anak-anak di keluargamu? Mereka masih sangat kecil, mungkin mereka akan tertular kuman dari tubuhku dan menjadi sakit. Kalau keluargamu menolakku, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau pergi bersamaku dan tinggal di taman ini? Ataukah kau akan membela keluargamu dan membuangku?”

Dan aku kembali terdiam.

“Tapi… Kau sendirian di sini…”

“Tidak apa-apa, aku punya teman kok”, jawabnya.

“Kau punya? Apakah mereka teman yang baik?”

“Terkadang, ada dua orang anak yang datang ke taman ini dan bermain denganku. Memang mereka mainnya agak kasar, tapi mereka baik. Mereka bermain lempar-lemparan dengan menggunakan diriku, tangan kiriku yang robek ini terjadi waktu kami main lempar-lemparan. Dan terkadang kami main kejar-kejaran, aku berlari dan mereka mengejarku sambil melemparkan gumpalan-gumpalan tanah. Kau lihat kan tanah dan daun kering di tubuhku ini? Itu terjadi ketika kami bermain.”

“Tapi… Itu bukan bermain… Mereka hanya memanfaatkanmu dan merusakmu… Itu bukan teman.”

Dan untuk sedetik… Aku bisa merasakan kemarahan… Dan juga kesedihan dari suaranya.

“KAMI BERMAIN…….. KAMI BERTEMAN!!”

“Mereka datang kesini dan menghabiskan waktu bersamaku!”

Suaranya menjadi lebih perlahan.

“Setidaknya mereka tahu aku ada disini… Dan aku diinginkan untuk bersama mereka menjadi permainan mereka… Itu lebih baik daripada sendirian… Tidak masalah apakah mereka merusakku atau tidak. Toh, aku sudah rusak, bertambah rusak pun tak mengapa.”

Dan sekali lagi aku terdiam.

Dia menghela napas… Atau setidaknya kupikir dia menghela napas dan turun dari kursi.

“Langit sudah mulai gelap, kau sebaiknya pulang. Keluargamu menunggu di rumah kan?”

Aku berdiri dan berkata, “aku akan datang lagi ke sini.”

Dia terdiam sejenak dan berkata, “aku tidak akan menunggu.” Dan kemudian masuk kembali ke semak-semak.

Sambil berjalan pulang aku berpikir, “dia benar, tidak semua orang dalam keluargaku dewasa. Sebagian mungkin akan menerimanya, tapi sebagian lagi mungkin akan berteriak dan mengusirnya.”

Dan dia sudah kehilangan semua rasa percaya, bukan hanya pada dirinya tapi juga pada semua orang. Kata-kata indah saja tidak akan membuatnya percaya.

Ahh… Mungkin lain kali aku akan datang lagi dengan beberapa teman, teman yang mau berteman dengannya. Dan kita akan membuat komunitas kecil di taman itu. Mungkin kalau dia sudah nyaman di komunitas, dia akan membuka hatinya sekali lagi. Dan mungkin dia akan mempercayai orang sekali lagi. Saat itu mungkin aku bisa membawanya ke Pembersih dan keluargaku yang lain. Dan mungkin saat itu dia akan belajar menerima kalau dirinya bukan barang rusak. Tapi yang pasti, kalau aku tidak bisa membuatnya memercayai kata-kataku, dia tidak akan mau datang ke Pembersih, dan dia akan selalu menganggap dirinya barang rusak.

Ditulis Oleh Tukang Bakmi di FOS Community

P-E-R-S-A-H-A-B-A-T-A-N

5

Category : inFOStainment

P- Pengaruhi orang-orang di sekitar kita terus menerus dengan kasih Allah sampai menghasilkan perubahan hidup, sebaliknya begitu juga, kita harus mau dipengaruhi oleh nilai-nilai yang baik dari orang-orang di sekitar kita supaya kita juga mengalami perubahan hidup itu.

E- Extra-mile, “jika sahabatmu memintamu berjalan bersamanya sejauh satu kilometer, berjalanlah bersamanya sejauh dua kilometer…” Jika sahabatmu memintamu memberikan waktumu untuknya, berikan juga hati dan telingamu untuk mendengarkannya. Ini salah satu prinsip yang membuat sebuah hubungan menjadi sangat bermakna, sebuah hubungan yang berkorban, melakukan sesuatu yang “lebih” dari apa yang kebanyakan orang lakukan.

R- Rencana Tuhan harus tergenapi sempurna bagi orang-orang yang kita kasihi. Kalau ada kerinduan yang sebesar ini bagi sahabat kita, tindakan yang bisa kita lakukan adalah mendampingi sahabat kita dengan konsisten sampai rencana Tuhan digenapi dalam hidupnya. Tanyakan kabarnya di saat-saat ia menghadapi kesulitan, tawarkan bantuan bagi dia, doakan lewat telepon atau beri waktu untuk mengunjungi sahabat kita, karena adakalanya sahabat kita kelelahan menghadapi masalahnya sendiri.

S- Sukacita akan selalu ada dalam hubungan yang sifatnya saling membangun. Walaupun kadang ada masalah di antara kamu dan sahabatmu, tapi semua itu pasti menghasilkan sukacita pada akhirnya dan bukan perpecahan. Tujuan dari adanya masalah dalam sebuah hubungan adalah untuk mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menghadapi orang-orang yang kita kasihi dalam jangka waktu panjang. Sukacita selalu membuat sebuah hubungan menjadi hidup dan bersemangat.

A- Arahkan hubungan itu kepada hal-hal yang semakin besar. Ada tanggung jawab yang semakin besar dalam setiap hubungan, maka itu kapasitas kita dalam menghadapi orang-orang di sekitar kita juga harus semakin besar. Kedekatan kita harus semakin terjaga, komunikasi ditingkatkan, buat project-project yang melatih tanggung jawab kita untuk memelihara suatu hubungan, misalkan setiap minggu minimal tanyakan kabar satu kali, doakan minimal satu orang sahabat setiap hari, mengunjungi minimal satu orang sahabat sebulan sekali, lalu tingkatkan kapasitasmu dalam membangun hubungan itu.

H- Hargai waktumu bersama orang-orang yang kamu kasihi. Jangan tenggelam ke dalam suatu kesibukan yang berlebihan sehingga merusak hubunganmu dengan orangtua, pacar, sahabat, apalagi Tuhan. Relasi lebih penting daripada kesibukan semata. Relasi yang dekat itu sifatnya mengisi, sedangkan kesibukan itu sifatnya mengambil, contohnya relasi dengan Tuhan itu lebih penting daripada sibuk pelayanan.

A- Ampuni, doakan, dan motivasi orang-orang yang kita kasihi ketika mereka berbuat suatu kesalahan. “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yohanes 3:17). Perkataan ini berlaku juga buat kita sebagai anak-anak Tuhan. Gimana kita bisa membawa pertobatan buat orang-orang di sekitar kita kalo perkataan kita isinya adalah kata-kata penghakiman? Bahasa kita adalah bahasa kasih, yang di dalamnya ada pengampunan dan penerimaan yang tulus bagi sesama kita.

B- Bagikan hidupmu dan buka hatimu. Saat Tuhan mengutus sahabatmu untuk menolongmu ketika mengalami kesulitan, jangan menutup diri. Memang dalam beberapa hal, apa yang kita alami mungkin aja terasa memalukan. Atau kita merasa walaupun kita ceritakan masalah kita ke siapapun, tetep aja nggak bisa bantu. Cobalah dulu untuk membuka hati bagi mereka, sahabat-sahabat rohani dan orang-orang yang terdekat dengan kita seperti orangtua seringkali menjadi alat Tuhan yang efektif untuk menyampaikan isi hati-Nya di saat kita menghadapi suatu masalah dan tidak bisa mendengar suara-Nya dengan jelas. Keterbukaan yang tepat selalu menjadi awal dari sebuah pemulihan.

A- Akui kesalahan dan berani meminta maaf duluan saat hubunganmu dengan sahabatmu sedang diwarnai konflik. Kita belajar untuk mengampuni, itu nggak mudah. Sebaliknya, meminta maaf duluan juga pasti nggak mudah. Nah, saat kita mengerti kalo orang lain aja punya kekurangan, kita juga harus berani mengakui kekurangan kita dan meminta maaf. Dengan kita mengakui kelemahan kita duluan, kita sedang membangun kekuatan yang akan mengatasi kelemahan-kelemahan itu. Orang yang kuat justru adalah orang yang menyadari kelemahannya, karena dengan begitu kita mengerti di sisi lemah apa kita harus memperbaiki diri, sehingga kita memiliki karakter dan kepribadian yang semakin memberkati baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang yang kita kasihi.

T- Tuhan hadir dalam setiap hubungan yang kita bangun di dalam Dia. Kalo persahabatan kita mempunyai visi untuk kepentingan Allah, pasti Dia juga yang menjaga persahabatan kita itu. Kalo pacaran dibangun dalam Tuhan, Tuhan juga yang menjaga hubungan itu. Tentukan dasar setiap hubungan yang kamu bangun, di atas apa kamu membangunnya, akan sekuat itulah nanti hubungan itu.

A- Alami pengalaman-pengalaman yang baru. Jadilah kreatif dalam hubunganmu, Belajarlah dengan giat untuk membangun suatu hubungan sama giatnya dengan saat kamu belajar untuk ujian Fisika atau Akuntansi. Sebuah hubungan yang diuji dengan waktu bisa saja mengalami kebosanan atau titik jenuh. Inilah musuh utama sebuah hubungan: titik jenuh. Sebab itu mintalah hikmat dari Tuhan supaya kamu bisa menjadi lebih kreatif dalam membangun hubungan.

N- Nyatakan kepada dunia apa yang telah kamu alami dari hubungan persahabatanmu itu. Biarlah dunia diberkati oleh kesaksian atas persahabatan yang dialami oleh anak-anak Tuhan. Buktikan bahwa kita memiliki Tuhan Yesus yang adalah sahabat sejati, yang memiliki kasih terbesar sebagai Seorang Sahabat (Yoh 15:13). Saat kita, anak-anak Tuhan, membangun sebuah hubungan, itu akan menjadi gambaran bagaimana Allah membangun hubungan dengan kita manusia. Sebab itu miliki nilai-nilai yang Tuhan Yesus tunjukkan sebagai Sahabat: Pengorbanan, Kasih, Penerimaan, Kemurahan Hati, Ketegasan yang membangun, Kesetiaan, Memiliki Visi yang jelas, dan banyak hal lainnya yang akan kita temukan jika kita mengenal Dia.

Menjadi Sahabat Terbaik

Category : Asides

Seorang sahabat yang akan bertumbuh menjadi sahabat terbaik adalah mereka yang membuka dirinya terhadap sahabatnya. Saat-saat kesukaran ia tidak mengurung diri atau menjauh dari sahabat-sahabatnya. Justru ia mencari pemulihan dari Bapa melalui orang-orang di dekatnya, membiarkan dirinya diinspirasi dan disentuh oleh dampak dari sahabat-sahabatnya, dan meneruskan pemulihan itu bagi mereka yang membutuhkan.

Amsal 17:17. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”

17:17. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Saat persahabatan dimulai dalam sebuah Unforgettable Moment

3

Category : Eventgelism

Momen apakah yang paling berharga di dunia ini? Saat melihat foto-foto Friendship Evangelism Camp 27-29 November 2009 kemarin (yang juga udah di-upload di facebook), aku menyadari kalo ternyata tuh yang diabadikan selalu momen-momen berharga yang nggak terlupakan yah…

Kenapa kita mengabadikan suatu momen? Karena di kemudian hari pasti kita ingin punya kenangan yang nggak terlupakan dengan momen itu. Kita selalu punya foto-foto kelahiran, foto wisuda, foto retreat, foto baptisan, foto bareng keluarga, foto bareng sahabat, dan foto yang mengabadikan momen-momen bahagia lainnya. Kita nggak pernah tuh nyimpen foto waktu kita lagi ngambek, atau foto kita lagi berantem sama sahabat, atau foto-foto yang berisi momen-momen menyedihkan lainnya.

Yah guys, kita selalu ingin mengingat saat-saat berharga. Waktu kita bertobat dan lain sebagainya. Kita nggak pernah ingin mengingat masa-masa terburuk dalam kehidupan kita. Saat aku melihat betapa banyaknya foto Friendship Evangelism Camp kemarin, aku percaya itu bukan karena ada panitia yang kurang kerjaan sehingga foto-foto terus, atau bukan karena terlalu banyak orang narsis yang ikut camp ini (hehe, bercanda…), tapi karena begitu banyak momen berharga yang ingin kita ingat dari camp ini.

Saat hari pertama kita telah merasakan bagaimana atmosfer persahabatan dibangun, lalu pemulihan hati Bapa, saat-saat fellowship dengan sahabat-sahabat baru. Kita tertawa dan menangis bersama di FEC, kita lewati suka dan duka bersama, kita tenggelam dalam hadirat Tuhan, kita ambil komitmen sama-sama, dan kita juga diutus untuk menjadi Friendship Evangelist, sahabat-sahabat yang terbaik di dalam Tuhan. Sahabat, semua itu telah kita lalui bersama, dan pastinya kita ingin FEC nggak hanya untuk sekedar berlalu. Apa yang telah kita alami di sana, sangat berdampak di dalam hati setiap kita yang hadir, dan nggak terlupakan sampai hari ini.

Banyak peserta yang nggak tahu kalo panitia sangat berjuang keras agar camp ini bisa jadi dilaksanakan. Tiga minggu sebelum acara, peserta baru 10 orang, itupun panitia semua. Terjawab saat seminggu sebelum acara, peserta telah jadi 80 orang lebih. Karena banyak yang cancel, akhirnya jadilah 70 orang peserta yang ikut. Hari ketika berangkat, panitia masih kekurangan dana 13 juta. Kami nggak tahu dari mana akan dapat segitu banyak. Bahkan sampai hari kedua dan ketiga, dana yang diharapkan nggak kunjung tiba. Dalam kondisi seperti itupun, kami merasakan tuntunan tangan Tuhan yang dahsyat. Kami harus tetap bisa tersenyum dengan tulus, tetap memberikan yang terbaik bagi semua peserta, menjaga atmosfer rohani supaya nggak nge-down, dan semua bagian acara dapat berlangsung dengan sangat indah. Singkat cerita, hari ketiga setelah selesai outbound, tepat sebelum pulang, ada donatur yang Tuhan pakai untuk transfer dana sesuai kebutuhan kami. Wow! Tuhan itu emang baik banget. FEC yang tadinya udah hampir mustahil jadi dilaksanakan, ternyata benar-benar menjadi unforgettable moment di hati setiap orang yang ikut.

Pastinya kita ingat kalo masih banyak sahabat kita yang kurang diperhatikan di luar sana, temen-temen kita yang merasa di-reject atau di-ignore oleh lingkungannya, mereka yang butuh uluran tangan yang menolong saat mereka lemah, guys, di situlah kita harus masuk ke dalam hidup mereka, dan menjadi jawaban. Biarlah kita sebagai anak-anak Tuhan menjadi sahabat-sahabat terbaik bagi orang-orang di sekitar kita. Biarlah Injil diberitakan bagi generasi kita, pertama-tama bagi orang-orang yang terdekat dengan kita, yaitu keluarga dan sahabat-sahabat kita. Ingat selalu akan momen-momen yang berharga ini. Sahabat, dunia tidak akan pernah sama lagi dengan kehadiran kita yang membawa kabar baik. Setelah camp ini, yuk kita ingat dan lakukan setiap komitmen yang udah kita buat. Ingatlah bahwa dunia ini butuh lebih dari sekedar diinjili dengan khotbah, tapi dunia ini membutuhkan sahabat-sahabat yang rela memberikan hidupnya agar kita menyatakan Tuhan Yesus, Sahabat yang sejati.

Persahabatan yang udah kita mulai di FEC dengan sahabat-sahabat baru kita, pertahankan itu dengan sungguh, karena suatu saat nanti ada saatnya dimana kita tidak akan bisa berdiri sendiri lagi, dan saat itu terjadi, yang akan berdiri bagi kita adalah sahabat-sahabat terdekat dan orang-orang yang kita kasihi di sekitar kita. Biarlah bukan hanya sekedar foto yang mengabadikan persahabatan kita, namun persahabatan kita menjadi hal yang abadi dalam hati setiap orang yang disentuh kasih Allah melalui kehadiran kita bagi sahabat kita setiap waktu dan dalam setiap kesukaran, itulah yang membuktikan pada dunia bahwa persahabatan kita abadi di dalam Tuhan.

fec2009

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku…” (Yoh 15:13-14a)

See u guys at the next Unforgettable Moment… Saat itu tiba, biarlah lebih banyak lagi sahabat kita dimenangkan dalam kasih Tuhan, kasih Sang Sahabat Sejati, Kasih yang terbesar. Amin.

_Y.K.T_

Youth Evangelism Challenge

Category : Eventgelism, Simply Articles

Youth-Challenge

“Youth” dan “evangelism”, kedua kata yang sepertinya ngga mungkin dan jarang sekali terdengar bersamaan. Padahal seandainya kedua kata itu digabungkan, akan menjadi hal yang dahsyat banget lho.

Dulu, sebelum aku mengerti, menikmati, membaca bahkan terlibat dalam pekabaran injil, yang ada di kepalaku mengenai penginjilan adalah seorang pendeta berbaju lengkap (pakai jubah yang ada tanda salibnya gede di depan) membawa alkitab besar sambil bilang, “Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat.”

Itulah yang tergambar di benakku saat aku mendengar kata penginjilan pertama kali. Semakin sering aku mendengar kata itu, bukannya semakin hilang gambaran awal tadi, tapi justru bertambah dengan adanya background sebuah bangunan yang ada salib tinggi menjulang dengan papan nama tertentu yang menunjukan nama gereja tertentu. Saat mendengar kata penginjilan, pasti timbul pertanyaan-pertanyaan seperti:

“mau diajak ke gereja mana lagi nih…”

atau

seperti “ iya deh, aku bertobat…”

atau bahkan “ Duh……playanan lagi??”

Aku merasa bahwa penginjilan identik dengan gereja tertentu, diajarin lagi tentang hal-hal baru, yang kadang agak aneh-aneh juga (dalam hal ini karena memang baru pertama kali merasakan), atau diajak ke sini atau ke situ. Apalagi klo udah pakai kata “Pelayanan”, wah susah deh untuk menolaknya.

Sebegitukah gambaran penginjilan di benak kita ???

Aku tidak tau dengan kalian, tapi bagiku dahulu gambaran tentang penginjilan adalah hal seperti itu, ditambah cerita-cerita tentang para misionaris yang melayani daerah-daerah terpencil, yang sangat susah dan sengsara tetapi bahagia. Aku ngga tau bagaimana gambaran itu bisa timbul, apakah karena aku yang buat sendiri, atau karena lingkungan sekitar yang mempengaruhi.

Tapi setelah aku mencoba mengerti, mendalami Firman Tuhan bahkan mengalaminya, pandanganku berubah. Penginjilan bukan hanya untuk orang-orang tua, bukan hanya untuk hamba-hamba Tuhan di atas mimbar, bukan hanya untuk para gembala sidang ataupun para majelis gereja, tapi penginjilan adalah untuk kita semua, muda-tua, pendeta atau bukan, majelis atau bukan, di atas mimbar atau hanya jemaat biasa. Saat kita mengakui Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi, saat itulah kita terpanggil untuk menginjil. Bukan saat kita bertambah tua, bukan saat kita ditahbiskan di gereja lokal, bukan saat kita jadi pengurus rohkris di sekolah, bukan saat kita jadi pelayan mimbar. Tapi saat kita menerima dan percaya akan keselamatan, kebenaran dan Janji Tuhan, saat itulah kita harus memberitakan keselamatan, kebenaran dan janji Tuhan itu. Penginjilan adalah hidupmu, bukan sekadar tugasmu.

Penginjilan bukan hanya saat kamu menyampaikan Firman di depan jemaat, bukan hanya saat kamu menulis artikel rohani, dan bukan hanya saat kamu jadi pelayan mimbar, main musik, jadi WL, jadi kolektan, jadi singer atau jadi penerima tamu. Saat engkau berada di kelas tidak ikutan untuk mencontek, itu juga penginjilan. Saat kamu lebih memilih untuk pergi setelah mengingatkan teman-temanmu saat mulai bercanda yang menyerempet ke arah jorok atau bahkan sedang membahas tentang sesuatu yang porno; saat kamu menjaga mulutmu untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang kotor; sembrono dan segala macam isi “ragunan”; saat kamu mendisiplinkan diri untuk tidak terlambat; saat kamu membuang sampah pada tempatnya bahkan memungut sampah yang berserakan di jalan; dan bahkan saat kamu berusaha memaafkan seseorang yang melukai perasaanmu, itu semua adalah penginjilan. Penginjilan itu adalah gaya hidup, dan yang namanya gaya hidup sudah semestinya kita lakukan sehari-hari.

Tau kenapa saat kata “youth” dan “evangelism” digabungkan akan menjadi hal yang sangat dahsyat dan luar biasa, karena saat anak-anak muda menyadari bahwa penginjilan adalah gaya hidup, saat kita menyadari bahwa penginjilan adalah panggilan kita, dan bahwa penginjilan itu bukan hanya tugas tapi hidup kita, aku percaya pasti injil akan sampai ke seluruh dunia, sampai ke ujung bumi, bukan hanya sampai di RT/RW atau sampai di kelurahan dan kecamatan terdekat, tapi SELURUH BUMI, karena anak-anak muda dapat melakukan sesuatu yang dahsyat, powerful, kreatif, energik dan ngga kenal menyerah saat melakukan sesuatu. Akan ada banyak pensi-pensi, konser-konser, mading-mading, futsal-futsal, basket-basket, prestasi di sekolah, apapun itu, yang di dalamnya kita bisa memberitakan kebenaran Firman Tuhan, keselamatan dan janji Tuhan. Dahsyat kan, apalagi seandainya satu anak muda bisa memenangkan satu jiwa, each one reach one, widihhhh dahyat bung..

Lho kok jadi berhenti bacanya, jadi takut yah, apa bingung, atau malahan jadi tambah males denger kata penginjilan….waduh jangan donk..hehehhehe…

Ini dia niy yang jadi salah satu Challenge kenapa kata “youth” dan “evangelism” susah untuk bersatu. Kebanyakan “youth” dah agak gimana gitu saat denger kata “evangelism”, dan saat “evangelism” denger kata “youth” malah geleng-geleng. Jangan bingung yah, kita akan bahas kenapa kedua kata itu susah banget bersatunya.

Seringkali saat anak-anak muda ketemu sama kata penginjilan atau pelayanan, kata-kata yang sering keluar adalah kata “ntar aja deh” dengan berbagai versi dan alasan. Ada yang ngerasa belum siap, ada yang ngerasa belum “kudus”, ada yang karena males aja, ada yang karena pengen fokus belajar, ada yang karena belum berani, dan berbagai alasan lain yang kalau disebutkan satu persatu bisa jadi novel sendiri. Aku mau bilang disini adalah kesiapan bukan masalah keadaan dan waktu, dengar baik bro and sis, kesiapan adalah masalah kemauan dan kepekaan, mau untuk dipakai Tuhan, dan peka akan panggilan kamu. Nggak heran lho ada iklan di tivi yang bilang klo anak-anak muda sering dipandang sebelah mata, karena kebanyakan “ntar”-nya dan “tunggu”-nya. Apa yang mau dilihat, klo entar-entar terus. Doa pada Tuhan supaya kerinduan, kemauan dan kepekaan akan sebuah panggilan semakin nyata, dan bilang pada diri sendiri bahwa sekarang saatnya yang muda yang berkarya. C’mon youth…

Alasan kedua adalah karena kata “evangelism”, lho kok bisa ?

Penginjilan atau evangelism berasal dari kata Euanggellion artinya Eu = baik, anggelos = pembawa berita. Jadi yang namanya penginjilan adalah pembawa berita kabar baik. Injil adalah kabar baik, dalam bahasa inggris kita bilang good news, tapi terkadang good news itu berubah menjadi scary news karena masalah penyampaian. Seorang penginjil anak muda yang mengerti hati Bapa akan lebih banyak memberitahu mereka tentang kasih karunia daripada selalu menakut-nakuti mereka tentang hukuman dan neraka. That’s the point, bahwa seringkali apa yang kita/kami sebagai anak-anak muda dengarkan adalah tentang penghukuman, akhir jaman, tentang neraka, tentang sebuah kewajiban, yang akhirnya semua itu menjadi beban bagi kami. Satu hal yang penting, bahwa injil adalah kabar baik, harus disampaikan secara baik, dengan tujuan yang baik dan tepat. That’s exactly what we need.

Guys, melihat kedua alasan, sepertinya terjawab sudah kenapa kita menjadi begitu takut, begitu cemas saat mendengar kata penginjilan, apalagi disuruh melakukannya. Ingat guys, bahwa injil adalah kabar baik, bukan kabar menakutkan yang menjadi seseorang jadi baik, dan klo kita sadar bahwa kita sudah merasakan dan mendapatkan kabar baik itu, seharusnya sudah semestinya kita mengabarkan hal itu kepada orang lain juga, mulai dari orang-orang terdekat sampai ke ujung bumi, dan jangan lupa target kita adalah Seluruh bumi, tau kenapa, karena kita adalah anak-anak mudaNya Tuhan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau roh kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea, dan di samaria dan sampai ke ujung bumi

Kisah Para Rasul 1:8

Zoom@FOSters – Henri Harianja

2

Category : Zoom@Fosters

Setelah sebelumnya di Zoom@FOSters kita berkenalan dengan Yoseph K. Tandian alias Oceph. Nah sekarang kita berkenalan nih sama salah satu FOSters yang juga menjadi pendiri awal FOS Community. Bahkan awalnya FOS Community terbentuk dari persahabatan kedua orang ini Oceph dan Henri.. Ohya kebetulan juga tanggal 9-9-9 kemarin Henri baru aja ultah looh… Oke deh kita langsung simak aja yuk tulisan dari Henri yang ngomongin tentang Masa Muda *maklum baru tambah tua soalnya^^

***

n659183963_1496515_3697461Halo bro sist yang lagi baca, apakah anda termasuk anak muda? Jiwa muda? Kalau jawabannya Ya, selamat karena anda berada pada masa terbaik dalam hidup. Kalau jawabannya TIdak, apakah nama anda Slamet? Kalau jawabannya Ya, slamet, oii slamet, kan anda biasa dipanggil Slamet XD. Apakah anda sudah mengenal Tuhan Yesus, mengakuiNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Kalau jawabannya Ya, SELAMAT karena anda benar-benar SELAMAT. Kalau jawabannya Tidak, cari dan kenali Dia karena ada hal terbesar yang sanggup Dia berikan, Keselamatan. Yup, that’s the greatest gift ever.

Omong-omong tentang masa muda, anak muda biasanya suka melakukan hal-hal yang “gila”, artinya hal yang ngga biasa. Anak muda mampu melakukan hal seperti itu lantaran banyak “energy” yang tersimpan dan kalau waktu dan tempatnya tepat, energy tersebut meledak dan memberikan dampak yang ruarrr biasa, setuju? So, marilah kita berbangga karena kita tergolong anak muda yang punya potensi besar yang siap meledak.

Masa muda gini, enaknya ngapain yah? Terdengar beribu jawaban dari pikiran kita masing-masing. Stop egoisme sampai disini. Terlalu banyak anak muda yang mencari kesenangannya sendiri and tau-tau dah tua, nasihatin cucu “cu..uhuk uhuk..kamu masih muda bgini bgono dst..”.

Apa sih yang harusnya dilakukan semasa muda?

Pertama, anak muda, artinya muda dan belum matang. Tuntutlah ilmu sedalam-dalamnya dan jangan malas. Seorang muda perlu diisi dengan ilmu sama seperti seorang prajurit yang akan perang perlu memahami teknik berperang. Belajar adalah proses berkesinambungan yang tak pernah berhenti. Sumber ilmu, darimana? Jawaban umum adalah buku, dan bahan-bahan lainnya. Tapi yang perlu diingat, orang tua di sekitar kita, itulah sumber ilmu yang malah sering dihindari. Berapa banyak anak muda yang ngga mau kumpul ato ngobrol dengan orang tua? Mari kita belajar peka dan semakin berhikmat.

Lebih jauh lagi, persiapkan masa depan adalah tugas wajib seorang muda. Jangan jadi tipikal orang yang “mengalir”. Mari kita berani bermimpi, letakkan di kaki Tuhan semua mimpi-mimpi itu, buat perencanaan yang baik dan kejar impian itu. Ada kalanya salah satu impian ngga tercapai, kalau kita sudah berserah dan letakkan di kaki Tuhan dijamin kita ngga jadi down.

Kedua, anak muda, artinya anak. Seorang anak perlu dibimbing oleh orang tuanya. Di setiap sisi kehidupan seorang anak muda, perlu hadir sosok pembimbing. Entah itu hal rohani maupun tidak, seorang pembimbing tentunya akan membimbing (bukan mengatur) agar seorang muda dipastikan melakukan yang terbaik. So, pastikan kamu punya pembimbing dan selalu ingat pembimbing agung kita, Roh Kudus.

Ketiga, anak muda, artinya mudah. Kita pasti setuju klo dibilang anak muda adalah orang yang labil. Yup, seorang muda mudah untuk bgini dan bgitu, misal mudah marah karena hal kecil. Mari kita belajar menguasai diri. Amsal 16:32 bilang “orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

And when time comes, you’ll do great. Mari minta tuntunan Roh Kudus untuk jadi seorang muda yang powerfull and “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Biodata Singkat :

Nama : Henri Harianja

TTL : Jakarta, 9 September 1985

Sekolah / Kuliah / Kerja : SMAN 12 Jakarta/ Ilmu Komputer IPB angk.2004 / mitrais

Email / FB / YM / blog: henry.harianja@gmail.com / facebook.com/henrihnr / bigger_owe@yahoo.com / henrihnr.wordpress.com

Hobi : Baca, Nulis, Denger & Main Musik, Programming, Bcanda, Tidur, Nonton

Ayat Fav : 1 Alkitab, semua cerita di alkitab menarik sih, ada jaman purba, kerajaan ampe Kau adalah sahabat-Ku jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.(Yoh 15:14)

Tujuan Hidup : Melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati my beloved Father, doing my best minute to minute.

Mimpi Terbesar : suatu saat, gw akan menjadi seorang technology expert. I’ll bring my mom to via dolorosa :D.

Makna Persahabatan : mewarnai setiap sisi kehidupan, memberi rasa.

About me these days : setahun merantau di Bali, menikmati jadi jemaat GBI Rock Kuta.

What Others said about Henri…. → Continue

Adanya Perselisihan Saja…

Category : Simply Articles

… Telah Merupakan Kekalahan Bagi Kamu

conflictDi manakah di dunia ini kita nggak akan lagi menemukan perselisihan? Jawabannya seringkali nggak tergantung pada ada atau nggaknya kondisi seperti itu. Firman Tuhan bilang jika perdamaian itu tergantung pada kita sebagai anak-anak Tuhan, sedapat-dapatnya perbuatlah demikian (Roma 12:17-18). Jadi sebagai anak-anak Allah yang harusnya membawa damai ke tengah dunia, sadar atau nggak sadar kitalah “penentu perdamaian dunia!”

”Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Roma 12:17-18)

Hidup dalam kasih dan perdamaian adalah salah satu kemenangan orang Kristen! Kalau kita berkata kita mau hidup bagi Yesus, bertumbuh dalam karakter Ilahi, dan ingin memuji menyembah serta memuliakan Tuhan, maka terlebih dahulu kita harus menciptakan kondisi yang terbaik untuk kita bisa sama-sama bertumbuh. Dalam situasi yang penuh kasih itulah kita bisa saling menopang untuk jadi pemenang.

Siapa yang harus menciptakan suasana itu? Apakah itu masih menjadi tanggung jawab Allah? Dia telah memberikan Roh Kudusnya buat kita, supaya kita mampu menciptakan kedamaian itu. Ya, kitalah yang harus membiasakan diri untuk hidup rukun satu sama lain. Dalam komunitas anak-anak Tuhan  yang penuh dengan perselisihan, penuh dengan rasa nggak mau mengalah, rasa selalu menyalahkan satu sama lain, kemenangan Injil akan sulit bahkan mustahil untuk kita capai. So, nggak heran kalo dikatakan bahwa adanya perselisihan aja di antara kita, itu sudah merupakan sebuah kekalahan bagi anak-anak Tuhan. Let’s try to check these words out: → Continue

Keledai Mengejar Wortel?

4

Category : Pojok Tukang Bakmi, Simply Articles

donkeyandthecarrotAda yang suka baca Donal? Bukan…bukan selebaran paket diskon burger tapi Donal Bebek dan 3 keponakannya. Pertama kali saya baca Donal waktu kelas 1 SD, waktu itu harganya masih 750 perak per majalah. Sekarang sih udah enggak baca lagi soalnya majalah Donal yang sekarang udah enggak serame dulu jadi males mau beli juga.

Apa tulisan saya sekarang bakalan ngebahas Donal? Ngga…saya cuma ngomongin Donal soalnya ada satu cerita di Donal yang pengen saya ceritain. Ceritanya Donal punya 1 keledai yang pemalas dan enggak mau kerja. Biarpun dimarahin dan dipaksa, tetep aja keledai ini enggak mau jalan. Pokoknya keras kepala banget keledai ini sampe Donal putus asa. Untungnya keponakannya, yang selalu lebih pinter dari si Donal ini, punya ide. Mereka gantung wortel di ujung pancingan kemudian wortel ini diayun-ayunkan di depan si keledai. Keledai ini yang ngeliat wortel di depan mata tentu saja jadi pengen makan dan berusaha maju ngambil wortel itu dan akhirnya mau jalan. Tentu saja karena wortel itu digantung di tongkat pancingan, mau jalan sejauh apapun tetep aja mulut keledai itu enggak akan pernah bisa ngegigit wortel yang berayun-ayun di depan matanya.

Pertanyaannya, apakah keledai itu sekarang jadi keledai baik-baik? Apakah keledai itu layak dipuji sebagai keledai yang rajin dan kalau perlu dijadikan teladan bagi para keledai lain? Apakah keledai ini berhak mendapat sebutan Keledai of The Year dan muncul di majalah Time sebagai salah satu Keledai Berpengaruh Abad 21? Atau muncul di acara Oprah sebagai Keledai Yang Peduli Kekeledaian? → Continue

Grace Suryani – Kasih Yang Memberi Dampak Dalam Persahabatan

2

Category : Youth Inspirator

Mengasihi sahabat apa adanya tapi tidak membiarkan dia seadanya. That’s the real love. Itu sama dengan cinta-Nya Tuhan untuk kita. Cinta Tuhan menerima kita apa adanya, tapi Tuhan ingin kita terus bertumbuh. Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seadanya. Dia ingin kita menjadi serupa dengan Dia. Karena itulah Dia memproses kita terus menerus.“

Grace Suryani

Itulah kalimat yang dituliskan oleh Kak Grace Suryani ketika ditanyakan mengenai hal terbaik apa yang bisa kita berikan untuk sahabat. Yup guys, kata-kata dari Kak Grace Suryani emang pas banget menggambarkan tema kita bulan ini mengenai Impacting Friendship atau persahabatan yang berdampak. Nah yang lebih serunya lagi, di penghujung bulan Juni ini Kak Grace Suryani juga menjadi profil Youth Inspirator kita loh! Kenapa FOS memilih Kak Grace Suryani sebagai salah satu Youth Inspirator? Enggak lain karena FOSters sendiri udah banyak banget terinspirasi sama tulisan-tulisannya Kak Grace. Buat yang belum tahu atau belum pernah baca bukunya kak Grace, duuuh kemana aja?? ^^ Kita kenalan lebih lanjut yuk sama sosok penulis muda dan guru Mandarin yang handal ini :) → Continue

Pesan dari Sahabat

Category : Asides

Guys, aku mo share sesuatu yang kudapat dengan kalian..

“Berhentilah mendatangkan pencobaan terhadap hatimu sendiri.. Berhentilah menenggelamkan dirimu dan minum dari mata air yang pahit, yang bisa membuat hatimu pahit.. Berhentilah meletakkan batu bata lagi untuk membangun tembok diri, tinggalkan pekerjaan itu .. Jangan biarkan dirimu bertahta atas hatimu sendiri. Turunlah dari sana, biarkan Yesus memimpin hatimu menuju kedewasaan. Bukalah hatimu juga bagi anak-anak Tuhan yang lain, karena hati mereka telah dipulihkan dan ada konselor agung “Roh Kudus” dalam hati mereka yang dapat mendengar suara Tuhan untukmu saat kamu tidak mendengar suara-Nya dengan jelas.”

Dengarkan dan Berubah..

Mat 5:1-12, Mat 16:24-26, Yoh 4:13-14, Mat 37:1-8

Y.K.T